Articles
1,542 Documents
Fasilitas Terapi Anak dan Remaja Penderita Autisme di Surabaya
Suwijono, Vanessa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Terapi Anak dan RemajaPenderita Autisme di Surabaya merupakan fasilitasuntuk merawat dan mengembangkan diri bagi parapenyandang autisme. Proses terapi dilakukansecara komprehensif melalui pengobatan medisdan juga non medis. Selain sebagai tempatpengembangan diri, fasilitas ini akan menjadiwadah bagi komunitas – komunitas / lembaga yangpeduli terhadap penyandang autisme untukberkumpul dan berkegiatan seperti acara workshopdan seminar kesehatan. Fasilitas ini jugadilengkapi area residensial yang difungsikansebagai tempat inap bagi pasien dari luar Surabaya.Masalah utama pada bangunan ini adalahbagaimana desain arsitektur dapat membantuproses pengembangan anak dan remaja penedritaautisme. Untuk mendesain bangunan yang dapatmembantu penyembuhan maka digunakanpendekatan perilaku dan pendalaman karakterruang.
Panti Asuhan Kristen Anak dan Remaja di Surabaya
Levina Levina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Panti Asuhan Kristen Anak dan Remaja di Surabayamerupakan sebuah rancangan arsitektur sebagaisarana tempat tinggal (akomodasi), saranapenampungan dan perawatan, serta keluarga bagianak- anak dan remaja yatim piatu yang berusia 2tahun hingga 18 tahun. Panti Asuhan yang dirancangbertujuan sebagai wadah bagi anak- anak yatim piatuuntuk tinggal, hidup, dan berkembang selayaknyaanak-anak normal lainnya, panti asuhan jugaditujukan sehingga anak-anak yatim piatu dapatmempunyai keluarga yang dapat membimbing danmemberi fasilitas dalam hidup sang anak tersebut.Di dalam panti asuhan ini diharapkan anak-anakyang tinggal juga dapat bertumbuh menjadi orangyang berguna di masa depannya. Value yangdiajarkan merupakan value Kristen yang nantinyaakan membantu perkembangan mereka. Dalammencapai tujuan tersebut anak-anak panti asuhandiberikan fasilitas di dalam lingkup panti asuhanseperti ruang belajar, ruang bermain, lapangan untukolahraga, ruang ibadah, ruang tari, ruang kesenian,dan perpustakaan. Pendekatan yang diambil yaitu,pendekatan perilaku. Guna pendekatan perilakudipakai untuk menggolongkan anak-anak yang ada.Pendalaman yang dipakai merupakan pendalamankarakter ruang seperti warna, sehingga terciptanyasuatu hubungan antara bangunan satu dengan yanglainnya.
Terminal Penumpang Bandar Udara di Alor, Nusa Tenggara Timur
Richman Richman
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terminal Penumpang Bandar Udara di Alor,Nusa Tenggara Timur merupakan wadah bagipengguna Bandar Udara Alor sebagai area transittransportasi antarmoda, dari transportasi udara ketransportasi darat maupun sebaliknya. Terminal iniadalah terminal bandar udara domestik, dimanapenerbangan yang dilakukan pesawat terbanghanya menyangkup area Indonesia saja.Perancangan terminal ini menggunakanpendekatan sistem sirkulasi dan, dimana bentukdan alur pergerakan pengguna menjadi yang utamadalam perencanaan desain. Dengan mengangkatkonsep interasksi pengguna dengan alam, terminalini didesain menggunakan pendalaman ruang yangberkonsentrasi pada alur / sequence ruang yangterjadi sehingga pengguna dapat merasakan alampada setiap ruang yang tersedia. Hal ini diangkatkarena Alor yang kaya akan alamnya dan inginmembuat pengguna merasakan alam pada setiapsisi terminal ini.
Fasilitas Wisata Edukasi Peternakan Hewan di Kota Batu, Batu
Alberto Chrissandy Wahyu Jati Karundeng
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya desain ini bertujuan untukmenyediakan fasilitas interaksi antara hewandan manusia yang sekaligus memberikan wisatahiburan serta edukasi bagi pengunjungnya.Minimnya pengetahuan masyarakat di kota akanpengetahuan seputar hewan ternak masih sangatrendah dikarenakan informasi tersebut hanyabias diakses lewat internet tanpa adanyainteraksi langsung. Desain ini memiliki targetkhusus untuk meningkatkan sinergi areapariwisata di kota Batu untuk mendukungekonomi penduduk sekitar serta menyediakansarana edukasi terutama bagi anak-anak danpelancong dari berbagai tempat. Beberapa luaranyang ingin dicapai adalah meningkatkanpengetahuan dasar pengunjung tentang hewanternak dimana interaksi antara hewan danmanusia dalam era modern dan teknologi inisudah semakin minim. Beberapa metode yangdipakai dalam mencapai tujuan adalahmenyediakan fasilitas pendukung untuk areainteraksi seperti area souvenir, foodcourt, sertaarea edukasi minor lain seperti glasshouse dome.
HOTEL BUTIK DI PULAU SERANGAN, BALI
Vania Callista
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hotel Butik di Pulau Serangan, Bali merupakan fasilitas penginapan di Pulau Serangan, Bali, yang dapat menunjang rencana pengembangan pariwisata kawasan Sanur. Proyek perancangan Hotel ditujukan sebagai akomodasi pariwisata untuk wisatawan menengah ke atas pada Pulau Serangan. Perancangan ini juga bertujuan untuk melestarikan kebudayaan dan Arsitektur Bali agar dikenal oleh wisatawan asing maupun domestik. Dengan keterpaduan antara fasilitas penginapan beserta pendukungnya diharapkan dapat menjadi media yang mengenalkan identitas kebudayaan Pulau Serangan beserta potensi marina yang dimilikinya.Keunikan proyek ini terdapat pada karakter ruangnya yang dirancang dengan pendekatan neo-vernakular dengan penggabungan antara elemen tradisional dari Arsitektur Bali dengan Arsitektur modern. Arsitektur Bali dipelajari, ditransformasikan, kemudian diterapkan pada desain. Transformasi disesuaikan dengan fungsi tiap bangunan dan kondisi pada tapak agar dapat memberi pesan, serta sesuai dengan konsep perancangan. Pendalaman karakter ruang digunakan untuk memperkaya suasana ruang, pemilihan material, dan detail bangunan berdasarkan filosofi dan konsepsi Arsitektur Bali yang diwujudkan melalui bentuk Arsitektur.
Gereja Pantekosta Jakarta di Surabaya
Christian Lewi Swanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gereja sendiri merupakan bangunan atau struktur yang tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi pertemuan sebuah gereja. Biasanya tujuan utama dikhususkan beribada baik secara Kristen maupun katholik. Gereja Pentakosta atau Pentakostalisme (aliran Pentakosta) yang di Indonesia sering disebut juga Pantekosta dan gereja pantekosta pertama dikenal dengan sebutan GPdI ( Gereja Pasntekosta di Indonesia). Di Surabaya sendiri tentunya terdapat banyak gereja pantekosta, Tetapi tidak semua gereja pantekosta di Surabaya memiliki tempat beribadah tetap. Salah satunya dapat dijumpai gereja seperti Gereja pantekosta jakarta (GPJ) di Surabaya yang tidak memiliki bangunan sendiri atau masih menyewa hotel dan mall di Surabaya untuk melakukan ibadah. Gereja pantekosta jakarta (GPJ) memiliki visi misi untuk mencapai suatu tujuan, visi gereja adalah agar menjadi gereja yang melahirkan orang yang dipakai Tuhan untuk melayani Tuhan dan sesama, misi gereja adalah untuk menciptakan komunitas komunitas bertumbuh & melayani bersama, menjangkau masyarakat, pelayanan masuk desa, kegiatan social, dan menjangkau jiwa jiwa baru, tujuan gereja adalah meciptakan pelayan tuhan yang taat kepada Tuhan dan mau membantu sesama, Jemaat dan masyarakat bisa terlayani secara fisik, melihat dari visi misi Gereja pantekosta jakarta (GPJ) yaitu ingin membentuk Gereja yang dapat melayani jemaat secara fisik dengan cara menghadirkan fasilitas yang dapat di akses publik yaitu klinik kesehatan, apotik, perpustakaan, dan rumah donasi. Serta desain dibuat menggunakan pendekatan simbolik bertujuan untuk menunnjukan identitas gereja dan pendalaman struktur untuk mempertahankan bentuk agar bentuk bangunan tidak menyimpang dari symbol yang di ambil.
Fasilitas Komunitas Pecinta Anjing di Surabaya
Patricia Benita Tandean
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Komunitas Pecinta Anjing di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi kegiatan-kegiatan komunitas seperti berkumpul dan berinteraksi satu dengan yang lain dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan anjing maupun pemilik. Fasilitas ini sekaligus dapat menjadi tempat wisata dan edukasi untuk masyarakat sekitar, dimana fasilitas ini menyediakan galeri untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai anjing sebagai hewan peliharaan. Fasilitas ini dilengkapi fasilitas publik, yaitu social gathering space, coffee shop, retail, dog café, galeri, perpustakaan, workshop, dan ruang serbaguna. Fasilitas juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan anjing, yaitu klinik anjing, pet shop, dog grooming, dan dog hotel. Pendekatan perilaku digunakan untuk menghindari suasana fasilitas yang dapat membuat pengguna bangunan (anjing dan manusia) menjadi stress dan tertekan. Suasana interior bangunan juga mengekspresikan karakter alami dan natural melalui pendalaman karakter ruang sehingga pengunjung dapat merasakan kesan bebas dan lega.
Pusat Data pada Era Transhumanism di Jakarta Utara
Benyamin Kevin
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desain Pusat Data pada era Transhumanism adalah sebuah tempat untuk mengakomodasi kegiatan yang dilakukan Gerakan kelompok kolektif transhumanism, yang mengakomodasi kegiatan seperti neuralink, cryonic, biobank, ruang server dan bionic. Transhumanism sendiri adalah sebuah Gerakan kolektif dari orang-orang yang giat menyuarakan pengejaran keabadian diabat ke-21, yang mengembangkan intelektual manusia dengan intelektual mesin sehingga mencapai titik kesetaraan.Pendekatan desain sombolik dipakai untuk mewujudkan penggambaran pengejaran keabadian di abad ke 21. Metode desain memesis dari organisme cacing dipilih untuk merepresentasikan keabadian. Desain ini menggunakan ekspresi ekterior plastis, linear dan bersegmen sebagai percobaan interpretasi simbol keabadian diabad ke-21. Sedangkan program didalam bangunan dibagi berdasarkan kesterilan dari syarat desain dan dibuat bersegmen menggunakan prinsip studi segmen cacing untuk membentuk segmen dan volume beserta penemuan bentuk dari desain. Pendalaman fasad yang plastis dipilih dengan memakai material tembaga berkarat untuk merepresentasikan kesan melebur dengan alam dan merepresentasikan karakter segmen cacing.
Desain Pasar Wisata dengan Identitas Vernakular Jember
Joy Okkyvianto W.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desain Pasar Wisata dengan Identitas Vernakular Jember ini dirancang dengan dasar adanya kebutuhan jual-beli produk lokal dengan meningkatkan nilai wisata melalui identitas Jember. Untuk itu, Desain ini memfasilitasi area jual beli produk lokal berupa loak, pakaian, pertanian, jajanan, dan kuliner.Desain ini juga memberikan identitas Jember melalui vernakular dari kota Jember yang berdasarkan pada sejarah dan bangunan Rumah Tembakau Jember. Hal itu tersampaikan pada pendekatan karakter ruang mulai dari material, fungsi, atau konsep karakter ruang tersebut.
Fasilitas Penelitian Konservasi Mangrove di Probolinggo
Kevin Geraldi Saputra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desain Fasilitas Konservasi Mangrove diProbolinggo dilatar belakangi oleh rusaknyakestabilan ekosistem mangrove pada wilayahperairan pesisir karena dominasi kegiatan manusiapada kawasan industri dan perikanan tangkap. Untukmenjaga kestabilan ekosistem maka desain iniditujukan untuk mewadahi aktivitas penelitian yangmemelihara stabilitas ekosistem mangrove padasekitar lansekap tapak tersebut. Fasilitas ini diusulkanuntuk berdiri di atas lahan parkir yang bersebelahandengan Beejay Bakau Resort, Pelabuhan PPPMayangan, Wisata Primadona, Mangunharjo,Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, JawaTimur 67217.Perancangan ini diharapkan untuk bisa menjadisarang berkumpulnya keanekaragaman ekosistemmangrove dan pembelajaran yang tidak hanyadigunakan peneliti tapi juga dari publik untuk ikutbelajar memelihara ekosistem mangrove. Untukmewadahi aktivitas penelitian yang memeliharastabilitas ekosistem mangrove, pendekatanlingkungan dengan sub tema ecomimicry danpendalaman utilitas yang fokus pada alur sirkulasidan filtering air hujan digunakan sebagaipenyelesaian masalah desain. Hasil dari pendekatandan pendalaman ini adalah desain yang dapatmewadahi komunitas manusia dan alam padabangunan yang menjadi sarang terjadinya siklusuntuk mendorong terjadinya pembelajaran danpeningkatan kualitas keanekaragaman ekosistem.