cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014)" : 25 Documents clear
KARAKTERISASI ENZIM ORGANOFOSFAT HIDROLASE DARI Pseudomonas putida PADA SUBSTRAT DIAZINON DAN MALATHION Wijaya, Anik Sri; Prasetyawan, Sasangka; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.675 KB)

Abstract

ABSTRAK Organofosfat hidolase (OPH) merupakan enzim intraseluler yang diisolasi dari bakteri Pseudomonas putida. Enzim ini mampu mendegradasi pestisida golongan organofosfat. Enzim OPH yang telah diisolasi dari Pseudomonas putida, dimurnikan dengan metode fraksinasi bertingkat menggunakan amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan0-45% dan 45-65%. Uji aktivitas enzim dilakukan dengan mereaksikan OPH dengan substrat diazinon maupun malathion pada berbagai konsentrasi dan pH, pada temperatur ruang selama 30 menit. Penentuan pH optimum OPH dilakukan dengan mengukur aktivitas enzim pada variasi pH (7,5; 8; 8,5; 9; 9,5). Penentuan parameter kinetika reaksi enzimatis (Vmaks dan KM) dilakukan dengan mereaksikan enzim OPH pada variasi konsentrasi diazinon (6; 8; 10; 15; 20) ppm dan malathion (10; 15; 20; 25; 30) ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi pengendapan 0-45% mempunyai aktivitas optimum 0,035 unit untuk diazinon dan 0,067 unit untuk malathion. pH optimum yang dicapai berdasarkan aktivitas tertinggi untuk diazinon pH 9 dan malathion pH 7,5. Hasil penentuan kinetika reaksi enzimatis OPH didapatkan Vmaks = 3,5 x10-3µmol/menit dan KM = 7,4 mg/L untuk diazinon, sedangkan untuk malathion Vmaks = 16,8 x 10-3 µmol/menit dan KM = 19,24 mg/L. Kata kunci: diazinon, malathion, OPH
KARAKTERISASI ENZIM ORGANOFOSFAT HIDROLASE (OPH) DARI PSEUDOMONAS PUTIDA PADA SUBSTRAT KLORPIRIFOS DAN PROFENOFOS Wardani, Kartika Kusuma; Prasetyawan, Sasangka; Mahdi, Chanif
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.372 KB)

Abstract

Organofosfat hidrolase (OPH) merupakan enzim intraseluler yang diperoleh dengan cara isolasi dari bakteri Pseudomonas putida. Enzim ini mampu mendegradasi pestisida golongan organofosfat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan enzim OPH dalam mendegradasi pestisida golongan organofosfat klorpirifos dan profenofos, serta mengetahui kondisi kerja optimum dan kinetika kimia reaksi enzimastisnya. Enzim OPH dimurnikan melalui fraksinasi bertingkat menggunakan ammonium sulfat dengan fraksi pengendapan 0-45% dan 45%-65%. Uji aktivitas enzim OPH dilakukan dengan mereaksikan enzim dan substrat profenofos dan klorpirifos pada pH optimumnya. Kinetika reaksi enzimatis enzim OPH dengan substrat klorpirifos dan profenofos ditentukan dengan cara mereaksikan enzim OPH dengan substrat profenofos dan klorpirifos dengan variasi konsentrasi 2-10 ppm, kemudian ditentukan Vmaks dan KM. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas enzim spesifik untuk substrat klorpirifos adalah 0,017 unit sedangkan untuk substrat profenofos 0,024 unit. pH optimum OPH untuk substrat klorpirifos yaitu pH 7,5 sedangkan pH optimum untuk substrat profenofos yaitu pH 8,5. Parameter kinetika reaksi enzimatis enzim OPH untuk substrat klorpirifos Vmax= 1,34 x 10-3 µg. mL-1. menit-1, KM = 2,17 mg/L dan profenofos Vmax = 1,87 x 10-3 µg. mL-1. menit-1, KM =3,08 mg/L. Hasil analisa dengan menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) menunjukkan bahwa perlakuan pH berpengaruh nyata terhadap aktivitas OPH (p<0,05).   Kata kunci: aktivitas enzim spesifik, OPH, organofosfat, Pseudomonas putida
REAKSI KONDENSASI ALDOL ANTARA FURFURAL DAN ASETON MENGGUNAKAN KATALIS MgO/γ-Al2O3 DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED ORGANIC SYNTHESIS (MAOS) Nisa', Khibrun; Ulfa, Siti Mariyah; Rahman, Mohammad Farid
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.487 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan selektivitas katalis MgO/γ-Al2O3 terhadap reaksi kondensasi aldol antara furfural dan aseton dengan metode MAOS. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi sinar-X (DSX) dan mikroskop elektron pindai-dispersi energi sinar-X (SEM-EDS). Uji aktivitas katalis dilakukan dengan variasi waktu reaksi 30, 40, 120, 240 menit menggunakan perbandingan mol furfural dan aseton 1:1. Hasil analisis dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa katalis MgO/γ-Al2O3 mempunyai aktivitas rendah terhadap reaksi kondensasi. Produk kondensasi memiliki panjang gelombang maksimum (λmaks) yang sama dengan furfural.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KESTABILAN AKTIVITAS XILANASE DIAMOBILISASI DALAM PASIR LAUT Ardian, Adyatama; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.774 KB)

Abstract

Xilanase merupakan jenis enzim hidrolisis spesifik yang penggunaannya sangat luas dalam berbagai industri terutama dalam biokonversi bahan hemiselulosa. Dalam skala industri, xilanase diproduksi dalam jumlah yang besar (scale up) sehingga enzim harus disimpan dalam waktu dan kondisi tertentu untuk menjaga kestabilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kestabilan enzim xilanase yang diamobilisasi menggunakan matriks pasir laut. Enzim xilanase diisolasi dari Trichoderma viride yang dimurnikan menggunakan amonium sulfat dengan kejenuhan 40-80% dan dialisis. Pada penelitian ini dilakukan variasi suhu (30, 40, 50, 60, 70) °C dan variasi lama penyimpanan (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7) hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa xilanase amobil paling stabil pada suhu 60 °C dan penyimpanan 6 hari dengan aktivitas enzim sisa sebesar 50,74%. Semakin lama waktu penyimpanan maka aktivitas xilanase amobil semakin menurun. Xilanase amobil yang disimpan pada suhu 30, 40, 50 dan 70 °C stabil sampai 4 hari dengan aktivitas enzim sisa berturut-turut 54,88; 59,17; 61,98 dan 52,21%. Kata kunci : Amobilisasi, kestabilan, lama penyimpanan, pasir laut, suhu
OPTIMASI KONDISI PRODUKSI PEKTINASE DARI Aspergillus niger Mufarrikha, Iftakhul; Roosdiana, Anna; Prasetyawan, Sasangka
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.099 KB)

Abstract

Pektinase merupakan enzim yang dapat memecah senyawa pektin menghasilkan asam galakturonat. Pektinase dapat diisolasi dari berbagai mikroorganisme salah satunya adalah Aspergillus niger. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum produksi pektinase meliputi pH, temperatur dan waktu fermentasi Aspergillus niger. Fermentasi untuk menghasilkan enzim pektinase dilakukan dengan variasi pH 5, 6, 7, 8, 9, 10 dan temperatur (30, 35, 40, 45, 50) oC, serta waktu fermentasi selama (24, 48, 60, 72, 96, 120) jam. Ekstrak kasar pektinase hasil fermentasi digunakan untuk menentukan kadar protein dan aktivitas enzim. Aktivitas enzim diukur berdasarkan banyaknya µg asam galakturonat (gula pereduksi) yang dihasilkan oleh hidrolisis pektin pada kondisi optimum. Penentuan kadar protein dilakukan dengan menggunakan reagen Biuret dan penentuan gula pereduksi menggunakan reagen DNS ( Dinitrosalisilat) secara spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum produksi pektinase oleh Aspergillus niger yaitu pada pH 5, temperatur 40 oC dan waktu fermentasi selama 96 jam dengan konsentrasi pektinase sebesar 7.99 µg/mL dan aktivitas sebesar 20.14 unit. Kata kunci : aktivitas, Aspergillus niger, fermentasi, pektinase
PEMISAHAN Cu2+ DAN Pb2+ SECARA EKSTRAKSI FASA PADAT MENGGUNAKAN SILIKA DARI ABU SEKAM PADI TERMODIFIKASI KITOSAN Oktavianti, Dwi; Mulyasuryani, Ani; Rumhayati, Barlah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.191 KB)

Abstract

Ekstraksi fasa padat merupakan metode yang dapat digunakan untuk pemisahan Cu2+ dan Pb2+. Pada penelitian ini digunakan silika dari sekam padi yang dimodifikasi dengan kitosan sebagai fasa padat. Silika-kitosan mempunyai  pori dan gugus fungsional –NH2 serta –OH, sehingga mampu mengadsorpsi Cu2+ dan Pb2+. Pemisahan dilakukan melalui pembentukan kompleks antara ion logam dengan EDTA sebagai fasa gerak. Kestabilan kompleks yang dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi EDTA, pH eluen dan panjang kolom. Oleh karena itu pada penelitian ini dipelajari pengaruh konsentrasi EDTA, pH eluen dan panjang kolom terhadap pemisahan Cu2+ dan Pb2+. Pengaruh pH EDTA dipelajari pada kisaran pH 6 hingga 10 dengan konsentrasi EDTA 0,01M ; 0,05M; 0,1M; 0,2M dan 0,3M pada panjang kolom 0,3 cm; 0,6 cm dan 0,9 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cu2+ dan Pb2+ dapat dipisahkan melalui teknik elusi bergradien dengan menggunakan EDTA 0,2M pada pH 6 untuk Cu2+ dan pada pH 9 dengan menggunakan EDTA 0,3M untuk Pb2+. Pada kondisi tersebut dihasilkan recovery Cu2+ sebesar 83,14% dan untuk Pb2+ sebesar 84,12%.   Kata kunci: Ekstraksi fasa padat, modifikasi silika-kitosan, pemisahan Cu2+ dan Pb2+.
PEMISAHAN Cu2+ DAN Cd2+ MENGGUNAKAN SILIKA-KITOSAN SEBAGAI FASA PADAT Risti, Sandria Gita; Mulyasuryani, Ani; Rumhayati, Barlah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.034 KB)

Abstract

Ion Cu2+ dan Cd2+ dapat dipisahkan dengan menggunakan metode ekstraksi fasa padat (EFP). Pada penelitian ini digunakan silika-kitosan sebagai fasa padat dan EDTA sebagai eluen. Proses EFP ion Cu2+ dan Cd2+ menggunakan sistem kromatografi kolom. Faktor yang mempengaruhi ekstraksi ion Cu2+ dan Cd2+ adalah pH, konsentrasi eluen, serta panjang kolom. Pengaruh pH eluen yang dipelajari adalah 6 hingga 10 menggunakan buffer fosfat 0,1 M. Konsentrasi eluen yang dipelajari untuk pemisahan ion Cu2+ dan Cd2+ sebesar 0,01 M; 0,05 M; dan 0,1 M. Panjang kolom yang dipelajari adalah 0,3 cm dan 0,6 cm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi optimum pemisahan ion Cu2+ dan Cd2+ terjadi pada pH 7 dan panjang kolom 0,6 cm. Elusi dilakukan secara bergradien dengan 3,5mL EDTA 0,05 M dan 3,5mL EDTA 0,2 M. Recovery (%recovery) pemisahan ion Cu2+ dan Cd2+ secara berturut-turut sebesar 96,13% dan 83,24%.   Kata Kunci : ekstraksi fasa padat, silika-kitosan, silika sekam padi, pemisahan ion Cu2+ dan Cd2+
PENGARUH ION ASING TERHADAP KINERJA ESI TIMBAL (II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS S-METHYL-N-(METHYLCARBAMOYLOXY) THIOACETIMIDATE UNTUK PENENTUAN KADAR TIMBAL DALAM IKAN Nelgi, Fahrana Salas Trenggamayu; Fardiyah, Qonitah; Sulistyarti, Hermin
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.303 KB)

Abstract

Pengaruh ion asing terhadap kinerja ESI timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate atau methomyl untuk penentuan kadar timbal dalam ikan telah diteliti. ESI timbal (II) yang telah diteliti memiliki nilai Nernstian dengan harga slope 29,26 mV/dekade konsentrasi, dengan rentang konsentrasi linier 10-5 - 10-1 M dan limit deteksi 1,185 x 10-5 M  atau setara dengan 2,453 ppm timbal. Ion asing yang digunakan adalah Cd2+ dan Fe3+ dengan konsentrasi sebesar 10-3 M menggunakan metode tercampur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI timbal (II) tipe kawat terlapis yang telah dibuat bersifat selektif terhadap ion timbal yang ditunjukkan dengan nilai koefisien selektifitas (Ki,j) <1 dengan urutan selektifitasnya adalah Pb2+ > Cd2+ > Fe3+. ESI timbal (II) tipe kawat terlapis yang telah dikarakterisasi mempunyai ketelitian 99,71% dan ketepatan 99,42% ketika digunakan untuk menentukan kadar timbal (II) di dalam sampel ikan. Berdasarkan uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 5 % diperoleh hasil bahwa nilai thit < ttabel, hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan metode potensiometri ESI timbal (II) dan metode spektrofotometri serapan atom menunjukkan hasil yang  tidak berbeda nyata. Sehingga, ESI timbal (II) dapat digunakan sebagai metode alternatif  penentuan kadar timbal (II) dalam sampel ikan. Kata kunci: ion asing, methomyl, koefisien selektifitas, insang.
OPTIMASI AMOBILISASI XILANASE DARI TRICHODERMA VIRIDE DENGAN MATRIKS ZEOLIT Sari, Intan Permata; Sutrisno, Sutrisno; Prasetyawan, Sasangka
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.306 KB)

Abstract

Amobilisasi xilanase dengan matriks zeolit dilakukan melalui metode adsorpsi fisik. Amobilisasi dilakukan untuk meningkatkan stabilitas enzim xilanase, karena xilanase bebas tidak stabil terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan waktu pengocokan dan konsentrasi xilanase optimum. Pada penelitian ini enzim xilanase diisolasi dari Trichoderma viride, enzim yang didapat kemudian dimurnikan dengan metode pengendapan menggunakan amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan 40-80%. Untuk menentukan waktu pengocokkan optimum amobilisasi enzim dilakukan pada 0,1 g zeolit dalam temperatur kamar dan kecepatan pengocokkan 100 rpm dengan variasi waktu pengocokan (1, 2, 3, 4, dan 5) jam, sedangkan untuk menentukan konsentrasi enzim xilanase optimum dilakukan pada 0,1 g zeolit dalam temperatur kamar dan kecepatan pengocokkan 100 rpm dengan variasi konsentrasi xilanase(2,244; 2,618; 2,992; 3,366: 3,740) mg/mL. Hasil penelitian menunjukan waktu pengocokan optimum pada 3 jam dan konsentrasi xilanase optimum terjadi pada konsentrasi 3,366 mg/mL dengan aktivitas 25,74 unit.Kata kunci: Xilanase, Trichoderma viride, Amobilisasi, Zeolit
STUDI REAKSI KONDENSASI ALDOL ANTARA FURFURAL DAN ASETON MENGGUNAKAN KATALIS MgO/γ-Al2O3 Amaniyah, Amaniyah; Ulfa, Siti Mariyah; Utomo, Edi Priyo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.652 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  aktivitas dan selektivitas katalis MgO/γ-Al2O3 terhadap reaksi kondensasi aldol antara furfural dan aseton dengan metode oil batch reactor autoclave. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi sinar-X (DSX) dan mikroskop elektron pindai-dispersi energi sinar-X (SEM-EDX). Uji aktivitas katalis dilakukan dengan perbandingan mol furfural dan aseton 1:1. Reaksi kondensasi dilakukan dengan variasi waktu 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 jam pada suhu 80 oC bertekanan 2,5 atm dalam atmofer gas N2. Pembentukan produk dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan adanya pergeseran panjang gelombang pada produk 4 , 8 dan 10 jam dengan λmax berturut-turut 322,50 nm, 315,50 nm dan 313,50 nm.  Produk kondensasi yang teridentifikasi yaitu 4-furan-2-il-3-buten-2-on.   Kata kunci: aseton, furfural, kondensasi aldol, oil batch reactor autoclave, MgO/γ-Al2O3

Page 2 of 3 | Total Record : 25