Articles
54 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2014)"
:
54 Documents
clear
PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DENGAN TREATMENT HCL SEBAGAI PENGGANTI SEMEN DALAM PEMBUATAN BETON
. Maria;
, Chris;
Handoko Sugiharto;
Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.982 KB)
Beton pozzolanic merupakan beton dengan penambahan material pozzolan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan semen dalam campuran beton. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penggunaan material pozzolan berupa Rice Husk Ash (RHA) terhadap workability dan kuat tekan dari beton. Persentase penggunaan RHA yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15%. Dilakukan empat jenis treatment yang berbeda pada RHA antara lain penumbukan, penambahan alkali treatment (HCl), pembakaran dengan suhu 600°C, serta penambahan alkali treatment (HCl) pada RHA yang telah dibakar dengan suhu 600°C. Analisa terhadap RHA yang dibakar dengan suhu 600°C dilakukan dengan pengujian X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil tes menunjukkan bahwa RHA yang digunakan merupakan pozzolan tipe C dengan total SiO2+ Fe2O3 + Al2O3 sebesar 83.82%. Dilakukan pengujian kuat tekan pada tiga sampel beton kubus berukuran 15x15x15 cm³ pada saat umur beton mencapai 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil menunjukkan bahwa beton dengan campuran RHA memiliki workability yang lebih rendah dibandingkan dengan beton kontrol. Uji kuat tekan beton dengan penambahan abu sekam mencapai 30.56 MPa selisih 7.1 % dari kuat tekan beton kontrol (32.89 MPa).
STUDI KASUS PEKERJAAN PRODUKSI DAN PEMASANGAN DINDING PRECAST PADA PROYEK APARTEMEN
Andree Surya Salim;
Lukito Kaswara;
, Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.934 KB)
Kesuksesan suatu proyek konstruksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah manajemen sumber daya, baik material maupun tenaga kerja. Hal ini dapat ditinjau dari besarnya produktivitas masing - masing pekerjaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya produktivitas pekerjaan dinding precast pada 2 tower yang berbeda dalam proses produksi maupun pemasangan. Metode yang digunakan untuk mengukur produktivitas adalah pengamatan langsung di lapangan. Dari data tersebut lalu dilakukan analisis dengan metode Level of Effort sehingga dapat diketahui nilai produktivitas harian (daily productivity) pada masing - masing pekerjaan.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada tower X, daily productivity pekerjaan produksi sebesar 3,529 m2/manday sedangkan pemasangan sebesar 3,631 buah /manday. Pada tower Y untuk pekerjaan produksi sebesar 3,485 m2/manday dan pekerjaan pemasangan sebesar 6,605 buah/manday
ANALISIS KEPUASAN PENGHUNI PERUMAHAN PONDOK TJANDRA INDAH
Jovita Caroline;
Nelza Natally Harsony;
Herry P. Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.235 KB)
Seiring dengan pemahaman rumah merupakan kebutuhan dasar manusia, perkembangan perumahan di Surabaya tidak diimbangi dengan kepuasan penghuni. Oleh karena itu, untuk mempertahankan industri properti khususnya perumahan, perlu diadakan penelitian agar diketahui tingkat kepuasan penghuni perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan penghuni dan tanggapan dari Pondok Tjandra terhadap hasil penelitian. Tingkat kepuasan konsumen didasarkan pada dua perspektif psikologi yaitu kognitif dan afektif. . Untuk variabel kognitif dilakukan uji tingkat kepentingan, sedangkan variabel afektif dilakukan uji tingkat kepuasan. Lokasi penelitian berada di perumahan Pondok Tjandra Indah, Sidoarjo. Analisis yang digunakan antara lain analisis deskriptif untuk menjelaskan kepuasan penghuni, t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan, dan analisis faktor untuk menentukan kepuasan penghuni perumahan Pondok Tjandra Indah berdasarkan jawaban responden. Dari hasil penelitian, terdapat perbedaan antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan penghuni terhadap atribut produk perumahan yaitu pada variabel pemandangan yang alami, kemanan dan utilitas. Hal ini berarti bahwa yang dianggap penting pada ketiga variabel tersebut tidak menghasilkan kepuasan bagi penghuni perumahan.
PENGUKURAN TINGKAT MOTIVASI DAN DEMOTIVASI PEKERJA KONSTRUKSI PADA SUATU PROYEK DI SURABAYA
William Liedianto;
, Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.631 KB)
Performa kerja seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kinerja seseorang adalah faktor motivasi dan demotivasi. Seorang pekerja motivasi yang tinggi dapat menghasilkan performa kerja yang lebih baik, sedangkan pekerja demotivasi yang tinggi dapat menurunkan performa kerja mereka. Banyaknya faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi dan demotivasi dalam suatu proyek menyebabkan kesulitan dalam mengukur tingkat motivasi dan demotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat motivasi dan demotivasi pekerja dengan menggunakan permodelan yang sudah ada. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 102 pekerja pada suatu proyek apartemen di Surabaya. Nilai motivasi yang didapatkan dari penelitian ini adalah sebesar 83.48, dan nilai demotivasi adalah sebesar 22.27. Untuk menaikkan nilai motivasi dan menurunkan demotivasi pada proyek ini, sebaiknya dilakukan pemberian bonus kepada pekerja, pemberian tempat tinggal yang lebih memadahi dan waktu pembayaran yang tepat.
AGREGAT RINGAN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LUMPUR SIDOARJO
Eric Budisetiawan;
Anton Prayogo Go;
Djwantoro Hardjito;
, Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.826 KB)
Tanggal 29 Mei 2006 menandai terjadinya peristiwa geologi yang mengakibatkan semburan lumpur di daerah Sidoarjo. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa lumpur Sidoarjo dapat dimanfaatkan salah satunya untuk bahan pembuat agregat ringan buatan. Pembuatan agregat ringan buatan ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan hasil berat jenis 1,06 gr/cm3 dan kuat tekan 6 MPa. Dalam penelitan ini dilakukan mix design dengan komposisi yang mirip dengan penelitian sebelumnya ditambah dengan campuran foam. Untuk pembakaran pada tahap akhir dilakukan variasi suhu yaitu 500 oC, 550 oC, dan 600 oC dan variasi waktu pembakaran selama 5 jam dan 6 jam. Dari seluruh percobaan ini, didapatkan agregat ringan paling optimal dengan berat jenis berat jenisnya 0,93 gr/cm3 dan kuat tekan sebesar 3,3 MPa dengan umur 1 hari.
EVALUASI UNSAFE ACT, UNSAFE CONDITION, DAN FAKTOR MANAJEMEN DENGAN METODE BEHAVIOR BASED SAFETY PADA PROYEK APARTEMEN
. Patricia;
, David;
, Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (414.725 KB)
Perkembangan dunia properti menimbulkan berbagai implikasi, di bidang konstruksi, salah satunya adalah kecelakaan kerja. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kecelakaan kerja adalah dengan metode Behavior Based Safety (BBS) yang berpusat pada tingkah laku pekerja. Penelitian ini membahas mengenai tindakan dan kondisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan menggunakan metode BBS pada proyek Apartemen yang terletak di Surabaya Timur. Selain itu, dalam penelitian ini juga akan mengetahui hasil pendapat tentang program K3 yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Dari hasil pengamatan observasi lapangan yang dilakukan selama 30 hari, diperoleh nilai rating dari faktor-faktor yang diamati pada area kerja penulangan, bekesting, finishing, dan precast. Dimana hasil rating keseluruhan 0,58 yang menunjukkan dalam safe act. Kemudian, diperoleh juga hasil rating keseluruhan dari unsafe condition yang diamati dalam 2 tower, yaitu 0,20 yang menunjukkan terjadinya safe condition. Hasil penyebaran kuesioner kepada pihak kontraktor dan pengawas menunjukkan bahwa kinerja para pekerja masih tergolong dalam kondisi safe dan sesuai dengan program yang telah ditetapkan.
STUDI AWAL PEMBUATAN HIGH VOLUME LIGHT WEIGHT SIDOARJO MUD CONCRETE BRICK
R. Susanto;
A. S. Goey;
D. Hardjito;
, Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.622 KB)
Penelitian ini menggunakan kadar lumpur Sidoarjo yang tinggi dan bertujuan untuk menganalisa perbandingan dari penggunaan pasir dan semen dalam pembuatan batako. Untuk mengetahui kandungan lumpur dilakukan tes XRF (X-Ray Flouresence). Lumpur yang digunakan diproses terlebih dahulu dengan memasukkan lumpur ke dalam oven selama 1 hari dan kemudian dibakar selama 5,5 jam dengan suhu 680 oC, kemudian digiling dengan Bar-Mill selama 8 jam agar lolos ayakan 63 μm. Penelitian ini menggunakan persentase kadar lumpur 65%, 70% dan 75% dengan perbandingan semen pasir 1:7, 1:8, dan 1:9. Selain itu juga digunakan foaming agent untuk mencapai densitas yang ringan. Pembuatan sampel tanpa foaming agent dicetak dengan bekisting 5x5x5 cm3, sedangkan untuk sampel dengan foaming agent dengan ukuran 10x10x10 cm3 dan menggunakan variasi pozzolan 50%-65%. Kadar 65% dengan perbandingan semen pasir 1:7 menghasilkan kuat tekan 3,72 MPa pada umur 28 hari. Untuk penggunaan foaming agent, kadar 50% dengan perbandingan semen pasir 1:7 menghasilkan kuat tekan 3,51 MPa dan densitas 1692 Kg/m3.
KAJIAN TERHADAP BEBERAPA DESAIN DAN ESTIMASI BIAYA TEBAL PERKERASAN JALAN
Kevan Pratama;
Yonathan Eldove Wijaya;
Indriani Santoso;
Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.115 KB)
Jenis perkerasan jalan raya di Indonesia saat ini yaitu perkerasan lentur, concrete block, dan beton semen. Jalan yang akan dirancang dan dihitung estimasi biayanya adalah Jalan Raya Lawean – Sukapura dengan panjang total 10 km menggunakan data yang didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Jawa Timur. Dalam mengkaji perkerasan digunakan metode analisa komponen untuk perkerasan lentur, metode modifikasi perkerasan lentur untuk perkerasan concrete block, dan Peraturan Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen Pd T-14-2003 untuk perkerasan beton semen dengan memasukkan parameter perancangan jalan: nilai CBR tanah dasar dan beban lalu lintas yang sama. Perhitungan estimasi biaya berdasarkan Standar Satuan Harga Dasar Konstruksi dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur Tahun Anggaran 2011. Dari masing – masing metode didapat tebal tiap lapis perkerasan yaitu perkerasan lentur : lapis permukaan = 7,5 cm, lapis pondasi atas = 20 cm, lapis pondasi bawah = 27 cm; perkerasan concrete block : lapis permukaan = 8 cm, lapis sand bedding = 3 cm, lapis pondasi atas = 20 cm, lapis pondasi bawah = 22 cm; perkerasan beton semen : lapis permukaan = 24 cm, lapis pondasi bawah = 10 cm. Perhitungan estimasi biaya didapat perkerasan concrete block lebih murah 18,23% dari perkerasan lentur, sedangkan perkerasan beton semen lebih mahal 62,55% dari perkerasan lentur.
PERTIMBANGAN PENGGUNAAN FREEWARE SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENJADWALAN PROYEK
Yohana Gunawan Henuk;
Vanessa Paramitha Teguh;
Paulus Nugraha;
Sandra Lukito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.497 KB)
Penggunaan aplikasi komputer sudah menjadi hal yang umum pada bidang teknik sipil khususnya penjadwalan proyek. Kebanyakan dari aplikasi komputer tersebut tidak bisa didapatkan secara cuma-cuma atau gratis bahkan harga yang diberikan pun dirasa cukup mahal namun saat ini sudah ada beberapa aplikasi komputer yang bisa digunakan secara cuma-cuma atau yang biasa disebut dengan freeware. Penggunaan freeware ini tentu bertujuan untuk mempermudah dalam penjadwalan proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan alternatif dalam penggunaan freeware penjadwalan proyek. Saat ini telah terdapat bermacam-macam freeware untuk membantu proses penjadwalan proyek, namun hanya empat buah freeware yang dibahas disini antara lain Open Workbench, OpenProj, Gantt Project, dan jxProject.Penelitian ini membandingkan kinerja software komersial (Microsoft Project) dengan empat buah freeware dengan menggunakan metode penelitian yaitu pendekatan studi literatur, pengumpulan dan pengenalan freeware, metode penjadwalan software, kerangka dasar penelitian, pengambilan data, proses input data, analisis, penilaian freeware dan kesimpulan.Penentuan hasil penelitian ini menggunakan total dari nilai evaluasi dari tiap kriteria perbandingan yang kemudian didapatkan kesimpulan bahwa OpenProj memiliki nilai evaluasi yang mendekati nilai evaluasi Microsoft Project.
PERBANDINGAN RESOURCE LEVELING DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PROGRAM MICROSOFT PROJECT 2010 DAN PRIMAVERA
. Evan;
, Rizky;
Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.635 KB)
Dalam proses perencanaan resource allocation ada banyak kendala yang diakibatkan dari berbedanya tingkat kerumitan tiap proyek. Oleh karena itu diperlukan aplikasi program yang sesuai dengan berbagai macam kebutuhan perusahaan/ latar belakang pengguna dalam membantu merencanakan resource allocation. Diantara berbagai software yang ada sekarang ini Microsoft Project dan Primavera adalah aplikasi program profesional yang masih berkembang dan paling sering digunakan oleh project planner, project control, scheduler, project manager, estimator, dan lain-lain. Penelitian ini membandingkan kelebihan dan kelemahan kedua software dalam hal resource leveling dengan memakai pendekatan studi literatur, mengintepretasikandalam software, menggunakan semua fitur aplikasi program yang tersedia, dan kemudian membandingkan kedua software berdasarkan 3 dari 12 kategori menurut J. D. Witt dalam hal resource leveling sebagai kerangka dasar penelitian. Hasil penelitian menunjukan keduanya memiliki kemampuan yang relatif sama. Di satu pihak, Microsoft Project memiliki keunggulan antara lain lebih user friendly, tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyelesaikan hubungan antar aktivitas, mengatur resources yang akan direncanakan hingga menyelesaikan resource leveling. Sedangkan, Primavera baik dalam menampilkan grafik resource dan kurva S, dan sangat disarankan untuk pengguna professional.