cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 64 Documents clear
EVALUASI KINERJA DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN DAN FORCED BASED DESIGN PADA REGULAR FRAME 12 LANTAI Kristofer Widjaja; Nancy Weliem; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.582 KB)

Abstract

Adanya kelemahan pada metode Forced Based Design (FBD) membuat banyak peneliti untuk menemukan metode baru sebagai alternatif desain bangunan. Direct Displacement Based Design (DDBD) merupakan sebuah metode yang dikembangkan sebagai alternatif untuk menangani kelemahan dari metode FBD. Prosedur desain pada metode ini juga lebih singkat dibandingkan metode FBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja bangunan hasil desain DDBD dan kemudian membandingkannya dengan kinerja bangunan FBD, sehingga dapat dilihat metode mana yang memiliki kinerja lebih unggul. Bangunan yang diteliti adalah bangunan regular frame 12 lantai di wilayah 2 dan 6 Peta Gempa Indonesia. Kinerja bangunan diuji dengan analisis dynamic nonlinear time history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan yang direncanakan secara DDBD menghasilkan kinerja yang tidak jauh berbeda dengan bangunan yang didesain secara FBD. Kebutuhan bahan dari kedua metode juga tidak jauh berbeda. Kedua metode memiliki performa yang baik, akan tetapi hasil DDBD memberikan hasil yang lebih mendekati target.
KECELAKAAN KERJA DAN ANALISIS PENERAPAN PERATURAN KESELAMATAN KERJA PEKERJAAN GALIAN TANAH PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Yonathan .; Andreas .; Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.89 KB)

Abstract

Dari permasalahan pekerjaan galian tanah yang rawan terjadi kecelakaan kerja, maka pihak kontraktor perlu memberikan perhatian khusus terhadap penerapan peraturan keselamatan kerja untuk menjamin keselamatan para pekerja. Penelitian ini membahas mengenai jenis kecelakaan kerja yang paling sering terjadi beserta dengan faktor penyebabnya. Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan observasi guna menganalisis dan mengevaluasi penerapan peraturan keselamatan kerja oleh para kontraktor di Surabaya. Dari hasil penyebaran kuisioner diperoleh bahwa jenis kecelakaan kerja pada pekerjaan galian tanah adalah terperosok ke dalam galian dengan jumlah frekuensi sebesar 74 responden, dengan faktor penyebab utamanya adalah penerangan yang kurang dalam galian dengan jumlah frekuensi sebesar 32 responden. Dari hasil observasi lapangan yang dilakukan di lima proyek konstruksi di Surabaya, diperoleh bahwa peraturan yang paling sering tidak diterapkan adalah peraturan mengenai adanya penghalang atau lampu sinyal untuk membatasi pekerja, jarak kendaraan dan galian dengan persentase sebesar 40% dan peraturan mengenai penggunaan safety tool untuk para pekerja dengan persentase sebesar 40%. Namun bila dilihat secara keseluruhan, dapat dilihat bahwa semua proyek yang diobservasi sebagian besar telah menerapkan peraturan yang ada pada checklist. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan peraturan keselamatan kerja pekerjaan galian tanah dalam proyek konstruksi di Surabaya dinilai sudah cukup baik.
PEMBUATAN PROGRAM ANALISA BIAYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BELI-SEWA BACKHOE Fandi .; Christopher .; Ratna S. Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.551 KB)

Abstract

Dalam pengadaan alat berat untuk sebuah proyek konstruksi, dikenal dua alternatif pemilihan yaitu beli dan sewa. Keputusan pemilihan alternatif dalam pengadaan alat berat dapat diambil setelah melakukan analisa biaya beli dengan biaya sewa. Parameter- parameter yang dipertimbangkan dalam analisa biaya beli dengan biaya sewa adalah biaya kepemilikan, biaya operasional, biaya sewa, dan nilai sisa dengan mempertimbangkan nilai uang terhadap waktu.Dalam skripsi ini, dihasilkan sebuah program yang akan membantu manajer proyek dalam menentukan pilihan alternatif pengadaan alat berat. Program ini dikhususkan pada peralatan backhoe. Program dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman PHP yang berbasis web browser dengan harapan dapat diakses melalui internet.Program ini menghasilkan grafik yang dapat menunjukkan hubungan antara biaya dan jam penggunaan alat untuk membantu dalam keputusan beli-sewa backhoe.
EVALUASI KINERJA METODEDIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN DAN FORCE BASED DESIGNPADA BANGUNAN VERTICAL SETBACK 6 LANTAI Stefany Marsilea Glorie; Victor Luis; Ima Muljati; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.66 KB)

Abstract

Metode Force Based Design (FBD) yang biasa digunakan untuk mendesain bangunan tahan gempa ternyata disadari memiliki beberapa kelemahan fundamental. Sebuah metode baru bernama Direct Displacement Based Design (DDBD) dirancang dengan langkah – langkah yang lebih efektif untuk menjawab kelemahan FBD. Penelitian ini dilakukan untuk menggunakan metode DDBD dan FBD dalam mendesain bangunan vertical setback sampai memverifikasi hasil kinerjanya. Bangunan 6 lantai yang diuji ini diletakkan pada wilayah 2 dan 6 peta gempa Indonesia. Hasil kinerja kedua metode dianalisis dengan metode Time History Non Linear. Kedua metode ini memiliki penyimpangan hasil pada daerah setback bangunan. Tetapi, evaluasi penelitian menyatakan bahwa kinerja metode DDBD lebih mendekati performa yang ditargetkan daripada metode FBD.
PERANCANGAN PERKERASAN CONCRETE BLOCK DAN ESTIMASI BIAYA Patrisius Tinton Kefie; Arthur Suryadharma; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.736 KB)

Abstract

Concrete Block merupakan salah satu alternatif lapisan permukaan untuk suatu ruas jalan. Jalan yang akan dirancang dengan menggunakan perkerasan concrete block dan dihitung estimasi biayanya adalah Jalan Raya Lawean – Sukapura dengan panjang total 10 km dengan menggunakan data yang didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Jawa Timur. Perancangan perkerasan concrete block Jalan raya Lawean – Sukapura ini dengan menggunakan metode Modifikasi Perkerasan Lentur, metode Australian Empiris dan Mechanistic Design dengan memasukkan parameter perancangan jalan: daya dukung tanah yang diperoleh dari nilai CBR tanah dasar, beban lalu lintas yang diperoleh dari lalu lintas harian rata – rata. Perhitungan estimasi biaya berdasar pada Standar Satuan Harga Dasar Konstruksi dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur Tahun Anggaran 2011 dan berdasarkan survei di lapangan terhadap produsen concrete block yang memperhatikan kuantitas jenis pekerjaan dan analisa harga satuannya. Melalui metode Modifikasi Perkerasan Lentur, jalan dengan panjang 10 km, lebar 7,5 meter, nilai CBR urugan sebesar 10%, umur rencana 10 tahun, dan menggunakan tebal lapis pondasi atas (batu pecah kelas A) minimum yaitu 20 cm dengan nilai CBR 100%, tebal sand bedding 3 cm, tebal concrete block 8 cm maka diperoleh tebal lapis pondasi bawah 19 cm dan 29 cm sesuai dengan kelandaian setiap stationing. Dari perhitungan estimasi biaya, total biaya pekerjaan perkerasan concrete block sepanjang 10 km dan lebar 7,5 meter adalah Rp 17.678.840.880,00
STUDI KASUS PENERAPAN METODE PERT PADA PROYEK GUDANG X Christian .; Cefiro .; Sentosa L.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.875 KB)

Abstract

Pembangunan yang sedang marak terjadi pada saat ini ialah pembangunan gudang khususnya di Surabaya. Gudang merupakan penanda pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Untuk dapat melakukan pembangunan secara profesional, para kontraktor harus dapat membuat perencanaan kerja yang matang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa penjadwalan proyek gudang dengan menerapkan metode PERT.Metode PERT (Project Evaluation Review Technique) merupakan metode yang bertujuan untuk memprediksi durasi dari suatu proyek dan menghitung kemungkinan terjadinya waktu yang diharapkan. Untuk mendapatkan hasil te (time expected) dari metode PERT, dibutuhkan data ta (waktu optimis) ,tb (waktu pesimis) , dan tm (waktu yang paling mungkin terjadi).Pengamatan lapangan dilakukan untuk mendapatkan Time Schedule, jumlah pekerja lapangan , Gambar Teknik proyek Gudang, dan ta tb untuk metode PERT. Dari pengolahan data didapatkan tm yang digunakan penghitungan durasi metode PERT. Dengan durasi perhitungan metode PERT, didapatkan durasi pembangunan gudang versi metode PERT.Dari Time Schedule kontraktor didapatkan durasi pembangunan gudang selama 28 minggu. Dari perhitungan metode PERT didapatkan durasi selama 32 minggu. Dari pengamatan lapangan hingga 1 Juni 2013 diketahui bahwa durasi lapangan lebih mendekati pada durasi perhitungan metode PERT daripada durasi Time Schedule.
MACAM-MACAM FLOOR HARDENER DENGAN KINERJANYA Leonardo Krisnanto Wijono; Gerry Febrian Ongko; Prasetio Sudjarwo; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.398 KB)

Abstract

Perkembangan bangunan industri membutuhkan permukaan lantai yang kuat dan tahan terhadap gesekan, kotoran, dan debu. Dengan kemajuan teknologi, Floor Hardener diciptakan untuk memperbaiki masalah-masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui macam-macam Floor Hardener, termasuk komposisi-komposisi yang terkandung di dalamnya dan kinerja dari masing-masing Floor Hardener pada proyek-proyek konstruksi.Penelitian ini dilakukan dengan cara studi literatur mengenai macam-macam Floor Hardener yang terbagi menjadi natural / non metallic dan metallic, kemudian mengamati secara langsung kinerja-kinerja Floor Hardener pada proyek-proyek konstruksi dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari penelitian yang telah dilakukan, berikutnya dibuat kesimpulan mengenai hal-hal yang berpengaruh dalam kinerja Floor Hardener. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa mutu beton, tebal pelat lantai beton, jenis Floor Hardener yang dipakai, pelaksanaan pada saat pengerjaan, dan perawatan yang dilakukan untuk pencegahan sangat berpengaruh sekali terhadap kinerja Floor Hardener.
ANALISIS KINERJA WAKTU PROYEK SEKOLAH “X” DENGAN METODE PERFORMANCE INTENSITY Andrew Santoso; Andi Prasetyo; Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.434 KB)

Abstract

Kendala waktu sering menjadi masalah dalam proyek konstruksi. Penjadwalan proyek dan evaluasi yang konsisten diperlukan agar proyek selesai tepat waktu. Evaluasi diterapkan menggunakan metode performance intensity dan metode earned value analysis. Evaluasi untuk mengetahui kinerja waktu diterapkan pada proyek sekolah 3 lantai di Surabaya. Proyek direncanakan selesai pada 12 April 2013 dengan durasi 180 hari. Pada awal April kontraktor melakukan update sehingga proyek direncanakan selesai 31 Mei 2013 dengan durasi 228 hari. Evaluasi dilakukan selama 14 periode. Setelah evaluasi dilakukan, kemudian dilakukan analisa faktor yang menyebabkan proyek terlambat. Hasil analisa metode performance intensity menunjukkan sampai pada periode 14, waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana, yang ditunjukkan dengan nilai Actual Performance Intensity kumulatif (2.116) lebih kecil dari nilai cruise control period (2.576) dengan prediksi tanggal selesai 15 Juli 2013. Hasil analisa metode earned value analysis menunjukkan sampai pada periode 14, waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana, yang ditunjukkan dengan nilai SPI=0.8594 (SPI<1) dengan prediksi tanggal selesai 7 Juli 2013. Keterlambatan disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi yang sering membuat proyek terlambat adalah faktor predecessor, tenaga kerja, dan material.
PENGARUH PEMANFAATAN SERAT SABUT KELAPA DENGAN PERLAKUAN ALKALI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON Fandy .; Anita .; Handoko S.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.318 KB)

Abstract

Beton serat merupakan campuran beton dengan penambahan material berupa serat, baik sintetis maupun alami, bertujuan untuk memperbaiki karakteristik beton. Sumber daya alam yang melimpah di Indonesia membuat pemanfaatan serat sabut kelapa dalam campuran beton memiliki prospek yang baik.Penelitian ini mencampurkan beton dengan serat sabut kelapa tanpa dan dengan perlakuan alkali guna mengetahui pengaruh penambahan campuran serat sabut kelapa tersebut terhadap kuat tekan dan tarik beton. Perlakuan alkali diharapkan dapat memperbaiki struktur serat sehingga dapat lebih melekat dengan matriksnya. Benda uji yang dibuat berupa beton kubus 15x15x15 cm3 untuk pengujian kuat tekan dan beton silinder 15cm x 30cm untuk pengujian splitting (kuat tarik beton). Pengujian dilakukan pada benda uji berumur 7, 14, dan 28 hari. Variasijumlah serat yang digunakan sebesar 0,5%, 0,75%, dan 1% dari volume beton untuk masing-masing serat tanpa perlakuan alkali, serat dengan perlakuan alkali (1 M dan 1,25 M). Hasil pengujian menunjukkan penambahan serat sabut kelapa sebesar 0,5% dengan perlakuan alkali merupakan komposisi yang optimum, dimana mampu meningkatkan nilai kuat tekan dari beton konvensional sebesar 17,8% untuk perlakuan alkali 1,25 M dan 13,5% untuk perlakuan alkali 1 M. Selanjutnya, penambahan serat sebesar 0,75% dengan perlakuan alkali memiliki nilai kuat tarik tertinggi diantara beton dengan variasi serat lainnya.
PERHITUNGAN PERCENT PLAN COMPLETED DAN IDENTIFIKASI FAKTOR TIDAK TERCAPAINYA RENCANA PEKERJAAN PADA SUATU PROYEK KONSTRUKSI Steven .; Robby .; Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.853 KB)

Abstract

Dalam perkembangan dunia konstruksi yang semakin komplek, sering terjadi pekerjaan yang tidak dapat selesai sesuai dengan jadwal perencanaan. Dimana keterlambatan pada proyek di Indonesia sudah menjadi hal yang umum. Penelitian ini bertujuan untuk menilai suatu perencanaan proyek dengan menghitung Percent Plan Completed dan juga mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tidak tercapainya rencana pekerjaan (Reason Not Complete). Hal ini dilakukan dengan menerapkan kontrol aliran kerja yang berkesinambungan agar perencanaan menjadi lebih handal. Selain itu juga akan diteliti mengenai penggunaan kontrol aliran kerja sistem last planner pada suatu proyek konstruksi. Penelitian ini telah dilakukan selama 9 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata PPC (Percent Plan Completed) sebesar 83.1%, kemudian faktor penyebab dominan tidak terselesaikannya pekerjaan dalam proyek ini adalah faktor labor. Selain itu proyek yang diamati ini sedikit melakukan kontrol aliran kerja sistem last planner. Dimana aliran kerja yang dilakukan yaitu lookahead 2 mingguan dan daily meeting yang dilakukan seminggu sekali.