cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 41 Documents clear
REAKSI ETERIFIKASI δ-GUAIENE MENGGUNAKAN KATALIS FeCl3/p-TsOH Aziz, Mohamad Fathoni; Utomo, Edi Priyo; Warsito, Warsito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.59 KB)

Abstract

δ-guaien merupakan komponen utama kedua dari minyak nilam setelah patchouli alkohol yang dapat diderivatisasi menjadi senyawa eter dengan posisi pada karbon tersier. Senyawa eter pada posisi ini dapat digunakan sebagai zat campuran bahan bakar minyak untuk menaikkan angka oktan. Reaksi eterifikasi dapat dilakukan menggunakan berbagai macam reaksi dengan katalis logam. Penelitian ini fokus pada reaksi katalis logam untuk mensintesis senyawa eter dari δ-guaien sebagai bahan dasar. Reaksi dilakukan menggunakan katalis FeCl3/p-TsOH.H2O dan dianalisa menggunakan FTIR dan KG-SM. Hasil dari FTIR menunjukkan adanya puncak baru pada spectra IR pada 1076 cm-1 yang menunjukkan adanya ikatan C-O eter. Untuk hasil dengan KG-SM, diperoleh senyawa eter sebesar 1,25% dari kromatrogam KG-MS. Persen terbesar dari kromatrogam adalah senyawa alkohol sebesar 88,99%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa logam efektif digunakan sebagai katalis, namun untuk reaksi eterifikasi katalis seharusnya bebas dari kandungan air untuk mencegah terjadinya produk alkohol.
FRAKSI n-heksana DARI EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA KASTURI (Mangifera casturi KOESTERM) DAN UJI FITOKIMIA Putri, Heny Lohono; Retnowati, Rurini; Suratmo, Suratmo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.673 KB)

Abstract

ABSTRAK   Mangifera casturi (manga kasturi) adalah tanaman yang termasuk dalam genus Mangifera yang dikenal sebagai tanaman khas daerah Kalimantan Selatan. M. casturi mempunyai kelompok senyawa triterpenoid yang merupakan senyawa metabolit sekunder dengan aktivitas biologis. Triterpenoid dapat diperoleh dari fraksi n-heksana ekstrak metanol batang M. casturi, sedangkan pada bagian daunnya belum ada informasi tentang jenis senyawa fitokimianya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan preparasi fraksi n-heksana dari ekstrak metanol daun M. casturi dan mengetahui jenis kelompok senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada fraksi n-heksana daun M. casturi. Ekstrak metanol diperoleh dengan cara maserasi terhadap daun M. casturi menggunakan metanol dan fraksi n-heksana diperoleh dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana terhadap ekstrak tersebut, sedangkan untuk mengetahui jenis kelompok senyawa metabolit sekunder pada fraksi n-heksana daun M. casturi dilakukan uji fitokimia. Hasil penelitian ini diperoleh rendemen fraksi n-heksana sebesar 6,89 % dan fraksi n-heksana menunjukkan adanya kelompok senyawa tanin dan triterpenoid.   Kata kunci : ekstrak metanol, fraksi n- heksana, Mangifera casturi, triterpenoid   ABSTRACT Mangifera casturi is a plant belonging to the genus Mangifera and typical mango of Borneo. M. casturi contains of triterpenoids which is an active secondary metabolites compound. Triterpenoids has been known can be obtained from n-hexane fraction of methanol extract from M. casturi stem. There is no research about phytochemical compounds of M. casturi leaves. The purposes of this research was aimed to prepare n-hexane fraction from methanol extract of M. casturi leaves and to determine the secondary group of metabolites compounds from n-hexane fraction. Methanol extract was obtained by using maceration method of M. casturi leaves and n-hexane fractions was carried out by liquid extraction of methanol extract using n-hexane as a solvent. While to determine the secondary metabolites of n-hexane fraction was performed by phytochemical test. The results showed that the n-hexane fraction have yield 6.89 % and its fraction contains of tannins and triterpenoids. Key words : methanol extract, n-hexane fraction, Mangifera casturi, triterpenoids
FRAKSI SEMI POLAR DARI DAUN MANGGA KASTURI (Mangifera casturi Kosterm) Tanaya, Vivi; Retnowati, Rurini; Suratmo, Suratmo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.87 KB)

Abstract

ABSTRAK Senyawa metabolit sekunder dari kelompok fenolik dan flavonoid merupakan senyawa yang berkontribusi pada aktivitas biologis dari suatu tanaman. Kelompok senyawa flavonoid dan fenolik telah diketahui dapat diperoleh dari fraksi etil asetat buah mangga kasturi. Pelarut etil asetat merupakan pelarut semi polar yang dapat melarutkan senyawa flavonoid dalam bentuk O-glikosida dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh fraksi etil asetat dari daun M. casturi dan untuk mengetahui jenis kelompok senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat daun M. casturi. Ekstraksi daun M. casturi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut metanol dan fraksi etil asetat dapat diperoleh dari fraksinasi ekstrak metanol daun M. casturi dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat yang diperoleh dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui jenis kelompok senyawa metabolit sekunder yang meliputi uji flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid dan steroid. Hasil fraksinasi diperoleh fraksi etil asetat dengan rendemen sebesar 24,90 %, sedangkan hasil uji fitokimia terhadap fraksi tersebut menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoid, tanin dan triterpenoid. Kata kunci: etil asetat , fraksinasi, fitokimia, Mangifera casturi ABSTRACT Phenolic and flavonoid groups are the secondary metabolites that contribute to the biological activity of the plant. Phenolic and flavonoid groups has been reported can be obtained from ethyl acetate fraction of M. casturi fruits. Ethyl acetate is a semi-polar solvent which can extract flavonoid O-glycoside and tannin compounds. This research was aimed to obtain ethyl acetate fraction of M. casturi leaves and to identify the secondary groups of metabolite compounds of its fraction. Extraction of M. casturi leaves was done by maceration using methanol as a solvent, while ethyl acetate fractions was obtained by fractination of methanol extract using n-hexane and ethyl acetate. Ethyl acetate fraction was performed by phytochemical test to identify the secondary group of metabolite compounds include flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids and steroids test. The result of fractionation showed that the ethyl acetate fraction have yield of 24.90 %, while the phytochemical test of its fraction showed the existence of flavonoids, tannins and triterpenoids. Key words: ethyl acetate, fractionation, Mangifera casturi, phytochemical
FRAKSINASI EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA KASTURI (Mangifera casturi Kosterm) DENGAN PELARUT n-BUTANOL Firdausi, Ismawati; Retnowati, Rurini; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.345 KB)

Abstract

ABSTRAK Mangifera casturi merupakan tumbuhan endemik Kalimantan yang berpotensi sebagai obat tradisional karena adanya senyawa bioaktif dari kelompok fenolik dan flavonoid. Kelompok senyawa flavonoid C-glikosida dapat diekstraksi menggunakan pelarut n-butanol. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh fraksi n-butanol dari ekstrak metanol daun M. casturi. Ekstraksi daun M. casturi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan untuk memperoleh fraksi n-butanol dilakukan dengan metode fraksinasi bergradien menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan n-butanol. Hasil maserasi berupa cairan hijau kehitaman dengan rendemen sebesar 27,9 % dan hasil fraksinasi menggunakan n-butanol berupa cairan berwarna coklat tua dengan  rendemen sebesar  1,69 %. Kata kunci: ekstrak metanol, fraksinasi, Mangifera casturi, n-butanol ABSTRACT                     Mangifera casturi is an endemic plant of Borneo which has been used as traditional medicine because of the existence of bioactive component from phenol and flavonoids group. Flavonoid C-glycoside compounds can be extracted using n-butanol. This research was aimed to obtain n-butanol fraction of methanol extract from M. casturi leaves. Methanol extract was obtained by maceration method using methanol as a solvent and n-butanol fraction was carried out by gradient fractionation method using n-hexane, ethyl acetate and   n-butanol. The result of maceration is a greenish-black liquid with yield of 27.9 % and the result of fractionation using n-butanol is a dark brown liquid with yield of 1.69 %.Key words: fractionation, Mangifera casturi, methanol extract, n-butanol 
REAKSI EPOKSIDASI δ-GUAIEN DENGAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) MENGGUNAKAN KATALIS MnSO4.H2O Rodiyah, Roirotul; Utomo, Edi Priyo; Warsito, Warsito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.264 KB)

Abstract

δ-Guaien adalah komponen utama kedua dari minyak nilam, yang struktur molekulnya mengandung ikatan ganda. Ikatan ganda ini dapat teroksidasi membentuk senyawa teroksidasi seperti δ-guaien epoksida. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reaksi epoksidasi δ-guaien. Epoksidasi dilakukan dengan mereaksikan senyawa δ-guaien menggunakan katalis MnSO4.H2O dalam pelarut t-BuOH. Produk yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa (KG-SM) dan FT-IR. Aroma dari δ-guaien epoksida dikarakterisasi dengan uji organoleptik yang didasarkan pada penilaian panelis. Hasil dari FT-IR menunjukkan adanya puncak pada 1256,57 cm-1 yang menunjukkan adanya ikatan C-O-C eter siklis. Hasil dengan KG-SM menunjukkan senyawa δ-guaien epoksida pada waktu retensi 23,553 menit dan mirip dengan isokariofilen oksida sebagai senyawa standart. Karakter organoleptik menunjukkan aroma hard woody (sineol) dengan konversi sebesar 15,45%.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA TURUNAN ACETOGENIN DARI DAUN SIRSAK (Annona muricata) SERTA UJI TOKSISITAS Pradana, Pulung Yudhariska; Suratmo, Suratmo; Retnowati, Rurini
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.285 KB)

Abstract

The research is aims to determine acetogenin derivative isolated from graviola leaf (Annona muricata) and study their toxicity activity. Graviola leaf powder was macerated using ethanol and its isolate were fractionated using methanol. Characterization acetogenin compound in methanol fraction using kedde test, UV-Vis and FTIR spectrophotometer. Kedde test result showed the presence of colour changing of dot to pink. UV-Vis data shows that absorption at 222 nm. FTIR spectra data showed the presence of cluster of C=O, C-C(=O)-O and O-C-C with the peak of the wave number at 1741 cm-1 , 1164 cm-1 and 1076 cm-1. The identification result showed that methanol fraction is acetogenin. The results of toxicity tests methanol fraction from the leaves of the soursop has LC50 value of 35.51 ppm.
SINTESIS SALISILANILIDA DARI KOMPONEN UTAMA MINYAK GANDAPURA Sulistyo, Rinda; Suratmo, Suratmo; Retnowati, Rurini
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.619 KB)

Abstract

The synthesis of salicylanilide from the main components of gandapura oil was conducted in this research through substitution reaction. This research was carried out by reacting methyl salicylate in gandapura oil with aniline by refluxing for 8 hour. The products were identified using IR spectrophotometer and gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). Result of identification with IR spectrophotometer showed peaks at 3380.98 cm-1 which is a secondary amide N-H group and peak at 1677.95 cm-1 which is the absorption of amide carbonyl C=O group. The results of the GC-MS identification obtained 4 peaks. Peak with a retention time of 11.505 minutes is showed the presence of methylsalicylate compounds, whereas the peak with aretention time of 22.890 minutes and with 0.26% area has a value for m/z 213 is suspected to be the synthesized compounds (salicylanilide).
PENGARUH WAKTU PENGOCOKAN DAN KONSENTRASI XILANASE DARI Trichoderma viride TERHADAP XILANASE TERADSORPSI DAN AKTIVITAS XILANASE Larasati, Luckyta Retno; Sutrisno, Sutrisno; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.638 KB)

Abstract

Xylanase was immobilized with physical adsorption method by using kaolin. Immobilization is conducted in order to increase efficiency of enzyme utilization so that it can be used repeatedly. The objective of this research is to determine agitation time and optimum xilanase concentration. This research consisted two treatments which agitation time of (1, 2, 3, 4, 5) hours and enzyme concentrations of (0.157 0.209, 0.261, 0.314, 0.366) mg/mL. Free xylanase was 0.366 mg/mL with activity 8.449 unit. The result showed that the optimum condition of immobilized xylanase on kaolin was obtained at 3 hours agitation with total adsorbed xylanase 4,74 mg/g resalting in xylanase actitity of 10.074 unit. Whereas the optimum xylanase concentration was 0.261 ppm yielding in xylanase activity of  14.336 unit.Keyword : Activity, Kaolin, Trichderma viride, Xylanase
STUDI PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP HASIL ISOLASI DAN KADAR SENYAWA FENOLIK DALAM BIJI KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata (L.) Walp) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Yulistian, Dhoni Prielananta; Utomo, Edi Priyo; Ulfa, Siti Mariyah; Yusnawan, Eriyanto
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.723 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap kadar fenolik total dari ekstrakbiji kacang tunggak beserta pengujian aktivitasnya sebagai bahan antioksidan. Uji yang digunakan meliputikadar fenolik total termasuk didalamnya kadar flavonoid total. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan denganmetode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarutetanol, metanol, 70% etanol, 70% metanol, 80% aseton, 50% aseton, dan 0,5% asam asetat dalam 70% aseton(v/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% aseton merupakan pelarut yang dapat mengekstrak senyawafenolik paling besar dan memiliki aktivitas antioksidan terbesar juga. Kadar fenolik total dan flavonoid totalyang dihasilkan mencapai 8.081,4 EAG/g sampel dan 33.308,3 EK/g sampel, sedangkan aktivitas antioksidanyang terukur mencapai 620,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepolaran pelarut mempengaruhikadar senyawa fenolik yang terekstrak dan aktivitas antioksidan.Kata kunci: antioksidan, kacang tunggak, variasi pelarut, fenolik total.
Pengaruh pH dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Ion Logam Cd2+ Menggunakan Adsorben Kitin Terikat Silang Glutaraldehid Abdillah, Akhmad Isa; Darjito, Darjito; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.531 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dibahas tentang pengaruh pH dan waktu kontak pada adsorpsi ion logam Cd2+ menggunakan adsorben kitin terikat silang glutaraldehid. Kitin yang digunakan berasal dari kulit udang dibuat melalui proses deproteinasi dan demineralisasi. Penambahan NaOH, NaCl dan glutaraldehid dilakukan pada proses pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid. Karakterisasi kitin dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer FTIR, kemudian dilakukan SEM-EDX. Spektra FTIR digunakan untuk menentukan derajat deasetilasi dan gugus fungsi dari kitin terikat silang glutaraldehid. Adsorpsi ion logam Cd2+ oleh kitin terikat silang glutaraldehid dilakukan pada variasi pH 2, 3, 4, 5, dan 6, serta variasi waktu 20, 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Hasil karakterisasi kitin terikat silang glutaraldehid menunjukkan penurunan derajat deasetilasi dari 35,35% menjadi 8,7294%, dan bentuk morfologi lebih rapat dibandingkan dengan bentuk morfologi kitin kulit udang biasa. Kondisi optimum dari proses adsorpsi terjadi pada pH 4 dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,75% dan waktu kontak 120 menit dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,64%.   Kata kunci : kitin terikat silang glutaraldehid, adsorpsi, ion logam Cd2+