Articles
23 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021"
:
23 Documents
clear
PENYIAPAN PERHITUNGAN KUANTITAS STRUKTUR BAJA
Matthew - Quartus;
Joseph - Raharja;
Budiman - Proboyo;
Indriani - Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebutuhan perhitungan kuantitas pekerjaan sangatlah diperlukan untuk melakukan estimasi biaya pada semua proyek. Perhitungan kuantitas pekerjaan terkadang masih belum menerapkan teknologi pada pelaksanaannya, sehingga waktu yang dimakan cenderung lebih lama. Untuk mengatasi hal itu, dibuatlah suatu program perhitungan kuantitas pekerjaan struktur baja dengan menggunakan bantuan microsoft excel. Program ini dibuat dengan harapan bahwa perhitungan kuantitas struktur baja dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih efisien, sehingga menghemat waktu dan biaya dalam pelaksanaannya. Perancangan program perhitungan kuantitas struktur baja ini dilakukan menggunakan perangkat lunak microsoft excel 365 atau microsoft excel versi terbaru. Program ini nantinya akan terdiri dari dua bagian, yaitu measurement sheet, yang terdiri dari form perhitungan untuk profil, pelat, dan baut, dan bagian kedua yaitu bill of quantity. Bagian measurement sheet akan diprogram menggunakan rumus rumus yang tersedia di microsoft excel untuk mempermudah penggunaan. Hasil akhir dari program ini berupa sebuah bill of quantity, dimana terdapat hasil kuantitas setiap item pekerjaannya. Hasil ini kemudian dapat digunakan untuk perhitungan estimasi biaya.
ANALISIS KINERJA KONTRAKTOR BERDASARKAN JENIS POLA RANTAI PASOK KONSTRUKSI PADA BEBERAPA PROYEK DI SURABAYA
Evan - -;
Calvin - Richardy;
Handoko - Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Secara umum, supply chain management merupakan jaringan yang mengatur dan mengelola aliran total mulai dari pemasok hingga konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan pola rantai pasok pada proyek dan menilai pola rantai pasok yang memiliki keunikan masing - masing di proyek konstruksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan wawancara kepada staf dan pihak berwenang pada proyek konstruksi yang terlibat dalam pelaksanaan lapangan pada proyek pembangunan gedung di Surabaya. Data yang terkumpul dari kuesioner diolah menggunakan metode analisis rata-rata. Sedangkan, informasi yang didapat dari hasil wawancara akan dianalisis dan dikelompokkan ke dalam tiga pola supply chain konstruksi yang ada dan dikombinasikan dengan data yang terkumpul dari kuesioner dengan cara membuat mean dari data hasil kuesinoner terhadap masing-masing pola supply chain konstruksi untuk menilai kinerja dari masing-masing pola supply chain konstruksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara indikator biaya resiko dan biaya operasional, pola 1 merupakan pola terbaik untuk kontraktor. Namun, secara indikator waktu, pola 3 merupakan pola terbaik untuk kontraktor.
PENERAPAN PENGGUNAAN APD DI DUNIA KONSTRUKSI BERDASARKAN REGULASI YANG BERLAKU
Vandarina - Eden;
Nikolaus - Lukyanto;
Herry Pintardi Pintardi Chandra;
Suhendro - Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat berperan penting terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD serta penerapannya berdasarkan 3 sumber, PerMenakerTrans NOMOR : PER.08/MEN/VII/2010 dan UU No. 1 Tahun 1970, beberapa sumber artikel dan jurnal, dan Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NOMOR: 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaran Jasa Konstruksi di perusahaan kontraktor BUMN dan Swasta. Pengumpulan data dilakukan dengan survei terhadap HSE, Project Manager, Site Manager, Surveyor, Supervisor, dan Site Manager di perusahaan yang pernah atau sedang menjalankan proyek bangunan tinggi. Pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD seluruh total responden dan BUMN, pekerja yang patuh menjadi salah satu faktor berkurangnya angka kecelakaan kerja menjadi faktor terpenting. Sedangkan pada perusahaan kontraktor swasta perlu adanya sanksi terhadap tenaga kerja yang melanggar penggunaan APD menjadi faktor terpenting. Terdapat perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD pada perusahaan kontraktor BUMN dan swasta. Dalam penerapan penggunaan APD dalam total responden dan perusahaan BUMN, penerapan 5M menjadi faktor terpenting sedangkan pada kontraktor swasta penerapan 3T menjadi faktor terpenting. Berdasarkan artikel dan jurnal terdapat perbedaan penerapan penggunaan APD antara kontraktor BUMN dan swasta.
ANALISIS JADWAL PEKERJAAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE EARNED SCHEDULE
Reynold Rusman Paillin;
Farin Davianna Layadi;
Sentosa - Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu seperti bangunan atau konstruksi dalam batasan waktu, biaya dan mutu. Di dalam proyek konstruksi biasanya memiliki jadwal pelaksanaan proyek. Untuk dalam pelaksanaan proyek diharapkan agar terselesaikan dengan tepat waktu, akan tetapi dalam kenyataanya masih banyak proyek yang terlambat atau tidak sesuai dengan jadwal pelaksanaan proyek yang telah dibuat. Oleh karena itu seringkali banyak dijumpai proyek konstruksi terlambat dalam penyelesaian pembangunannya. Terjadinya keterlambatan dalam suatu proyek konstruksi tersebut bisa dianalisa menggunakan Metode Earned Schedule. Sehingga dengan adanya Metode Earned Schedule dapat digunakan untuk memprediksi proyek agar proyek tidak mengalami keterlambatan pembangunan. Metode Earned Schedule merupakan metode yang menggunakan indikator waktu. Menurut Vanhoucke dan Vandevoorde pada tahun 2007, Metode Earned Schedule juga merupakan metode yang lebih unggul dibandingkan dengan metode lainnya yang digunakan untuk memprediksi waktu penyelesaian proyek dan mengevaluasi performa waktu proyek. Dengan menggunakan Metode Earned Schedule, untuk proyek yang terlambat akan mendapatkan early warning sehingga dapat dilakukan recovery
STUDI EFEKTIVITAS PARIT DALAM MENGURANGI GETARAN
Arcelina - Saputri;
Maria - Noviani;
Gogot Setyo Budi;
Joko - Purnomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Beban berjalan yang berasal dari kendaraan bermotor dapat mengakibatkan timbulnya getaran pada bangunan di sekitarnya. Gangguan tersebut semakin parah dengan adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya. Beberapa metode telah dilaksanakan untuk mengurangi rambatan getaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembuatan hambatan berupa parit kosong (open trench) untuk memotong rambatan getaran. Lokasi penelitian dilakukan pada daerah pertambangan batu di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Jenis tanah termasuk dalam klasifikasi tanah lempung dan lanau berpasir. Tujuan penelitian untuk mengetahui kedalaman efektif parit dalam mengurangi getaran. Jarak dari sumber getaran ke titik yang ditinjau sebesar 10 m, 12 m, 14 m dengan variasi kedalaman parit 0 m, 0.8 m, 1.3 m, 1.9 m, 2.6 m dan 2.9 m. Rambatan gelombang direkam menggunakan Seismograph OYO McSeis-SX 3 channel dan geophone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman parit sebesar 0.8 m - 1.3 m sudah efektif dalam mengurangi getaran karena telah berhasil menurunkan energi dan daya gelombang masing-masing sebesar 71% dan 83% dibandingkan dengan keadaan sebelum ada parit
PENYIAPAN PERHITUNGAN KUANTITAS PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG
Vincent - Sanjaya;
Jonathan - Wangsawijaya;
Budiman - Proboyo;
Indriani - Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam proyek konstruksi, estimasi kuantitas memiliki peranan yang sangat penting karena estimasi kuantitas digunakan untuk menghitung kuantitas pekerjaan dalam pembangunan suatu proyek. Perhitungan kuantitas yang akurat dan tepat didapat dengan cara perhitungan yang baik dan benar. Oleh karena itu, dalam menghitung estimasi kuantitas pekerjaan, diperlukan pedoman untuk menghitung kuantitas pekerjaan agar tidak terjadi kesalahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Studi Literatur dan Penerapan, dimana dalam Studi Literatur mempelajari Studi Literatur mengenai Perhitungan Kuantitas Pekerjaan Struktur Beton Bertulang dan Measurement Sheet. Dalam jenis penelitian Penerapan, dilakukan penerapan perhitungan kuantitas pekerjaan dengan bantuan program. Program yang digunakan untuk menghitung kuantitas pekerjaan struktur beton bertulang menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel 365. Program ini terdiri dari 3 bagian, yaitu gambar, form, dan bill of quantities. Penelitian ini meliputi pekerjaan struktur beton bertulang, khususnya pekerjaan pengecoran, bekisting, dan pembesian. Elemen struktur yang dibahas adalah struktur kolom, balok, dan pelat. Hasil penelitian ini dilakukan terhadap Program Perhitungan Kuantitas Pekerjaan Struktur Beton Bertulang untuk menghitung total kuantitas pekerjaan yang diinginkan
INVESTIGASI IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING PADA SEKTOR KONSTRUKSI DI SURABAYA
Evelyn Fedora Johartiming;
Jane Syane Winarto;
Herry Pintardi Chandra;
Suhendro - Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Building Information Modelling (BIM) merupakan terobosan teknologi pada sektor konstruksi sebagai sistem pemodelan digital. Teknologi ini membantu kolaborasi, visualisasi, dan pengelolaan proyek sehingga memudahkan pekerjaan dibandingkan metode konvensional. Industri konstruksi di dunia telah menyadari manfaat BIM seperti menghemat biaya, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi pekerjaan perbaikan. Oleh karena itu, banyak negara maju yang telah mengimplementasikan BIM pada berbagai proyek besar dan berpendapat bahwa penggunaan BIM sudah bukan bersifat opsional melainkan sebuah standar praktik dalam industri konstruksi. Namun, implementasi BIM di sektor konstruksi Indonesia masih tergolong rendah. Sehingga, perlu untuk menginvestigasi implementasi BIM di Indonesia dengan mengidentifikasi manfaat dan faktor penghambat implementasi BIM. Penelitian dilakukan pada 9 perusahan pada sektor konstruksi di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat implementasi BIM yang paling signifikan adalah adanya visualisasi dan pemodelan 3D. Adapun faktor penghambat implementasi BIM adalah kurangnya pengenalan teknologi software BIM di jenjang pendidikan.
SURVEI KESIAPAN KONTRAKTOR TERHADAP PERUBAHAN PERUNDANG-UNDANGAN JASA KONSTRUKSI DI SURABAYA
Yohanes Ryan Giovanni;
Yoachim - Gunawan;
Paulus - Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan negara hukum sehingga semua unsur yang ada harus berdasarkan pada hukum. Seiring dengan perubahan zaman, Perundangan-undangan perlu diperbaharui untuk merevisi peraturan yang sudah tidak relevan atau menambahkan peraturan baru untuk menyesuaikan isi Perundang-undangan dengan pergerakan zaman. Kontraktor sebagai bagian dari penduduk Indonesia harus “siap” dengan perubahan tersebut terutama Perundang-undangan yang mengatur jasa konstruksi. Undang-Undang jasa konstruksi adalah hukum yang mengatur jalannya dunia konstruksi dan berlaku di seluruh Indonesia termasuk Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan kontraktor terhadap perubahan Perundang-undangan jasa konstruksi di Surabaya. Metode penelitian kesiapan dilakukan dengan mengumpulkan studi literatur tentang peraturan baru yang menyangkut dunia konstruksi dan survei berupa kuesioner mengenai kesiapan kontraktor terhadap perubahan. Karena peraturan baru tidak hanya berasal dari Undang-Undang maka disebutlah Perundang-undangan. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa kontraktor “siap” dengan perubahan Perundang-undangan jasa konstruksi. Adapun peraturan dalam Perundang-undangan yang kontraktor “tidak siap” antara lain peraturan yang membahas tentang kemampuan dasar dan sanksi administratif.
PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR BAJA RANGKA TERBREIS EKSENTRIS DAN STRUKTUR BAJA RANGKA TERBREIS PENAHAN TEKUK PADA BANGUNAN 12 DAN 18 LANTAI
Stevan - Daniel;
Natasha - Tania;
Effendy - Tanojo;
Hasan - Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bencana gempa bumi kerap terjadi di Indonesia dan tidak jarang menimbulkan banyak korban jiwa. Sebagai engineer, dalam mendesain suatu bangunan perlu memperhatikan efek dari gaya gempa. Penggunaan breising dalam bangunan dapat menjadi solusi untuk meredam gaya gempa yang diterima struktur. Penggunaan breising penahan tekuk merupakan pengembangan dari sistem rangka terbreis konsentris dan menjadi solusi untuk masalah buckling pada breising. Pada penelitian kali ini, akan ditinjau bangunan sistem tunggal 12 lantai (48 meter) dan 18 (72 meter) lantai dan masing – masing bangunan tersebut akan dimodelkan dengan struktur baja rangka terbreis eksentris (SRTE) menggunakan profil hollow dan struktur baja rangka terbreis penahan tekuk (SRTPT) menggunakan breising penahan tekuk. Seluruh bangunan akan menggunakan tipe breising yang sama yaitu multi-story X. Performa SRTE dan SRTPT akan dibandingkan dengan menggunakan nonlinear time history analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan SRTE memiliki hasil nilai displacement dan drift ratio yang lebih kecil dibanding bangunan SRTPT. Namun, bangunan SRTPT lebih unggul dalam segi keekonomisan, terbukti dari total berat bangunan yang lebih ringan daripada bangunan SRTE.
PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR RANGKA TERBREIS KONSENTRIS KHUSUS DAN RANGKA TERBREIS PENAHAN TEKUK TIPE MULTI-STORY X SISTEM TUNGGAL PADA BANGUNAN 12 DAN 18 LANTAI
David - Nicholas;
Hansel - Henderson;
Hassan - Santoso;
Effendy - Tanojo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Beban gempa menjadi pertimbangan dalam desain bangunan. Desain struktural biasanya dimulai dengan desain gaya gravitasi, kemudian meluas ke desain gaya lateral. Peristiwa seismik menyebabkan percepatan tanah yang mempengaruhi desain bangunan. Untuk mengurangi dampak akibat gempa bumi, kita wajib mendesain bangunan yang tahan terhadap gaya gempa bumi tersebut. Penelitian ini mengevaluasi kinerja struktur baja rangka bangunan RTKK (Rangka Terbreis Konsentris Khusus) dan RTPT (Rangka Terbeis Penahan Tekuk) dengan tipe Multistory X ber-sistem tunggal. Kedua bangunan akan dibandingkan kinerjanya dengan menggunakan Non-linear Time History Analysis. Bangunan yang ditinjau adalah bangunan 12 lantai (48 meter) dan 18 lantai (72 meter) dengan 5 bentang. Metode untuk mengatasi keterbatasan analisa struktur linear yang tidak bisa mengakses stabilitas yang digunakan adalah Direct Analysis Method (DAM). Pada penelitian ini, performa bangunan ditinjau berdasarkan berat struktur, nilai drift ratio dan displacement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bangunan 12 lantai dan 18 lantai, berat struktur pada bangunan RTPT lebih ringan daripada bangunan RTKK, tetapi nilai drift ratio dan displacement pada bangunan RTKK lebih baik daripada bangunan RTPT. Bangunan RTKK memiliki jumlah sendi plastis yang lebih sedikit dibandingkan dengan bangunan RTPT.