cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 75 Documents clear
Lingkungan Termal Alami Pada Model Rumah Tradisional Betawi Nur Fitriatus Sa'diah; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi berdampak pada budaya Indonesia salah satunya rumah tradisional yang mulai ditinggalkan yaitu Rumah Tradisional Betawi atau Rumah Kebaya. Rumah dengan gaya modern dan minimalis menjadi kriteria rumah saat ini. Rumah tradisional telah mengalami tahap trial and error dalam menghadapi kondisi lingkungan. Mengetahui elemen yang menyebabkan lingkungan termal terasa nyaman agar dapat diterapkan pada bangunan saat ini. Dengan metode analisis data komparatif antara data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dibandingkan dengan standar yang ditentukan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa elemen pembentuk lingkungan termal alami pada model rumah kebaya yaitu Orientasi Bangunan, Tata Letak Vegetasi, Beranda atau Teras. Berdasarkan data dari observasi lapangan, elemen pembentuk lingkungan termal memenuhi standar rata – rata suhu menurut SNI, Peraturan Menteri Kesehatan, dan Suhu Netral serta memenuhi standar rata – rata kelembapan menurut penelitian Tirtha Paul pada buku Frick, H. et al. (2008).    
Pola Ruang Dalam Rumah Adat Kaki Seribu Di Kampung Demaisi Kabupaten Pegunungan Arfak,Papua Barat anviasty nur istiqomah; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaki Seribu (ibeiya) ) merupakan rumah tradisional salah satu rumah adat di Indonesia yang berasal dari Papua Barat. Pola ruang dalam pada rumah tradisional Kaki Seribu ini merupakan salah satu pembahasan yang penting yang dapat diteliti dari keseluruhan bahan yang ada pada ibeiya ini. Salah satu lokasi yang masih banyak terdapat rumah Kaki Seribu (ibeiya) adalah Kampung Demaisi Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Letak Kampung ini berada di antara hutan yang dilindungi dan merupakan salah satu Kampung yang di lewati untuk menuju tempat wisata Danau Anggi. Penelitian ini merupakan salah satu maslah yang penting dalam ibeiya yaitu dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pola ruang dari sebuah rumah ibeiya. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus rumah tradisional Kaki Seribu (ibeiya) yang ada di Kampung Demaisi. Analisis penelitian ini dilakukan berdasarkan enam aspek yaitu Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah zonasi, fungsi, orientasi, hirarki, sirkulasi dan elemen pembentuk ruang. Studi ini akan menunjukan pola ruang yang tersusun dari rumah ibeiya. Pola ruang yang dihasilkan berdasarkan klarifikasi didalam kawasan tersebut. Kata kunci: ruang dalam, rumah kaki seribu (ibeiya)
Evaluasi Penerapan Passive Cooling pada Malang Hill Galery & Homestay Desy Yuninda; Ary Deddy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) berdampak pada iklim mikro suatu bangunan atau site, hal tersebut berkaitan dengan kenaikan suhu salah satunya terjadi di Kota Malang. Terletak di iklim tropis lembab dengan kendala suhu, kelembapan cenderung tinggi dan kecepatan angin yang relatif rendah mengakibatkan bangunan didesain untuk beradaptasi menggunakan desain pasif dalam bentuk pendinginan pasif sehingga penggunaan penyejuk udara (AC) dapat diminimalisir. Penerapan tersebut salah satunya terdapat pada Malang Hill Gallery & Homestay yang menjadi bagian dari Yagasu (Yayasan Gajah Sumatera). Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang lingkungan dengan berkontribusi pada mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global (Sadiyah et al., 2015). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, diawali dengan observasi dan pengukuran pada kondisi eksisting yang dianalisa secara visual dilengkapi dengan parameter dan analisa evaluasi pengukuran sehingga menghasilkan rekomendasi desain agar pendinginan pasif yang telah diterapkan pada obyek dapat lebih optimal. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari analisa visual, Malang Hill Gallery & Homestay telah menghadirkan 15 poin strategi pendinginan pasif, kriteria yang masuk dalam kategori cukup sesuai menjadikan beberapa titik ukur penelitian selama enam hari di bulan April 2021 pada lantai dua massa homestay melebihi batas suhu nyaman atas sehingga ditambahkan rekomendasi desain. Kata kunci: Desain Pasif, Pendinginan Pasif, Analisa Visual, Performa Termal
Pemanfaatan Area Eks PKL Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso Sebagai Ruang Komunal Muhammad Fahmi Aldy; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso merupakan Taman Kota yang dimiliki oleh masyarakat Bondowoso. Beragamnya aktivitas yang terjadi salah satunya yang menjadi fokus penelitian yakni kegiatan yang dikaitkan dengan komunal masyarakat pada area Alun-alun sisi timur/area eks PKL. Alun-alun sisi timur di dominasi oleh Pedagang Kaki Lima sampai saat ini. Padahal berdasar Peraturan Bupati 2017, secara resmi pemanfaatan sebagai area PKL di hapuskan dan sempat pernah direlokasi. Namun saat ini, masih banyak dijumpai PKL untuk berdagang pada area tersebut. Dari situ, penelitian bertujuan mengetahui dan merumuskan pola pemanfaatan Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso sisi timur/area eks PKL sebagai ruang komunal. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif-eksploratif. Pada penelitian tersebut menggunakan pendekatan behavioral mapping – place-centered mapping. Hasil penelitian didapatkan berupa pola pemanfaatan yang tergolong dalam komunal masyarakat, seperti kegiatan berdagang, kegiatan berkumpul/nongkrong, kunjungan/singgah, aktivitas bersantai, dan jogging. Pemanfaatan area sebagai ruang komunal dipengaruhi oleh karakter ruang dibentuk oleh pelaku, vegetasi, serta setting fisik. Termasuk kehadiran pedagang sebagai necessary activity mempengaruhi intensitas aktivitas yang terjalin (optional and social activity).
Kinerja Lingkungan Termal pada Bangunan Vernakular Madura di Kabupaten Probolinggo Mayasari Purwaningsih; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai wilayah beriklim tropis lembap, kelembapan tinggi serta suhu udara yang relatif panas sepanjang tahun menjadi permasalahan utama di dalam bangunan. Hal utama yang harus diperhatikan dalam mendesain bangunan di Indonesia adalah respon bukaan terhadap angin sebagai ventilasi alami, respon atap dan sun shading terhadap radiasi matahari dan hujan, serta respon material bangunan terhadap akumulasi kelembapan udara.  Bangunan vernakular pada dasarnya memiliki strategi dalam merespon kondisi iklim tersebut, termasuk juga pada bangunan vernakular madura di Kabupaten Probolinggo.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana respon elemen bioklimatik bangunan vernakular mampu memenuhi lingkungan termal yang nyaman bagi penghuninya.  Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan dua bangunan terkait analisis visual elemen bioklimatik dengan hasil pengukuran lingkungan termal di lapangan untuk mengetahui elemen mana yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan termal bangunan.  Hasil menunjukkan bahwa optimasi elemen bioklimatik berbanding lurus dengan hasil pengukuran lingkungan termal di lapangan.