cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 22 Documents clear
Respon Beberapa Galur Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Fase Pertumbuhan Vegetatif Terhadap Cendawan Rhizoctonia solani (Kuhn) nafriana, dany wahyu; Indriyani, Serafinah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.561 KB)

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang banyak mengandung karbohidrat. Rhizoctonia solani merupakan salah satu patogen tular tanah yang mampu menggagalkan panen sorgum. Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon beberapa galur sorgum koleksi Balai Penelitian Kacang - kacangan dan Umbi - umbian (Balitkabi) terhadap cendawan R. solani. Penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2012 sampai Juni 2013 di laboratorium dan rumah kasa hama penyakit Balai Penelitian Kacang – kacangan dan Umbi – umbian (Balitkabi). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 12 galur sorgum dengan perlakuan inokulasi cendawan R. solani diulang sebanyak 3 kali untuk tiap galurnya,  sedangkan untuk kontrol yaitu tanpa pemberian cendawan. Data dianalisis menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi cendawan R. solani berlangsung dari 4 sampai 42 hari. Diperoleh tiga galur sorgum yang menunjukkan masa inkubasi terpendek, yaitu galur nomor 3 (4 hari), 4 (5 hari), dan 10 (6 hari). Berdasarkan tingkat serangan R. solani mengindikasikan bahwa galur nomor 1, 6, 7, 8 dan 12 merupakan galur yang sangat tahan terhadap cendawan R. solani. Galur rentan tidak didapatkan dalam penelitian ini.   Kata kunci :  rentan, Rhizoctonia solani, sorgum, tahan, 12 galur
Isolasi Khamir dari Ampas Kasar Kecap dan Potensinya sebagai Starter Pembuatan Etanol Wulan Sari Eko Putri; Tri Ardyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISOLASI KHAMIR DARI AMPAS KASAR KECAP DAN POTENSINYA SEBAGAI STARTER PEMBUATAN ETANOLWulan Sari Eko Putri dan Tri ArdyatiJurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas BrawijayaABSTRAKAmpas kecap sebagai limbah agro-industri mengandung gula reduksi yang berpotensi sebagai habitat khamir dan bahan dasar pembuatan etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat khamir lokal dari ampas kasar kecap yang selanjutnya digunakan untuk fermentasi etanol. Sampel ampas kecap dilakukan pengayaan pada media Yeast Malt (YM) cair dan diinkunbasi pada suhu 30 oC selama 48 jam, kemudian dilakukan pengenceran berseri dan ditumbuhkan pada media YM agar diinkubasi pada suhu 30 oC selama 48 jam. Isolat yang tumbuh dikarakterisasi morfologi koloni dan sel. Identifikasi isolat dilakukan menggunakan API 20 C Aux. Uji toleransi etanol dilakukan pada media YM cair dengan penambahan etanol absolut 0, 5, 10, 15, dan 20 %. Produksi etanol oleh masing-masing isolat dan kontrol (S. cerevisiae) dilakukan pada media filtrat ampas kasar kecap 20 Brix inkubasi pada suhu 30 oC, agitasi 120 rpm selama 3 hari. Parameter yang diamati adalah kadar etanol, pH, temperatur, gula reduksi, oksigen terlarut, dan jumlah sel. Kadar etanol diukur dengan Kromatografi Gas. Dua isolat didapatkan dari ampas kasar kecap yaitu I2YP5K1 dan I2YP5K2 dengan toleransi terhadap etanol sampai 10 %. Hasil identifikasi menggunakan API 20 C Aux menunjukkan isolat I2YP5K2 termasuk Candida krusei. Produksi etanol paling tinggi didapatkan dari perlakuan I2YP5K1 sebesar 1,52  % diikuti C. krusei sebesar 0,84 % pada hari ke-3. Ampas kasar kecap memiliki potensi menghasilkan kadar etanol dengan kadar 4,07 %.Kata kunci : ampas kasar kecap, etanol, khamir
Respon Beberapa Galur Sorgum [Sorghum bicolor (L.) Moench] terhadap Penyakit Karat Daun (Puccinia sorghi Schw.) yuspamella chusnul novemprirenta; Serafinah Indriyani
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit karat daun yang disebabkan jamur Puccinia sorghi merupakan salah satu kendala dalam usaha peningkatan produksi sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon beberapa galur sorgum terhadap penyakit karat daun Puccinia sorghi. Penelitian ini dilakukan di rumah kasa Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI), Malang, mulai dari bulan September hingga Desember 2012. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), tiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dari 13 galur sorgum yang diuji menunjukkan gejala infeksi penyakit karat, enam galur tersebut yaitu G1, G2, G5, G7, G9 dan G11. Masa inkubasi terpendek terjadi pada galur G1 dan G9, sedangkan intensitas penyakit penyakit karat yang terendah terjadi pada galur G5 dan G11. Penyakit karat berpengaruh langsung terhadap komponen hasil tanaman sorgum. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa galur sorgum yang direkomendasikan untuk usaha pemuliaan tanaman guna meningkatkan toleransi tanaman terhadap infeksi penyakit karat adalah galur sorgum G3, G4, G6, G8, G10, G12 and G13. Kata kunci : intensitas penyakit, masa inkubasi, Puccinia sorghi, sorgum
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap Peningkatan Jumlah Sel T CD4+ dan CD8+ pada Timus Mencit (Mus musculus) Linda Kartika Dewi; Sri Widyarti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunomodulator merupakan suatu senyawa yang dapat mempengaruhi sistem imun humoral maupun seluler. Daun sirsak (Annona muricata) banyak dikenal sebagai tanaman berkhasiat obat karena mempunyai senyawa-senyawa aktif yang berperan sebagai agen imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sirsak terhadap peningkatan jumlah sel T CD4+ dan CD8+. Pengekstrakan daun sirsak dengan metode maserasi menggunakan etanol 95%. Selanjutnya ekstrak etanol daun sirsak yang telah dilarutkan dengan NaCMC 0.5% diberikan pada mencit secara oral selama 2 minggu dengan dosis 0, 25, 50, 100 mg/kg BB.. Setelah 2 minggu, timus diisolasi sel-sel limfositnya dan dilakukan perhitungan jumlah sel dengan Flowcytometry dan Haemocytometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata) dapat meningkatkan jumlah sel T CD4+ dan CD8+ pada timus secara signifikan (p<0.05) pada dosis 25 mg/kg BB. Sel T CD4+ mengalami peningkatan sebesar 75% (3.6 juta sel) dan sel T CD8+ mengalami peningkatan sebesar 238% (3.1 juta sel).   Kata kunci: dosis, ekstrak etanol, daun sirsak, sel T CD4+, sel T CD8+
The Predicted Distribution of Javan Munia (Lonchura leucogastroides) in Indonesia based of Behavior Analysis in Kalibaru, Banyuwangi, East Java Agung Sih Kurnianto; Nia Kurniawan
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Javan Munia is one of the common species of birds that found in west area of Indonesia (Sunda land). This species is endemic to Indonesia (Lombok, Bali, Java, and South Sumatra). The large population, especially during the harvest season makes this bird became a major pest for agriculture. This research aims to determine the adaptive behaviors of Javan Munia that become major reasons of widely spreads and the influence of these factors to the distribution. Observations made in Kalibaru, Banyuwangi, East Java, which is a mostly agricultural area. Any form of behavior in the territorial area (nesting and courtship areas) and range area (where colonize and feed) were observed periodically in the past 12 months. Sunbathing is known as a activity that undertaken by many species of birds, including the Javan Munia. This munia has specific mating and nest construction behaviour. The development of Javan Munia is very quickly, in 40 days, child will become a new adult. Javan Munia is very easy to adapt to the surrounding environment, including the used of oil palm (Elais guineensis) fiber and paper receipts as nest material. There are a possibility of invasive occurrence to the entire island of Sumatra by this species. It is quite possible because of the opening of oil palm plantations and settlements continue, until Aceh. The spread possibilty to east end of distribution (Lombok) can occur up to Nusa Tenggara Island, because of short distances between the islands and similiar vegetation circumstances.
Pengaruh Gula Reduksi dan Total Nitrogen Terhadap Densitas dan Viabilitas Sel Saccharomyces cerevisiae dalam Fermentasi Etanol dari Molase ekwan nofa wiratno; Tri Ardyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fermentasi etanol dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah densitas dan viabilitas sel khamir. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi total nitrogen dan gula reduksi terhadap densitas dan viabilitas sel Saccharomyces cerevisiae (SAF Instan) selama proses fermentasi etanol dari molase. Tahapan penelitian ini terdiri dari pengukuran kadar gula reduksi, total nitrogen, konsentrasi kalsium, penentuan densitas dan viabilitas sel khamir serta analisis data. Fermentasi dilakukan selama 72 jam dengan 3 ulangan. Perlakuan konsentrasi gula reduksi (GR) dan total nitrogen (N) yaitu GR 100 N 0, GR 100 N 6, GR 100 N 10, GR 125 N 0, GR 125 N 6 dan GR 125 N 10 g/l. Penghitungan viabilitas sel dilakukan setiap 24 jam. Viabilitas tertinggi adalah GR 125 N 0 (95,76 %) dan GR 100 N 6 (95,96 %). Penurunan viabilitas sel disebabkan oleh rendahnya perkembangbiakan sel khamir (tidak terjadi peningkatan jumlah sel secara signifikan (p>0,05)). Hal ini terjadi karena tingginya konsentrasi kalsium (0,21 %).
Analisis Mobilisasi Sel T CD4+ dan CD8+ pada Timus Ayam Pedaging Pasca Infeksi Salmonella typhimurium dan Pemberian Simplisia Polyscias obtusa Swastika Pinca Pinca; Muhammad Sasmito Djati; Muhaimin Rifa’i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam pakan sebagai perlindungan bagi ternak dari penyakit memiliki dampak negatif yakni adanya kandungan residu sehingga diperlukan adanya bahan substitusi antibiotik. Simplisia daun kedondong laut (Polyscias obtusa) diduga mengandung senyawa flavonoid yang diduga dapat berperan sebagai agen imunomodulator dalam sistem imun seluler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kandungan simplisia daun Polyscias obtusa dalam pakan ayam sebagai imunomodulator pada ayam yang telah diinfeksi bakteri Salmonella typhimurium, ditinjau dari profil ekspresi CD4+, CD8+ dan B220+ yang dianalisis melalui Flowcytometri. Tahapan penelitian meliputi uji konfirmasi bakteri S.typhimurium, persiapan kultur bakteri dan simplisia daun P. obtusa, infeksi bakteri secara oral 500 µl, pembuatan pakan konversi dengan perlakuan simplisia dosis 1 (0.08%), dosis 2 (0.16%) dan dosis 3 (0.26%), isolasi organ timus dan sel T-limfosit dan analisis flowcytometri. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa jumlah relatif CD4+, CD8+ dan B220+ mengalami peningkatan pada perlakuan pakan pabrik+infeksi bakteri Salmonella dan perlakuan penambahan simplisia dosis 2 (0.16%) dengan hasil yang berbeda nyata berdasarkan waktu pemberian pada jumlah relatif sel CD8+. Hal ini membuktikan bahwa simplisia daun P. obtusa memiliki kemampuan dalam memaksimalkan fungsi sistem imun.
Respon Beberapa Galur Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Fase Pertumbuhan Vegetatif Terhadap Cendawan Rhizoctonia solani (Kuhn) dany wahyu nafriana; Serafinah Indriyani
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang banyak mengandung karbohidrat. Rhizoctonia solani merupakan salah satu patogen tular tanah yang mampu menggagalkan panen sorgum. Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon beberapa galur sorgum koleksi Balai Penelitian Kacang - kacangan dan Umbi - umbian (Balitkabi) terhadap cendawan R. solani. Penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2012 sampai Juni 2013 di laboratorium dan rumah kasa hama penyakit Balai Penelitian Kacang – kacangan dan Umbi – umbian (Balitkabi). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 12 galur sorgum dengan perlakuan inokulasi cendawan R. solani diulang sebanyak 3 kali untuk tiap galurnya,  sedangkan untuk kontrol yaitu tanpa pemberian cendawan. Data dianalisis menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi cendawan R. solani berlangsung dari 4 sampai 42 hari. Diperoleh tiga galur sorgum yang menunjukkan masa inkubasi terpendek, yaitu galur nomor 3 (4 hari), 4 (5 hari), dan 10 (6 hari). Berdasarkan tingkat serangan R. solani mengindikasikan bahwa galur nomor 1, 6, 7, 8 dan 12 merupakan galur yang sangat tahan terhadap cendawan R. solani. Galur rentan tidak didapatkan dalam penelitian ini.   Kata kunci :  rentan, Rhizoctonia solani, sorgum, tahan, 12 galur
HUBUNGAN KERAPATAN DAN PANJANG TRIKOMA DAUN PADA KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP PREFERENSI PELETAKAN TELUR KUTU KEBUL (Bemisia tabaci Genn.) Febi Wahyu Sulistyadi; Serafinah Indriyani; Suharjono Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Groundnut crop which is widely used in various fields. However, there are some pests that attack peanuts, one of which is the whitefly pest that lays eggs on the leaves. Laying eggs on the leaves can cause some damage. This study aimed to determine the relationship of density and length of the peanut leaf trichomes against whitefly infestation preference laying eggs on the leaves of peanuts. The method used is to plant 16 varieties of groundnut in the usual places visited by whitefly infestation. After the age of groundnuts ± 1.5 months taken leaf samples of peanut varieties, each variety was taken three leaves as replicates. Further microscopic preparations were made for length and density of trichomes observed on the abaxial whitefly infestation and the number of eggs in each sample and leaf damage observed macroscopically. Data analysis was done by correlation test number nits whitefly trichome length and density with SPSS 16 for Windows as well as analysis and cause leaf damage. Based on the research and observations that have been made can be seen that there is a positive and highly significant correlation between the density of leaf trichomes peanut and egg laying whitefly infestation in peanut leaves by Pearson correlation values ​​respectively of 0.86 at 0.01 level. While long relationship peanut leaf trichomes and laying eggs on the leaf whitefly infestation peanuts have a positive and significant correlation based on the value of 0.597 at 0.05 level. Thus it is known that whitefly infestation happy laying eggs on the leaves of peanuts with a tight and long trichomes.
EKSPLORASI KAPANG ANTAGONIS DAN KAPANG PATOGEN TANAMAN APEL DI LAHAN PERKEBUNAN APEL PONCOKUSUMO Galuh Setyanto Pradana; Tri Ardiyati; Luqman Qurata Aini
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poncokusumo merupakan daerah pertanian di Kabupaten Malang yang memiliki komoditas utama yaitu apel. Serangan kapang patogen menyebabkan apel menjadi rusak dan busuk. Selama ini, pengendalian kapang patogen hanya dilakukan dengan menggunakan pestisida dan mampu menyebabkan terjadinya resistensi kapang patogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui spesies kapang antagonis dan kapang patogen yang terdeteksi serta mengetahui tingkat dan mekanisme penghambatan kapang antagonis terhadap pertumbuhan kapang patogen dari lahan perkebunan apel Poncokusumo. Isolasi kapang antagonis dilakukan menggunakan sampel tanah top soil 10 cm, sedangkan isolasi kapang patogen berasal dari sampel organ tanaman yang terserang penyakit dengan melakukan sterilisasi menggunakan larutan NaOCl 5 %. Isolat kapang antagonis diuji tingkat penghambatannya terhadap kapang patogen tanaman apel dengan menggunakan metode dual culture dan slide culture. Persentase penghambatan masing-masing kapang antagonis dianalisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA. Hasil eksplorasi didapatkan tiga genus kapang patogen yaitu Venturia sp., Colletotrichum sp., dan Monilia sp., sedangkan kapang antagonis yang didapat antara lain Trichoderma sp.(I), Trichoderma sp.(II), Trichoderma sp.(III), Aspergillus sp.(I), dan Aspergillus sp.(II). Penghambatan terbaik ditunjukkan kapang antagonis Trichoderma sp.(I) yaitu menghambat Venturia sp. sebesar 50,51%, Colletotrichum sp. sebesar 73,30%, dan Monilia sp. sebesar 66,97%. Hasil pengamatan mikroskopis diketahui bahwa mekanisme penghambatan kapang antagonis terhadap kapang patogen menggunakan metode slide culture diketahui bahwa isolat Genus Trichoderma yaitu kompetisi dan parasitisme, sedangkan isolat Genus Aspergillus dengan antibiosis. Kata kunci: antagonis, eksplorasi, patogen, penghambatan.

Page 2 of 3 | Total Record : 22