cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Wisata Bahari di Pantai Kenjeran, Surabaya Cindy Sujianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kenjeran memiliki potensi wisata bahari yang besar namun, belum mampu menjadi kawasan wisata unggulan bagi kota Surabaya. Oleh karena itu, desain fasilitas wisata bahari ini dirancang untuk melengkapi fungsi kawasan wisata di Pantai Ria Kenjeran dengan mengembangkan potensi bahari, mengakomodasi kegiatan pariwisata, serta meningkatkan perekonomian warga sekitar. Sistem spasial menjadi fokus utama perancangan dalam menciptakan alur sirkulasi dan suasana ruang yang menarik bagi pengunjung, sehingga digunakanlah pendekatan spasial dan pendalaman sekuens. Ruangan pada fasilitas wisata ini diolah untuk membentuk alur sekuens dan sirkulasi yang efektif berdasarkan fungsi dan hubungan antar ruang yang tersedia dan dikategorikan berdasarkan fungsi fasilitas utama, fasilitas pendukung, fasilitas pengelola, fasilitas servis, dan fasilitas penerima. Konsep perancangan ini menghadirkan sebuah wisata bahari yang mendukung karakteristik Pantai Kenjeran melalui desain eksterior dan interior.
Stasiun Kereta Api Surabaya Gubeng 2 Suwito, Julivan Sanjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Kereta Api Surabaya Gubeng 2merupakan stasiun yang dirancang khusus untukmenampung kegiatan berpergian penumpang. Saatini Stasiun kereta api sedang dikembangkan olehpemerintah agar menjadi lebih baik dan efisien bagimasyarakat, hal ini diharapkan juga membantumerealisasikan rencana pemerintah untukmembangun kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.Site yang terpilih terletak di Jl. Stasiun Gubengyang merupakan site yang menarik karena padabagian site ini terhimpit oleh 2 jalan yaitu Jl.StasiunGubeng dan Jl. Gerbong, hal ini juga membuatperencanaan bangunan memiliki 2 pintu masuk dan2 pintu keluar, agar membuat jalur sirkulasipenumpang menjadi lebih banyak dan juga dapatmembuat pembagian zoning lebih jelas. Pendekatanyang dipilih adalah pendekatan sistem yang dimanameliputi sistem sirkulasi, sistem struktur, dansistem utilitas agar menjadi sebuah desain yangkompleks.
Fasilitas Pencipta Konten Media Daring di Surabaya Jarren Fortino
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan ini merupakan fasilitas untuk membantu masyarakat khususnya kaum milenial yang tertarik dalam bidang pembuatan konten media daring, tetapi belum memiliki fasilitas pribadi agar dapat menghasilkan konten media daring yang berkualitas dari segi tempat maupun peralatan. Karakter ruang menjadi aspek utama pada perancangan ini dikarenakan keinginan dalam membuat konten setiap orang berbeda-beda. Pengolahan ruang melalui studi ruang membentuk karakter yang dapat memenuhi kebutuhan ruang pengguna fasilitas dalam membuat sebuah konten.
Penampungan Anjing dan Kucing Liar di Surabaya Cindy Cindy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari melihat banyak berita, baik di Surabaya ataupun luar Surabaya mengenai kekerasan dan pelantaran terharap hewan, terutama anjing dan kucing liar menjadi alasan yang utama untuk mendesain tempat penampungan anjing dan kucing liar di Kota Surabaya. Masalah yang ditemukan adalah anjing dan kucing memiliki perilaku yang berbeda satu dengan yang lain, begitu pula berbeda dengan perilaku manusia, ditambah dengan lingkungannya yang liar membentuk perilaku yang berbeda sehingga diperlukan pendekatan perilaku kedua hewan agar di dalam bangunan nanti akan terjadi interaksi yang harmonis. Perbedaan yang paling terlihat adalah bagian fisik dari hewan liar yang umumnya membawa penyakit menular ataupun tidak menular, untuk itu akan ada klinik didalam penampungan ini. Tidak hanya fisiknya, mental dari hewan pun terganggu sehingga akan dipilih pendalaman karakter ruang untuk membantu proses penyembuhan dan mendukung interaksi baik antar hewan maupun dengan manusia.Karakter dan perilaku anjing dan kucing liar sebagai pengguna utama bangunan akan diterapkan baik pada pembagian zona, bentuk , serta sirkulasi pada bangunan. Karakter hewan, juga menjadi inspirasi dalam menemukan bentukan dan ekspresi dari penampungan ini.Keunikan penampungan ini terdapat pada digunakannya indra pengelihatan (terutama warna) dan penciuman hewan yang berbeda dari manusia.
Perpustakaan Umum di Kota Probolinggo Stevanus Jeffrey Wijayanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan umum di kota Probolinggomerupakan fasilitas yang diperuntukkan bagimasyarakat luas sebagai sarana pembelajaran.Di kota Probolinggo, masyarakat masihmemiliki persepsi perpustakaan yang lamasehingga perpustakaan tidak ramai dikunjungi.Selain itu masyarakat di kota Probolinggo jugamemiliki minat membaca yang rendah denganindeks persentase 0,22 persen. Hal tersebutmenjadi faktor utama dalam desain ini. Untukmenarik perhatian masyarakat agar maumengunjungi perpustakaan ini, maka perluadanya daya tarik khusus. Perpustakaan inimenyediakan berbagai fasilitas yang menjaditopik hangat di golongan masyarakat terutamauntuk remaja. Fasilitas tersebut meliputi kafeperpustakaan, taman, dan bilik multimedia yangmendukung kenyamanan dalam membacaataupun diskusi. Ekterior bangunan jugamengadaptasi lingkungan sekitar agar tidakmenjadi asing bagi masyarakat sekitar.
HOTEL BINTANG 3 DI KOLOR, SUMENEP, MADURA William Sanjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Hotel Bintang 3 di Kolor, Sumenep, madura ini dikarenakan adanya keperluan untuk memfasilitasi kegiatan pengunjung yang melakukan perjalanan bisnis ke Kolor, Sumenep, Madura dan didasari oleh pemikiran adanya keperluan hotel di Kolor, Sumenep, Madura , sehingga masalah desain utama adalah memikirkan rancangan hotel bintang 3 yang nyaman bagi pengguna dari segi sirkulasi, akses, pencahayaan, pnghawaan, maupun estetika. Pendekatan desain yang digunakan adalah Green Architecture dengan 3 prinsip: conserving energy, respect for site, dan respect for user. Kemudian, pendalaman fasad bangunan dipilih untuk menanggapi masalah tapak. Keunikan proyek ini ada pada sistem pencahayaan nya. Tidak seperti hotel bintang 3 lain, pada hotel bintang 3 ini fasad bangunan menggunakan fasad kinetik. Dimana fasad kinetik tersebut dapat membantu mengurangi intensitas panas yang masuk ke dalam bangunan tetapi masih dapat memberikan view yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
Fasilitas Asrama Mahasiswa di Yogyakarta Irving Prasetya Chandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta merupakan kota yang terkenal denganberagam budaya dikarenakan memiliki pendudukyang tidak hanya berasal dari Yogyakarta tetapibanyak juga pendatang dari luar yang memenuhiprovinsi/kota ini. Selain hal tersebut, Yogyakarta jugadikenal sebagai kota Pendidikan dimana terlihat darijumlah institusi perguruan tinggi atau universitasyang mencapai ratusan, hal ini juga diiringi denganbertambahnya pendatang yang masuk terkhusus nyamahasiswa dengan tujuan bersekolah di salah satuinstitut perguruan tinggi di Yogyakarta. Semakinbanyak penduduk luar yang datang semakin besarjuga potensi akan terjadinya konflik, seperti kasus dikabupaten Sleman yang berasal dari argumen kecilhingga menyebabkan kerusakan properti wargasekitar. Oleh karena itu, laporan tugas akhir inimengusulkan sebuah rancangan desain Asramauntuk memadai fasilitas mahasiswa sebagai tempattinggal sekaligus fasilitas sosial bagi warga lokaldengan Mahasiswa di asrama tersebut, berlokasi diKabupaten Sleman dimana pernah terjadi kasuskonflik tersebut. Desain diharapkan dapat menjadi“jalan tengah” bagi warga sekitar dan Mahasiswadengan cara bersosialisasi, sehingga dapat meredamkesalahpahaman dan konflik di masa mendatang.Tampilan fasad dan bentuk bangunan jugaterinspirasi dari rumah adat jawa seperti Joglo sebagaipendekatan Neo-Vernakular, bertujuan agar wargasekitar tidak merasa asing saat masuk ke dalam site,selain warga mahasiswa dari luar asrama juga dapatberkunjung.
Fasilitas Pembinaan Anak Pasca Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Kota Malang Satrio Seno Baskoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan fasilitas pembinaan Anak pascaLembaga Pembinaan Khusus Anak di Kota Malangbertujuan sebagai wadah edukasi, pembinaan, sertaadaptasi Anak sebelum keluar ke lingkungan luar.Fasilitas ini merupakan solusi untuk Anak kembaliberadaptasi ke lingkungan masyarakat luar sertauntuk memperbaiki stigma masyarakat mengenaiAnak sebagai orang jahat. Konsep besar dari fasilitasini yaitu Transisi Anak ke Masyarakat. Dalampenerapan konsep tersebut menggunakan konsepArea Asimilasi serta CPTED. Area Asimilasimerupakan konsep yang utama, menjadi pertemuanantara Anak dan masyarakat, berfungsi sebagaiadaptasi Anak ke lingkungan masyarakat luar.Penggunaan CPTED dalam fasilitas ini sebagaistandar keamanan lingkungan untuk pengguna difasilitas ini. Dengan menggunakan pendekatanperilaku dengan studi perilaku Anak dalam latarbelakang Anak serta Klasifikasi Teritorial menurutAtman, maka pemilihan pembinaan ditentukanberdasarkan latar belakang Anak tersebut, sertapengaplikasian konsep Area Asimilasi dibuatbertahap sesuai dengan klasifikasi teritorial; teritorialprimer; teritorial sekunder; teritorial publik.
Sanggar Meditasi di Surabaya Felix Wibysana Budianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Sanggar Meditasi di Surabaya inididasari oleh adanya prevalensi stres dan depresipada penduduk kota Surabaya, dan penggunaanmeditasi untuk membantu menyelesaikan haltersebut. Masalah desain utama yang diangkat adalahbagaimana menciptakan suasana hening untukkegiatan meditasi. Selain itu, untuk melengkapisuasana hening, proyek ini mengangkat masalahdesain khusus yakni bagaimana membuat suasanaoasis di tengah kota Surabaya. Untuk menyelesaikanmasalah-masalah tersebut, pendekatan desain yangdigunakan adalah pendekatan simbolis melaluiinterpretasi suasana oasis yang menghasilkan empatelemen: air, cahaya, tanaman, dan skala yangdimainkan untuk menghasilkan suasana tersebut.Elemen-elemen tersebut digunakan untukmembentuk dan melengkapi ruang. Pendalamanyang dipilih adalah pendalaman karakter ruang untukmencermati suasana ruang yang berbeda-beda sesuaidengan objek meditasinya. Kekuatan proyek ini adapada suasana yang dihasilkan. Mulai ketika masuktapak dari ruang luar, pengguna disambut olehsuasana oasis melalui penggunaan tanaman dankolam air yang banyak. Penggunaan air dan tanamantersebut lanjut masuk ke dalam bangunan danditambah dengan permainan cahaya dan skalamelalui atrium yang besar untuk memperkuatsuasana oasis dan menghasilkan rasa lega bagipengguna ketika masuk. Suasana oasis ini juga lanjutberlangsung ke setiap ruang-ruang meditasi yangmemiliki karakter ruang masing-masing sehinggadapat memperkaya pengalaman meditasi pengguna
TAMAN BUDAYA KALIMANTAN UTARA DI TARAKAN Rinaldy Yosua Chandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman suku serta kebudayaan yang berkembang di Indonesia menjadi salah satu sorotan dunia karena dapat hidup rukun dan berdampingan antar etnis, suku dan agama. Begitu halnya dengan Kalimantan Utara yang merupakan salah satu provinsi baru di Indonesia yang memiliki beragam suku dan kebudayaan yang berkembang di dalamnya. Meskipun begitu sebagian besar masayarakat masih kurang memberikan perhatian maupun apresiasi terhadap kebudayaan yang berkembang di Kalimantan Utara. Melihat permasalahan ini, diusulkan perancangan arsitektur dengan menggunakan pendekatan Neo Vernakular terhadap Taman Budaya Kalimantan Utara di Tarakan sebagai sebuah gagasan desain yang dapat memberikan wadah apresiasi, edukasi serta area wisata kebudayaan Kalimantan Utara yang menarik. Setiap ruang luar yang tercipta memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan agar nilai budaya yang berkembang di Kalimantan Utara dapat dikenal dan benar-benar memberikan kesan mendalam kepada masyarakat baik ditingkat Nasional hingga Internasional.