cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 75 Documents clear
Pengaruh Vertical Greenery System terhadap Lingkungan Termal (Studi Kasus: Penerapan VGS di Ruang Luar Stasiun Bogor) Iriena Firzananda Jayanti; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertical Greenery System (VGS) dapat mengurangi dampak fenomena UHI yang terjadi di perkotaan akibat evapotranspirasi yang dilakukan tanaman dan pembayangan yang dihasilkannya. Penelitian ini dilakukan pada VGS yang terdapat pada jalur pejalan kaki di ruang luar Stasiun Bogor yang memiliki aktivitas tinggi setiap harinya dengan kondisi eksisting yang minim peneduh. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu (1) mengetahui besar penurunan suhu yang dihasilkan dengan adanya VGS, (2) mengetahui bagaimana dampaknya terhadap performa kenyamanan termal pada ruang luar Stasiun Bogor menggunakan discomfort index dan (3) memberi rekomendasi desain yang sesuai untuk meningkatkan kenyamanan termal. Metode yang digunakan yaitu deskriptif evaluatif dengan cara mengevaluasi perhitungan hasil pengukuran yang dilakukan selama 4 hari pengukuran. Penurunan suhu terbesar yang tercatat dengan adanya VGS yaitu sebesar 5,02 °C. Hasil perhitungan discomfort index menunjukkan seluruh titik ukur berada dalam kategori tidak nyaman dengan titik ukur yang tidak memiliki VGS memiliki rata-rata discomfort index tertinggi yaitu sebesar 28,69 °C dan 28,85 °C. Beberapa penyesuaian masih dapat dilakukan pada VGS di ruang luar Stasiun Bogor untuk menambah kenyamanan termal yang dirasakan pengguna.
POLA PEMANFAATAN RUANG JALUR PEJALAN KAKI KORIDOR JALAN MALIOBORO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Aldy Adyargha; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan salah satu Kota pada Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang termasuk banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Koridor kawasan Jalan Malioboro menjadi salah satu destinasi wisata saat mengunjungi Kota Yogyakarta. Banyaknya wisatawan dan kurangnya penataan yang baik pada Koridor Jalan Malioboro, terutama ruang jalur pejalan kaki, memicu dilakukan pembenahan. Kemudian pada tahun 2018 pemerintah Kota Yogyakarta melakukan arahan penataan Jalan Malioboro menjadi kawasan jalur pejalan kaki (RTRW Kota Yogyakarta pasal 80 ayat 2).  Penataan ini berfokus pada penataan jalur pejalan kaki, dan beberapa penataan pendukung seperti pedagang, dan mempercantik kawasan sekitar jalur pejalan kaki. Penataan ini tentunya akan berdampak pada pola pemanfaatan ruang. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana pola pemanfaatan ruang setelah dilakukannya penataan pada koridor Jalan Malioboro terutama pada jalur pejalan kaki. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif - kualitatif dengan menggunakan analisis behavior mapping yakni metode analisis placed centered mapping. Hasil pola pemanfaatan ruang menunjukkan pola yang terdapat pada jalur pejalan kaki koridor Jalan Malioboro adalah pola linear cluster, dengan faktor pembentuk pola dipengaruhi oleh kondisi setting fisik yang ada, serta pelaku aktivitas didalamnya
Tingkat Adaptasi Tata Ruang Baca-Koleksi Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota Dalam Tatanan New Normal Rasta Swara Alam; Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan pada masa new normal, karena resiko penularan COVID-19 akan semakin meningkat apabila tidak menerapkan protokol kesehatan. Hal ini menjadi sangat krusial bagi perpustakaan apabila tidak menerapkan protokol new normal karena pengguna perpustakaan memiliki durasi yang relatif lama untuk tinggal di ruang baca dan koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat adaptasi tata ruang baca-koleksi di Perpustakaan Umum Kabupaten dan Kota Tangerang terhadap protokol kesehatan pada masa new normal. Metode yang digunakan adalah metode dengan pendekatan kualitatif yang menyajikan data bersifat deskriptif dengan analisis komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adaptasi tertinggi terhadap tata ruang baca-koleksi dalam tatanan new normal terjadi di Perpustakaan Umum Kabupaten Tangerang. Kemudian ruang baca-koleksi Perpustakaan Umum Kota Tangerang memiliki tingkat adaptasi lebih rendah. Dibutuhkan juga beberapa penyesuaian kembali terhadap beberapa aspek yaitu aspek aksesibilitas/sirkulasi dan aspek penanda/signage.
Aksesibilitas Jalur Pedestrian Kawasan Lapangan Merdeka Berkonsep Transit Oriented Development di Kota Medan Lowis Barita Yoshua Marpaung; Ir. Sigmawan Tri Pamungkas, MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Medan diprediksi akan macet total pada tahun 2024 sehingga pengembangan kota berkonsep Transit Oriented Development berusaha menyelesaikan masalah kemacetan dengan meningkatkan integrasi antar moda transportasi pada kawasan. Jalur pedestrian pada Kawasan Lapangan Merdeka yang masuk dalam pengembangan berkonsep TOD di Kota Medan menjadi kunci integrasi akses transportasi publik pada kawasan. Evaluasi atas aksesibilitas jalur pedestrian dapat digunakan sebagai pedoman pengembangan aksesibilitas jalur pedestrian dengan penilaian terhadap: konfigurasi spasial dan kondisi faktual jalur pedestrian. Penelitian ini menggunakan metode campur kualitatif-kuantitatif dengan tolok ukur evaluasi menggunakan media Space Syntax dan observasi sederhana yang hasilnya akhirnya diperkuat kuesioner pengguna jalur pedestrian.
Pelestarian Bangunan Hunian Hindia Belanda Pabrik Gula Semboro Jember Achmad Faeri Fahrur Rozi; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jember memiliki latar belakang Industrialisasi yang dilakukan pihak swasta pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Tiga kawasan pabrik gula merupakan peninggalan sejarah dari masa Pemerintahan Hindia Belanda yang tidak menua dengan cukup baik hingga saat ini. Pabrik Gula Semboro merupakan satu-satunya kawasan pabrik gula yang masih bertahan dan kental dengan karakter Arsitektur Hindia Belanda. Perubahan yang terjadi pada bangunan huniannya menjadi dasar dari perlunya pelestarian bangunan. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis terhadap karakter spasial, visual dan struktural dari lima tipe hunian di kawasan pabrik. Dari analisis tersebut kemudian dikembangkan menjadi strategi pelestarian yang disesuaikan pada hasil penilaian makna kultural dalam rangka menentukan potensi pelestarian dari tiap variabel analisis. Penelitian kualitatif dilakukan dengan tiga metode penelitian yaitu metode analisis-deskriptif, metode evaluasi dan metode development. Analisis pada hunian didasarkan pada variabel yang telah ditetapkan berdasarkan tiga karakter bangunan. Metode pelestarian yang digunakan yaitu rehabilitasi, konservasi dan preservasi bangunan bersejarah.
Morfogenesis Dhurung di Dusun Sumberwaru, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik Sriwati Ajrina Sani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dhurung merupakan arsitektur khas Pulau Bawean, Kabupaten Gresik yang memiliki peran penting sebagai lumbung penyimpanan padi bagi masyarakat Bawean. Dusun Sumberwaru merupakan salah satu dusun yang masih mempertahankan keberadaan Dhurung di Pulau Bawean. Seiring dengan perkembangan jaman, Dhurung ikut berubah dan berkembang mengikuti kebutuhan dari penggunanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan ini dari sudut pandang morfogenesis untuk mengetahui bagaimana proses perubahan dari Dhurung mempengaruhi dan dipengaruhi oleh masyarakat yang tinggal di Dusun Sumberwaru menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan literatur.   Metode analisis data menggunakan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan kaitan perubahan dhurung dan pengaruhnya terhadap pengguna dari segi fisik maupun non fisik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwasanya morfogenesis terjadi pada Dhurung di Dusun Sumberwaru yang bertahan hingga saat ini merupakan bentuk dari aksi adaptasi pengguna untuk menyesuaikan fungsi Dhurung dalam kegiatan sehari-hari.
Hubungan Masyarakat Osing terhadap Pola Ruang Dalam pada Rumah Osing di Desa Kemiren nurjanah ratnaningrum; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Tradisional Osing adalah salah satu hasil budaya dari Indonesia yang berasal dari daerah Banyuwangi. Terdapat suatu desa adat Osing yang merupakan cagar budaya yang berada pada Desa Kemiren Banyuwangi. Desa tersebut memiliki beberapa rumah yang masih terjaga bagian pola ruang dalam rumahnya. Pola ruang dalam sendiri tak lepas dari faktor pelaku, terutama aspek aktivitas penghuninya, untuk menjaga nilai budaya dari pembentukan pola ruang dalam dibutuhkan kajian mengenai hubungan aktivitas penghuninya terhadap pola ruang dalam Osing di Desa Kemiren.Osing Traditional House is one of the cultural products from Indonesia originating from the Banyuwangi area. There is an Osing traditional village which is a cultural heritage located in Kemiren Village, Banyuwangi. The village has several houses that are still preserved in the spatial pattern of the house. The pattern of inner space itself cannot be separated from the actor's factors, especially aspects of the activities of the occupants, to maintain the cultural value of the formation of the inner space pattern, a study of the relationship of the occupant's activities to the spatial pattern of Osing in Kemiren Village is needed.
Kinerja Panil Interior Penyerap Polutan dan Kelembapan Udara Bermaterial Alami ASTI AINUN NABILAH; WASISKA IYATI
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat polusi udara masih menjadi problematika. Polutan di dalam ruangan 2-5 kali lebih tinggi dibandingkan polutan di luar ruangan. Maka dari itu kebutuhan akan udara sehat sangat diperlukan, mengingat manusia 90% lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan. Indonesia dengan banyak kekayaan alam salah satunya adalah tanaman kelapa dengan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pemurni udara. Penelitian ini mencoba memberikan solusi untuk mereduksi polutan dan kelembapan udara di dalam ruangan dengan metode adsorpsi menggunakan bahan adsorben berupa arang karbon aktif tempurung kelapa dan sabut kelapa. Penelitian menggunakan metode pemikiran rancangan untuk mewujudkan purwarupa panil penyerap dan metode komparatif dengan membandingkan beberapa uji kinerja adsorpsi kedua bahan tersebut. Bahan adsorben dirancang menjadi elemen interior berupa panil partisi. Dengan model panil penyerap yang telah dirancang dapat memberikan kesan fleksibel, multi-fungsi, serta menambah nilai estetika ruangan baik dalam pengaplikasian tunggal maupun jamak. Dari hasil pengukuran kinerja panil menunjukkan hasil adsorpsi terbaik pada pengaplikasian ruang uji dengan penambahan sumber polutan yaitu, adsorpsi kelembapan sebesar 7%, PM2,5 39%, PM10 39%, TVOC 29%, HCHO 20%. Sedangkan untuk pengujian 1 modul panil penyerap mampu mereduksi CO sebesar 32,63% dan CO2 sebesar 38%.
Pengaruh Pembayangan Terhadap Kondisi Suhu Udara dan Kelembapan Taman Tribeca di Jakarta Barat Budi Ayu Nabila Prameswari; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Jakarta hanya memiliki 16,19% Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimana belum memenuhi ketentuan pemerintah yaitu RTH memiliki luas 30% (10% area privat dan 20% area publik) dari luas area. Kurangnya jumlah RTH di Jakarta salah satunya disebabkan oleh peralihfungsian RTH menjadi area komersil yang dikarenakan ketidakfungsian RTH itu sendiri yang terjadi karena berbagai macam faktor salah satunya faktor termal, sehingga diperlukan adanya peningkatan kualitas lingkungan RTH. Peningkatan kualitas RTH pada perkotaan dapat memanfaatkan pembayangan yang dihasilkan gedung-gedung tinggi untuk mengurangi paparan langsung radiasi matahari pada lingkungan terbuka. Penelitian berlokasi di Taman Tribeca yang terletak di Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan kausal komparatif dengan tujuan mencari hubungan sebab-akibat antar variabel penelitian, yaitu massa bangunan, bayangan gedung dan vegetasi, terhadap kondisi lingkungan termal taman. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pembayangan yang dihasilkan pohon maupun gedung efektif menurunkan suhu udara 1,46°C hingga 2,30°C. Selain itu, didapatkan juga kesimpulan bahwa kerapatan bayangan, lama penyinaran, serta perbandingan antara ketinggian bangunan dan lebar taman menjadi faktor-faktor penentu pembayangan dan kenaikan atau penurunan suhu udara.
TATA AKUSTIK RUANG MASJID RAYA AL-A’ZHOM KOTA TANGERANG Nanda Shafira Ridhatiana; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bangunan ibadah, seperti halnya masjid, sangat diperlukan aspek kenyamanan terutama pada aspek akustik. Permasalahan yang terlihat secara langsung pada Masjid Raya Al-A’zhom adalah terjadinya suara gema yang mengganggu dan berlebihan. Bentuk geometri ruang dan kubahnya yang unik dapat mempengaruhi pemantulan bunyi dan waktu dengung pada ruangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode kuantitatif dengan menggunakan rumus sabine serta eksperimental dengan simulasi Ecotect Analysis. Variabel bebas yaitu bentuk kubah dan geometri ruang serta material, sedangkan variabel terikat yaitu kualitas akustik dengan parameter tingkat tekanan bunyi, tingkat bising latar belakang, kebisingan, dan waktu dengung. Hasil pengukuran yang didapatkan adalah distribusi bunyi belum merata, kebisingan yang melebihi standar, dan waktu dengung yang terlalu panjang. Rekomendasi desain yang didapatkan untuk mengurangi waktu dengung, yaitu melapisi material pelingkup dinding bagian belakang dengan plywood dan melapisi acoustic foam panel pada kubah bagian tengah dengan range waktu dengung 1,26-1,41 detik. Untuk mengurangi kebisingan dari luar bangunan, rekomendasi desain yang didapat adalah dengan menambahkan noise barrier berbahan kaca yang tingginya melebihi bukaan bangunan.  Kata kunci: masjid, tingkat tekanan bunyi, kebisingan, waktu dengung.