cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2012)" : 14 Documents clear
EVALUASI DAN ANALISA JADWAL PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS PROYEK ‘X’) Iskandar, Anthony; Libianto, Tabita Tania; Proboyo, Budiman; Santoso, Indriani
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Jadwal pelaksanaan proyek konstruksi merupakan salah satu unsur penting dalam pengendalian proyek demi tercapainya waktu pelaksanaan yang ditargetkan.Berdasarkansiklus Plan – Do – Check – Action, pengendalian dilakukan di tahap Check secara berkesinambungan tiap lantainya. Evaluasi dan analisa studi kasus dibuat selama pelaksanaan pekerjaan struktur 10 lantai pada proyek hotel 15 lantai, dimana tiap lantainya memiliki bobot pekerjaan tipikal sekitar Rp 868.000.000,00 dan durasi pekerjaan yang mirip sekitar 7 hari untuk pekerjaan balok dan plat, sekitar 6 hari untuk pekerjaan kolom, dan 5 hari untuk pekerjaan tangga. Evaluasi yang dilakukan dengan Earned ValueAnalysis untuk mengukur kemajuan proyek menunjukkan dari durasi rencana 106 hari, pekerjaan aktual struktur lantai 7 dimulai dengan keterlambatan 2 hari, lantai 18 diselesaikan dengan keterlambatan 33 hari, dan durasi aktual lantai 7 sampai dengan 18 adalah 137 hari, dengan 18 hari libur Lebaran, 1 hari libur Idul Adha, dan 6 hari Tower Crane tidak berfungsi.Bila dilihat dari durasi pekerjaan, maka kinerja proyek yang terbaik ada pada Lantai 8. Penyebab keterlambatan yang perlu diperhatikan adalah tidak tersedianya bahan sesuai kebutuhan, banyaknya pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan, libur Lebaran, belum selesainya pekerjaan lantai sebelumnya, tower crane tidak dapat dioperasikan, pergantian pekerja pada subkontraktor.
KRITISI DESAIN PSEUDO ELASTIS PADA BANGUNAN BERATURAN 6- DAN 10-LANTAI DENGAN DENAH PERSEGI PANJANG DI WILAYAH 2 PETA GEMPA INDONESIA Wijaya, Fransisca; Widjojo, Liske; Muljati, Ima; Lumantarna, Benjamin
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pseudo elastis merupakan alternatif dalam perencanaan bangunan dengan mekanisme keruntuhan partial side sway. Mekanisme ini menggunakan konsep bahwa distribusi gaya geser tersebar merata pada seluruh kolom sampai kolom plastis mengalami pelelehan, lalu kelebihan gaya geser dialihkan pada kolom elastis. Oleh karena itu, beberapa kolom didesain tetap elastis selama terkena gempa dengan cara memperbesar gaya rencana akibat gempa menggunakan suatu Faktor Pengali, sedangkan balok dan beberapa kolom lainnya diperbolehkan mengalami sendi plastis. Metode ini berbeda dengan metode desain kapasitas dimana seluruh kolom didesain terhadap balok-balok yang merangkanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji asumsi distribusi gaya geser dalam konsep desainPseudo elastis, serta memeriksa apakah partial side sway mechanism dapat terjadi dengan desain Pseudo elastis pada bangunan beraturan 6- dan 10-lantai dengan denah persegi panjang di wilayah 2 Peta Gempa Indonesia. Kriteria desain yang digunakan adalah konfigurasi kolom perimeterdidesain sebagai kolom elastis, dimensi kolom eksterior dan interior sama, serta tidak menggunakan rasio tulangan minimum pada seluruh kolom. Pengujian asumsi distribusi gaya geser dasar dan mekanisme keruntuhan bangunan ditinjau dengan analisis dinamis time history nonlinear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi distribusi gaya geser dalam desain Pseudo elastis tidak benar, sertapartial side sway mechanism tidak terjadi karena kolom interior mengalami fraktur.
Penerapan Prinsip – Prinsip Constructability pada proyek konstruksi di Surabaya Albertus, Thomas; Tomy, Windrik; Nugraha, Paulus; P. Chandra, Herry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Constructability adalah penggunaan optimal pengetahuan dan pengalaman konstruksi dalam perencanaan, desain, procurementdan pelaksanaan untuk mencapai tujuan proyek secara keseluruhan (yang meliputi kualitas, biaya, dan jadwal). Pada penelitian ini akan diteliti tentang penerapan  prinsip - prinsipconstructability  dalam tiga fase proyek, yakni  fase perencanaan konseptual, fase desain, dan fase konstruksi menurut intensitas dan kemudahan penerapan, perbedaan penerapan keduanya pada prinsip – prinsip tersebut, serta penelitian mengenai hambatan – hambatan yang berhubungan  dengan prinsip – prinsip constructability yang paling sulit diterapkan.Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan analisa statistic deskriptif, sedangkan metode analisa data yang dipakai adalah uji anova dari sumber data yang berasal dari kuesioner. Sedangkan untuk hambatan – hambatan constructability dilakukan dengan men-tabelkan hasil wawancara, kemudian dicari hubungannya dengan prinsip – prinsip constructability.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan intensitas dan kemudahan penerapan prinsip – prinsip constructability antara kontraktor dan konsultan. Kontraktor pada penelitian ini lebih sering dan lebih mudah dalam menerapkan prinsip – prinsip constructability dibandingkan dengan konsultan. Sedangkan hubungan antara hambatan yang terjadi dengan prinsip – prinsip constructability yang sulit diterapkan adalah pada fase perencanaa konseptual hambatan banyak disebabkan oleh desainer, sedangkan pada fase  desain dan fase konstruksi hambatan banyak disebabkan oleh owner.
STUDI KASUS PERBANDINGAN BERBAGAI BATA RINGAN DARI SEGI MATERIAL, BIAYA, DAN PRODUKTIVITAS Goritman, Birdyant; Irwangsa, Robby; Kusuma, Jonathan Hendra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dua jenis bata ringan yang sering digunakan pada dinding bangunan adalah Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Kedua jenis bata ringan ini terbuat dari bahan dasar seme dan pasir, yang berbeda adalah cara komposisi nya. Seringkali konsumen mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan untuk memilih bata ringan mana yang lebih baik dalam kegunaannya.Studi kasus yang kami teliti merupakan bagian dalam membatu konsumen dalam memilih bata ringan, sehingga konsumen dapat mengetahui bata ringan mana yang sesuai dengan biaya yang ingin di keluarkan, serta produktivitas yang terjadi di lapangan.Dari penelitian didapatkan bahwa bata ringan yang memiliki dimensi ukuran yang hampir serupa namun pada  bata ringan tipe AAC memiliki dimensi yang lebih presisi dari pada bata ringan tipe CLC, karena pemotongan yang dilakukan menggunakan mesin. Walau dimensi ukuran bata ringan yang digunakan sama, tapi hasil produktivitas dari kedua jenis bata ringan ini tetap berbeda, dimana jenis bata ringan AAC menghasilkan total pemasangan rata-rata harian 43,62 m2 sedangkan bata ringan CLC menghasilkan 37,75 m2 . Sedangkan pada sisi biaya, dimana bata ringan jenis AAC memerlukan Rp. 77.850,- unuk menghasilkan 1 m2 dan Rp.57.704,-  unutk bata ringan jenis CLC.Kata Kunci :
PEMBUATAN ULTRA HIGH STRENGTH CONCRETE DENGAN MATERIAL LOKAL Genial, Giovanni; Violintina, Veronika; ., Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Ultra High Strength Concrete (UHSC) merupakan terobosan yang sedang dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir ini. UHSC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan Normal Strength Concrete (NSC), yaitu beton UHSC memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap asam, kebakaran, maupun ketahanan jangka panjang. Pada tahun 2010, di Indonesia telah dapat dibuat beton UHSC dengan kekuatan mencapai 140 MPa dengan memanfaatkan material lokal dengan ukuran yang sangat halus walaupun masih di laboratorium. Dalam penelitian ini akan dicari mix design yang dapat mencapai kuat tekan UHSC, pengaruh steam curing, penambahan steel fibres, dan proses vacuum dalam pembuatan UHSC.Pencarian mix design dilakukan terebih dahulu sebelum melakukan penelitian yang lain. Kuat tekan maksimum yang dicapai adalah sebesar 115 MPa pada umur 28 hari. Perlakuan steam curing memberikan pengaruh pada kuat tekan awal dan dengan melakukan proses vacuum dalam proses pemadatan benda uji tidak memberikan pengaruh dalam kekuatan. Penambahan steel fibres memberikan pengaruh yang baik dari segi ketahan dalam mengatasi keruntuhan yang getas.
KRITISI DESAIN PSEUDO ELASTIS PADA BANGUNAN BERATURAN 6- DAN 10-LANTAI DENGAN DENAH PERSEGI DI WILAYAH 2 PETA GEMPA INDONESIA Puteri T., Yosepha; D. W., Yulietta; Muljati G., Ima; Lumantarna, Benjamin
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Salah satu metode perencanaan struktur di daerah gempa adalah Pseudo Elastis. Struktur yang didesain dengan Pseudo Elastis harus menghasilkan pola keruntuhan Partial Side Sway Mechanism. Dalam pola ini, seluruh kolom diasumsikan menerima gaya geser dasar yang sama hingga terjadi sendi plastis pada kolom plastis. Setelah itu, kelebihan gaya geser yang terjadi akan dipikul oleh kolom elastis. Oleh karena itu, kolom elastis harus didesain lebih kuat daripada kolom plastis dengan memberi suatu Faktor Pengali (FP). Penelitian ini bertujuan mengkritisi apakah asumsi-asumsi tersebut sudah benar dan apakah mekanisme yang diharapkan dapat tercapai. Objek yang ditinjau berupa dua buah bangunan dengan struktur beton bertulang 6- dan 10-lantai di wilayah 2 peta gempa Indonesia. Masing-masing gedung memiliki 7 bentang pada arah-x dan -y, yang setiap bentangnya memiliki panjang 8 meter. Pada penelitian ini digunakan kriteria desain berupa konfigurasi kolom perimeter sebagai kolom elastis, dimensi kolom plastis dan elastis dibuat seragam, dan tidak menggunakan rasio tulangan minimum.Untuk mengevaluasi kinerja struktur, digunakan analisis dinamis Time History non-linear dengan gempa periode ulang 500 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi yang digunakan dalam metode Pseudo Elastis kurang tepat.
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN JADWAL PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM PADA PROYEK APARTEMEN Kennardi, Christian; Setiadi, Ivan Pratama; ., Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dengan meningkatnya perkembangan proyek konstruksi, lahan yang tersedia semakin berkurang. Karena itu, banyak dilakukan pembangunan apartemen sebagai ganti tempat hunian. Proyek dengan skala besar akan mempunyai lebih banyak masalah dibandingkan dengan proyek dengan skala kecil. Untuk mengatasi masalah agar proyek dapat berjalan sesuai rencana dibutuhkan perencanaan dan pengendalian jadwal yang baik dengan melakukan planning, monitoring, updating.Pada penelitian ini, dilakukan perencanaan (planning) dengan melakukan WBS, menyusun urutan, dan menentukan durasi aktivitas yang digunakan sebagai dasar untuk membuat jadwal CPM pada proyek apartemen 33 lantai, kemudian dilakukan monitoring. Updating dibuat berdasarkan keadaan di lapangan dan pada penelitian ini, Update dibuat oleh kontraktor. Perencanaan dan pengendalian jadwal dibuat dengan program Microsoft Project 2007.Data untuk penelitian didapat dari konsultan pengawas dan pengamatan yang dilakukan setiap hari di lapangan. Dari data yang ada, dapat dibuat Bar Chart untuk proyek dan diperoleh nilai float factor untuk proyek 0,0023 yang menunjukkan proyek memiliki waktu yang padat dalam pengerjaannya karena nilai standarnya 3 dan critical factor 0,993 yang menandakan proyek tersebut termasuk kritis. Hal ini dikarenakan aktivitas yang ditinjau hanya sebatas pekerjaan struktur saja. Setelah melakukan planning, monitoring dan updating selama 12 periode, proyek mengalami keterlambatan dari jadwal rencana 263 hari kerja menjadi 289 hari kerja.
KRITISI DESAIN PSEUDO ELASTIS PADA BANGUNAN BERATURAN 6- DAN 10-LANTAI DENGAN DENAH PERSEGI PANJANG DI WILAYAH 6 PETA GEMPA INDONESIA Setiawan, Jimmy; Kopaloma, Victor; Lumantarna, Benjamin
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Metode Pseudo Elastis merupakan sebuah metode desain alternatif yang dikembangkan untuk perencanaan bangunan yang didesain terhadap gempa selain metode Desain Kapasitas. Perencanaan Pseudo Elastis memperbolehkan terjadinya sendi-sendi plastis pada ujung atas dan bawah kolom interior, sedangkan kolom eksteriornya harus berperilaku elastis penuh, kecuali ujung bawah kolom lantai dasar. Pola keruntuhan yang diharapkan setelah terjadi gempa merupakan partial side sway mechanism. Untuk menjamin terjadinya distribusi gaya geser pada kolom eksterior, maka diperlukan pembesaran gaya dalam kolom elastis akibat gempa berupa Faktor Pengali (FP). Tujuan penelitian ini adalah menguji asumsi penyaluran gaya geser dasar pada desain Pseudo Elastis dan menguji terjadinya partial side sway mechanism pada bangunan beraturan 6- dan 10-lantai berdenah persegi panjang di wilayah 6 peta gempa Indonesia. Kinerja bangunan diperiksa dengan metode dynamic non-linear time history analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi penyaluran gaya geser dasar pada desain Pseudo Elastis tidak selalu terjadi pada bangunan yang ditinjau.Untuk hasil kinerja bangunan, partial side sway mechanism terjadi pada bangunan 6-lantai untuk arah memanjang dan melintang, dan bangunan 10-lantai pada arah memanjang bangunan, sedangkan arah melintangnya tidak terjadi karena mengalami soft storey di lantai ke-2.
KAJIAN AWAL MENGENAI PERFORMANCE INTENSITY (MOMENTUM MANAGEMENT) UNTUK MENGUKUR KINERJA WAKTU PROYEK KONSTRUKSI ., Christian; ., Grady; ., Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Setiap Proyek Konstruksi memiliki keunikan sendiri dan tidak sama. Salah satu faktor yang menyebabkan keunikan tersebut adalah Owner proyek. Setiap Owner memiliki keinginan yang berbeda-beda dalam hal biaya, mutu dan waktu. Ketiga kriteria itu sama-sama penting, namun sangat jarang salah satu kriteria tidak lebih dominan dibandingkan dengan kriteria lainnya. Bagi Owner yang lebih mementingkan kriteria waktu maka Momentum Management merupakan metode yang sesuai karena seluruh formula di dalamnya berbasis waktu. Salah satu rumusan penting yang terdapat dalam Momentum Management adalah Performance Intensity. Tujuan dari penelitian ini adalah mengenal metode Momentum Management dengan cara melakukan studi literatur dan menerapkannya pada proyek konstruksi yang ada. Pencatatan progress harian dan perhitungan performance dilakukan untuk mengetahui keadaan proyek actual dan prediksi terhadap akhir proyek. Hasil performance dan Prediksi yang diperoleh dengan Momentum Management dapat menjadi early warning bagi para kontraktor proyek. Kontraktor dapat melakukan tindakan antisipasi lebih dini sebelum proyek terlambat lebih jauh.
STUDI OPTIMASI DAN PERENCANAAN DRAINASE BANDARA FRANS KAISIEPO BIAK PAPUA Kawer, Daniel Chever Wodiru; Hartoyo, Anthonius; Djajadi, Ruslan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Drainase suatu lapangan terbang sangat penting untuk diperhatikan dan harus direncanakan dengan baik, karena jika di daerah landasan pesawat terdapat genangan air, dapat menyebabkan pesawat tergelincir atau bahkan mengalami kecelakaan. Drainase harus direncanakan dengan baik dan seoptimal mungkin. Karena jika drainase terlalu kecil dapat menyebabkan saluran tidak dapat menampung air yang ada, sedangkan jika terlalu besar membuat perencanaan menjadi boros. Pada studi optimasi dan perencanaan  ini akan dibahas tentang optimasi dari drainase lama yang ada di Bandara Frans Kaisiepo Biak Papua serta merencanakan drainase pada lahan baru yang akan dibangun perluasan bandara. Pembahasan dan perencanaan menggunakan pedoman peraturan yang berlaku dan sesuai dengan perencanaan drainase yang berlaku di Indonesia. Dari hasil studi optimasi drainase yang lama,didapatkan bahwa drainase masih bisa diperkecil disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Sedangkan untuk perencanaan drainase baru, dilakukan dan diperhitungkan seoptimal mungkin. Namun dengan keterbatasan data dan informasi, hasil yang didapatkan tidak terlalu akurat Kami menyadari ada banyak kekurangan dalam studi optimasi ini dan perencanaan lahan baru kami, oleh karena itu, kami memberikan beberapa saran untuk mendapatkan hasil perencanaan drainase yang lebih baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 14