cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 75 Documents clear
Pengaruh Ventilasi Alami dan Buatan Untuk Mengantisipasi Kejadian Sick Building Syndrome (Studi Kasus: Laboratorium Gedung Fakultas Farmasi Universitas Airlangga) Aprisia Rasya' Murran; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ventilasi pada laboratorium berperan penting dalam mencegah paparan bahan berbahaya, menyediakan udara segar untuk pernapasan, dan menghilangkan kontaminan dalam udara. Kualitas udara dalam ruang bertujuan menentukan aspek kesehatan dan kenyaman bagi penghuni ruang. Apabila kualitas udara dalam ruang buruk, maka dapat berpotensi menimbulkan keluhan kesehatan ataupun ketidaknyamanan yang biasa disebut sick building syndrome (SBS). Dalam penelitian ini, objek yang dikaji adalah tiga ruang laboratorium kimia di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, yaitu laboratorium basah, laboratorium kering dan ruang asam yang menggunakan ventilasi buatan, air conditioning, serta ventilasi alami dengan membuka jendela ruangan. Hal ini, tidak sejalan dengan persyaratan perancangan ventilasi pada laboratorium, bahwa jendela yang dibuka tidak disarankan. Untuk mengetahui pengaruh ventilasi alami dan buatan untuk mengantisipasi sick building syndrome, maka diperlukan evaluasi terkait kualitas fisik udara yang mencakup suhu udara, kelembaban udara, kecepatan udara, serta kualitas ventilasi sebagai aspek kenyamanan, serta pergantian udara per jam sebagai aspek kesehatan. Penelitian dilakukan melalui analisa visual, pengukuran lapangan, dan komparasi data. Ventilasi alami memberikan kontribusi dalam meningkatkan kecepatan udara dalam ruang sebesar 0,02 – 0,19 m/s, sehingga mampu untuk mencapai nilai pergantian udara perjam 9,42 – 15,85 kali/jam. Sementara, penggunaan ventilasi buatan saja mencapai 6,33 – 8,68 kali/jam.
Evaluasi Soundscape Pada Alun-alun Merdeka Kota Malang Ralita Hibatul Wafi; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis RTH adalah taman kota. Keberadaan taman kota sangat membantu ditengah kepadatan kehidupan perkotaan. Saat ini kehidupan suatu perkotaan tidak terlepas dari kesibukan dan kebisingan yang diakibatkan oleh manusia ataupun kendaraan. Kenyamanan audial dan ketenangan menjadi hal yang sulit didapatkan di kehidupan perkotaan. Hal ini juga berpengaruh terhadap kenyamanan fisik dan psikis manusia. Dengan adanya taman kota tersebut setidaknya dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut. Taman kota bisa dijadikan tempat oasis dari kebisingan dan hiruk pikuk kehidupan perkotaan. Alun-alun Merdeka Kota Malang merupakan taman kota yang cukup aktif dan belum pernah dikaji mengenai kondisi soundscapenya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-evaluatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah kondisi soundscape yang ada sudah baik atau belum dengan mengukur kebisingan yang ada pada alun-alun, pengamatan soundwalk dan penyebaran kuesioner. Selain itu untuk mengetahui apakah ada pengaruh anatara elemen lanskap di Alun-alun Merdeka Kota Malang terhadap kondisi soundscape. Hasil penelitian evaluasi soundscape yang dilakukan selama empat hari yaitu pada Minggu dan Senin menunjukkan kebisingan yang ada melebihi baku mutu tingkat kebisingan untuk RTH yaitu > 50 dB. Selain itu elemen lanskap yang ada belum secara maksimal dalam mengurangi kebisingan. Namun sudah efektif dalam menghadirkan suasana alam seperti suara burung dan suara jangkrik.   Kata kunci: soundscape, kebisingan, tata lanskap
Morfologi Spasial Kawasan Di Sekitar Gerbang Tol Pakis Malang Zuhria Aulia Aziza; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerbang Tol Pakis Malang mulai berfungsi pada tahun 2019 dengan perencanaan pembangunannya telah ditetapkan oleh pemerintah setempat sejak tahun 2016. Berdirinya Gerbang Tol ini, turut mempengaruhi kondisi spasial kawasan sekitarnya. Penelitian dilakukan untuk melihat perkembangan-perubahan elemen morfologi spasial kawasan di sekitar Gerbang Tol Pakis Malang yaitu tata guna lahan, struktur jalan, struktur bangunan, ruang terbuka, dan tata kavling pada tahun 2016 hingga 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Dilakukan pembacaan sinkronik dan diakronik dalam melakukan analisa. Observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan pembacaan peta citra satelit digunakan dalam mengambil data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdirinya Gerbang Tol Pakis Malang memang berdampak terhadap perubahan-perkembangan elemen morfologi spasial kawasan sekitarnya utamanya struktur jalan dan ruang terbuka sebagai yang paling banyak mengalami perkembangan-perubahan. Sedangkan tata guna lahan, struktur bangunan, dan tata kavling sebagai yang sedikit mengalami perkembangan-perubahan.
Pengaruh Tata Lanskap Terhadap Kondisi Lingkungan Termal pada Taman Among Tani Kota Batu Elsa Amanda; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik bisa memunculkan berbagai kegiatan bersama, sehingga dikategorikan sebagai ruang umum. Ruang publik salah satunya bisa berupa ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau merupakan lahan pada suatu area atau kawasan yang pemanfataannya untuk penghijauan tanaman. Tata lanskap merupakan salah satu hal penting dalam perancangan suatu objek arsitektural. Taman merupakan salah satu bagian dari ruang terbuka hijau sekaligus sebagai ruang publik. Kondisi lingkungan termal pada suatu taman mempunyai pengaruh terhadap kenyamanan pengguna taman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tata lanskap terhadap kondisi lingkungan termal pada Taman Among Tani Kota Batu dengan menggunakan indeks THI (Thermal Humidity Index). Berdasarkan hasil analisis menggunakan indeks THI, Taman Among Tani mempunyai rata-rata nilai THI 24,8 dengan kategori nyaman. Tata lanskap dan kondisi geografis taman mempunyai pengaruh terhadap kondisi lingkungan termal taman.
INTERTEKSTUALITAS PADA BANGUNAN STASIUN JATINEGARA Mutiara Indah Puspita Sari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Jatinegara merupakan stasiun besar tipe A di Jakarta yang berumur sekitar 111tahun semenjak dibuka pada tahun 1909. Stasiun ini baru saja mendapatkan renovasidari sisi sarana perkeretaapian dan prasarana bangunan berkat proyek Double-doubledTrack (DDT). Renovasi ini mengundang perhatian masyarakat umum, beberapa datangdengan kekhawatiran perihal keberlanjutan gedung cagar budaya, fungsionalitas gedungcagar budaya sebagai bangunan infrastruktur, dan keselarasan bentuk gedung baru yangberdiri sebagai gedung concourse. Penelitian yang berlandaskan teori intertekstualitaskemudian digunakan untuk menemukan alasan pembangunan berdasarkan aspek sosialhistoris masyarakat dewasa ini. Mengetahui hubungan intertekstualitas teks StasiunJatinegara dari teks sosiohistoris dapat memberikan pemahaman lebih lanjut yangdiharapkan mampu membuat masyarakat mengapresiasi renovasi yang dilakukan dalamStasiun Jatinegara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptifdengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan analisis suprasegmental danintertekstual. Hasil yang didapatkan adalah bentuk ideologeme, wujud produksi maknaideologeme, ideologi pengarang, dan hubungan intertekstualitas dalam StasiunJatinegara pasca renovasi.
Pelestarian Gedung Juang 45 Bekasi Shinta Fitri Amalia; Antariksa sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung juang 45 Bekasi merupakan salah satu dari sedikit bangunan peninggalan Belanda yang masih berdiri di kota Bekasi hingga saat ini. Menurunnya kualitas bangunan dan kurangnya perhatian masyarakat sekitar terhadap bangunan ini menjadi alasan ketertarikan menjadikan Gedung Juang 45 Bekasi sebagai objek penelitian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi karakter bangunan, menganalisis makna kultural dan menentukan strategi pelestarian yang dapat diterapkan pada bangunan. Metode yang digunakan untuk menganalisis data pada studi ini adalah metode deskriptif analisis, metode evaluatif (pembobotan), dan metode development.  Hasil dari analisis menunjukkan bahwa karakter bangunan termasuk dalam bangunan berlanggam arsitektur Indische Empire Style. Upaya pelestarian yang dilakukan dibedakan menjadi tiga kelas nilai potensial. Nilai potensial tinggi (16-18) mendapatkan tindakan pelestarian preservasi (13 elemen), konservasi (4 elemen), dan rehabilitasi (1 elemen). Nilai potensial sedang  (11-15) mendapatkan tindakan pelestarian konservasi (4 elemen), rehabilitasi (3 elemen), rekonstruksi (1 elemen). Nilai potensial rendah (6-10) hanya dapat melakukan tindakan pelestarian rehabilitasi (1 elemen) dan rekonstruksi (1 elemen).   Kata kunci: Bangunan bersejarah, arsitektur kolonial, karakter arsitektural, pelestarian  
DAYA TARIK KORIDOR JALAN JETIS PADA KAMPUNG BATIK JETIS SIDOARJO BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Annisa Sukma Ningrati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Kawasan Kampung Batik Jetis merupakan kawasan bersejarah yang banyak rumah dihuni oleh para pengerajin batik dan merupakan salah satu sentra batik terbesar di Kabupaten Sidoarjo. Kampung Batik Jetis sendiri sebagai sentra produksi dan pemasaran batik sangat mendukung fungsi ekonomi bagi Kabupaten Sidoarjo. Kesan kampung batik dan kawasan bersejarah dirasa masih kurang menonjol untuk dijadikan sebagai daya tarik kampung pariwisata bagi pengunjung, karena terdapat elemen pembentuk citra koridor tersebut terkesan masih kurang. Kurangnya tingkat ketertarikan masyarakat terhadap daya tarik dari kawasan Kampung Batik Jetis yang menjadi fokus masalah penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tarik pada koridor Jalan pada Kampung Batik Jetis Sidoarjo berdasarkan persepsi masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed-methods (Kualitatif-kuantitaif). Penelitian ini dengan mengumpulkan data berupa survey melalui kuisioner online sedapatnya (accidental sampling, non-probability sampling) dan berupa observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan analisis mean score, analisis faktor dan analisis regresi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen daya tarik “baik”,”cukup” dan “kurang”. Pada tahap analisis faktor terbentuk 3 faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap daya tarik koridor tersebut. Faktor “Atraksi, Fasilitas dan Keramahan” yang memberikan pengaruh signifikan terhadap daya tarik Koridor Kampung Batik Jetis berdasarkan persepsi masyarakat.
Manajemen Penghawaan Alami dan Buatan pada Masjid Olean Situbondo Tita Maharani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen penghawaan bangunan bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi bangunan dan kenyamanan termal. Salah satu pengembangan sistem penghawaan bangunan yaitu sistem penghawaan hybrid yang menggabungkan penghawaan alami dan buatan. Masjid Olean merupakan salah satu pusat aktivitas keagamaan di Situbondo. Masjid ini  menggunakan dua sistem penghawaan alami dan buatan sehingga untuk mencapai kenyaman termal perlu adanya manajemen penghawaan yang baik. Simulasi eksperimental dilakukan menggunakan skenario penghawaan alami dan buatan untuk menemukan rekomendasi manajemen penghawaan yang sesuai. Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan metode eksperimental dengan Teknik simulasi digital menggunakan software Energy2D. hasil dari simulasi menggunakan skenario penghawaan menunjukkan saat menggunakan ventilasi alami dan kipas angin dengan kecepatan kipas angin 0.4 m/s dapat menciptakan temperatur ruang di kategori optimal nyaman. Sedangkan penggunaan AC dengan kecepatan kipas AC 0.4 m/s dan temperatur AC 26 oC dapat menciptakan temperatur ruang di kategori hangat nyaman.
PERFORMA LINGKUNGAN TERMAL RUANG LUAR KAWASAN KUMULO CREATIVE COMPOUND TANGERANG Kintan Syahla Septiani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia arsitektur, komponen ruang luar menjadi bagian yang juga penting selain dari perancangan bangunannya itu sendiri.  Sebagai wadah aktivitas manusia, ruang luar haruslah dapat menciptakan suasana dan situasi yang nyaman saat manusia beraktivitas dan kenyamanan termal menjadi salah satu bagiannya. Kumulo Creative Compound menjadi salah satu kawasan ruang luar yang performa lingkungan termalnya masih perlu diperhatikan karena terindikasi belum maksimal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana performa termal ruang luar di kawasan Kumulo Creative Compound dan bagaimana kriteria desain yang dapat meningkatkan performa lingkungan termal disana. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran variabel iklim pada titik yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukan performa termal di hampir seluruh titik belum maksimal. Suhu radian rata-rata tertinggi mencapai 43oC, dan hasil perhitungan indeks ketidaknyamanan berada di angka 24-27 dimana seluruh titik pengukuran masuk ke dalam kategori ketidaknyamanan yang dirasakan oleh >50% populasi berdasarkan indeks ketidaknyamanan. Setelah hasil penelitian dianalisis didapatkan kesimpulan bahwa keberadaan vegetasi peneduh menjadi yang paling berpengaruh dalam meningkatkan performa termal disana selain pergantian material penutup tanah dan keberadaan elemen air.
Lanskap Budaya Desa Toyomarto dengan Pendekatan Identitas Teritori Aisyah Safitri; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi ini, industri pariwisata memiliki peran besar dalam perubahan suatu wilayah. Industri tersebut dapat mengkomodifikasi suatu tempat secara umum. Perubahan tersebut mulai muncul di Desa Toyomarto seiring dengan dilakukannya pengembangan tempat-tempat wisatanya. Saat ini, kegiatan pariwisata di Desa Toyomarto berada di antara arus tradisional dan modern. Permasalahan yang muncul adalah semakin hilangnya nilai-nilai lokal dan degradasi lingkungan. Maka dari itu, perlu diketahui bagaimana karakter lanskap budaya Desa Toyomarto dengan mengidentifikasi karakter lanskap tersebut melalui pendekatan identitas teritori, dengan harapan agar dalam pengembangan lokasi wisatanya, karakter lanskap desa akan tetap muncul tanpa harus ketinggalan modernitas.