cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 75 Documents clear
Tingkat Permeabilitas Pelingkup Terhadap Dampak Kesejahteraan Psikologis Di Ruang Publik (Studi Kasus Alun-Alun Sidoarjo) Aliffi Majiid; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental stress disebabkan oleh tidak seimbangnya beban mental psikologis penduduk dan kebutuhan untuk mereduksinya yaitu kesesuaian kualitas dan kuantitas ruang tebuka publik. Kabupaten Sidoarjo memiliki rasio ruang terbuka hijau sebesar 21.6% yang masih jauh dari ketentuan minimum 30% dan kualitas yang buruk. Hal ini menyebabkan perubahan pola perilaku masyarakat dan berdampak pada terganggunya kesejahteraan psikologis. Kesesuaian desain pelingkup akan meningkatkan kualitas ruang terbuka publik, sehingga dapat mereduksi environmental stress di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah mix-methods (deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif) dengan metode analisis yang digunakan adalah mean score analysis dan dilanjut multivariate analysis of variance (MANOVA). Berdasarkan hasil studi, tingkat pelingkup pada ruang yang kuat (D/H<1) menunjukkan bahwa tingkat ketinggian dan kerapatan pelingkup memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis yang baik. Ruang dengan tingkat pelingkup sedang (12) menunjukkan bahwa tingkat ketinggian dan kerapatan pelingkup cenderung kurang berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis.
Tingkat Kesesuaian Tata Ruang Interior Area Tunggu Stasiun Malang Kota Baru Terhadap Protokol Kesehatan New Normal Grahita Karenza Maharani Anwar; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun kereta api merupakan sarana transportasi umum yang digunakan sebagai tempat keberangkatan dan keberhentian kereta api. Pemberlakuan PSBB dimasa pandemi COVID-19 mengharuskan kereta api untuk berhenti beroperasi sementara.  Beroperasinya kembali kereta api pada bulan Mei membuat jumlah penumpang kereta api mengalami peningkatan secara nasional, peningkatan jumlah pengguna kereta api juga terjadi di Kota Malang pada Stasiun Malang Kota Baru. Stasiun Malang Kota baru secara ketat menerapkan protokol kesehatan new normal yang sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesesuaian penerapan tata ruang interior pada area tunggu Stasiun Malang Kota Baru dimasa new normal yang sesuai dengan protokol kesehatan. Metode yang digunakan merupakan metode analisi deskriptif kualitatif. Setelah unit amatan ditentukan dari rumusan masalah, analisis dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi dengan protokol kesehatan pada stasiun yang telah diatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksesuaian dengan protokol kesehatan pada fasilitas protokol kesehatan, perabot dan tata letak, sistem ventilasi dan signage protokol kesehatan. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa elemen yang secara dominan menyebabkan ketidaksesuaian dengan protokol kesehatan pada area tunggu Stasiun Malang Kota Baru adalah fasilitas protokol kesehatan. 
Morfologi Dusun Ngabean sebagai Balai Ekonomi Desa Ngadiharjo di Kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang Salsabila Tajrimin Ramadhani; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngadiharjo adalah salah satu desa di kawasan Candi Borobudur yang memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi di tahun 2013. Setelah ditetapkannya sebagai desa dengan angka kemiskinan yang tinggi mulai terjadi gagasan dan gerakan untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satunya yaitu program Balkondes (balai ekonomi desa). Adanya program Balkondes sebagai destinasi wisata pertama di Dusun Ngabean diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di bidang wisata. Tujuan penelitian untuk dapat melihat sejauh mana perkembangan Dusun Ngabean sebagai Balkondes Ngadiharjo. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis morfologi diakronik. Variabel yang dikaji pada morfologi berupa guna lahan, struktur bangunan, pola kavling dan jaringan jalan dan variabel 4A pariwisata yaitu attraction, amenitiy, access, dan ancillary service. Penelitian akan dilakukan dengan melihat keterkaitan antara variabel dan perubahan yang terjadi pada Dusun Ngabean sehingga dapat ditemukan langkah yang tepat dalam pengembangan kawasan kedepannya.
Tingkat Kesesuaian Adaptasi Ruang Kelas Terhadap Panduan Pembelajaran di Masa New Normal di SMA Negeri 2 Bondowoso Winda Resti Wahyu Ningrum; Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa new normal memaksa setiap bangunan publik, tidak terkecuali bangunan pendidikan untuk menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Ruang kelas sebagai salah satu ruang aktivitas siswa di dalam bangunan pendidikan memerlukan penyesuaian terhadap panduan pembelajaran new normal agar dapat mengurangi risiko penularan virus saat pembelajaran tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesesuaian adaptasi ruang kelas di SMA Negeri 2 Bondowoso terhadap panduan dan peraturan yang berlaku pada masa new normal dan diharapkan dapat menjadi masukan sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Metode yang digunakan adalah kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Rancangan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data secara deskriptif, sedangkan rancangan kuantitatif digunakan untuk mengolah data dengan matematis sederhana untuk membantu dalam menganalisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian ruang kelas adalah cukup dengan temuan 50% ruang kelas dengan tingkat kesesuaian tinggi serta 6% ruang kelas dengan tingkat kesesuaian sedang, dan 46% ruang kelas memiliki tingkat kesesuaian rendah dan dibutuhkan beberapa penyesuaian kembali terhadap panduan pembelajaran new normal terutama pada aspek signage; penataan perabot; dan sistem ventilasi.
Strategi Pencahayaan Alami pada Ruang Kreatif M Bloc Space Natasha Kristabel Panjaitan; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptive reuse buildings menjadi salah satu penyelesaian terhadap masalah global dan perubahan iklim yang terjadi. Salah satu produk dari adaptive reuse buildings adalah lahan bagi 16 bekas rumah karyawan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) dan gudang percetakan uang yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dialih fungsikan menjadi Ruang Kreatif M Bloc Space. Alih fungsi terjadi pada bangunan tidak diikuti dengan desain dan aktivitas yang saling berkesinambungan yang mengakibatkan kebutuhan akan pencahayaan alami pada setiap ruang tidak terpenuhi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dekskriptif kuantitatif eksperimental. Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran pada ruang sampel penelitian terpilih yaitu empat ruang tenant UMKM dengan menggunakan lux meter dan mensimulasikan strategi desain menggunakan software Dialux Evo 9.2. Strategi desain yang diaplikasikan adalah rekomendasi bukaan jendela, pembayang matahari, dan elemen material. Ruang tenant UMKM A pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 101 lux dan U0= 0,15, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 260,5 lux dan U0= 0,63. Ruang tenant UMKM B pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 111 lux dan U0= 0,12, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 265,3 lux dan U0= 0,72. Ruang tenant UMKM C pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 89 lux dan U0= 0,19, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 266,3 lux dan U0= 0,73. Ruang tenant UMKM D pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 89 lux dan U0= 0,19, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 259,6 lux dan U0= 0,61. Dengan adanya strategi desain pencahayan alami yang baik didapatkan Ruang Kreatif M Bloc Space memenuhi standar dan tingkat pencahayaan alami.  
Komposisi Geometri menurut Francis D.K. Ching pada Pintu Bangunan Toko Merah, DKI Jakarta Ruth Nauli Sidabutar; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Toko Merah merupakan salah satu bangunan yang menonjol dibandingkan bangunan lingkungan sekitar karena fasadnya yang berwarna merah dengan 63 pintu dari 38 ragam jenis pintu. Keunikan ini menjadikan bangunan layak dilestarikan. Kondisi bangunan yang saat ini tidak digunakan secara aktif memerlukan adanya penelitian mengenai karakteristik arsitektural bangunan khususnya pada komposisi geometri pintu Bangunan Toko Merah sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan yang dapat dilakukan di masa depan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendapatkan hasil mengenai komposisi geometri pintu. Enam (6) prinsip teori F.D.K. Ching yaitu sumbu, simetri, hirarki, irama, datum, dan transformasi digunakan pada penelitian ini dikarenakan bangunan Toko Merah yang merupakan peninggalan Hindia Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar dari 38 ragam jenis pintu pada bangunan Toko Merah menerapkan enam prinsip komposisi geometri tersebut.
Tipologi Spasial Permukiman Hunian Sewa di Sekitar Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak Annisa Rizqi Kusumasari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan permukiman hunian sewa terbentuk di sekitar kampus Universitas Tanjungpura akibat adanya pertambahan penduduk dan pengembangan kawasan tersebut menjadi kawasan permukiman. Sehingga menyebabkan influks mahasiswa baik dalam kota maupun luar kota dan terjadi peningkatan permintaan hunian sewa pada kawasan ini yang berupa rumah kos maupun asrama bagi mahasiswa,  yang sekaligus menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar. Penelitian bertujuan untuk merumuskan tipologi guna lahan dan sirkulasi permukiman hunian sewa di sekitar Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan metode analisis deskriptif-naratif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan tipologi-morfologi spasial. Hasil penelitian yaitu: pada tipologi penggunaan lahan terbagi menjadi tipologi guna lahan berdasarkan ragam lahan terbangun dan tidak terbangun serta berdasarkan variasi guna lahan pada kawasan yang menunjukkan bahwa guna lahan kawasan cukup variatif. Tipologi sirkulasi terdapat dua tipe berdasarkan aksesibilitas, dimensi, kelengkapan dan parkir yaitu tipe kawasan yang memiliki aksesibilitas, dimensi, kelengkapan jalan dan jenis parkir yang beragam, serta tipe yang memiliki kekurangan dalam  aksesibilitas, dimensi, kelengkapan jalan dan jenis parkir.
ANALISIS PENERAPAN STRATEGI BIOKLIMATIK PADA ARSITEKTUR TROPIS PEGUNUNGAN: STUDI KASUS DESA ADAT CIPTAGELAR Chandra Rio Maulana Akbar; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur Vernakular pada iklim tropis pegunungan menjadi sesuatu yang menarik untuk diperhatikan. Local wisdom yang kental tercorak dalam arsitekturnya dipengaruhi keyakinan, adat, dan budaya sebagai identitas yang unik. Strategi Bioklimatik diperlukan sebagai proses adaptasi problematika lingkungan termal alami setempat. Arsitektur vernakular pada hunian di Desa Adat Ciptagelar menjadi salah satu contoh inspirasi bangunan tanggap iklim. Penelitian ini berupaya mengulik penerapan strategi bioklimatik dalam merespon kinerja lingkungan termal alami terhadap hunian pada hunian Desa Adat Ciptagelar. Penelitian menggunakan metode kualitatif kuantitatif dengan deskriptif data dan dievaluasi berdasar standar dan aturan yang berlaku. Data akan dikomparatifkan antar sintesis penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi bioklimatik memanfaatkan ketebalan selubung bangunan dari material alami sekaligus memanfaatkan hawu atau tungku api dalam penghangatan termal dan upaya mereduksi kelembapan pada dapur tradisional. Dengan konsep bangunan bernafas, suhu ruang dalam bangunan lebih sejuk pada siang hari dibandingkan ruang luar, begitu sebaliknya saat malam hari dengan suhu ruang dalam lebih hangat dibandingkan ruang luar. Perbedaan kemampuan konduktansi antar bangunan dikarenakan perbedaan bukaan pada bangunan sehingga mempengaruhi pertukaran udara. Selain itu, kinerja termal alami juga dipengaruhi dari ketebalan selubung bangunan, orientasi dan proporsional bangunan, hingga bukaan pada bangunan.
Evaluasi Pasca Huni Pada Ruang Dalam Pasar Malabar Tangerang Nadira Nursukma; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun dengan seiring berkembangnya waktu, pasar tradisional tergerus oleh keberadaan pasar modern, yang disebabkan oleh buruknya kondisi infrastruktur, dan rendahnya tingkat kebersihan pasar tradisional. Pasar Malabar merupakan pasar tradisional terbesar kedua di Kota Tangerang dan telah beroperasi selama 26 tahun, hingga saat ini belum pernah dilakukan renovasi gedung secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pasca huni level indikatif terhadap aspek teknis terkait elemen interior (lantai, dinding dan langit-langit) dan aspek fungsional terkait zonasi dan identitas, Penelitian menggunakan metode evaluasi pasca huni pada level indikatif, dengan analisis dilakukan secara deksriptif kualitatif, yaitu membandingkan kondisi eksisting terhadap teori EPH oleh Preiser (2015), SNI 8152:2015, dan peraturan berlaku lainnya.  Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, performance issues, dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek teknis terkait elemen interior, serta aspek fungsional terkait zonasi dan signage, teridentifikasi lebih banyak memiliki kekurangan dibandingkan kelebihannya. Secara keseluruhan menunjukkan buruknya kinerja bangunan pada kedua aspek yang harus ditingkatkan, dengan hasil analisis menunjukkan ketidaksesuaian dengan peraturan berlaku. Ketidaksesuaian terlihat dengan buruknya kondisi fisik pada elemen interior, yang ditemukan banyak kerusakan dan kotor. Sedangkan aspek fungsional yang tidak direncanakan dengan baik dan belum efektif untuk digunakan selama masa huninya.
Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Pada Jalur Pedestrian Di Sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus Grab Adinda Fazrina; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa kawasan dengan konsep transit oriented development (TOD) dikembangkan untuk mendukung perkembangan jaringan transportasi umum di DKI Jakarta. Salah satunya adalah kawasan TOD Lebak Bulus. Kawasan TOD memiliki tujuan antara lain meningkatkan aktivitas berjalan kaki sehingga kualitas jalur pedestrian memiliki peran penting bagi sebuah kawasan TOD. Setiap warga kota, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak atas kesetaraan. Salah satu bentuk kesetaraan yang merupakan hak penyandang disabilitas adalah lingkungan bebas hambatan. Secara umum, jalur pedestrian merupakan fasilitas publik yang seharusnya mencerminkan konsep aksesibilitas. Lokasi jalur pedestrian yang berada di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus sebagai kawasan transit membuat aspek aksesibilitas lebih krusial lagi. Penelitian menggunakan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data kualitatif dilakukan dengan observasi lapangan mengenai kondisi objek penelitian dan kesesuaiannya dengan tolak ukur acuan. Setelah itu dilakukan pengambilan data kuantitatif melalui penyebaran kuesioner untuk mengetahui pendapat penyandang disabilitas, orang tua, guru, dan pendamping penyandang disabilitas tentang kondisi aksesibilitas pada lokasi penelitian. Hasil dari observasi lapangan dan data dari kuesioner dianalisis bersama untuk mengetahui tingkat aksesibilitas jalur pedestrian, jalur penyebrangan, zona menaikkan dan menurunkan penumpang, ram, lift, serta signage di sekitar stasiun. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa jalur pedestrian di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus sudah cukup aksesibel bagi penyandang disabitilias, namun belum optimal.