cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2020)" : 8 Documents clear
Diversity and Abundance of Insect in Conventional Apple (Malus sylvestris (L.) Mill) Plantation at Kota Batu, East Java Bayu Kurniawan; RC. Hidayat Soesilohadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.08

Abstract

Apple is a plant that susceptible toward pests and diseases. Application of pesticide to suppress insect pest population gave negative impact toward natural enemies and insect pollinators. The purpose of this research was to determine the diversity and dominance of insect pests, pollinators, and natural enemies of each phase of apple plant development in conventional plantations in Kota Batu, East Java. This research was conducted in February to May 2016 in each phase of apple growth namely, after defoliation, early flower, late flower, early fruit, and late fruit. Plot size was 10x10 m2 with total 5 plots and total plants in each plot were 60 trees. Collection methods were active collection (hand picking, insect net, and beating tray) and passive collection (yellow trap, pitfall trap, light trap, and stainer trap). Preservation methods used in this research were dry preservatoin and wet preservation. Identification was conducted in Laboratorium of Entomology, Faculty of Biology UGM and Laboratorium Entomology, Zoology Division, Research Centre for Biology Indonesian Institute of Sciences, Cibinong. Data analyzed by using Shannon-Wiener Diversity Index, Simpson Dominance Index and Abundance Formulation. The results showed that total insects that was caught consist of 38 species belong to 9 orders. Diversity index in each phase of apple growth were: after defoliation (0.69), early flower (1.39), late flower (1.86), early fruit (0.66), and late fruit (1.24). Domination index each phase of apple growth were after defoliation (0.50), early flower (0.34), late flower (0.21), early fruit (0.75), and late fruit (0.40). Diversity index of potential insect as pest (1.46), as pollinator (1.29), and as natural enemies (1.18). The highest abundance of insect as pollinator was Apis cerana, as natural enemy was Pantala flavescens, and as pest was Aphis gossypii.Key words: Conventional, diversity of insects, apple plantation, pesticide
Inventarisasi Avifauna Diurnal di Coban Kodok Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Sandra Rafika Devi; Muhammad Asmuni Hasyim; Rizky Mujahidin Mulyono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.04

Abstract

Avifauna merupakan kelompok hewan yang mempunyai posisi penting sebagai salah satu kekayaan satwa di Indonesia. Avifauna berperan besar dalam penyebaran benih dan sebagai salah satu bioindikator lingkungan. Penelitian tentang inventarisasi dan distribusi spasial avifauna diurnal di Coban Kodok Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dilakukan pada tanggal 19-20 April 2020 pukul 06.00-08.00 dan 15.00-17.00 WIB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan distribusi spasial avifauna di Coban Kodok.  Penelitian ini menggunakan metode IPA (Indices Ponctuel d'Abondance) di dalam zona pengamatan. Analisis data melalui deskriptif eksploratif dan metode statistik multivariabel yang didasarkan pada Analisis Korelasi (Correspondence Analysis, CA) untuk mengetahui jenis populasi dan distribusi spatial avifauna di Coban Kodok. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada zona 1 (agriladang barat) ditemukan Todiramphus chloris sebanyak dua individu, Apus nipalensis sebanyak dua individu,  Pycnonotus aurigaster sebanyak tiga individu dan Spilopelia chinensis sebanyak dua individu, sedangkan pada zona 2 (agriladang timur) ditemukan Todiramphus chloris sebanyak empat individu, Apus nipalensis sebanyak empat individu, dan Lonchura maja sebanyak empat individu
Identifikasi Keanekaragaman dan Pola Sebaran Hama Kutu Putih dan Musuh Alaminya pada Tanaman Singkong (Manihot esculenta) di Kabupaten Banyuwangi Fitri Nurmasari
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.05

Abstract

Keberlanjutan produksi singkong dalam waktu beberapa tahun terakhir ini terancam dengan adanya invasi kutu putih. Beberapa spesies diantaranya adalah Phenacoccus manihoti, Paracoccus marginatus, dan Ferrisia virgata. Kutu putih singkong merupakan hama baru yang berpotensi menjadi ancaman di pertanaman khususnya tanaman singkong. Salah satu upaya pengendalian hama kutu putih pada tanaman singkong adalah dengan menggunakan musuh alaminya yaitu parasitoid, predator dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati dan pola persebaran kutu putih serta keberadaan musuh alaminya pada tanaman singkong. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2018 di Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sepuluh lokasi di Kabupaten Banyuwangi ditemukan dua spesies kutu putih yaitu P. marginatus dan F. virgata, ditemukan satu spesies predator kutu putih jenis Lacewing hemerobius spp
Microalgae Diversities in Different Depths of Sendang Biru Beach, Malang East Java Yustika Aulia Rahma; Getrudis Wihelmina; Sugireng Sugireng; Tri Ardiyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.01

Abstract

Sendang Biru beach is a one of the coastal area located in Sumbermanjing Wetan, Malang, East Java-Indonesia. As a sea tourism, there are another residents activities such as fishing, fish landing and auction in Malang. That activities can caused pollution on the Sendang Biru aquatic environment. The research aim were to describe the water quality of Sendang Biru aquatic environment based on phytoplankton diversity. This research used several data collection techniques, that were microalgae sampling technique and measurement of physical and chemical water quality. Phytoplankton found in Sendang Biru Beach consists of 47 genus that are genus from seven divisions, Bacillariophyta, Chlorophyta, Cyanophyta, Euglenophyta, Dinophyta, Chrysophyta and Charophyta. The most abundant phytoplankton while having the Indeks Nilai Penting (INP) at the edge zone is the genus Oscillatoria sp. (the abundance is 4368000 Ind/L and INP 26,288). In the central and inner zones are both dominated by Coscinodiscus sp. (The abundance of center zone 4992000 Ind/L and INP 30,499; the abundance of inside zone is 9464000 Ind/L and INP 40,773). The level of diversity of phytoplankton in the three area of Sendang Biru beach are 2,297 in the edge zone; 2,37 in the central zone, and 1,8 in the inner zone. The pollution status of Sendang Biru beach can be classified as polluted moderately based on diversity index value on three different zone in the Sendang Biru Beach.
Skrining Fitokimia dan Penetapan Kandungan Total Fenolik Ekstrak Daun Tumbuhan Sapu-Sapu (Baeckea frutescens L.) Dewi Septia Ningsih; Henri Henri; Occa Roanisca; Robby Gus Mahardika
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.06

Abstract

Tumbuhan sapu-sapu (Baeckea frutescens L.) merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati yang tumbuh dan persebarannya cukup banyak di Indonesia. B. frutescens L diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada B. frutescens L. Metode yang digunakan adalah ekstraksi dilanjutkan dengan pengujian fitokimia kualitatif yang terdiri dari tujuh pengujian yakni uji fenol, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, steroid dan terpenoid serta pengujian kuantitatif yakni pengujian total fenolik ekstrak B. frutescens L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan persentase bobot rendemen ekstrak daun B. frutescens L. sebesar ekstrak n-heksan 5,39%, ekstrak etil asetat 14,54% dan ekstrak etanol yakni 19,81%. Hasil pengujian fitokimia kualitatif menujukkan senyawa fitokimia yang terkandung di dalam tumbuhan B. frutescens L. yakni pada ekstrak n-heksan hanya terdapat senyawa steroid dan pada ekstrak etil asetat terdapat senyawa fenolik, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Selain itu, pada ekstrak etanol terdapat senyawa fenolik, tanin, flavonoid, saponin, steroid, dan alkaloid. Pengujian total fenolik ekstrak daun tumbuhan B. frutescens L. untuk pelarut etil asetat yakni 0,24% dan pelarut etanol yakni sebesar 0,14% dihitung terhadap senyawa fenol asam galat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi untuk penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan kandungan metabolit sekunder B. frutescens L.
Optimasi Penyerapan Formaldehid dari Asap Rokok oleh Euphorbia milii Des Moul. dan Sansevieria trifasciata Prain Menggunakan Light Emitting Diode (LED) Merah-Biru Yovita Citra Purwidyasari; Aminatun Munawarti; Dian Siswanto
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.02

Abstract

Tanaman hias merupakan agen hayati yang mampu mengurangi polusi udara di lingkungan. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa Euphorbia milii Des Moul. dan Sansevieria trifasciata Prain kurang maksimal dalam menyerap formaldehid dari asap rokok, sehingga penelitian untuk mengoptimasi penyerapan formaldehid perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pembukaan stomata, kandungan glukosa dan klorofil serta efisiensi penyerapan formaldehid dari asap rokok oleh E. milii dan S. trifasciata pada pemberian cahaya LED putih, LED merah-biru dan tanpa LED. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap. Tanaman dengan tinggi ± 10-15 cm dan total lebar daun 100 cm2 diberi tiga kondisi pencahayaan yang berbeda selama 15 jam sebagai upaya aklimatisasi. Tanaman dipapar dengan asap rokok hingga konsentrasi formaldehid mencapai 2,5 ppm selama 8 jam di bawah LED putih, LED merah-biru dan tanpa LED. Penyerapan formaldehid diamati dengan selang waktu satu jam. Pengamatan stomata dilakukan menggunakan metode printing, setelah tanaman diberikan paparan asap rokok dan kondisi pencahayaan yang berbeda. Kandungan klorofil ditentukan menggunakan metode spektrofotometri. Kandungan glukosa ditentukan menggunakan metode DNS (asam 3,5-dinitrosalisilat). Data dianalisis dengan uji ANOVA untuk menganalisis kandungan klorofil dan glukosa. Microsoft Excel 2016 digunakan untuk menganalisis persentase pembukaan stomata E. milii dan S. trifasciata pada kondisi perlakuan. Penyerapan formaldehid dari asap rokok selama 8 jam dengan pemberian cahaya LED putih, LED merah-biru dan tanpa LED oleh E. milii masing-masing 44,83%, 34,87%, 54,90% dan oleh S. trifasciata masing-masing 44,93%, 52,96% dan 44,0%. Efisiensi penyerapan formaldehid dan persentase pembukaan stomata E. milii paling tinggi pada kondisi merah-biru sedangkan efisiensi penyerapan formaldehid dan persentase pembukaan stomata S. trifasciata lebih tinggi pada kondisi tanpa LED. Kandungan klorofil E. milii pada pemberian cahaya LED putih, LED merah-biru dan tanpa LED masing-masing adalah 18,94; 9,07; 12,07 mg/L dan S. trifasciata masing-masing 4,09; 4,15; 4,45 mg/L. Kandungan glukosa E. milii dan pada LED putih, LED merah-biru dan tanpa LED masing-masing 553,26; 637,85; 559,10 mg/L serta S. trifasciata masing-masing 258,26; 157,01; 443,68 mg/L. Efisiensi penyerapan formaldehid sejalan dengan pembukaan stomata pada kedua tanaman. Kandungan klorofil E. milii yang diberi cahaya LED merah-biru lebih rendah sedangkan kandungan klorofil S. trifasciata tidak terpengaruh. E. milii dan S. trifasciata pada kondisi gelap memiliki glukosa yang lebih tinggi daripada pada pemberian cahaya LED. Optimasi penyerapan formaldehid dari asap rokok menggunakan pemberian cahaya LED merah-biru hanya berhasil pada E. milii
Pengaruh Keberadaan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Terhadap Struktur Komunitas Alga Perifiton Dandy Eka Putra Pagilalo; Sucahyo Sucahyo; Desti Cahyaningrum
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.07

Abstract

Perifiton merupakan salah satu komponen penting bagi ekosistem air yang keberadaannya dipengaruhi banyak faktor, termasuk adanya predator. Ikan Nilem (Osteocilus hasselti) merupakan salah satu predator alami alga perifiton. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan Ikan Nilem (O. hasselti) terhadap struktur komunitas perifiton yang ditumbuhkan pada substrat buatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental terdiri atas empat perlakuan dengan kepadatan O. hasselti sebagai variabel bebasnya. Perlakuan tersebut meliputi perlakuan P1 (dua ikan), perlakuan P2 (empat ikan), perlakuan P3 (delapan ikan), serta perlakuan tanpa ikan sebagai kontrol. Starter perifiton berasal dari danau Rawa Pening, diambil menggunakan plankton net, sedangkan ikan Nilem (O. hasselti) diperoleh dari penjual benih ikan di Salatiga. Data yang diambil meliputi jumlah jenis, jumlah individu tiap jenis, serta identifikasi jenis perifiton dalam sampel substrat. Data tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis struktur komunitas perifiton berdasarkan indeks keanekaragaman spesies (H’), indeks keseragaman (e), kepadatan (J1), indeks dominansi (c), serta kekayaan spesies. Hasil perhitungan setiap indeks kemudian dianalisis dengan uji two-way Anova untuk mengetahui signifikansinya. Hasil analisis two way anova menunjukan bahwa jumlah ikan berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman alga perifiton dengan nilai rata-rata H’ perlakuan adalah 0,15 dibandingkan dengan H’ kontrol yaitu 0,62. Selain itu, jumlah hari berpengaruh terhadap indeks keseragaman dengan nilai rata-rata e perlakuan 0,18 dan nilai e kontrol adalah 0,39. Sehingga disimpulkan bahwa ikan Nilem (O.hasselti) berpengaruh terhadap struktur komunitas alga perifiton pada substrat buatan, yaitu menyebabkan keanekaragaman rendah. Sejalan dengan hal tersebut, pengamatan hari ke-7 menunjukkan bahwa keberadaan ikan Nilem (O. hassellti) menyebabkan adanya dominasi oleh Trachelomonas sp dan Strombomonas sp.
Keanekaragaman Burung Sebagai Potensi Pengembangan Avitourism di Objek Wisata Girimanik, Wonogiri, Jawa Tengah Ade Lukman Mubarik; Aditya Aditya; Chairiza T. Mayrendra; Avandi Latrianto; Yusuf E. Prasetyo; Raka N. Sukma; Eliza N. Alifah; Tasya N. Latifah; Syela P. Kusuma; Yoshe R. Al Karim
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.03.03

Abstract

Avitourism sebagai salah satu konsep ekowisata memiliki manfaat pada bidang pendidikan, lingkungan, dan ekonomi. Objek wisata Girimanik sebagai kawasan ekowisata menyimpan potensi keanekaragaman burung dengan didukung kondisi habitat yang relatif baik. Akan tetapi, eksplorasi data keanekaragaman burung belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman burung sebagai potensi untuk dijadikan kawasan avitourism di objek wisata Girimanik. Pengambilan data burung dilakukan pada tanggal 11-15 Agustus 2018 di enam jalur pengamatan objek wisata Girimanik, dengan menggunakan metode IPA (Index Point of vbAbundance). Analisis data yang digunakan adalah indeks keanekaragaman Shannon-Wienner, indeks kemelimpahan relatif, indeks kekayaan jenis, dan analisis deskriptif kuantitatif-kualitatif untuk menjelaskan potensi avitourism. Hasil penelitian ditemukan 60 spesies burung dalam 32 famili dengan tingkat keanekaragaman tinggi sebesar 3,1. Kemelimpahan burung didapatkan sebanyak 34 jenis termasuk kategori tidak umum, 22 jenis kategori sering, kategori umum sebanyak tiga jenis, dan satu jenis melimpah. Kekayaan jenis tertinggi dijumpai di jalur Air Terjun Manikmoyo. Berdasarkan potensi avitourism, sebanyak sembilan jenis burung endemik Jawa, tiga jenis terindeks daftar merah IUCN dan tiga jenis masuk Apendik II CITES, 10 jenis yang dilindungi pemerintah, lima jenis raptor, dan enam jenis burung yang memiliki bulu indah serta tiga jenis bersuara merdu. Girimanik berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan avitourism.

Page 1 of 1 | Total Record : 8