cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018" : 84 Documents clear
KINERJA SISTEM TUNGGAL STRUKTUR BAJA RANGKA TERBREIS KONSENTRIS KHUSUS BERBENTUK V TERBALIK PADA MID RISE BUILDING Pranoto, Victor Winata; Muktiwibowo, Sebastian Arif; Tanojo, Effendy; Santoso, Hasan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.42 KB)

Abstract

Berdasarkan SNI 1726:2012, struktur penahan gempa dibagi menjadi 2 sistem yaitu tunggal dan ganda. Pada sistem tunggal, gaya gempa pada bangunan hanya diterima oleh rangka terbreis dari bangunan. Sedangkan pada sistem ganda, gaya gempa ditahan oleh rangka terbreis dan juga rangka pemikul momen. Penelitian ini secara khusus membahas bagaimana performa salah satu struktur penahan gempa dengan sistem tunggal dilihat dari ketinggian bangunan. Ketinggian tersebut disesuaikan dengan SNI 1726:2012 tabel 9 dan pasal 7.2.5.4 yaitu batasan tinggi untuk bangunan Kategori Desain Seismik D dan E adalah 48 meter (12 lantai) dan dapat ditingkatkan hingga 72 meter (18 lantai) apabila struktur mempunyai sistem penahan gempa rangka baja dengan konsentris khusus. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan sistem tunggal Rangka Terbreis Kosentris Khusus (RTKK) berbentuk V terbalik. Langkah penelitian meliputi preliminary design, pemodelan dan pembebanan, desain kapasitas, pengecekan drift, pengujian kinerja bangunan, dan evaluasi performa bangunan beserta diskusi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing bangunan RTKK berbentuk V terbalik ini mengalami kegagalan pada breising. Berdasarkan penelitian, hasil performa masing-masing bangunan menunjukkan performa yang relatif sama meskipun memiliki ketinggian yang berbeda
MANAJEMEN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN PARKIR MOBIL DI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Angeline, Angeline; Solli, Indira Detari; Setiawan, Rudy
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.985 KB)

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah mahasiswa, maka kebutuhan untuk membawa kendaraan pribadi (mobil) akan semakin meningkat namun lahan parkir yang disediakan tetap sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan petak parkir yang ada saat ini kemudian memperkirakan kebutuhan parkir mobil dan mengusulkan penerapan manajemen parkir untuk menyeimbangkan ketersediaan dan kebutuhan parkir di Universitas Kristen Petra. Penelitian ini dilakukan dengan survei di lapangan mengenai petak parkir tersedia, mengolah data yang didapat untuk memperkirakan kebutuhan parkir dan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa dimana hasil kuesioner tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menerapkan kebijakan dalam pengelolaan parkir. Hasil yang diperoleh yaitu ketersediaan parkir saat ini 2.685 SRP dan setelah dilakukan penataan ulang menjadi 3.305 SRP dengan kebutuhan saat ini yaitu 1.354 SRP. Untuk mengelola petak parkir yang ada di kampus dibentuk kebijakan dengan prioritas kepada mahasiswa skripsi dan kemudian disusul oleh mahasiswa yang berkendara bersama.
KINERJA SISTEM TUNGGAL STRUKTUR BAJA RANGKA TERBREIS EKSENTRIS BERBENTUK V TERBALIK PADA MID RISE BUILDIN Wijaya, Kevin; Ongkowidjojo, Alberto Orson; Tanojo, Effendy; Santoso, Hasan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.664 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terkena gempa, sehingga bangunan di Indonesia harus didesain tahan terhadap gempa. Dalam penelitian ini, bangunan didesain menggunakan sistem tunggal dengan menggunakan Rangka Terbreis Eksentris (RTE). Sistem tunggal memilki batasan ketinggian dalam SNI 1726:2012 tabel 9, untuk Kategori Desain Seismik D adalah 48 m (12 lantai). Namun, batasan ketinggian tersebut boleh ditinggikan menjadi 72 m (18 lantai) dengan mengikuti persyaratan sesuai dengan SNI 1726:2012 Pasal 7.2.5.4. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan menggunakan mid-rise building, yaitu 12,15, dan 18 lantai, dengan bresing bentuk V terbalik dan dengan menggunakan dua jenis bentang yaitu bangunan 3 bentang dan bangunan 5 bentang. Hasil penelitian menunjukkan seluruh bangunan mengalami kegagalan pada balok link, ini seusai dengan hirarki desain daripada RTE. Dengan semakin tinggi bangunan maka performa bangunan semakin buruk. Ini bisa dilihat dari hasil displacement dan drift ratio. Pada bangunan 3 bentang menghasilkan nilai displacement yang lebih baik namun menghasilkan menghasilkan nilai drift ratio yang lebih buruk dari bangunan 5 bentang. Namun seluruh bangunan masih dalam satu kategori klasifikasi kerusakan bangunan yaitu collapse prevention. Sendi plastis yang terjadi pada semua bangunan menghasilkan lokasi dan jumlah yang relatif sama sehingga disimpulkan seluruh bangunan memiliki kinerja yang relatif sama.
PENGARUH SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLY ASH TIPE-C UNTUK GRADASI DGEM DAN OGEM Kristanto, Indra; Lodi, Aldo; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.448 KB)

Abstract

Studi tentang Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) pada campuran tipe OGEM masih jarang dilakukan sehingga pengembangannya cukup lamban, walau penggunaan aspal OGEM dapat memanfaatkan agregat lokal sehingga tidak menguras agregat suatu daerah tertentu. Studi ini meneliti performa CAED dengan serbuk ban bekas atau Crumb Rubber (CR) sebagai pengganti agregat. Tipe gradasi agregat yang digunakan pada penelitian ini adalah Open Graded Emulsion Mix (OGEM) dan Dense Graded Emulsion Mix (DGEM) Campuran aspal yang digunakan menggunakan fly ash sebagai filler sebanyak 2% dengan tujuan untuk membantu pengikatan campuran aspal dengan agregat dan serbuk ban bekas. Ukuran Serbuk ban bekas yang digunakan dalam campuran adalah mesh 20 dengan alasan ekonomis sebagai pertimbangan. Perbandingan akan dilakukan terhadap besar kadar dari Serbuk ban bekas sebagai pengganti agregat halus yang lolos ayakan No. 8 (2,36mm) sebesar 0%, 25%, dan 50%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak dari subtitusi agregat halus dengan Serbuk ban bekas membuat campuran aspal menjadi lebih elastis dengan pertambahan Void in Mixture (VIM) yang meningkat seiring dengan penambahan serbuk ban bekas. Pertambahan dari VIM pada penelitian ini ditemukan bahwa masih memenuhi batas standar spesifikasi
PROGRAM DESAIN PERKUATAN KOLOM DENGAN MENGGUNAKAN FRP CONFINEMENT SESUAI ACI 440.2R-17 Tandelilin, Rikson Kurniawan; Sanjaya, Steven; Pudjisuryadi, Pamuda; Wijaya, Gunawan Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.561 KB)

Abstract

Untuk memperkuat suatu struktur bangunan dari beton bertulang ada berbagai macam cara. Memperbesar dimensi, memperpendek bentang, hingga menggunakan FRP adalah beberapa metode untuk memperkuat kapasitas elemen struktur. Seiring berkembangnya teknologi, nilai ekonomis FRP menjadi semakin tinggi. Hal inilah memacu permintaan terhadap alat bantu untuk merencanakan FRP. Akan tetapi, program untuk perhitungan perkuatan dengan FRP mayoritas dibuat oleh para produsen FRP, sehingga penggunaanya dibatasi pemakaiannya hanya untuk produk tertentu. Oleh karena itu, dibuat sebuah program desain FRP confinement yang umum, mudah untuk digunakan, serta memiliki hasil output yang cukup lengkap seperti memunculkan hasil titik ФPn-ФMn, menggambar hasil titik ФPn-ФMn pada diagram interaksi serta menghitung dan membuat diagram tegangan-regangan yaitu pada saat kondisi sebelum diperkuat maupun sesudah diperkuat dengan FRP dan juga memunculkan notifikasi – notifikasi yang sekiranya dapat membantu para pengguna program untuk mengoptimalkan perhitungan perkuatan aksial-lentur pada kolom beton bertulang dengan menggunakan FRP. Program telah terverifikasi terhadap berbagai kemungkinan kasus sehingga terbukti mempunyai perhitungan yang sesuai dengan ACI 440.2R-17. Program yang dibuat dengan basis Visual Basic 2015 cocok untuk digunakan sebagai sarana edukasi maupun untuk kepentingan profesional karena mudah digunakan nantinya oleh user yang akan menggunakan program ini
PERENCANAAN ELEMEN STRUKTUR BAJA CANAI DINGIN DENGAN PROGRAM EXCEL Yuridion, Frans; Wibawa, Putra; Wyanto, Bambang; Santoso, Hasan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.485 KB)

Abstract

Sekarang ini baja canai dingin (cold-formed steel) sudah mulai banyak digunakan dalam struktur bangunan seperti gording, panel, dan dak. Dibandingkan dengan hot-rolled, baja canai dingin relatif lebih ringan,cepat ,dan mudah perakitannya. Namun dalam hal desain perencanaan di Indonesia, belum banyak panduan yang tersedia. Untuk desain perencanaan, dikembangkan spreadsheet untuk melakukan perhitungan kapasitas baja canai dingin yang mengacu pada SNI 7971:2013. Dari penelitian-penelitian sebelumnya tentang spreadsheet desain baja canai dingin, penelitian ini bertujuan untuk melakukan verifikasi dari spreadsheet yang ada. Spreadsheet tersebut dapat menentukan kapasitas profil tarik, lentur, tekan, geser, tumpu, kombinasi lentur dan geser, kombinasi lentur dan tumpu, kombinasi aksial tekan dan lentur, serta kombinasi aksial tarik dan lentur yang sesuai dengan beban-beban yang terjadi pada beberapa jenis profil baja canai dingin. Dari penelitian ini, didapati pada SNI 7971:2013 ada beberapa rumus yang masih perlu dikoreksi dan tidak dapat mengakomodasi profil hat yang terdapat pada spreadsheet.
FAKTOR PENYEBAB TINDAKAN TIDAK AMAN PEKERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI Ryan, Michael Hans; Andrianto, Wilson; Andi, Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.333 KB)

Abstract

Industri konstruksi yang sedang berkembang pesat di Indonesia merupakan industri yang tidak akan terlepas dari kecelakaan kerja yang ada pada pekerja konstruksi. Tindakan setiap kontraktor pada proyek sangat menentukan lingkungan keselamatan kerja baik dari segi persedian dan pengawasan yang ketat meliputi prosedur yang harus bisa diperbaiki setiap saat. Pekerja memiliki hak yang sama dengan pekerja yang tidak ada di lapangan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja , sebagian besar pekerja proyek di Indonesia masih memiliki tingkat kesadaran dan pengetahuan yang rendah mengenai keselamatan kerja. Banyak tindakan tidak aman yang sering dilakukan pekerja yang menurut mereka masih dalam kondisi wajar / boleh dilanggar maka tindakan tidak aman masih dapat terjadi dan menghasilkan kecelakaan kerja yang berpengaruh untuk kontraktor yang tidak mencapai zero accident dan terlambatnya proyek.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pekerja besi , pekerja kayu , pekerja finishing dan lainnya yang ada di Surabaya. Melalui analisis deskriptif dengan mencari nilai rata-rata tertinggi menurut responden, ditemukan beberapa hasil yaitu: tindakan tidak aman yang sering dilakukan pekerja adalah mengabaikan menggunakan APD (alat pelindung diri) , merokok sembarangan di dalam proyek , bekerja dengan kecepatan tidak aman dan untuk menemukan faktor penyebabnya , penulis menggunakan metode one sample t – test dengan bantuan program SPSS yang mendapatkan hasil bahwa faktor penyebabnya adalah kebiasaan masa lalu pekerja yang sudah lama berkecimpung di dunia konstruksi.
UJI LENTUR DAN TARIK PADA GROUND SLAB DENGAN TULANGAN GEOGRID Kevin, Vincentius; Widi, Yoza; Sugiharto, Handoko
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.15 KB)

Abstract

Beton merupakan material yang memiliki kekuatan tekan yang sangat tinggi. Namun beton juga memiliki kelemahan yaitu kemampuan menahan tariknya yang sangat kecil. Maka dari itu perlu adanya perkuatan dengan menggunakan tulangan untuk menahan gaya tarik. Tetapi material tulangan yang digunakan dapat mengalami korosi dan biayanya cukup mahal. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk tulangan yaitu menggunakan geogrid. Geogrid biasanya lebih banyak digunakan sebagai perkuatan pada dinding penahan tanah, perkuatan lapis perkerasan. Dalam penelitian ini digunakan 3 jenis model geogrid yaitu uniaxial, biaxial, dan triaxial. Beberapa macam pengujian yang dilakukan yaitu Flexural Test dan Split test. Dalam pengujian Flexural Test didapatkan hasil bahwa semua beton yang diberikan perkuatan geogrid mengalami peningkatan kekuatan dibandingkan beton kontrol. Untuk pengujian Split Test tidak semua beton dengan perkuatan geogrid mengalami peningkatan kekuatan dibandingkan dengan beton normal. Dalam penelitian ini didapatkan informasi mengenai kekuatan, mekanisme kerja tiap geogrid, pengaruh jumlah layer geogrid, dan bagaimana tipe geogrid yang digunakan akan mempengaruhi kemampuan beton dalam menahan tarik. Melalui data-data tersebut akan disimpulkan apakah geogrid bisa digunakan sebagai tulangan pelat dasar, dan geogrid manakah yang paling cocok untuk hal tersebut.
PENGARUH KADAR SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLYASH TIPE-C Thesman, Arianto; Kertorahardjo, Ken; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.906 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena semakin tingginya angka kerusakan jalan sehingga diperlukan perbaikan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), agregat bergradasi rapat tipe IV yang berasal dari Banyuwangi, fly ash yang berfungsi sebagai filler, dan serbuk ban bekas ukuran mesh #40 yang lolos ayakan no. 8. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian agregat halus dengan serbuk ban bekas dengan kadar 25%, 50%, 75%, 100%, dan fly ash sebagai filler terhadap stabilitas CAED. Tipe CAED yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe CSS-1h sebesar 8% dan fly ash yang digunakan sebesar 2% dari berat total agregat halus. Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai stabilitas akan semakin turun dengan semakin tingginya kadar serbuk ban bekas. Penurunan nilai stabilitas ini diakibatkan nilai VIM yang besar. Kadar serbuk ban bekas optimum pada penelitian ini adalah sebesar 25% karena memenuhi spesifikasi nilai VIM dan spesifikasi stabilitas
ANALISA WAKTU KERJA AKTUAL PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE PERT PADA PROYEK X Kevin, Kevin; Raphael C., Raphael C.; Sentosa L., Sentosa L.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.906 KB)

Abstract

Dalam proyek konstruksi selalu tidak lepas dari jadwal dan waktu . Penjadwalan adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan proyek tersebut. Penjadwalan sendiri merupakan suatu perangkat untuk menentukan aktivitas yang harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Waktu kerja merupakan waktu yang ditentukan untuk melakukan suatu pekerjaan. Waktu kerja pada proyek sangat berkaitan erat dengan penjadwalan proyek karena dengan penjadwalan, waktu kerja rencana dapat tersusun dengan efektif sehingga membantu keberhasilan dalam pelaksanaan penyelesaian proyek dengan tepat waktu. Namun seringkali terjadi waktu kerja rencana yang telah disusun tidak sesuai dengan waktu kerja aktual di lapangan. Banyak hal di lapangan yang terjadi diluar perkiraan rencana. PERT (Project Evaluation and Review Technique) adalah salah satu metode yang dapat membantu penyusunan jadwal kerja.Hasil dari metode PERT bisa didapatkan melalui pengolahan data di lapangan yang berupa data ta (waktu optimis) ,tb (waktu pesimis) , dan tm (waktu yang paling mungkin terjadi). Hasil dari data ta, tb, dan tm didapatkan te (waktu yang diharapkan). Hasil dari te pekerjaan bekisting kolom berbeda-beda bergantung dengan dimensi dan secara berurutan adalah 20; 21; dan 22 menit. Hasil dari te pekerjaan bekisiting plat serta balok adalah 540 dan 62 menit. Hasil te pekerjaan pembesian kolom adalah 29; 30; dan 27 menit. Hasil te pekerjaan pembesian plat serta balok adalah 552 dan 66 menit. Hasil te pekerjaan pengecoran kolom adalah 27; 33; dan 15 menit. Hasil te pekerjaan pengecoran plat serta balok adalah 164 dan 32 menit. Selain itu hasil te dari metode PERT lebih cepat dari waktu aktual proyek