cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 75 Documents clear
Membaca Pola Spasial dalam Aktivitas Ngariung di Kasepuhan Ciptagelar Pikri Nurhalid; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Dataran Sunda, ngariung adalah salah satu bentuk budaya kebersamaan yang berarti berkumpul. Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah masyarakat adat Sunda yang masih menganut prinsip kehidupan adat yang erat yang diterapkan dalam berbagai hal termasuk dalam rujukan spasial. Fenomena di huma dan lembur adalah contoh fenomena yang telah merujuk pada prinsip kehidupan ini, yang mana terdapat paparakoan dan pancer. Kasepuhan Ciptagelar sudah tentu akrab dengan istilah ngariung. Agak sedikit berbeda dengan Dataran Sunda pada umunya, terdapat sebuah keunikan pada konsetelasi ruang ketika ngariung. Apakah hal tersebut dikarenakan oleh adanya konsep paparakoan dan pancer? Tulisan ini bertujuan untuk memverifikasi paparakoan dan pancer ketika ngariung sekaligus menjelaskan bagaimana hal tersebut diterapkan. Untuk mengetahui hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode deduktif-kualitiatif dengan paradigma positivistik-rasionalistik didasarkan pada teori-teori yang sudah ada, terutama dari dua fenomena sebelumnya. Teori yang dikumpulkan tersebut menjadi dasar untuk mendapatkan informasi mengenai paparakoan dan pancer ketika ngariung. Paparakoan dan pancer yang ada ketika ngariung membuktikan bagaimana sebuah prinsip kehidupan benar-benar bukan sekedar prasasti, namun harus diterapkan dalam berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.
Komposisi Fasad pada Bangunan Istana Gebang di Kota Blitar Christian Kevin Rayden Matulessy; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIstana Gebang merupakan bangunan lama di Kota Blitar yang dijadikan cagar budaya. Permasalahan terjadi pada perpindahan kepemilikan dari ahli waris kepada pemerintaha Kota Blitar. Sehingga perlu diadakan kajian terkait komposisi fasad untuk menilai apakah fasad dari Istana Gebang komposisif dan membentuk suatu kesatuan. Penelitian ini diawali dengan observasi pada Istana Gebang serta wawancara kepada narasumber untuk mendapatkan data primer. Kemudian dianalisis dengan melakukan pengamatan pada elemen visual dari fasad bangunan. Elemen visual tersebut dinilai dengan menggunakan variabel berupa elemen desain dan prinsip-prinsip desain. Elemen desain antara lain bentuk, tekstur dan warna sedangkan prinsip-prinsip desain berupa sumbu, simetri, hirarki, irama dan pengulangan, proporsi dan skala. Elemen penyusun fasad juga diamati contohnya seperti atap, dinding pintu, dan jendela untuk memperkuat analisis penelitian. Hasil dari penelitian komposisi fasad pada bangunan Istana Gebang adalah ialah Rumah Induk dan Balai Kesenian tidak komposisif dan tidak terjadi kesatuan (unity) karena beberapa prinsip desain tidak terpenuhi.
Pengembangan Parametric Object Library Berbasis HBIM pada Bangunan Bersejarah Gereja Ijen Kota Malang Exacorinna Azalia Sucipto; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian terhadap bangunan bersejarah sangat penting bagi sumber ilmu pengetahuan dan budaya. Namun, sebagian besar bangunan bersejarah di Indonesia hanya memiliki informasi umum seperti nama, alamat, sejarah, dan hanya memiliki gambar desain pada kertas. Seiring dengan berkembangnya teknologi, upaya pelestarian bangunan bersejarah di beberapa negara sudah mulai melakukan adanya digitalisasi. Penggunaan Building Information Modelling “BIM” telah digunakan pada beberapa bangunan bersejarah di dunia untuk upaya dokumentasi dan membuat gambar kerja serta informasi lengkap. Kemudian, seiring dengan upaya pelestarian terdapat pengembangan dari BIM yaitu Historical Building Information Modelling “HBIM” untuk menghasilkan elemen arsitektural yang lebih kompleks dari bangunan bersejarah. Studi kasus pada penelitian ini adalah bangunan bersejarah Gereja Ijen Kota Malang yang telah dibangun sejak 1934. Bangunan ini dilakukan perekaman menggunakan laser scanning yang akan menghasilkan data point cloud yang akurat. Data ini yang digunakan pada penelitian ini untuk mengembangkan parametric object library dari bangunan Gereja Ijen Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan parametric object library bangunan bersejarah Gereja Ijen untuk mengupayakan pelestarian secara digital. Penelitian ini berada pada tingkatan LOK 200yang menghasilkan basis data digital berupa parametric object library berbasis HBIM.
Pola Perilaku Pemanfaatan Taman Kota Putri Kaca Mayang Pekanbaru Amalia Gina Ruhama Iman; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan salah satu jenis ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan, dimana taman kota dapat dimanfaatkan oleh seluruh kalangan masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial. Banyaknya manfaat yang didapat oleh masyarakat ketika memanfaatkan taman kota, banyak pula aktivitas yang dapat dilakukan oleh masyarakat selaku pengguna taman. Aktivitas di ruang terbuka tentunya berbeda dengan aktivitas yang dilakukan di ruang terbangun, sehingga membentuk suatu perilaku dalam pemanfaatan Taman Kota Putri Kaca Mayang Pekanbaru. Dimana menurut Weismann & Gerald (1981), terdapat 12 atribut perilaku, namun dalam penelitian hanya dilakukan analisis terhadap 7 atribut perilaku, yaitu kenyamanan (comfort), sosialitas (sociality), aksesibilitas (accessibility), aktivitas (activity), kesesakan (crowdedness), visibilitas (visibility), dan adaptabilitas (adaptability). Penelitian Pola Perilaku Pemanfaatan Taman Kota Putri Kaca Mayang Pekanbaru menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan behavioural mapping dengan metode placed centered mapping. Dari hasil observasi, wawancara, analisis, dan sintesis, didapat bahwa pengguna memanfaatkan sebagian besar area Taman Kota Putri Kaca Mayang Pekanbaru dengan beragam aktivitas yang dilakukan oleh pengguna dengan atribut perilaku yang bermacam-macam.   Kata kunci: taman kota, pola, perilaku, behavioural mapping
Rekayasa Pencahayaan Alami Co-Working Space The Bros Malang Agustian Ardiyarta; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coworking Space The Bros Malang adalah sebuah cafe sekaligus coworking space yang memiliki bukaan yang luas dan tinggi bukaan mendekati plafond, yang mana dapat mengandalkan pencahayaan alami sebagai penerangan di pagi dan siang hari. Namun pada pagi dan siang hari ruang dalam bangunan diterangi dengan pencahayaan buatan. Bukaan yang digunakan pada Coworking Space The Bros Malang dilapisi dengan material yang dapat memantulkan atau menghambat masuknya sinar matahari. Dengan adanya beberapa poin yang menjadi tolak ukur pada bangunannya sehingga perlu adanya analisis untuk menentukan apakah bangunan tersebut memenuhi kenyamanan visual terhadap aktivitas penggunanya. Penelitian ini membuktikan bahwa objek yang diteliti memiliki intensitas pencahayaan dibawah satandar fungsi ruang dan standar kenyamanan visual, kemudian  hasil data yang didapat digunakan untuk mencari rekomendasi desain.
Variasi Spasial pada Tanean di Dusun Rokoning Desa Kendaban Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Madura Kenny Oktaviana Arianto; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu arsitektur mengalami penyesuaian, baik di sebabkan oleh faktor waktu, lingkungan atau manusia. Spasial arsitektur merupakan salah satu bagian dari arsitektur yang mengalami penyesuain. Hal terjadi pula pada tanean masyarakat madura berada di Dusun Kendaban, Kecamatan Tanah Merah. Fenomena ini menyebabkan terjadinya variasi spasial tanean. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti pola-pola variasi spasial yang ada pada lokus penelitian, dengan mengidentifikasi bentuk spasial serta mengetahui latar belakang terbentuknya pola-pola variasi spasial. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa pola variasi spasial yang akan di teliti melalui variabel aksesibilitas, organisasi ruang, hierarki ruang dan orientasi tanean. Kata kunci: spasial, tanean, variasi spasial
Menelusuri Identitas dan Makna Dwarapala Berkepala Gajah pada Pura Luhur Uluwatu di Badung dan Pura Dalem Sakenan di Denpasar I Gusti Agung Dini Restiani; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam. Dwarapala merupakan elemen yang mengandung hubungan dengan jejak sejarah, politik, dan budaya. Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat pergeseran makna pada dwarapala. Terdapat fenomena tokoh dewata utama malah diposisikan sebagai pasangan dwarapala yang hanya berstatus sebagai abdi pada masa sekarang. Terkait dengan hal ini, terdapat pasangan dwarapala berkepala gajah yang kerap disebut sebagai Dewa Ganesha yang hingga saat ini masih belum diketahui kebenaran identitas dan pemaknaan di balik peletakannya pada Pura Luhur Uluwatu dan Pura Dalem Sakenan. Riset ini bertujuan untuk mengetahui makna tata- letak dwarapala berkepala gajah di Pura Luhur Uluwatu dan Pura Dalem Sakenan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif-deduktif dengan paradigma rasionalistik. Hasil dari penelitian ini yaitu sosok dwarapala berkepala gajah merupakan Gana bukan Ganesha yang berperan sebagai abdi Siwa. Peran sebagai abdi ditunjukkan dengan busana poleng. Pakaian yang dikenakan dwarapala merupakan penanda hirarki. Dwarapala yang berada dekat dengan orientasi pemujaan akan memiliki hirarki yang lebih tinggi daripada yang berperan sebagai abdi.
Identitas Visual Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan Farhan Feisgeral
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan bangunan peribadatan bagi umat Islam. Keberadaan masjid di Indonesia, baik di pulau Sumatera, Kalimantan, dan beberapa pulau lainnya, termasuk di pulau Jawa, sangat mudah dijumpai, mengingat mayoritas masyarakat di Indonesia  beragama Islam. Selain sebagai bangunan peribadatan, masjid juga sering berperan sebagai identitas suatu daerah atau kelompok masyarakat tertentu. Menurut Narhadi (2019) seiring dengan berjalannya waktu sejak dahulu hingga saat ini, bangunan masjid banyak mengalami perkembangan dari segi desain yang semakin memperhatikan budaya dari daerah tertentu serta kondisi lingkungan sekitarnya. Hal ini banyak terjadi pada masjid-masjid yang ada di Indonesia, termasuk pada Masjid Cheng Hoo yang memiliki desain yang cukup unik dengan perpaduan budaya Jawa, Arab, dan juga budaya Tionghoa yang cukup kental. Dengan kemunculan identitas yang beragam karena adanya perpaduan beberapa budaya pada bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, maka akan dilakukan penelitian untuk meneliti identitas masjid yang berfokus pada elemen visualnya. Penelitian ini merupakan salah satu langkah untuk melihat, serta mengetahui identitas visual pada Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, maka pembahasan pada penelitian ini akan berfokus pada pembahasan elemen visual Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, yang akan memunculkan identitas seperti apa dan darimana sajakah yang terdapat pada Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan ini.
Pemanfaatan Area Eks PKL Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso Sebagai Ruang Komunal Aldy, Muhammad Fahmi; Pamungkas, Sigmawan Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso merupakan Taman Kota yang dimiliki oleh masyarakat Bondowoso. Beragamnya aktivitas yang terjadi salah satunya yang menjadi fokus penelitian yakni kegiatan yang dikaitkan dengan komunal masyarakat pada area Alun-alun sisi timur/area eks PKL. Alun-alun sisi timur di dominasi oleh Pedagang Kaki Lima sampai saat ini. Padahal berdasar Peraturan Bupati 2017, secara resmi pemanfaatan sebagai area PKL di hapuskan dan sempat pernah direlokasi. Namun saat ini, masih banyak dijumpai PKL untuk berdagang pada area tersebut. Dari situ, penelitian bertujuan mengetahui dan merumuskan pola pemanfaatan Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso sisi timur/area eks PKL sebagai ruang komunal. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif-eksploratif. Pada penelitian tersebut menggunakan pendekatan behavioral mapping – place-centered mapping. Hasil penelitian didapatkan berupa pola pemanfaatan yang tergolong dalam komunal masyarakat, seperti kegiatan berdagang, kegiatan berkumpul/nongkrong, kunjungan/singgah, aktivitas bersantai, dan jogging. Pemanfaatan area sebagai ruang komunal dipengaruhi oleh karakter ruang dibentuk oleh pelaku, vegetasi, serta setting fisik. Termasuk kehadiran pedagang sebagai necessary activity mempengaruhi intensitas aktivitas yang terjalin (optional and social activity).
Evaluasi Penerapan Passive Cooling pada Malang Hill Gallery & Homestay Yuninda, Desy; Putranto, Ary Deddy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) berdampak pada iklim mikro suatu bangunan atau site, hal tersebut berkaitan dengan kenaikan suhu salah satunya terjadi di Kota Malang. Terletak di iklim tropis lembab dengan kendala suhu, kelembapan cenderung tinggi dan kecepatan angin yang relatif rendah mengakibatkan bangunan didesain untuk beradaptasi menggunakan desain pasif dalam bentuk pendinginan pasif sehingga penggunaan penyejuk udara (AC) dapat diminimalisir. Penerapan tersebut salah satunya terdapat pada Malang Hill Gallery & Homestay yang menjadi bagian dari Yagasu (Yayasan Gajah Sumatera). Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang lingkungan dengan berkontribusi pada mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global (Sadiyah et al., 2015). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, diawali dengan observasi dan pengukuran pada kondisi eksisting yang dianalisa secara visual dilengkapi dengan parameter dan analisa evaluasi pengukuran sehingga menghasilkan rekomendasi desain agar pendinginan pasif yang telah diterapkan pada obyek dapat lebih optimal. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari analisa visual, Malang Hill Gallery & Homestay telah menghadirkan 15 poin strategi pendinginan pasif, kriteria yang masuk dalam kategori cukup sesuai menjadikan beberapa titik ukur penelitian selama enam hari di bulan April 2021 pada lantai dua massa homestay melebihi batas suhu nyaman atas sehingga ditambahkan rekomendasi desain. Kata kunci: Desain Pasif, Pendinginan Pasif, Analisa Visual, Performa Termal