cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mahsiswa Fakultas Ilmu Budaya.
Arjuna Subject : -
Articles 975 Documents
FUNGSI SETSUZOKUSHI SOREDE DAN DAKARA DALAM KUMPULAN CERPEN PAN YA SAI SHUUGEKI KARYA HARUKI MURAKAMI NILAMSARI, PUTRI A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 7 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.24 KB)

Abstract

Kata Kunci : Setsuzokushi, Fungsi, SubstitusiSetsuzokushi adalah kelas kata yang digunakan menggabungkan atau merangkaikan bagian-bagian kalimat. Kelas kata dalam bahasa Jepang terbagi menjadi 10 jenis, salah satunya yaitu setsuzokushi. Penelitian ini meneliti tentang setsuzokushi sorede dan dakara.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang didapat berupa kata-kata tertulis yang mengandung Isetsuzokushi sorede dan dakara dalam kumpulan cerpen Pan Ya Sai Shuugeki karya Haruki Murakami. Kemudian data tersebut dianalisis secara bersama-sama baik dari segi fungsi dan untuk mengetahui apakah kedua setsuzokushi tersebut dapat saling bersubstitusi atau tidak.Fungsi setsuzokushi sorede dan dakara dalam kumpulan cerpen Pan Ya Sai Shuugeki karya Haruki Murakami yang ditemukan sebanyak 32 data. Setsuzokushi sorede sebanyak 20 data. Setsuzokushi dakara sebanyak 12 data. Fungsi sorede sebagai penghubung anak kalimat dengan kalimat sebanyak 8 data. Fungsi sorede sebagai penghubung kalimat dengan kalimat sebanyak 10 data. Fungsi sorede sebagai penghubung paragraf dengan paragraf sebanyak 2 data. Fungsi dakara sebagai penghubung kalimat dengan kalimat sebanyak 11 data. Fungsi dakara sebagai penghubung paragraf dengan paragraf sebanyak 1 data.Pada penelitian selanjutnya, diharapkan dilakukan penelitian tentang jenis setsuzokushi yang lain dalam bahasa Jepang, penelitian dengan kajian objek lain serta teori-teori yang lain.
ANALISIS KESALAHAN PERUBAHAN KATA KERJA DARI BENTUK KAMUS KE DALAM BENTUK -MASU PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 5 PROBOLINGGO FINDIANI, NOVI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 7 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.961 KB)

Abstract

Kata Kunci : analisis kesalahan, verba bentuk kamus, dan verba bentuk ~masu.Latar belakang timbulnya penelitian ini berdasarkan pada aturan perubahan verba bentuk kamus ke dalam verba bentuk ~masu yang merupakan dasar dari perubahan verba yang sangat penting untuk dipelajari bagi pembelajar bahasa Jepang. Namun kenyataannya pembelajar bahasa Jepang sering mengalami kesulitan dalam mengubah verba bentuk kamus ke dalam verba bentuk ~masu, sehingga penelitian ini mengambil judul “Analisis Kesalahan Perubahan Verba Bentuk ~Masu Dari Kata Kerja Bentuk Kamus Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 5 Probolinggo”. Berdasarkan latar belakang timbulnya tersebut, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk kesalahan yang terjadi saat mengubah kata kerja dari bentuk kamus ke dalam bentuk ~masu pada siswa SMP Negeri 5 Probolinggo? (2) Apakah yang menyebabkan terjadinya kesalahan saat mengubah kata kerja dari bentuk kamus ke dalam bentuk ~masu pada siswa SMP Negeri 5 Probolinggo?Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif yaitu mendeskripsikan penyebab kesalahan perubahan verba bentuk ~masu dari verba bentuk kamus pada siswa kelas IX SMP Negeri 5 Probolinggo tahun ajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket. Dari penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak bisa membedakan kata kerja golongan I, II, dan III(2) kurang teliti (3) kurangya berlatih soal.
APOLOGY STRATEGIES PERFORMED BY MAIN CHARACTERS IN PERAHU KERTAS NOVEL KUSUMA, DEVILIA INDAH
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.287 KB)

Abstract

Keywords: speech act, apology strategies, Perahu Kertas novel Apology is a part of human communication to maintain good relations between people or to restore harmony. The writer conducted a research on apology strategies in Bahasa Indonesia, by analyzing a novel entitled Perahu Kertas. In this study, there are two problems to be solved: (1) What apology strategies are performed by main characters in Perahu Kertas novel, and (2) How is the act of apologizing upgraded by main characters in Perahu Kertas novel.This study used qualitative approach because the analysis is in the form of description rather than number. Then, this research is categorized as document analysis because the writer analyzed the novel entitled Perahu Kertas.The result of this study shows that apology strategies are divided into two main groups that are direct and indirect strategy. Direct strategy is represented into 11 strategies: minimizing the offense, explicit apology, explicit apology followed by explanation, explicit explanation followed by minimizing the offense, recantation, regret, request for forgiveness, concern for hearer, being honest, hiding something and cancellation. Indirect strategy is represented into 4 strategies: attacking the complainer, blaming someone else, implicit apology and implicit apology followed by explanation. Besides, this study suggests that the act of apologizing can be upgraded directly and indirectly. Direct strategy is represented into 5 strategies: explanation, reiteration, lexical intensification, supplication, and promise. Indirect strategy is represented into 2 strategies: explanation and confirmation.The writer suggests  that future researchers use more objects in Bahasa Indonesia in order to complete the taxonomy of apology strategy in it. The writer also suggests that Study Program of English at Universitas Brawijaya add more references related to this topic so that future researchers could present rich literature review that is able to support the analysis of their study.
MODEL MULTIKULTURALISME MASYARAKAT JEPANG DITINJAU DARI KEHIDUPAN UMAT MUSLIM DI JEPANG PASCA TERORISME 9/11 ANDRIANI, FRIELIA DWI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.737 KB)

Abstract

Kata Kunci: Islam, Multikulturalisme, Jepang. Agama merupakan salah satu bagian dari case of differentiation atau hal-hal yang menyebabkan muncul perbedaan antara satu komunitas dengan komunitas lain. Dalam menghadapi serangkaian perbedaan dalam masyarakat, diperlukan implementasi multikulturalisme.Jepang merupakan negara yang menerapkan sekulerisme. Kini berkembang dua paham mengenai masyarakat di Jepang, yaitu paham bahwa masyarakat Jepang bersifat homogen dan masyarakat Jepang bersifat multikultural.Paham homogenitas diisukan pada publik agar mereka memiliki semangat nasionalisme sementara paham multikulturalisme merupakan paham yang lebih merujuk pada realita masyarakat. Multikulturalisme menurut Parekh dibagi dalam lima model, yaitu: (1) multikulturalisme isolasionis, (2) multikulturalisme akomodatif, (3) multikulturalisme otonomis, (4) multikulturalisme kritikal atau interaktif, (5) multikulturalisme kosmopolitan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang dimulai dari pengorganisasian data, pengelompokan data, pengujian asumsi sesuai teori modelmultikulturalisme Parekh, penyajian data dalam bentuk deskripsi, dan penarikankesimpulan.Setelah penganalisisan data, disimpulkan bahwa Jepang tengah menerapkan model multikulturalisme akomodatif Parekh terhadap umat muslim di Jepang pasca teror 9/11. Jepang memiliki beberapa perangkat hukum dan ketentuan-ketentuan yang bersifat sensitif secara kultual dari pihak kaum mayoritas (masyarakat Jepang non-muslim), yang dikenakan pada kaum minoritas (umat muslim di Jepang). Walaupun demikian tetap terdapat akomodasi bagi umat muslim di Jepang dan juga kerjasama antara umat muslim dan non muslim Jepang.Hal ini menunjukkan bahwa Jepang pun tengah menerapkan multikulturalisme walau senantiasa mendoktrinkan mengenai homogenitas masyarakat.
PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE OLEH ORANG JEPANG PADA JEJARING SOSIAL FACEBOOK ANGGARAWATI, RESTAVIA DEVI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.505 KB)

Abstract

Kata kunci: Sosiolinguistik, Alih Kode, Campur Kode, Facebook.Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Dewasa ini, dengan adanya kemajuan teknologi masyarakat membentuk kelompok di dunia maya melalui internet. Salah satu jejaring sosial yang sangat popular di kalangan masyarakat dunia adalah Facebook. Pengguna Facebook yang berasal dari berbagai daerah menyebabkan adanya variasi bahasa. Penulis mengamati para pengguna Facebook khususnya orang Jepang seringkali beralih dari satu bahasa ke bahasa lain (alih kode) atau menyisipkan unsur satu bahasa pada saat berbicara menggunakan bahasa lain (campur kode). Penelitian ini akan menjawab rumusan masalah yaitu (1) Jenis alih kode dan campur kode apakah yang digunakan oleh orang Jepang pada jejaring sosial Facebook, dan (2) Apa tujuan penggunaan alih kode dan campur kode oleh orang Jepang pada jejaring sosial Facebook.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis dan tujuan penggunaan alih kode dan campur kode oleh orangJepang pada jejaring sosial Facebook.Hasil dari penelitian ini adalah penulis menemukan 27 data temuan yang terdiri dari 12 alih kode, 13 campur kode, dan 2 alih kode dan campur kode sekaligus. Terdapat 0 alih kode intern, 13 alih kode ekstern, 10 alih kode situasional dan 3 alih kode metaforis. Sedangkan untuk campur kode, penulis menemukan 14 campur kode yang terdiri dari: 2 campur kode ke dalam (inner code mixing) dan 12 campur kode ke luar (outer code mixing). Tujuan penggunaan alih kode yang dominan adalah untuk mengakrabkan hubungan dan penggunaan campur kode untuk membicarakan topik.Penulis menyarankan untuk meneliti sosial media lain dan kajian yang lain seperti semantik atau psikolinguistik untuk penelitian selanjutnya.
PENGGUNAAN KONJUNGSI GA, DEMO DAN KEDO PADA SERIAL DRAMA YOROZU URANAIDOKORO ONMYOUYA E YOUKOSO EPISODE 1 & 2 KARYA HIJIKATA MASATO RACHMANDA, TRIA WIENA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.535 KB)

Abstract

Kata Kunci : Konjungsi dan Yorozu Uranaidokoro Onmyouya E Youkoso Banyak kata dalam bahasa Jepang yang memiliki makna yang sama, tapidengan cara penggunaan yang berbeda. Seperti ‘ga’, ‘demo’, dan ‘kedo’ yangtermasuk dalam jenis kata konjungsi, yaitu jenis kata yang berfungsi sebagai katapenghubung, yang memiliki makna sama, yaitu ‘tetapi’.Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perbedaan penggunaankonjungsi ‘ga’, ‘demo’, dan ‘kedo’ dan apakah ketiga konjungsi tesebut dapat bersubtitusi satu dengan yang lain. Sumber data yang dipilih dalam penelitian ini adalah serial drama Yorozu Uranaidokoro Onmyouya E Youkoso episode 1 & 2 karya Hijikata Masato yang didalamnya ditemukan banyak penggunaan konjungsi ‘ga’, ‘demo’, dan ‘kedo’.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penelitianyang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis yang merupakan deskripsi dari sesuatu yang diamati terkait dengan hal yang diteliti yaitu perbedaan penggunaankonjungsi ‘ga’, ‘demo’, dan ‘kedo’ dan potensi subtitusi ketiga konjungsi tersebut.Data yang ditemukan sejumlah 57 data, yaitu konjungsi ‘ga’ 10 data, konjungsi ‘demo’ 21 data dan konjungsi ‘kedo’ 26 data. Kesimpulan yang diperoleh yaitu konjungsi ‘ga’ dan konjungsi ‘kedo’ sama-sama digunakan diakhir klausa utama sehingga konjungsi ‘ga’ dan konjungsi ‘kedo’ dapat saling bersubtitusi, tetapi tidak dapat bersubtitusi dengan konjungsi ‘demo’. Namun,konjungsi ‘ga’ dan konjungsi ‘kedo’ jika digunakan di awal kalimat akan menjadi ‘desuga’ dan ‘desukedo’ atau ‘dakedo’. Oleh karena itu, konjungsi ‘demo’ dapatsaling bersubtitusi dengan konjungsi ‘desuga’ dan ‘desukedo’ atau ‘dakedo’.
TINDAK ILOKUSI EKSPRESIF DALAM FILM 「筆談ホステス」HITSUDAN HOSTESS KARYA HAJIME TAKEZONO INTANA, CYNTIA SUKMA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.281 KB)

Abstract

Kata kunci: Pragmatik, Tindak ilokusi ekspresif, Film. Tindak ilokusi ekspresif dijabarkan oleh Shibatani (2000:126) menunjukkan tindakan tingkah laku penutur secara kejiwaan berterima kasih, memuji, meminta maaf, kekhawatiran dan lain-lain. (apabila diucapkan “saya berterima kasih padamu” menjadi suatu tindakan berterima kasih). Menurut Bach dan Harnish (1993:15), jenis tindak ilokusi ekspresif (acknowledgment) mengekspresikan perasaan tertentu kepada mitra tutur. Ekspresif (acknowledgment) dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: Apologize (permintaan maaf), Condole (ucapan ikut berduka), Bid (harapan), Greet (mengucapkan salam), Accept (penerimaan), Reject (menolak), Congratulate (mengucapkan selamat).   Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data yang diteliti berupa film 「筆談ホステス」  Hitsudan Hostess karya Hajime Takezono. Keseluruhan data temuan berjumlah 38 data, diantaranya adalah (1) ilokusi ekspresif meminta maaf berjumlah 11 data, (2) tindak ilokusi ekspresif harapan berjumlah 1 data, (3) tindak ilokusi ekspresif salam  berjumlah 16 data, (4) tindak ilokusi ekspresif penerimaan berjumlah 2 data, (5) tindak ilokusi ekspresif penolakan berjumlah 4 data, (6) tindak ilokusi ekspresif mengucapkan selamat berjumlah 4 data, dalam penelitian ini tidak ditemukan tindak ilokusi belasungkawa. Selain jenis tindak ilokusi ekspresif juga terdapat fungsi tindak ilokusi diantaranya fungsi convival (menyenangkan), fungsi conflictive (bertentangan).
REGISTER OTAKU IDOL GROUP 48 FAMILY DALAM KOMUNITAS RINGO 48 DI MALANG WIJAYANTO, M. RIAN
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.769 KB)

Abstract

Kata kunci : Register, Medan, Pelibat, Sarana, komunitas Ringo 48. Dalam ilmu sosiolingusitik terdapat ragam bahasa yang digunakan menurut pemakaian penutur yang dikenal dengan register bahasa. Ragam bahasa tersebut tumbuh dan berkembang dalam lingkup sosial seperti komunitas Ringo 48 Malang. Dalam penelitian ini penulis memaparkan dua fokus penelitian, yaitu: (1) Apa saja register bahasa yang digunakan anggota komunitas ringo 48. (2) Bagaimana penggunaan ragam bahasa komunitas ringo 48 mengacu pada konsep situasi Halliday dan Hasan (1985) mengenai medan, pelibat, dan sarana.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini penulis menganalisa konteks situasi register bahasa yang digunakan oleh anggota komunitas Ringo 48 Malang.Penulis menemukan 23 register yang digunakan oleh komunitas Ringo 48. Register dalam penelitian ini memiliki arti secara umum dan arti khusus dalam komunitas. Agar khalayak tahu penggunaan register tersebut maka, analisa konteks situasi register mengacu pada medan, pelibat, dan sarana. Secara umum register yang ditemukan mengacu pada semangat untuk mendukung member idola seperti, oshimen, oshiadd, kami oshi.
KUCING SEBAGAI TEMAN HIDUP DALAM FILM RENTANEKO KARYA NAOKO OGIGAMI WULANSARI, BETY MIYOSI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 10 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.068 KB)

Abstract

Kata Kunci: kucing rental, film, rentaneko, teman hidupHewan peliharaan merupakan binatang yang dipelihara manusia, baik untuk sementara maupun dalam waktu yang lama. Seseorang biasanya memilih untuk memelihara hewan karena ia menyukai atau mencintai hewan tertentu. Selain itu dapat dikarenakan seseorang tersebut merasa kesepian dan ingin memiliki “teman” yang dapat selalu dekat dengannya. Sebagian besar warga Jepang menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga. Dengan menggunakan kajian sosiologi sastra dan mise en scene, serta sumber-sumber data seperti teori tentang kesepian dan tanshin funin, penelitian ini akan menjelaskan alasan seseorang menyewa kucing rental untuk dipelihara dan dijadikan teman hidup secara deskriptif melalui teks dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki alasan tertentu untuk memelihara hewan peliharaan. Selain itu, dengan keberadaan hewan peliharaan disisinya, hal tersebut membuat seseorang tidak lagi merasa kesepian dan lubang dalam hati mereka bisa tertutupi. Selain menjadi hiburan, film ini dapat menjadi pembelajaran mengenai berbagai hal seperti budaya, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, penulis menyarankan untuk meneliti film ini dengan pendekatan atau permasalahan yang berbeda, seperti mengenai perubahan yang terjadi pada tokoh setelah memelihara kucing.
AIZUCHI OLEH DANSEI DAN JOSEI DALAM ANIME HYOUKA EPISODE 1-5 KARYA YASUHIRO TAKEMOTO AMBARWATI, ARINI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 5, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.746 KB)

Abstract

Kata Kunci: Aizuchi, Hyouka.Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Ketika manusia melakukan interaksi mereka menggunakan bahasa. Kebudayaan dalam berkomunikasi adalah suatu kebiasaan yang terjadi dalam masyarakat. Salah satu keunikan yang dimiliki Jepang ialah ketika mereka sedang berbicara maka mitra tutur akan merespon atau mengirimi umpan balik, Hal ini yang disebut dengan aizuchi. Pemakaian aizuchi dalam masyarakat Jepang biasanya juga terdapat kekhasannya tersendiri misalnya dari segi gender mitra tutur yang melontarkan aizuchi. Oleh karena itu penggunaan aizuchi pada penelitian ini dikaitkan berdasarkan bagaimana penutur pria dan penutur wanita melontarkan aizuchi.Penelitian ini menggunakan teori dari Mayumi Kubota dan Horiguchi Sumiko sebagai acuan dan merupakan penelitian jenis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan jumlah fungsi aizuchi  48 Tanda Mendengar, 63 Tanda  Memahami, 26  Tanda Sependapat, 9 Tanda Menyangkal, 10 Tanda Ungkapan Perasaan, 17 Tanda Penyambung Jeda, 30 Tanda untuk menambahkan, mengoreksi dan meminta informasi. Sedangkan pada bentuk aizuchi ditemukan 166 Bentuk Ungkapan, 21 Bentuk Penggulangan, 3  Bentuk Parafrase, 6  Bentuk Lain. Dalam pemakaian jenis gender penuturnya yang paling banyak ialah 107 penutur pria  sedangkan  84 penutur wanita.Dengan demikian penulis menyarankan pada penelitian selanjutnya meneliti penggunaan aizuchi dari media sosial seperti,  twitter, facebook, line dan lain-lain.

Filter by Year

2013 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2017) Vol 2, No 10 (2015) Vol 1, No 10 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 9 (2015) Vol 2, No 8 (2015) Vol 2, No 7 (2015) Vol 2, No 6 (2015) Vol 2, No 5 (2015) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 9 (2015) Vol 1, No 8 (2015) Vol 1, No 7 (2015) Vol 1, No 6 (2015) Vol 1, No 5 (2015) Vol 1, No 4 (2015) Vol 1, No 3 (2015) Vol 1, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2015) Vol 6, No 10 (2014) Vol 5, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 3, No 10 (2014) Vol 7, No 8 (2014) Vol 7, No 7 (2014) Vol 7, No 6 (2014) Vol 7, No 5 (2014) Vol 7, No 4 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 2 (2014) Vol 7, No 1 (2014) Vol 6, No 9 (2014) Vol 6, No 8 (2014) Vol 6, No 7 (2014) Vol 6, No 6 (2014) Vol 6, No 5 (2014) Vol 6, No 4 (2014) Vol 6, No 3 (2014) Vol 6, No 2 (2014) Vol 6, No 1 (2014) Vol 5, No 9 (2014) Vol 5, No 8 (2014) Vol 5, No 7 (2014) Vol 5, No 6 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 4 (2014) Vol 5, No 3 (2014) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5, No 1 (2014) Vol 4, No 9 (2014) Vol 4, No 8 (2014) Vol 4, No 7 (2014) Vol 4, No 6 (2014) Vol 4, No 5 (2014) Vol 4, No 4 (2014) Vol 4, No 3 (2014) Vol 4, No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 9 (2014) Vol 3, No 8 (2014) Vol 3, No 7 (2014) Vol 3, No 6 (2014) Vol 3, No 5 (2014) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 2, No 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 3, No 1 (2013) Vol 2, No 9 (2013) Vol 2, No 8 (2013) Vol 2, No 7 (2013) Vol 2, No 6 (2013) Vol 2, No 5 (2013) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue