Articles
41 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015"
:
41 Documents
clear
PERBANDINGAN BIAYA STRUKTUR BAJA NON-PRISMATIS, CASTELLATED BEAM, DAN RANGKA BATANG
Jason Chris Kassidy;
Jefry Yulianus Seto;
Hasan Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.627 KB)
Pesatnya perkembangan dalam dunia konstruksi baja saat ini menuntut para praktisi untuk dapat membangun struktur baja dengan seefisien mungkin. Efisiensi struktur dapat diraih dengan ketepatan pemilihan jenis struktur yang akan digunakan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap biaya total struktur. Dalam penelitian ini, struktur yang ditinjau adalah struktur gudang dengan model gable frame yang akan dirancang dengan 3 tipe, yaitu dengan profil non-prismatis, castellated beam, dan rangka batang. Ketiga tipe struktur ini diteliti terlebih dahulu agar mendapatkan hasil yang maksimal sebelum didesain. Setelah mendapatkan hasil desain yang sesuai, maka dapat dibuat perbandingan biaya yang dihitung dari kebutuhan material, biaya pekerjaan, serta biaya secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi para praktisi yang akan mendesain struktur baja khususnya gudang dengan model struktur gable frame pada bentang panjang, yaitu pada kisaran 40-60 meter.
STUDI TENTANG HARGA SATUAN UPAH PADA PROYEK KONSTRUKSI
Daniel Kusnanto;
Aditya Ronald Dohar;
Indriani Santoso;
Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640 KB)
Upah merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan proyek konstruksi. Di Indonesia, dikenal dua cara untuk melakukan perhitungan biaya konstruksi yaitu perhitungan sesuai dasar SNI Analisis Biaya Konstruksidan perhitungan secara borong kerja. Untuk melakukan estimasi terhadap upah tenaga kerja, diperlukan data historis berupa kuantitas pekerjaan, upah harian dan indekstenaga kerja. Data tersebut diolah hingga didapatkan harga satuan upah untuk masing-masing pekerjaan. Fokus penelitian ini adalah pekerjaan struktur atas beton bertulang dan arsitektur. Pekerjaan struktur meliputi pekerjaan pengecoran, pemasangan bekisting, dan pembesian pada struktur kolom, balok, plat, dan tangga. Sedangkan pekerjaanarsitekturmeliputi pekerjaan pemasangan dinding bata ringan, plesteran, dan acian. Berdasarkan hasil penelitianterhadap proyek Hotel 9 lantai di Surabaya Selatan dan proyek gedung perkantoran 16 lantai di Surabaya Barat, diperoleh hasil mengenai persentase upah borongan terhadap SNI. Juga diperoleh indeks tenaga kerja untuk upah borongan.
PENGEMBANGAN ALAT BANTU TABEL SAMBUNGAN KAKU PADA PROFIL WF BERDASARKAN KAPASITAS PROFIL MENURUT SNI 1729:2015
Albert Hansel;
Stefanus Tanaya;
Effendy Tanojo;
Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.295 KB)
Sambungan merupakan bagian penting dari struktur baja. Pada proses desain sambungan baja, perhitungan yang dilakukan sangatlah rumit karena banyak variabel konfigurasi yang harus dipertimbangkan, seperti ukuran profil yang disambung, jenis mutu dan jumlah baut yang digunakan, jenis mutu dan ketebalan las, serta dimensi pelat penyambung. Konfigurasi tersebut juga harus memenuhi persyaratan SNI. Alasan-alasan tersebut mengakibatkan proses desain membutuhkan trial and error yang cukup panjang. Untuk mempermudah proses desain supaya tidak memakan waktu yang lama, maka diperlukan tabel sambungan baja tipe kaku yang sering digunakan di lapangan (extended end-plate connection dan bolted cover plate beam splice). Tabel ini dibuat berdasarkan peraturan SNI 1729:2015, dengan mempertimbangkan ukuran dari profil yang akan disambung, mutu dan jumlah baut yang digunakan, mutu dan ketebalan las, dan juga dimensi pelat penyambung. Tabel ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mendesain sambungan. Pengguna hanya perlu mengetahui profil yang akan disambung, lalu memilih konfigurasi sambungan dengan mempertimbangkan kapasitas sambungan terhadap gaya dalam rencana.
MONITORING PENJADWALAN PROYEK & EVALUASI JUMLAH TOWER CRANE PADA PROYEK CONDOMINIUM & PODIUM SEBUAH PLAZA DI TENGAH KOTA
Agnes Maria Wijaya;
Ayu Wirastuti;
Paulus Nugraha;
Sandra Loekita
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.952 KB)
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang dibatasi oleh durasi waktu, agar dapat mengetahui proyek masih berjalan sesuai dengan rencana, maka perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi penjadwalan dilakukan dengan mengevaluasi jadwal rencana proyek dengan realisasi pelaksanaan. Tower Crane (TC) merupakan salah satu alat berat yang digunakan untuk pembangunan gedung-gedung tinggi. Dalam proyek konstruksi, TC digunakan sebagai alat bantu untuk mengangkut material, oleh karena itu penempatan TC perlu direncanakan secara tepat. Sehingga TC dapat membantu proyek berjalan sesuai dengan jadwal rencana, terutama pada proyek yang lahannya terbatas. Penempatan TC memperhitungkan titik konflik yang terjadi antar TC. Penelitian ini menggunakan sampel proyek Condominium dan Podium sebuah Plaza di tengah kota, yang lahannya sangat terbatas, baik jalan akses untuk peralatan maupun material. Penelitian dimulai dengan mengolah data yang ada untuk mengevaluasi jadwal rencana dan realisasi pelaksanaan, serta penempatan TC dengan menggunakan teori titik konflik yang terjadi antar TC dengan menggunakan 3 skenario. Dengan melakukan perbandingan antara jadwal rencana dan realisasinya, maka terlihat bahwa proyek tersebut mengalami kemunduran pekerjaan, yang berkisar antara 17-52 hari. Dengan menggunakan perhitungan titik konflik dari ketiga skenario penempatan TC, ditemukan bahwa penempatan yang paling optimal yaitu skenario 3, dimana jumlah konfliknya paling sedikit.
KORELASI NILAI MACKINTOSH PROBE DENGAN N-SPT DAN CPT PADA TANAH LEMPUNG
Matheus Dani Tanjung;
Hadi Soetjianto;
Johanes I. Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.432 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan korelasi antara hasil Mackintosh probing, MPT, dengan hasil N-SPT serta qc-sondir dari CPT. Penelitian langsung di lapangan dilakukan pada empat lokasi dengan kondisi dan jenis tanah yang berbeda, yaitu di lokasi Mojosari, Pondok Chandra, Gresik, dan Pakuwon. Dari penelitian ini dihasilkan korelasi N-SPT = 0.0532 MPT dan qc=0.0622 MPT yang berlaku untuk tanah-tanah kelempungan. Untuk tanah urugan yang heterogen tidak didapat korelasi yang baik.
PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG PROYEK BANGUNAN BERTINGKAT (Studi Kasus Proyek Bangunan Condominium TP6)
Fransisco Ardi;
Kefin C. Wanandy;
Ratna S. Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.236 KB)
Mayoritas pekerjaan bangunan bertingkat pada umumnya adalah pekerjaan struktur beton bertulang. Pekerjaan struktur beton bertulang adalah pekerjaan bekisting, penulangan, dan pengecoran. Salah satu hal yang perlu di manajemen dari pekerjaan struktur beton bertulang adalah pekerja. Hal yang perlu diketahui dalam manajemen pekerja adalah produktivitas pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung nilai produktivitas pekerja pekerjaan struktur beton betulang,mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang, dan membandingkan hasil produktivitas pekerja dengan SNI tahun 2008.Penelitian ditunjang dengan observasi lapangan pada proyek condominium TP6. Hasil penelititan menunjukkan bahwa faktor kondisi lapangan, ketersediaan material, faktor relaxation allowances dan contingency allowances, jumlah pekerja.
PENELITIAN AWAL TENTANG PENGARUH PENGGUNAAN CONSOL POLYMER LATEX SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON
Niko Sebastian;
Robert Darwin;
Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.16 KB)
Dalam dunia konstruksi, beton adalah barang yang sering kita jumpai. Seringkali beton yang kita dijumpai sudah dicampur dengan admixture untuk memperoleh hasil kekuatan beton yang maksimal. Salah satu jenis admixture yang ada yaitu latex. Oleh karena hal tersebut maka dilakukan penelitian. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan consol polymer latex pada campuran beton. Consol polymer latex ini termasuk dalam jenis latex yaitu jenis latex emulsi. Dalam penelitian ini dilakukan 4 jenis percobaan, yaitu pengujian kuat tekan, kuat lentur, kuat tarik dan momen nominal beton. Semua tes dilakukan pengujian pada 7, 14, dan 28 hari, serta dilakukan juga tes pada saat 1 hari untuk beton yang telah dicampur dengan consol polymer latex.
PERBANDINGAN PERENCANAAN SAMBUNGAN KAYU DENGAN BAUT DAN PAKU BERDASARKAN PKKI 1961 NI-5 DAN SNI 7973:2013
Eman Christianto;
Budisetyono T.;
Ruslan Dj.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.675 KB)
Seiring perkembangan teknologi, manusia mulai beralih menggunakan material baja dan beton, tetapi di daerah yang sulit untuk membuat bangunan dari beton atau baja, solusinya dapat menggunakan material kayu. Kayu memiliki kelemahan yaitu mempunyai panjang yang terbatas sehingga diperlukan sambungan. Sambungan baut dan paku telah diatur dalam PKKI 1961 NI-5 dan disempurnakan dalam SNI 7973:2013.Struktur yang ditinjau berupa sambungan batang kayu dan diasumsikan sebagai atap rangka batang yang terlindung dan balok yang terlindung. Beban yang diberikan berupa beban terpusat dan beban merata, yang terdiri dari beban mati, beban hidup di atas atap, beban hidup, beban hujan, dan beban angin. Semakin besar diameter baut dan paku yang digunakan maka jumlah baut dan paku akan sama dengan peraturan PKKI 1961 NI-5 dan SNI 7973:2013 (untuk DTI). Sedangkan semakin kecil diameter baut yang digunakan dengan SNI 7973:2013 (untuk DFBK) maka jumlah baut akan lebih sedikit dari PKKI 1961 NI-5 dan semakin kecil diameter paku yang digunakan dengan PKKI 1961 NI-5 maka jumlah paku akan lebih sedikit dari SNI 7973:2013 (untuk DFBK).
IDENTIFIKASI DAN ALOKASI RISIKO-RISIKO PADA PROYEK SUPERBLOK DI SURABAYA
Jeffry Gunawan;
William Surono;
Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.916 KB)
Setiap proyek konstruksi selalu dihadapkan pada kemungkinan terjadinya berbagai macam risiko. Semakin tinggi tingkat kompleksitas suatu proyek maka semakin besar tingkat risiko yang mungkin terjadi pada proyek tersebut. Proyek Superblok merupakan salah satu proyek dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin muncul dalam proyek superblok di Surabaya dan bagaimana mengalokasikannya. Penelitian tentang identifikasi dan alokasi risiko-risiko pada proyek superblok ini dilakukan di wilayah Surabaya dengan cara semi-studi kasus dimana dilakukan observasi langsung ke lapangan, wawancara, dan penyebaran kuisioner yang ditujukan kepada kontraktor dan pihak owner yang terlibat secara langsung dalam proyek superblok ini. selanjutnya semua kuisioner yang berhasil terkumpul dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis T-Test dan analisis mean. Semua data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan kuisioner akan digunakan untuk mencari kesimpulan tentang frekuensi terjadinya suatu risiko dan pengalokasiaannya. Dari hasil analisis didapatkan bahwa faktor penyebab risiko yang paling sering terjadi dalam proyek superblok adalah : risiko disain, risiko alam, dan risiko konstruksi. Didapat juga adanya perbedaan pendapat antara pihak kontraktor dan pihak owner khususnya pengalokasian faktor alam, faktor disain, dan faktor finansial.
ANALISIS LAYANAN SHUTTLE UNTUK MENGOPTIMALKAN FASILITAS PARKIR DI KAMPUS
Daniel Hotber Nadapdap;
Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.265 KB)
Pada era modern, pendidikan menjadi salah satu hal utama untuk menunjang kualitas hidup seseorang, hal tersebut membuat semakin banyak masyarakat Indonesia berusaha untuk menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Pada beberapa perguruan tinggi, mahasiswanya cenderung menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan dari tempat tinggal menuju ke kampus. Hal ini menyebabkan pertumbuhan beban lalu lintas kampus dan lingkungan sekitarnya tidak dapat dihindarkan, selain itu kampus juga memerlukan lahan parkir yang cukup besar untuk menampung semua kendaraan pribadi tersebut, terutama mobil.Mengetahui presentasi pemilihan moda transportasi antara berkendara sendiri dengan berkendara bersama dengan memberikan atribut berupa biaya parkir, waktu mencari parkir dan waktu tempuh dari lapangan parkir ke kampus. Dengan cara regresi untuk mendapatkan suatu persamaan.Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi sensitivitas mahasiswa untuk beralih dari berkendara sendiri dan berkendara bersama adalah diberlakukannya tarif parkir. Hal tersebut dapat dilihat dari 3 grafik yang ada. Bahwa kelengkungan garis pada grafik menandakan tingkat kesensitivitas responden. Tetapi didapati bahwa harga yang dimasukkan terlalu mahal untuk membuat responden beralih menjadi berkendara bersama. Sehingga analisa ini juga tidak serta merta dapat menjamin keberhasilan pada saat diberlakukan di kampus.