cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Sekolah Tinggi Animasi dan Perfilman di Surabaya Randy Aditya Aditya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa negara dengan perkembangan industriperfilman dan animasi yang sudah baik sepertiAmerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, BritaniaRaya dll. Negara negara ini memiliki kelebihan padakualitas maupun kuantitas di bidang pendidikan yangmenyediakan program pembelajaran animasi danperfilman karena kemudahan akses danmerata.Sedangkan di Indonesia, sebagian besarfasilitas itu terpusat di Jabodetabek dan sebagian diprovinsi Jawa Barat, bahkan provinsi provinsi lain dipulau Jawa tidak memiliki jumlah yang sepadan,terutama untuk daerah di luar pulau Jawa. Olehkarena itu, laporan tugas akhir ini mengusulkansebuah rancangan desain Sekolah Tinggi Animasidan Perfilman yang terletak di Kota Surabaya, JawaTimur. Desain sekolah tinggi ini diharapkan dapatmenampung baik kegiatan kuliah teori dan kegiatanpraktek pembuatan film, sehingga desain ini akanmemiliki luas tanah yang cukup untuk desain ruangluar yang dapat menunjang kegiatan pengambilanfilm outdoor dan juga studio pembuatan film animasi.Fasad dan bentuk bangunan ini juga didesain untukmengekspresikan arsitektur setempat dan jugamemberi suasana artifisial perkampungan jawasebagai setting atau latar belakang pada film.
Rumah Susun Kampung Pandegiling di Surabaya Gerry Sebastian Tanadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Susun Kampung Pandegiling di Surabayamerupakan rumah susun bagi masyarakat menengahke bawah di kawasan Pandegiling, Kota Surabaya.Site yang dipilih terletak di perpotongan JalanPandegiling dengan Jalan Urip Sumoharjo denganluas 14.000m2. Rumah Susun ini didesain denganmenggunakan pendekatan perilaku yang disesuaikandengan kebiasaan dan perilaku warga kampungsekitar. Pendekatan ini digunakan karena tidakmudah untuk merubah kebiasaan warga setempat,sehingga bangunan harus disesuaikan dengankebutuhan calon pengguna tersebut. Fasilitasfasilitasyang terdapat pada bangunan ini jugadidasarkan pada kebutuhan calon penggunanya,serta memiliki fasilitas yang dapat mempertahankankegiatan ekonomi warga setempat, yang membuatrumah susun ini berbeda dari rumah susun yang lain.Setiap ruang didesain se-fleksibel mungkin,sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhanpengguna saat itu. Di bangunan ini juga terdapatruang-ruang komunal yang dapat digunakan untukberkumpul dan bersantai, dengan konsep hirarki,sehingga dapat membuka interaksi yang lebihberagam dari berbagai kalangan di rumah susun ini.
Fasilitas Wisata Edukasi Tanaman Mangrove di Surabaya Kevin Kristianto Limman
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas wisata edukasi tanaman mangrove di Surabaya ini merupakan fasilitas rekreasi untuk masyarakat Surabaya dan wisatawan mancanegara yang sekaligus bermaksud untuk memberikan edukasi mengenai tanaman mangrove. Salah satu yang melatarbelakangi adalah kerusakan hutan mangrove dengan melakukan pembakaran liar yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak bertanggungjawab dengan lingkungan dan memperhatikan alam. Sehingga pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat Surabaya maupun wisatawan mancanegara mengenai pentingnya tanaman mangrove bagi lingkungan dan makhluk hidup. Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitas publik, yaitu area penerima, fasilitas workshop kerajinan kayu, fasilitas workshop pengolahan bahan pangan dan minuman, kantor pengelola, multifunction hall dan pusat informasi.Fasilitas wisata edukasi ini didesain dengan upaya untuk menciptakan zoning dan sirkulasi pada kawasan bangunan secara jelas. Untuk itu, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sistem, Penggunaan pola sirkulasi linear dan pola sirkulasi radial pada bangunan mulai dari area penerima, menuju ke area pusat informasi dan plaza, lalu ke area workshop, dan galeri tanaman mangrove, serta terdapat fasiltas pedukung seperti kantor pengelola, area rekreasi, dan multifunction hall. Dengan kebutuhan dalam menyampaikan informasi edukasi sekaligus menjadi area wisata maka pendalaman ruang dipilih sebagai acuan penerapan suasana.
Fasilitas Studio dan Galeri Seni Rupa di Batu Febiyanti Hendriyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain dibuat berdasar keresahan senimanKota Batu yang mengeluhkan kurangnyafasilitas untuk komunitas seniman rupa,sehingga banyak seniman berpotensi Kota Batuyang mencari apresiasi lebih di luar kota.Desain bertujuan untuk memberi fasilitaskepada komunitas seniman rupa Kota Batu yangkurang terwadahi dan membawa masyarakatKota Batu lebih dekat dengan seni rupa dalamkota dalam satu wadah bangunan. Masyarakatdan seniman diajak untuk merasakan proseskreatif dalam bangunan maupun landscapebangunan. Berangkat dari permasalahan dankonsep yang ada, dirancang dengan pendekatandesain Arsitektur perilaku. Fasilitas ini terdiridari beberapa bagian, yaitu galeri; studio butsir,studio pahat dan cor, dan studio lukis; cafetaria;gudang; ruang workshop; dan kantor. Suasanadalam desain dibuat lebih intim untukmemberikan kesan personal untukberkontemplasi.
Fasilitas Panti Rehabilitasi Sosial Anak Jalanan di Makassar Piter Gontha
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Panti Rehabilitasi Sosial Anak Jalanan merupakan tempat untuk memberikan pelatihan keterampilan, tempat bersosialisasi dan penampungan sementara anak jalanan. Tujuan adanya proyek ini adalah membantu anak jalanan agar mereka bisa memiliki modal keterampilan untuk bekerja dan mendapatkan kembali kemampuan bersosialisasi seperti anak-anak lainnya. Fasilitas yang tersedia adalah ruang kelas, lab computer, masjid, cafeteria, ruang serbaguna, taman-taman bersosialisasi, ruang konsultasi dll. Fasilitas ini terletak pada site yang kondisinya cukup sunyi dan jauh dari titik-titik anak jalananan. Masalah desain dalam proyek ini adalah bagaimana cara agar tingkah laku anak jalanan tetap terawasi namun tidak merasa terkekang, bagaimana mewadahi kehidupan anak jalanan yang aktif bergerak dan bagaimana bisa membangun kembali kehangatan dan kemampuan bersosialisasi mereka. Berdasarkan masalah di atas, penulis memilih pendekatan perilaku dimana berpengaruh ke zoning dan penataan massa agar aktivitas anak jalanan tetap dalam pengawasan dan merasa nyaman tinggal di dalam dan tetap merasa nyaman tinggal di dalam. Pendalaman yang di pakai adalah pendalaman karakter ruang untuk menciptakan suasana ruang dimana anak jalanan merasa nyaman, hangat dan diterima.
Kajian Terhadap Aspek Orientasi Bagi Kaum Tunanetra di Tunjungan Plaza Surabaya Febby Cynthia Liman
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kota metropolitan terbesarno 2 di Indonesia, tidak mengherankan bilakota Surabaya memiliki banyak pusatperbelanjaan. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8Tahun 2016, penyandang disabilitasmemiliki hak yang sama untuk menikmatifasilitas publik sebagai penyandangdisabilitas, tapi pada kenyataannya,fasilitas publik yang ada di Surabayabelum ada yang ramah bagi seluruhpenyandang disabilitas.80% pengalaman manusiaterbentuk dari penglihatan, hal ini sangatmenyulitkan bagi tunanetra. Oleh karenaitu sudah seharusnya ada penyediaanelemen khusus bagi penyandang tunanetra,elemen yang diberikan akan membantupenyandang tunanetra dalam berorientasidan mengakses toko-toko dan fasilitas lainyang ada di Tunjungan Plaza secaramandiri. Elemen yang dimaksud adalahadanya guiding blocks, huruf braille,penanda suara, dan bel khusus
Fasilitas Rehabilitasi Bagi Ibu Pra dan Pasca Bersalin di Surabaya Eugenie Averelia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya jumlah ibu yang mengalami depresi pasca bersalin di Indonesia, apalagi Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta. Selain itu, juga makin banyaknya komunitas – komunitas doula atau bantuan dalam proses kehamilan bagi ibu – ibu. Tujuan dari “Fasilitas Rehabilitasi Bagi Ibu Pra dan Pasca Bersalin” ini adalah untuk memberikan wadah bagi ibu – ibu pra dan pasca bersalin yang mengalami depresi di Surabaya agar terbebas dari depresi yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perilaku pada ibu pra dan pasca bersalin yang mengalami depresi. Sehingga berpengaruh pada penataan dan bentuk bangunan. Konsep desainnya adalah nature, dimana ingin mendekatkan alam dengan kegiatan / aktivitas ibu – ibu ini. Pendalaman karakter ruang pada ruang – ruang terapi sepeti spa, rendam kaki, penginapan dan area berkumpul di desain sesuai karakter dari pengguna dengan memasukkan unsur alam.
Fasilitas Rehabilitasi untuk Penderita Kanker di Surabaya Cindy Lavenia Soeprapto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Rehabilitasi Untuk PenderitaKanker di Surabaya bertujuan untuk memberikanpelayanan rehabilitasi dan terapi bagi pasien kankerdi Indonesia khususnya di Surabaya yang sedangdalam proses pengobatan, setelah proses pengobatan,baik stadium awal, akhir, atau sudah sembuh.Sehingga pasien dapat memiliki kualitas hidup yanglebih baik, serta dapat lebih bersemangat danmempercepat proses kesembuhan fisik maupunpsikologisnya. Pendekatan yang digunakan dalamproses perancangan ini adalah pendekatan perilakudengan memahami perilaku pasien kanker dalammendesain rancangan yang kontekstual. Desainfasilitas ini fokus terhadap aspek lingkungan yangtercipta, pemandangan, serta ruang yang dapatmembantu kesembuhan pasien, sehingga pendalamanyang digunakan adalah pendalaman karakterruang.Dalam fasilitas ini terdapat fasilitas rawat inap,medis, rehabilitasi dan terapi, peribadatan, danumum, dan juga terdapat healing garden, roofgarden, plaza, dan taman yang dikelilingi air danelemen alam lainnya, serta bentukan dan tatanan yangmelengkung sehingga pasien dapat tenang, dan jauhdari setres, depresi dan gangguan emosional lainnyauntuk membantu kesembuhan pasien.
Fasilitas Pusat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional di Balikpapan Jonathan Charly Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Pusat Lembaga Penerbangan danAntariksa Nasional adalah fasilitas bagi LAPANdalam mewujudkan visi bidang antariksa yangdigagas presiden. Potensi integrasi yang mampudilakukan, adalah integrasi antara tipologikantor yang privat dan fungsi publik. LAPANyang merupakan lembaga yang kurang dikenalpublik, diharapkan melalui bangunan ini dapatmenjadi awal pengenalan terhadap publik.Permasalahan perwujudan visi Indonesia danpersepsi sosial terhadap LAPAN, dipercayadapat dipecahkan dengan pendekatan simbolik.Tiga parameter dalam simbolisme yaitu Sebagaipembuktian negara dalam ilmu pengetahuan,Mewujudkan visi dalam bidang antariksa, danpembahasaan yang mudah dipahami oleh publik.Dari parameter tersebut simbolisme roket dipilih.Dengan metode membedah anatomi roket,ditemukan tiga bagian utama yaitu: kepalasebagai tempat astronot, badan sebagai tempatmesin yang bekerja, dan output sebagai hasilkerja roket. Siluet roket meluncur sebagaipembahasaan tangible bentuk bangunan yangsesuai dengan anatomi roket. Warna biru sebagaiwarna lembaga menjadi warna utama pada fasaddan struktur utama bangunan. Pembahasaanroket secara literal dibahasakan dalam voidatrium yang berbentuk roket dengan skala yangmasif. Void atrium juga berfungsi sebagaipenyalur cahaya dari skylight ke fungsi disekitarnya di tiap lantai. Sistem struktur yangterinspirasi dari roket diterapkan pada bagianbadan dan kepala dengan menggunakan sistemstruktur tube. Sedangkan area podiummenggunakan rangka kolom balokmengakomodasi kantilever. Pendalamankarakter ruang difokuskan pada fungsi publikdengan tema yang berbeda. Area edukasi publikdengan karakter yang berbeda diharapkan dapatmemberikan pengalaman bidang antariksa secarabervariatif.
Fasilitas Wisata Edukasi Kopi di Kabupaten Tabanan Trevan Gunawan Dharmajaputra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi Kopi diKabupaten Tabanan merupakan fasilitas wisata danedukasi bagi wisatawan sebagai pengguna. Fasilitaswisata edukasi ini memiliki sirkulasi yang runtutmulai masuk hingga ke fasilitas - fasilitas yang ada.Bangunan didesain dengan memiliki ciri khasarsitektur setempat yang merupakan daya tarik bagiwisatawan. Bentuk arsitektur setempat yangdigunakan ada dua yaitu jineng atau lumbung danbale. Arsitektur ini direpresentasikan kembali kedalam siluet bentuk yang sama dengan langgamberbeda yang disesuaikan dengan fungsi tiapmassa. Hal - hal yang dapat dinikmati adalahmempelajari proses kopi seperti melihat museumdan galeri kopi lalu melihat proses kopi modernataupun tradisional. Terdapat kebun kopi yangmenjadi sarana pembelajaran seperti memetik bijikopi dan dapat membuat kopi sendiri di areaworkshop. Dirancang dengan pendekatan sistemdari proses kopi sebagai fasilitas sarana informasi,edukasi, dan rekreasi tentang kopi bagi wisatawan