cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 75 Documents clear
Tinjauan Kritis Citra Soeharto pada Karakter Arsitektural Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Alexander Bramantyo Dimas Pradipta
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum merupakan sebuah hasil usaha peradaban manusia untuk melestarikan cerita, benda peninggalan, dan legacy. Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta (MPBP) merupakan sebuah museum keluarga Soeharto yang diprakasai oleh Ibu Tien Soeharto. MPBP menyimpan semua peninggalan berbentuk fisik dan non-fisik yang berkaitan dengan kehidupan Soeharto. Namun citra yang hendak disampaikan masih bias, karena citra Soeharto tidak tersampaikan melalui arsitektur museum. Adapun, muncul pemikiran kritis mengenai citra dan makna yang belum tersampaikan. Maka dari itu, penelitian ini hadir dengan menggunakan metode kritik arsitektur versi Wayne Attoe untuk menemu-kembalikan makna yang hilang. Dari penelitian ini, garis besar kesimpulan yang didapat adalah citra kekuasaan Soeharto berhasil tersampaikan, namun citra budaya dan nilai Jawa Soeharto tidak sepenuhnya berhasil tersampaikan melalui karakter arsitektural MPBP.
Penataan Pencahayaan Buatan Pada Ruang Pamer Gedung Pameran Tetap UPT. Museum Negeri Mpu Tantular Jawa Timur adelia fajar islami; Wasiska iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum merupakan sebuah ruang publik yang memuat aktifitas visual yakni pengamatan. Museum Mpu Tantular memiliki potensi yang besar untuk menjadi destinasi wisata dan daya tarik bagi masyarakat untuk belajar mengenai sejarah dan kebudayaan. Untuk dapat meningkatkan daya tarik masyarakat museum harus memenuhi standar dan kriteria penyajian tata pamer yang baik dan sesuai standar. Hal tersebut meliputi tata cahaya, tata ruang, dan nuansa interior. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang berperan penting dalam keberhasilan sebuah pameran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi desain tata ruang dan pencahayaan buatan ruang pamer yang dapat meningkatkan performa visual dan sesuai dengan karakteristik ruang dan bangunan Gedung Pameran Tetap Museum Mpu Tantular. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis visual untuk menganalisis kondisi eksisting, pengukuran lapangan untuk mengukur besar intensitas pencahayaan dan eksperimental menggunakan software DIALux evo untuk memperoleh rekomendasi desain pencahayaan ruang pamer Museum Mpu Tantular. Hasil pengukuran lapangan untuk pencahayaan alami eksisting ruang pamer memiliki rata-rata df sebesar 0.02-0.04 Lux. Sedangkan untuk hasil simulasi pengukuran intensitas pencahayaan buatan eksisting ruang pamer memiliki rata-rata 155-174 Lux. Rekomendasi desain Light shelf dapat menurunkan intensitas pencahayaan alami berlebih sebesar 66% sedangkan rekomendasi pencahayaan buatan dapat meningkatkan intensitas cahaya sebesar 63%   Kata kunci: Ruang pamer, pencahayaan buatan, pencahayaan alami, tata ruang pamer
Arsitektur Panas Kering Pada Pasar Tradisional Souq Waqif Doha, Qatar Dame Teresa Elisabeth Sitorus; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doha adalah ibu kota Qatar. Qatar merupakan sebuah negara yang mengalami transformasi sekitar pertengahan abad ke-20. Pertumbuhan ekonomi di negara Qatar mempengaruhi semua sektor ibu kota. Antara tahun 2004 dan 2017 populasi negara meningkat dari 750.000 menjadi 2.6 juta, dimana 2.3 juta merupakan ekspatriat. Selama 3 dekade terakhir abad ke 20, pasar tradisional Souq Waqif mengalami proses restorasi dengan tujuan untuk melestarikan sejarah dan identitas arsitektur lokal. Bangunan yang dibangun sebelum tahun 1950-an dilestarikan sementara bangunan yang lebih baru dihancurkan. Metode konstruksi yang digunakan adalah metode konstruksi tradisional dengan menggunakan kayu dan bambu yang di impor dari berbagai negara Asia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja bangunan yang berlokasi di negara dengan iklim panas kering. Dengan menggunakan metode analisis konten dan analisis visual, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah pasar tradisional Souq Waqif telah memenuhi kriteria-kriteria bangunan yang ditentukan agar bangunan tersebut dapat beradaptasi pada iklim panas kering dengan baik dan apakah prinsip dan ide desain dapat diterapkan pada bangunan pasar tersebut.
REKAYASA BANGUNAN GEDUNG HIJAU PADA BANGUNAN GEDUNG BNI BSD TANGERANG Ridzky Adwiputra Nugroho; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif seperti pemanasan global, degradasi lingkungan, krisis energi dan kekurangan air menjadi titik awal kebutuhan dari konsep arsitektur hijau atau arsitektur ramah lingkungan. Konsep dan teori mengenai bangunan hijau dapat dikuantifikasikan berdasarkan sistem rating dan skoring melalui proses evaluasi kriteria yang telah disusun oleh lembaga atau institusi rating bangunan gedung hijau, melalui proses sertifikasi bangunan gedung hijau. Bangunan gedung BNI BSD Tangerang merupakan salah satu bangunan gedung hijau yang pada saat ini berada dalam proses melakukan evaluasi dan sertifikasi terhadap konsep bangunan gedung hijau. Penelitian ini bertujuan untuk membantu proses evaluasi dan sertifikasi terhadap bangunan gedung BNI BSD Tangerang untuk mendapatkan sertifikat bangunan gedung hijau yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hasil dari evaluasi serta skor dari rating bangunan gedung BNI BSD Tangerang mendapatkan 82 poin yang sudah berada pada peringkat Hijau Utama dengan penghasil poin terbanyak berada pada aspek Pengelolaan Tapak dan aspek Efisiensi Penggunaan Energi. Kemudian dari hasil evaluasi yang dilakukan, semua aspek yang tidak memenuhi kriteria penilaian diberikan rekomendasi. Hasil rekomendasi telah menaikkan total skor dari rating sebesar 13 poin dengan total keseluruhan 95 poin.
ARSITEKTUR TANGGAP IKLIM PADA KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN KOTA MALANG (STUDI KASUS: RUANG BERSAMA KAMPUNG JODIPAN) Asri Dewayani; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Jodipan telah menjadi tempat wisata di Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan nuansa ruma tinggal yang berubah menjadi warna-warni telah menarik minat banyak orang untuk mengunjungi kampung ini. Di Jodipan, selain pemukiman, ada beberapa area terbuka yang digunakan pengunjung sebagai tempat istirahat sambil menikmati panorama sekitar. Dari lapangan ditemukan bahwa sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu lebih lama di rest area sebelum melanjutkan berkeliling kampung. Sementara itu, area ini ditemukan dirancang dengan buruk. Penelitian ini mencari beberapa elemen arsitektur yang dapat meningkatkan kenyamanan termal pengunjung. Ruang terbuka utama di Jodipan dijadikan sebagai objek penelitian.
Optimasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang Ramadanti Nurul Illahi; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu jenis bencana yang kerap terjadi di Indonesia dimana melibatkan berbagai jenis fungsi bangunan, salah satunya adalah bangunan dengan fungsi perpustakaan. Kurang optimalnya sistem proteksi kebakaran pada bangunan menjadi salah satu penyebab kebakaran tidak dapat dipadamkan dengan cepat. Gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang adalah satu bangunan bersejarah yang patut dilengkapi sistem proteksi dalam upaya melindungi ratusan ribu koleksi pustaka dan arsip dari kemusnahan akibat kebakaran. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan sistim proteksi kebakaran yang dimiliki gedung tersebut. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan melihat kesesuaian antara kondfisi fisik gedung dengan standar yang berlaku. Mengacu pada diagram fire assessment structure milik Paul Stollard, penelitian ini difokuskan pada dua variabel yaitu sistem proteksi kebakaran dan manajemen proteksi kebakaran. Untuk melihat keandalan Gedung, penelitian ini menggunakan fire assessment form dari versi Badan Puslitbang RI (pd-t-11-2005-c). Hasil studi didapatkan bahwa tingkat Keandalan Keselamatan Kebakaran pada bangunan Gedung Perpustakaan tersebut pada kategori “KURANG”. Berbagai alternatif intervensi diusulkan guna meningkatkan tingkat keandalan Gedung baik dari sisi teknis maupun manajemen.   Kata kunci: sistem proteksi kebakaran, manajemen proteksi kebakaran, perpustakaan
Persepsi Pejalan Kaki Terhadap Kenyamanan Spasial Jalur Pejalan Kaki di Jalan Semeru Kota Malang Herdita Larasati; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan RDTR dan PZ Malang Tengah terdapat rencana perbaikan jalur pejalan kaki pada tahun 2018-2023. Salah satu lokasi tersebut berada di jalan Semeru kota Malang. Koridor jalan Semeru memiliki berbagai macam fungsi ruang, fungsi komersial, fungsi pendidikan, serta fasilitas umum. Koridor jalan Semeru banyak di lalui oleh pejalan kaki dengan tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu kenyamanan spasial yang ada di jalan Semeru perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan pejalan kaki yang melaluinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pejalan kaki mengenai kenyamanan spasial jalur pejalan kaki di jalan Semeru kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif berupa observasi pada lokasi studi mengenai elemen yang telah ditentukan, sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang berjenis close-ended question mengenai persepsi pejalan kaki yang melibatkan 110 responden. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kenyamanan spasial yang ada di jalan Semeru masih diperlukan adanya perbaikan. Salah satunya seperti jenis vegetasi yang ada di jalan Semeru menyebabkan kerusakan material jalur pejalan kaki namun dapat memberikan peneduhan terhadap terik matahari . Hal ini berarti jalur pejalan kaki di jalan semeru belum dapat memenuhi kenyamanan spasial secara menyeluruh.
Evaluasi Sirkulasi dan Aksesibilitas Bangunan Sebagai Upaya Pembatasan Penyebaran Covid-19 (Studi Kasus: SMAN 2 Malang) ika nurul agustin; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMAN 2 Malang telah ditetapkan sebagai sekolah tangguh Covid-19 dan telah menerapkan Prosedur Mutu Protokoler Kesehatan yang menjadi pedoman untuk pembelajaran tatap muka di masa new normal Covid-19. Di dalamnya mengatur mengenai manajemen Covid-19, infrastruktur dan peraturan disiplin pengguna. Terdapat satu aspek yang harus dicapai yakni terkait sirkulasi dan aksesibilitas agar sesuai dengan protokol new normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian fisik bangunan sehingga mengetahui penyesuaian rancangan sistem sirkulasi dan aksesibilitas terhadap protokol tersebut. Metode analisis evaluatif digunakan pada studi ini, mulai dengan langkah observasi, pengukuran lapangan dan wawancara terhadap beberapa pihak berkompeten. Penelitian ini diharapkan bisa mengenalkan konsep sirkulasi dan aksesibilitas pengguna bangunan sehingga dapat diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
PENGARUH ELEMEN BUKAAN TERHADAP SUHU RUANG DALAM PADA MASJID AGUNG GRESIK DI KABUPATEN GRESIK Ziyadatul Farihah; Andika Citraningrum, ST.,M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki karakteristik sebagai berikut : (1) kelembapan udara mencapai 80%, (2) suhu rata- rata 27°C dan (3) radiasi matahari yang cukup tinggi. Indonesia yang terletak di daerah lintang 0° mengalami 2 musim, yaitu, musim panas dan musim penghujan dalam satu tahun. Perubahan suhu udara terjadi di beberapa kota di Indonesia salah satunya terjadi di Kabupaten Gresik tercatat sebagai 3 daerah terpanas di provinsi Jawa Timur. Di kabupaten gresik suhu tertinggi bisa mencapai 34°C Suhu udara yang tinggi tersebut, jika tidak disertai dengan desain bangunan yang tepat maka dapat mengurangi kenyamanan pengguna yang melakukan aktivitas salah satu strategi untuk mendapatkan suhu udara yang nyaman adalah melalui peletakan dan desain bukaan yang tepat. Pada Kabupaten Gresik terdapat banyak masjid karena mayoritas penduduknya beragama Islam salah satunya yaitu Masjid Agung yang merupakan masjid terbesar di Kabupaten Gresik yang sekaligus menjadi ikon kabupaten Gresik. Dari observasi awal , Kondisi eksisting masjid membuat suhu didalam ruangan terasa beragam bagian ruangan yang berbatasan langsung dengan bukaan terasa lebih dingin dibandingkan bagian tengah masjid. Hal tersebut melatar belakangi penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan suhu udara di Masjid Agung Gresik serta pengaruh desain bukaan terhadap suhu udara di ruang dalam masjid.Tujuan dari Penelitian ini adalah sebagai informasi dan masukan tentang pengaruh bukaan terhadap udara di ruang sholat Masjid Agung Gresik sehingga dapat diketahui hal yang perlu disiapkan dan di perbaiki untuk meningkatkan kenyamanan ruang. Kata kunci : Elemen Bukaan, Temperatur, Masjid, Kenyamanan Suhu. ABSTRACT Indonesia is a tropical country that has the following characteristics: (1) air humidity reaches 80%, (2) average temperature 27°C and (3) high solar radiation. Indonesia, which is located at 0° latitude, experiences 2 seasons, namely, summer and rainy season in one year. Changes in air temperature occurred in several cities in Indonesia, one of which occurred in Gresik Regency, which was recorded as the 3 hottest areas in East Java province. In Gresik Regency, the highest temperature can reach 34°C. This high air temperature, if not accompanied by the right building design, can reduce the comfort of users who carry out activities. One of the strategies to get a comfortable air temperature is through the placement and design of the right openings. In Gresik Regency there are many mosques because the majority of the population is Muslim, one of which is the Great Mosque which is the largest mosque in Gresik Regency which is also an icon of Gresik Regency. From initial observations, the existing condition of the mosque makes the temperature in the room feel that various parts of the room that are directly adjacent to the opening feel cooler than the center of the mosque. This is the background of this study which aims to determine the level of comfort of the air temperature in the Great Mosque of Gresik and the effect of the opening design on the air temperature in the room in the mosque. The purpose of this study is to provide information and input about the effect of openings on the air in the prayer room of the Great Mosque of Gresik. so that it can be known what needs to be prepared and repaired to increase the comfort of the room. Keywords: Opening, Temperature, Mosque, Thermal Comfort.
Tingkat Kesesuaian Penerapan Tatanan New Normal pada Interior Ruang Kerja Small Community Co-Working Space Malang Dwinda Luthfi Arifah; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 saat ini memaksa para pekerja untuk hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19 dengan cara kerja baru atau yang dikenal dengan sebutan era New Normal. Area yang menjadi sasaran untuk diterapkannya rangkaian tatanan new normal ialah pada area yang memiliki potensi penyebaran virus yang lebih besar. Pada Co-Working Space, area tersebut ialah pada ruang kerja. Tata ruang pada ruang kerja Co-Working Space di era New Normal harus tetap menyesuaikan dan memfasilitasi penggunanya dengan memprioritaskan ruang kerja yang aman dan sehat, khususnya pada Co-Working Space di Kota Malang. Maka diperlukan untuk mengetahui tingkat kesesuaian penerapan tatanan New Normal pada interior ruang kerja CoWorking Space di Kota Malang berdasarkan standar protokol yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan membandingkan 3 studi kasus yang diambil menyesuaikan kriteria pemilihan objek dan ketersediaan Small Community Co-Working Space yang ada di Kota Malang, untuk mengetahui tingkat kesesuaian penerapan tatanan new normal yang telah di terapkan pada ruang kerja Co-Working Space melalui unit amatan dan parameter arsitektural yang telah ditetapkan dari berbagai sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesesuaian penerapan tatanan new normal pada interior ruang kerja Small Community Co-Working Space di Kota Malang berupa presentase