cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019" : 35 Documents clear
EFEK PONDASI FRICTION BASED TERHADAP KINERJA SEISMIK RUMAH SEDERHANA DENGAN DINDING BATA PENGISI Jessica Canserin; William Adi Prasetyo; Pamuda Pudjisuryadi; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.011 KB)

Abstract

Gempa bumi telah menyebabkan banyak kerusakan khususnya pada rumah tinggal sederhana yang tidak didesain. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan akibat gempa adalah dengan menerapkan friction base isolation yang memanfaatkan friksi pada dasar bangunan terhadap pondasi. Dinding bata memiliki kekuatan menerima gaya arah In-Plane (IP) dan Out-Of-Plane (OOP). Penelitian ini akan membandingkan kinerja bangunan rumah sederhana berdinding bata dengan perletakan sendi dan friction isolator. Bangunan sederhana tersebut dianalisa dengan gempa El Centro arah N-S dan E-W yang disesuaikan dengan SNI 03-1726-2012 untuk wilayah Palu dengan periode ulang 2/3 x 2500 dan 2500 tahun. Kemudian akan ditinjau pola kerusakan, base shear, dan drift dari bangunan sederhana. Didapatkan bahwa friction isolator efektif dalam mengurangi base shear dan drift yang terjadi pada bangunan sederhana. Disarankan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dinding bata dengan kemampuan menerima gaya IP dan gaya OOP setelah kapasitasnya tercapai. Diperlukan juga studi lebih lanjut mengenai kemampuan dan batasan dari program analisa struktur yang ada.
SIMULASI OPERASI PEMINDAHAN TANAH MEKANIS PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN CYCLONE Andy Setiawan; Kenny Alder
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.501 KB)

Abstract

Permasalahan yang sering ditemukan dalam proyek konstruksi adalah kurangnya tingkat efisiensi alat berat yang menyebabkan idle time. Idle time pada siklus alat berat terjadi karena kurangnya pengetahuan dalam perencanaan alat berat yang menyebabkan keterlambatan dalam operasi konstruksi dan menimbulkan biaya alat yang berlebih. Salah satu cara untuk mengantisipasi tidak efisiennya operasi alat berat adalah dengan simulasi. Simulasi yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode simulasi Cyclone (Cyclic Operation Network).Dari hasil output WebCyclone didapatkan nilai produktivitas dan idle time dari tiap sumber daya. Hasil yang diharapkan dari simulasi ini adalah menghasilkan produktivitas yang optimal dan meminimalisir idle time pada sumberdaya. Dari simulasi Webcyclone dengan menggunakan sumberdaya 2 unit backhoe dan 2 unit dumptruck didapatkan hasil produktivitas pada model operasi pemindahan tanah mekanis adalah sebesar 32.34 M3/Jam. Namun pada model operasi ini masih terdapat idle time yang besar pada sumberdaya ‘backhoe 1’ sehingga dilakukan optimasi. Dari optimasi yang dilakukan, didapatkan hasil kombinasi sumberdaya yang paling optimal adalah dengan menggunakan 4 truck dan 2 backhoe dimana didapatkan produktivitas sebesar 54.6 M3/jam dan dengan idle time sumberdaya backhoe 1 adalah 17,64%.
TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN INSENTIF FINANSIAL DAN INSENTIF NON-FINANSIAL BAGI STAF KANTOR PERUSAHAAN KONSULTAN Kevin Wisely Samjaya; Vincentius Stanley; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.858 KB)

Abstract

Pemberian insentif seringkali digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan produktivitas para staf karyawan. Terdapat dua jenis insentif yang dapat diberikan yaitu insentif finansial dan insentif non-finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepentingan dan kepuasan antara insentif finansial dan insentif non-finansial bagi staf karyawan kantor perusahaan konsultan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang ditujukan kepada 60 staf karyawan yang bekerja pada lima perusahaan konsultan yang ada di Surabaya.Dari jawaban kuesioner para responden didapatkan bahwa staf karyawan kantor perusahaan konsultan lebih mementingkan insentif finansial daripada insentif non-finansial. Tunjangan hari raya merupakan insentif finansial yang dianggap paling penting oleh mereka. Sedangkan jam kerja yang fleksibel merupakan insentif non-finansial yang dianggap paling penting. Untuk tingkat kepuasan, staf karyawan kantor perusahaan konsultan mayoritas sudah merasa cukup puas dengan insentif yang telah mereka terima dari perusahaan tempat mereka bekerja.
STUDI METODE ELEMEN HINGGA DENGAN INTERPOLASI GANDA Handy Prayogo; Andreas Setiawan; Wong Foek Tjong
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.794 KB)

Abstract

Metode elemen hingga telah mengalami banyak perkembangan dan para peneliti berusaha untuk mengeliminasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki. Salah satu pengembangan dari metode elemen hingga adalah dengan melakukan 2 kali interpolasi yaitu interpolasi dengan shape function dari metode elemen hingga standar (FEM standar) dan interpolasi dengan average nodal gradient dan nodal displacement dari metode elemen hingga dengan interpolasi ganda (TFEM) sebagai interpolation conditions untuk menghasilkan shape function yang kontinu. Pada penelitian ini disajikan aplikasi TFEM dalam penyelesaian masalah plane-strain dan axisymmetric pada benchmark problem. Kekonvergenan TFEM akan dibandingkan dengan FEM standar yang dinilai dari energy norm error serta dilakukan pula pengujian terhadap volumetric locking. Penerapan TFEM dilakukan dengan bantuan pemrograman MATLAB. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa dengan diperhalusnya mesh, TFEM dapat memberikan hasil yang makin mendekati eksak, menunjukkan sifat konvergen lebih daripada FEM standar. Volumetric locking diamati masih terjadi pada semua masalah yang diujikan. TFEM dapat disimpulkan memberikan performa lebih baik dibanding FEM standar.
KRITERIA GREEN ROAD CONSTRUCTION DARI SUDUT PANDANG KONTRAKTOR DAN DINAS PEKERJAAN UMUM DI SURABAYA Theodorus Rudi Chandra; Ray Allchin Dwiputra Komala; Herry Pintardi Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.027 KB)

Abstract

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang berperan penting di setiap negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Jalan berperan sebagai prasarana transportasi darat yang dapat menghubungkan antar provinsi dan daerah. Pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Industri konstruksi adalah salah satu kontributor polusi terbesar, penipisan sumber daya, limbah, pemanasan global dan perubahan iklim, sehingga dalam meminimalkan dampak negatif pada lingkungan, sosial dan meningkatkan ekonomi maka diadopsi konsep berkelanjutan seperti green road construction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan mengenai kriteria green road construction dari sudut pandang kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum di Surabaya.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum di Surabaya. Melalui analisis deskriptif dengan mencari nilai rata-rata tertinggi dari kriteria green road construction menurut kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum di Surabaya ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa faktor bicycle access dari aspek access and equity kriteria green road construction memperoleh nilai mean tertinggi.
PENGARUH KADAR AIR, WAKTU, DAN KEPADATAN TANAH URUG EKSPANSIF TERHADAP FRIKSI TIANG Darwin Hughie; Christien Halim; Gogot Setyo Budi; Daniel Tjandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.951 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh kadar air, waktu, dan kepadatan tanah ekspansif terhadap friksi tiang. Model tiang yang digunakan terbuat dari baja berukuran 1 cm dan tinggi 30 cm. Variasi kepadatan tanah adalah 56 tumbukan, 40 tumbukan, dan 25 tumbukan sesuai standar Proctor (AASHTO-T99-74). Pengujian yang dilakukan meliputi pengaruh kadar air, waktu, dan kepadatan tanah terhadap friksi tiang, disamping itu juga dilakukan tes untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap penyerapan, dan pengembangan yang terjadi di tanah ekspansif pada masing-masing kepadatan. Hasil dari tes menunjukkan bahwa tingkat kepadatan yang lebih tinggi menyebabkan nilai friksi yang lebih besar. Sedangkan untuk variasi kadar air, ditemukan bahwa kadar air dengan penambahan 5% dari OMC menghasilkan nilai friksi yang lebih besar dibandingkan dengan kadar air optimum (OMC). Dari segi waktu, adanya peningkatan nilai friksi seiring berjalannya waktu ditunjukkan oleh sampel dengan wetting 5% (untuk semua tingkat kepadatan). Sedangkan untuk tes pengaruh kepadatan tanah terhadap penyerapan air didapatkan hasil bahwa penyerapan semakin kecil dengan bertambahnya kepadatan tanah, begitupula sebaliknya.
PENGARUH PERBEDAAN KOROSI AWAL TERHADAP PENGGUNAAN CARBON FRP SEBAGAI ANODA IMPRESSED CURRENT CATHODIC PROTECTION SYSTEM Samuel Eric; Kennedy Kennedy; Daniel Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.683 KB)

Abstract

Penanganan terhadap stuktur beton bertulang yang berkarat diperlukan penanganan perkuatan dan penanganan perlindungan korosi. Penanganan perlindungan korosi yang sering digunakan pada stuktur beton bertulang adalah sisten impressed current cathodic protection. Penggunaan sistem impressed current cathodic protection (ICCP) pada struktur yang berkarat selama ini dibatasi oleh mahalnya harga material anoda. Untuk menambah nilai ekonomis dari teknik ini, carbon fiber reinforced polymer (CFRP) yang biasanya digunakan sebagai material perkuatan dipakai juga sebagai anoda dari perlindungan aktif sistem ICCP. Dua jenis korosi awal (korosi awal rendah dan tinggi dengan kehilangan massa teoritis 6% dan 18%) diberikan ke spesimen beton dan diberikan perlindungan aktif dengan CFRP sebagai anodanya. Tes potensial half-cell dilakukan untuk menginvestigasi efektifitas dari perlindungan aktif. Perlindungan aktif yang diberikan berhasil memberikan polarisasi ke baja tulangan dan menghasilkan kondisi korosi yang lebih pasif pada dua jenis korosi awal. Namun, perlindungan aktif ditemui kurang efektif dalam melindungi spesimen dari korosi pada spesimen yang memiliki kehilangan massa 6%. Efisiensi dari perlindungan korosi pada spesimen yang memiliki kehilangan massa 18% kurang konklusif sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan.
USAHA-USAHA PENCEGAHAN UNSAFE ACT PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Calvin Fendyanto; Antoni Susetio; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.307 KB)

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan hal yang sering terjadi pada proyek konstruksi. Penyebab kecelakaan kerja yang paling sering terjadi yaitu unsafe act. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui usaha-usaha pencegahan unsafe act yang efektif agar pekerja tidak melakukan tindakan tidak aman dan mengetahui usaha pencegahan yang paling sering dilaksanakan oleh pihak kontraktor pada proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar pada proyek konstruksi di Surabaya. Kuesioner ini disebar pada 4 proyek di Surabaya kepada 119 responden yang terdiri dari 75 pekerja dan 44 staf kontraktor. Setiap masing-masing unsafe act dapat dicegah dengan usaha pencegahan yang dapat menyadarkan diri pekerja dan mempengaruhi pekerja dari luar. Usaha-usaha pencegahan unsafe act yang paling efektif dan dapat mencegah unsafe act secara keseluruhan menurut pekerja dan staf kontraktor adalah pengawasan oleh kontraktor dan pemberian pengetahuan, pengarahan, dan pelatihan K3. Usaha pencegahan yang paling sering dilaksanakan menurut pekerja adalah pemberian pengetahuan, pengarahan, dan pelatihan K3. Usaha pencegahan yang paling sering dilaksanakan menurut staf kontraktor adalah pengawasan oleh kontraktor.
METODE KANTILEVER PELAKSANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA SEI PUTING BENTANG 60 M Matthew Gunawan; Rafael Reinaldo Lorens; Gunawan Budi Wijaya; Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.97 KB)

Abstract

Jembatan Sei. Puting merupakan jembatan rangka baja yang direncanakan membentangi sungai aktif selebar 60 m. Pelaksanaan konstruksi jembatan hanya dimungkinakan untuk dilakukan dengan metode kantilever satu arah. Maka dari itu, akan didirikan struktur penunjang selama fase kosntruksi, yaitu jembatan penyeimbang sepanjang 30 m yang akan dihubungkan dengan jembatan utama menggunakan batang penghubung. Jembatan penyeimbang dilengkapi dengan dengan beban penyeimbang dan angkur. Dimensi beban penyeimbang dan angkur akan direkayasa dengan tujuan menghasilkan momen penahan untuk menahan momen guling akibat beban fase konstruksi. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan kapasitas pondasi dan defleksi pada ujung bentang jembatan kantilever 60 m saat fase konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban penyeimbang yang optimal adalah kombinasi pasir berdimensi 10mx 8,8m x 2m dan sistem angkur. Angkur berupa 8 buah channel 200x80x7,5x11 dengan 4 buah tulangan berdiameter 19 mm pada masing-masing channel. Batang penghubung menggunakan profil WF 490x400x20x25. Seluruh sistem pondasi mampu memikul beban pada setiap fase dengan angka keamanan minimal 1,16. Nilai defleksi maksimum fase konstruksi adalah 399,81 mm, sehingga akan diberikan peninggian 600 mm pada pangkal jembatan. Seluruh elemen jembatan telah telah didesain untuk mampu menahan gaya dalam akibat pembebanan fase konstruksi dan fase layan dengan mengacu pada SNI 1725:2016.
KORELASI FRIKSI PONDASI TIANG BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN MENGGUNAKAN VWSG DAN PERUMUSAN MENGGUNAKAN DATA SPT Andre Hutomo; Tommy Syatriadi; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.634 KB)

Abstract

Terdapat banyak formula untuk memprediksi daya dukung friksi pondasi tiang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan prediksi nilai friksi pondasi tiang berdasarkan data hasil penyelidikan tanah dengan nilai friksi hasil pengujian VWSG ( Vibrating Wire Strain Gauge ). Pada penelitian ini pengumpulan data nilai SPT dan VWSG dilakukan pada 2 lokasi. Nilai friksi pondasi tiang berdasarkan nilai SPT digunakan metode Meyerhof (1976), Decourt (1982), Bazaraa & Kurkur (1986), Shariatmadari N, Eslami A & Karimpour-fard M (2008) dan Schmertmann (1967). Selain itu digunakan juga α-method dan β-method untuk memprediksi nilai friksi pondasi tiang berdasarkan parameter tanah hasil penyelidikan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai prediksi friksi pada tanah lempung sangat lunak sampai lunak dengan nilai SPT 0 sampai 4 jauh lebih kecil dari nilai friksi hasil VWSG. Sedangkan untuk tanah lempung sangat kaku dengan nilai SPT 15 sampai 30, nilai prediksi friksi berdasarkan SPT mendekati nilai VWSG. Lain halnya dengan tanah pasir, nilai prediksi friksi berdasarkan nilai SPT jauh lebih kecil dibandikan nilai friksi hasil VWSG.

Page 1 of 4 | Total Record : 35