cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Museum Pemberontakan PETA di Kota Blitar Berliana Dinda Johensha
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Museum Pemberontakan PETA dilatarbelakangi oleh peristiwa pemberontakan PETA yang kini sudah terlupakan sebagai salah satu sejarah besar dalam perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia. Selain itu minat masyarakat terutama kalangan generasi muda terhadap museum sejarah semakin rendah karena dianggap kuno, membosankan dan kurang menarik. Oleh karena itu, tujuan dari proyek ini adalah menceritakan kembali peristiwa pemberontakan PETA melalui sekuen, pengalaman ruang dan konten didalamnya. Pengunjung tidak hanya melihat artefak secara pasif namun dapat merasakan peristiwa melalui persepsi ruang yang diciptakan. Museum ini dilengkapi dengan adanya fasilitas penunjang seperti perpustakaan, ruang audio visual, ruang diskusi, café, gift shop dan toko buku. Masalah utama dalam perancangan ini adalah sirkulasi dan identitas kawasan sehingga digunakan pendekatan sistem sirkulasi dan pendekatan simbolik. Pendalaman sekuen dengan menerapkan teori Serial Vision diterapkan untuk mengintegrasikan sirkulasi dan ruang dalam membentuk rangkaian pengalaman ruang secara menerus.
Fasilitas Wisata Edukasi Memengan di Banyuwangi Marcellina Clarissa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi Memengan di Banyuwangi merupakan sebuah wahana permainan tradisional khas Banyuwangi untuk anak — anak, namun juga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia. "Memengan" sendiri berasal dari Bahasa Osing yang berarti "bermain". Seperti anti kata Memengan, fasilitas ini merupakan area untuk mengenal, bermain dan belajar berbagai permainan tradisional khas Banyuwangi. Untuk itu diperlukan arsitektur yang berfokus pada perilaku anak dan karakter ruang agar dapat mewadahi kebutuhan anak di setiap kategori usianya. Dengan begitu, manfaat yang terdapat di permainan tradisional dapat tersampaikan dengan tepat, dan anak anak dapat tnerasakan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, masyarakat dan pemerintah Banyuwangi juga dapat memanfaatkan fasilitas ini sebagai tempat diadakannya Festival Memengan yang telah rutin digelar sejak tahun 2015.
FASILITAS TERAPI DAN PEMBELAJARAN ANAK TUNAGRAHITA DI SEMARANG Audelia Cleta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas terapi dan pembelajaran anak tunagrahitamerupakan fasilitas yang mewadahi fungsirekreatif dan rehabilitatif untuk mewujudkanpemulihan penderita tunagrahita pada anak-anakbaik secara fisik maupun psikologis. Fasilitas iniditujukan bagi anak usia 7 hingga 17 tahun diwilayah Jawa Tengah yang memiliki kondisiketerbelakangan mental serta yang memilikihambatan dalam melakukan kegiatan sehariharinya.Dengan pendekatan Arsitektur Perilakudan Lingkungan dengan bantuan area hijau sertapenggunaan warna, diharap fasilitas terapi danpembelajaran yang dirancang mampu mendukungproses penyembuhan penderita secara lebih optimal.Adanya penemuan bahwa semakin banyak tanamanhijau berhubungan dengan penurunan dari tingkatdepresi, kecemasan dan stress.
Rumah Susun di Jember Andreas Rico Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah susun produktif di Jember merupakan sebuah fasilitas rumah susun bagi warga kampung kota di Jember. Rumah susun ini dibangun dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga kampung kota untuk menjalankan UMKM agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Tapak yang dipilih ada di jalan Gajah Mada yang merupakan pusat Kota Jember yang dipenuhi dengan perumahan kampung kota. Pendekatan spasial digunakan untuk menjawab masalah pertumbuhan warga kampung kota yang bertumbuh dengan cepat. Dari pendekatan spasial, zonasi yang muncul pada area podium yang mencampurkan area publik komersial dengan area komersial sewa hunian untuk mewadahi UMKM. Selain area komersial di podium, area tipikal hunian diberikan tempat workshop pada setiap lantai tipikal untuk memfasilitasi penghuni yang ingin mengembangkan UMKM sesuai jenis usahanya.Pendalaman karakter ruang diterapkan pada unit hunian untuk menunjukkan pertumbuhan dan fleksibilitas unit hunian sesuai kebutuhan penghuni. Penerapan fleksibilitas ini ditemukan melalui dua elemen pada hunian, yaitu fasad yang dapat berubah menjadi jendela dan railing multifungsi. Unit hunian didesain dengan tujuan agar ruangan mengakomodasi penghuni yang ingin bekerja usaha UMKM kecilnya serta mewadahi kebutuhan hunian pada ruang terbatas. Penerapan fleksibilitas juga diberikan pada area workshop, seperti area workshop produksi makanan dan area workshop kerajinan tangan. Area workshop didesain dengan multifungsi sebagai ruang komunal apabila penghuni yang menggunakan ruang untuk UMKM pada lantai tersebut hanya sedikit.
Resor Bintang 4 di Pantai Tambak Wedi Surabaya Vania Beatrice Hadisantoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia yang merupakan pusat perekonomian di daerah Jawa Timur. Surabaya memiliki banyak destinasi wisata, salah satunya adalah Pantai Kenjeran. Namun area Kenjeran belum dikembangkan secara maksimal dan kurang terawat sehingga kurang diminati oleh pengunjung. Selain itu, area ini juga kurang didukung dengan sarana prasarana penunjang seperti tempat penginapan. Tapak yang terpilih untuk pembangunan resor berbasis ekologis terletak di jalan Tambak Wedi dan terletak di depan pantai Tambak Wedi. Tapak yang terpilih jauh dari keramaian kota sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengunjung yang sedang mencari waktu untuk beristirahat dan refreshing dari kesibukan, kepenatan dan keramaian kota. Selain itu, view di area tapak tepat dapat melihat pemandangan laut lepas dan jembatan Suramadu. Perancangan resor menggunakan arsitektur biofilik yang diterapkan dalam pemilihan material, penggunaan banyak transparasi dan suasana alam yang diciptakan didalam bangunan.
Sekolah Musik Inklusi di Surabaya Haydian Susanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Musik Inklusi di Surabaya merupakansekolah tinggi dalam bidang musik yang mewadahidua pelajar yang berbeda, yaitu mahasiswa danpemusik jalanan secara subsidi silang. Tujuan adanyaperancangan ini adalah sebagai wadah yangmemberikan kesempatan untuk mengembangkanbakat musik yang selanjutnya diteruskan sebagaikarir ataupun profesi. Sekolah ini menyediakanfasilitas-fasilitas yang mendukung pembelajaranmusik, mulai dari Studio Musik, Ruang Latihan,Perpustakaan Musik, hingga Recital Hall.Perancangan sekolah ini menggunakan pendekatansimbolik, dimana karakter kedua pengguna tersebutdan elemen-elemen dalam musik diambil sebagaiinspirasi ke dalam desain perancangan secaraarsitektural. Inspirasi-inspirasi tersebut jugadiintegrasikan dengan analisa tapak yang laludiaplikasikan pada bentuk bangunan, tampak, hinggamaterial yang digunakan. Selanjutnya, pendalamankarakter ruang dipilih untuk menunjukkan integrasiantara kebutuhan akustika dengan kenyamananpengguna yang berlatih musik dalam ruangantersebut. Oleh karena itu, diharapkan sekolah inidapat menjadi pelopor untuk mendukung parapemusik jalanan serta menghasilkan calon-calonmusisi dari Indonesia.
Pasar Desa Kapas di Bojonegoro Johan Felix Ricardo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Desa Kapas di Bojonegoro ini didasari oleh pemikiran kondisi infrastruktur pasar yang kurang memadai bagi masyarakat sekitar. Masalah desain utama dalam perancangan pasar Desa Kapas adalah mendesain pasar yang memenuhi standar pasar Desa dan standar Kesehatan. Proyek ini juga mengangkat masalah desain khusus yaitu bagaimana membuat pasar Desa Kapas kembali memiliki daya tarik dan lebih diminati oleh masrayakat lokal maupun masyarakat. Adapun pendekatan desain yang digunakan yaitu pendekatan arsitektur hijau yang lebih berfokus kepada penghawaan dan pencahayaan dalam bangunan. Kemudian pendalaman pencahayaan dan penghawaan dipilih karena melihat bangunan sekarang yang terlihat pengap dan kurangnya bukaan sehingga membuat pengunjung kurang nyaman.Kekhususan pada desain ini ada pada sistem penampungan air hujan, yang merespon area sekitar sungai di sisi Timur pasar. Prosesnya air hujan di tampung terlebih dahulu sebelum di salurkan ke saluran kota sehingga tidak membebani sungai yang berada di Timur pasar. Selain itu, penambahan fasilitas night market digunakan untuk membantu dan mendukung UMKM masyarakat sekitar yang secara umum akan menjual makanan dan terdapat area komunal untuk masyarakat dapat berkumpul.
FASILITAS KONSERVASI SATWA MONYET BEKANTAN di BALIKPAPAN Hensen Septiawan Tejonegoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Konservasi Satwa Monyet Bekantan di Balikpapan dilatar belakangi dari bekantan yang merupakan kategori endangered species sejak tahun 2000 berdasarkan Red Book IUCN, Dalam 20 tahun terakhir, populasi bekantan menurun akibat habitat bekantan mengalami degradasi hutan, pencemaran air, kebakaran hutan, penebangan liar, diburu oleh manusia dan juga diperdagangkan di pasar gelap hanya untuk dipelihara, dan minimnya referensi desain arsitektur terkait dengan fasilitas konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati. Untuk mewadahi aktivitas satwa bekantan dan peneliti yang melindungi dan melestarikan bekantan maka desain ini ditujukan untuk mengetahui kehidupan dan perilaku monyet bekantan di alam liar dan Menyediakan fasilitas Laboratorium penelitian sebagai pusat ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Fasilitas ini diusulkan untuk berdiri di atas lahan Kawasan perlindungan setempat hutan bakau, Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76136. Perancangan ini diharapkan untuk bisa melindungi dan melestarikan bekantan. Untuk mewadahi aktivitas satwa bekantan dan peneliti yang melindungi dan melestarikan bekantan, pendekatan arsitektur ekologis dan pendalaman konstruksi-material yang fokus pada unsur perlindungan dan pelestarian alam melalui perencanaan konstruksi dari bagian bangunan yang didalami secara detil, termasuk Analisa pemilihan material, penentuan detil spesifikasi, dan konstruksinya untuk digunakan sebagai penyelesaian masalah desain. Hasil dari pendekatan dan pendalaman ini adalah desain yang dapat mewadahi komunitas manusia dan keanekaragaman hayati pada bangunan mendorong terjadinya perlindungan dan pelestarian satwa bekantan.
Fasilitas Rehabilitasi Pasca Kecelakaan Berat di Surabaya Enrico Sebastian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Rehabilitasi pasca kecelakaanberat ini merupakan tempat pemulihan yangberfungsi untuk dapat membantu keberlangsunganhidup pasien dengan baik dalam menjalani kegiatansehari-hari dengan status adanya keterbatasan fisikdan gangguan mental. Fasilitas ini memberikanpelatihan fisik dan terapi khusus sebagai programpemulihan setelah selesai menjalani pengobatan dirumah sakit. Fasilitas kesehatan khusus ini menjadipeluang bagus untuk diadakan dan diusulkan secarakhusus di Surabaya. Lokasi tapak yang terpilihberada di Jl. Raya Darmo Permai Selatan XIV.Fasilitas ini memperhatikan perilaku daripenggunanya baik secara fisik, mental atau psikisdan dipilih metode pendekatan perilaku sertamenggunakan motede pendalaman arsitekturalmaterial dan sistem untuk membuat penggunanyaman dan dimudahkan. Memasukan lingkunganalam dengan mengaplikasikan taman terapeutikuntuk memberikan identitas pada bangunan.
Fasilitas Edukasi Urban Farming di Dauh Puri Klod Denpasar Bonifasius Kanda Putra Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Edukasi Urban Farming ini dirancang karena melihat peningkatan ketertarikan bercocok tanam di daerah kota khususnya Kota Denpasar, Bali namun masih minim akan pengetahuan bercocok tanam di daerah kota. Maka dari itu perlu diberikan edukasi mengenai bercocok tanam dengan lahan yang minim dan diberikan fasilitas berupa bahan dan material yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan Urban Farming. Masalah desain pada perancangan fasilitas ini ialah bagaimana menyesuaikan keadaan lingkungan serta iklim ditempat dengan kebutuhan dari tanaman yang akan ditanam pada fasilitas ini agar sesuai dengan aturan yang berlaku. Pada desain ini melakukan pendekatan sains arsitektur dengan pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan tanaman seperti sinar matahari, air, dan udara serta tetap memperhatikan kenyamanan pengguna bangunan. Bangunan yang dirancang merupakan bangunan satu massa dengan ruang-ruang yang terdapat di dalamnya seperti bagian administrasi dan pelengkap (lobi, kantor, toko, café, ruang serbaguna dan co-working space), dan ruang urban farming itu sendiri. Pendalaman desain yang diambil adalah pencahayaan dan penghawaan ruang untuk memaksimalkan hubungan antara manusia dan tumbuhan dalam mewujudkan desain arsitektural yang baik.