cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
OPTIMASI DESAIN STRUKTUR PORTAL BAJA DENGAN METODE METAHEURISTIK Tjiptarahardja, Giannina Allan; Tjong, Wong Foek; Prayogo, Doddy
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.532 KB)

Abstract

Studi ini menelusuri performa algoritma metaheuristik dalam mengoptimasi struktur portal baja. Algoritma yang digunakan dalam penelitian ini termasuk particle swarm optimization (PSO), differential evolution (DE), teaching–learning-based optimization (TLBO) dan symbiotic organisms search (SOS). Struktur yang akan dianalisa berupa portal 1 bentang 8 lantai, 2 bentang 3 lantai dan 3 bentang 15 lantai. Struktur tersebut diberi pembebanan dan batasan-batasan yang sesuai dengan yang diinginkan. Hasil optimasi dibandingkan dengan studi yang telah dilakukan sebelumnya untuk memastikan validitas program yang telah dibuat. Lalu struktur tersebut diberi batasan sesuai dengan peraturan Indonesia, AISC 2001 (LRFD Specification for Structural Steel Buildings). Hasil eksperimen yang didapat menunjukan bahwa SOS adalah algoritma yang paling bisa diandalkan dalam mengoptimasi struktur berskala besar. SOS meraih standard deviasi terendah dan konvergensi tercepat untuk semua struktur yang ditinjau. Namun DE adalah algoritma yang paling efisien dalam meraih berat struktur minimum.
ASPEK-ASPEK YANG MENDUKUNG PENINGKATAN KINERJA TUKANG DALAM PROYEK KONSTRUKSI DI SURAB Wineke, Monica Beatrick; Rismila, Vela; Nugraha, Paulus; Tumbelaka, Tirsa Endeli
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.627 KB)

Abstract

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proyek konstruksi adalah pengontrolan sumber daya manusia. Tukang merupakan sumber daya manusia yang terlibat langsung mulai dari awal hingga akhir proses konstruksi. Oleh karena itu, peningkatan kinerja tukang perlu diperhatikan. Aspek-aspek yang dapat mendukung kinerja tukang adalah sikap, pengalaman kerja, kemampuan, motivasi, lingkungan kerja, pelatihan, pemberian insentif, dan reputasi. Penelitian ini dilakukan dengan study literatur dan penyebaran kuesioner kepada 31 mandor dan 170 tukang pada proyek High Rise Building dan perumahan selama dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek yang paling mendukung kinerja tukang adalah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar, bekerja untuk meraih kesuksesan, dapat menyelesaikan pekerjaan sulit, memiliki pengalaman, memiliki kemampuan menggunakan alat, dapat berkomunikasi dengan baik, memiliki kemampuan sesuai dengan keahliannya, terpenuhinya kebutuhan fisiologis, mendapatkan tunjangan kesehatan dan asuransi kecelakaan, adanya fasilitas proyek yang memadai, lingkungan pekerjaan yang aman dan harmonis, mendapatkan on the job training, dan mendapatkan bonus finansial.
PENGARUH UKURAN SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLY ASH TIPE-C Wuisan, Yoel; Gotama, Kevin Ronaldo; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.9 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sehingga dibutuhkan campuran aspal yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), agregat bergradasi rapat tipe IV, fly ash sebagai Filler dan serbuk ban bekas sebagai pengganti agregat halus lolos ayakan no 8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran serbuk ban bekas terhadap karakteristik campuran aspal emulsi dingin dengan filler fly ash. Penelitian ini menggunakan kadar aspal 8% dan fly ash sebesar 2% dari berat agregat dengan variasi ukuran ban bekas mesh 20, 40, dan 60 dari berat agregat halus lolos ayakan no 8. Dari hasil pengujian ini didapatkan ukuran serbuk ban bekas berpengaruh terhadap parameter marshall, ukuran serbuk ban bekas dengan ukuran yang paling halus yaitu mesh 60 menunjukkan nilai stabilitas dan nilai kadar rongga yang paling baik.
MODEL PENILAIAN KEPEMIMPINAN MANAJER PROYEK YANG DIHARAPKAN BAWAHAN BERDASARKAN KRITERIA PERILAKU KEPEMIMPINAN Yerikho, Bobby; Sanjaya, Felix; Andi, Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.385 KB)

Abstract

Kepemimpinan manajer proyek merupakan salah satu faktor penting sebagai penentu keberhasilan proyek konstruksi. Banyak penelitian tentang kepemimpinan yang dilakukan untuk meningkatkan performa dan tingkat kesuksesan proyek. Namun, belum ada penelitian yang dilakukan untuk menilai kepemimpinan manajer proyek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku kepemimpinan yang diharapkan oleh staf serta menentukan nilai bobot untuk setiap perilaku kepemimpinan untuk pembentukan sebuah model yang akan digunakan untuk menilai kepemimpinan manajer proyek konstruksi di Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang ditujukan kepada staf perusahaan kontraktor pada 5 proyek konstruksi di Surabaya.Dari 91 responden yang didapatkan perilaku kepemimpinan yang diharapkan oleh staf jika diurutkan sesuai bobot terbesar adalah Intelectual Stimulating, Inspirational, Participative, Individualized Consideration, dan Charismatic. Dengan bobot untuk masing-masing kriteria dan sub kriteria perilaku kepemimpinan dibentuk sebuah model untuk menilai kepemimpinan manajer proyek konstruksi di Surabaya. Model ini telah diaplikasikan untuk menilai kepemimpinan manajer proyek dan mengetahui perilaku kepemimpinan yang paling memerlukan perhatian lebih pada dua proyek konstruksi
PENELITIAN AWAL PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PLTU SURALAYA DALAM PEMBUATAN BETON DI LINGKUNGAN PANTAI Ghozali, Kurniawati Ester; Yonathan, Albertus; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.498 KB)

Abstract

PLTU Suralaya merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Indonesia. PLTU Suralaya ini menghasilkan limbah batu bara sebesar 1750 ton setiap harinya yang berupa fly ash dan bottom ash. Sama halnya dengan fly ash, bottom ash juga merupakan residu yang berasal dari proses pembakaran batu bara. Namun, pemanfaatan bottom ash di Indonesia masih sangat jarang. Hal ini dikarenakan bentuk partikelnya yang tidak teratur dan porous sehingga mengurangi workability beton segar. Dalam penelitian ini dilakukan pemanfaatkan fly ash dan bottom ash untuk pembuatan beton break water atau bangunan pemecah ombak. Struktur beton break water berfokus pada durabilitas, permeabitas dan berat volumenya bukan kekuatannya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa pemakaian fly ash PLTU Suralaya dapat meningkatkan kelecakan pada beton. Sehingga membantu melawan sifat bottom ash yang mengurangi kelecakan beton segar. Dengan memperhatikan gradasi ukuran bottom ash, mortar HVFA yang menggunakan bottom ash 100% sebagai agregat halus dapat mencapai kekuatan 36.6 MPa pada umur 28 hari dengan w/cm sebesar 0.35. Sedangkan beton yang menggunakan bottom ash sebagai pengganti agregat halus dapat mencapai kekuatan 24.8 MPa pada umur 28 hari. Durabilitas beton yang menggunakan fly ash dan bottom ash di dalam lingkungan sulfat juga menunjukkan performa yang cukup baik.
EVALUASI PERMODELAN NON-DUCTILE BEAM-COLUMN JOINT Octaviani, Vanessa; Kurniawan, Patricia Chiaulina; Chandra, Jimmy; Purwono, Joko
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.515 KB)

Abstract

Joint merupakan penyumbang displacement terbesar saat terjadi gempa. Karena itu respons joint perlu diperhitungkan. Salah satu caranya adalah dengan simulasi permodelan joint. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keakuratan respons load-displacement dari permodelan joint oleh Eom et al (2015). Simulasi ini dilakukan dengan memberikan pembebanan cyclic pada 13 model spesimen joint non-ductile (6 spesimen interior dan 7 spesimen eksterior) dengan program SAP2000. Pembebanan dilakukan dengan metode non-linier statik push-pullover. Hasil dari simulasi ini berupa grafik load-displacement yang akan dibandingkan dengan grafik hasil eksperimen yang terdapat pada literatur. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa permodelan joint dapat disimulasikan pada program SAP2000. Permodelan ini akurat untuk spesimen yang kegagalannya diawali oleh beam yielding dan pada kasus yang memiliki kapasitas angkur yang tidak memadai, momen yield yang digunakan untuk permodelan joint perlu dimodifikasikan terlebih dahulu.
PENGARUH KADAR KAPUR DAN KEPADATAN TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG EKSPANSIF William, Alexander; Oentardjo, Yohanes; Tjandra, Daniel; Suwono, Johanes
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.94 KB)

Abstract

Tanah sebagai dasar perletakan suatu struktur bangunan harus mempunyai daya dukung tanah yang baik. Tanah yang mempunyai daya dukung tanah yang baik mampu memikul beban kerja seluruh bagian bangunan. Tanah lempung di Citraland Surabaya termasuk tanah lempung ekspansif. Sifat tanah lempung ekspansif sangat dipengaruhi oleh perubahan musim karena dapat menyebabkan perubahan kuat geser pada tanah tersebut. Perubahan kuat geser tanah dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan yang berdiri diatasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh penambahan kadar kapur dan kepadatan terhadap kuat geser tanah lempung ekspansif. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil contoh tanah di Citraland Surabaya dengan penambahan kapur sebesar 0%, 6%, 10% dengan pemadatan masing – masing sebesar 15 kali, 35 kali, 65 kali. Hasil yang didapatkan adalah nilai California Bearing Ratio (CBR) tertinggi terjadi pada keadaan unsoaked pada kadar kapur 10% dengan pemadatan 65 kali tumbukan yaitu sebesar 20.46%. Sedangkan CBR tertinggi pada keadaan soaked terjadi pada saat kadar kapur 10% dengan pemadatan 35 kali yaitu sebesar 4.80%.
ANALISA PENYEBAB, DAMPAK, PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN KECELAKAAN KERJA DI PROYEK KONSTRUKSI Muliawan, Jonathan; Yudhistira, Abraham; Pintardi Chandra, Herry Pintardi; Ratnawidjaja, Soehendro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.982 KB)

Abstract

Setiap tahun, ribuan kecelakaan terjadi di tempat kerja khususnya pada proyek konstruksi. Hasil analisa statistik dari beberapa negara menunjukkan tingkat kecelakaan fatal pada proyek konstruksi adalah lebih tinggi dibanding rata-rata untuk semua industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja penyebab dan dampak dari kecelakaan kerja, serta mengetahui bagaimana pencegahan dan penanganan pada korban kecelakaan kerja di proyek konstruksi. Untuk penyebab dan dampak dari kecelakaan kerja digunakan metode kuisioner. Kuisioner disebar ke 4 kontraktor besar di Surabaya yang telah memiliki K3. Sedangkan untuk pencegahan dan penanganan korban kecelakaan kerja dilakukan dengan metode studi kasus di Proyek Capital Square, Surabaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kecelakaan kerja yang paling berpengaruh adalah kondisi berbahaya yang tidak segera dikoreksi dan membutuhkan alat pengaman tapi tidak disediakan. Untuk dampak kecelakaan kerja yang paling besar adalah biaya tunjangan cacat, produktivitas pekerja yang berkurang, alat yang menganggur, dan terhambatnya pembangunan proyek. Sedangkan untuk pencegahan dan penanganan korban kecelakaan kerja telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang dimiliki Proyek Capital Square yaitu Rencana MK3L Proyek.
PENERAPAN NILAI ALPHA (α) CARA PENDEKATAN PERHITUNGAN KUANTITAS BESI BETON PADA STRUKTUR BETON BERTULANG (STUDI KASUS PROYEK RUKO X) Muliauwan, Hansen; Santoso, Indriani; Proboyo, Budiman
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.765 KB)

Abstract

Dalam dunia konstruksi jika melihat berbagai komponen dalam sebuah pekerjaan konstruksi pasti akan didapati bahwa kuantitas dari besi tulangan merupakan yang paling mahal di antara komponen pekerjaan konstruksi lainnya. Mengingat bahwa harga besi tulangan merupakan komponen pekerjaan konstruksi yang paling mahal dan paling sering dipakai tidak hanya di kolom tetapi juga balok, maka peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian yang telah dibuat sebelumnya oleh David Christiando, Daniel Erwin, Sugiarto Chandra, dan Michael Danielle. Untuk menggambarkan hasil dari penelitian ini maka hasil tersebut dirubah ke dalam bentuk faktor – faktor yang dimana faktor tersebut melambangkan perbandingan antara W pendekatan dengan W rab proyek. Faktor tersebut dibagi menjadi dua bentuk yaitu : ftu untuk tulangan utama, dan fts untuk tulangan sengkang. ftu untuk kolom didapati sebesar 1.014, fts untuk kolom sebesar 1.04, ftu untuk balok sebesar 1.05, dan fts untuk balok sebesar 1.08. Nilai dari faktor ini merupakan rata – rata dari faktor yang ada dalm dua proyek
KETAATAN PELAKU KONSTRUKSI DALAM PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA SEBUAH PROYEK HOTEL DI SELATAN SURABAYA Alfianto, Nicholas; Wiraguna, Abraham; Nugraha, Paul; Endeli, Tirsa
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.106 KB)

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang menjadi sorotan akhir-akhir ini karena pemerintah Indonesia yang sedang mempercepat pembangunan infrastuktur. Program zero accident menjadi salah satu andalan pemerintah untuk meminimalisir kecelakaan kerja khusunya di bidang konstruksi yang memiliki resiko yang tinggi. Pengetahuan dan sikap taat terhadap peraturan yang ada menjadi hal penting untuk mengurangi kecelakaan kerja. Penelitian diawali dengan melakukan studi literatur untuk menyusun kuesioner. Kuesioner terdiri dari beberapa item dengan variable kepentingan da pelaksanaan untuk responden pekerja dan ketaatan untuk responden staff kontraktor. Data yang ada diolah dengan analisa deskriptif untuk melihat rata-rata tiap item kuesioner. Hasil analisa deskriptif tiap variabel dibandingkan untuk mendapatkan evaluasi pelaksanaan peraturan K3 di lapangan dan penggolongan sikap kontraktor terhadap peraturan K3. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa 16 dari 27 item variabel pelaksanaan (59,26%) memiliki hasil yang baik sedangkan 11 dari 27 item lainnya (40,74%) menunjukan hasil yang kurang baik. Bila meninjau sikap ketaatan staff kontraktor berdasarkan kelompok pekerjaan maka ada 2 kelompok pekerjaan yang sudah ditaati (33,34%) dan 4 kelompok lainnya (66,66%) yang belum ditaati. Hal ini menunjukan bahwa belum sepenuhnya peraturan K3 dilaksanakan dan belum sepenuhnya peraturan K3 ditaati oleh pihak kontraktor.