Articles
1,542 Documents
Fasilitas Pelatihan Atlet Paralimpik Di Karanganyar
Jessica Aurellia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Pelatihan Atlet Paralimpik di Karanganyar menggunakan penekanan Aksesibilitas arsitektur dan Inlcusive Accessible. Perancangan ini memperhatikan desain sistem sirkulasi khusus, diharapkan dapat memudahkan para atlet untuk berkegiatan olahraga dan kegiatan pendukung dengan aman, mudah, dan mandiri. Selain itu juga diharapkan membuka peluang bagi para atlet paralimpik NPC (National Paralympic Committee of Indonesia) untuk mengeksplorasi bakat dan sebagai salah satu cara untuk mengaktualisasikan dirinya.Melihat permasalahan sirkulasi, zonasi dan juga kelengkapan yang ada saat ini maka Fasilitas dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut agar pengguna disabilitas dapat beraktivitas dengan baik dalam meningkatkan potensi dan prestasi dari atlet paralimpik di Indonesia. Karanganyar terpilih sebagai lokasi perancangan, hal tersebut dikarenakan lokasi yang berjarak dekat dengan Kantor Pusat NPC yang bertugas membina seluruh kegiatan Olahraga dan prestasi dari penyandang difabel di Indonesia dari tingkat Nasional maupun ajang Internasional.
FASILITAS EDUKASI PERTANIAN PERKOTAAN DI JAKARTA
Andreas Adi Sakti Christianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
menimbulkan permasalahan lingkungan,dikarenakan pertumbuhan manusiamembutuhkan ruang yang cukup besar bagikegiatan serta tempat tinggal manusia. Haltersebut berakibat pada bertambahnya skalakebutuhan bahan pangan, dan apabila kebutuhanbahan pangan meningkat hal tersebut akanberakibat pada kebutuhan manusia akan lahankonvensional untuk pertanian bahan pangan.Sementara itu perluasan lahan pertanian akanmembuat manusia mengeksploitasi dan merusaklingkungan sehingga berakibat padaketidakstablian ekosistem, kekurangan air bersih,dan perubahan iklim. Jika perluasan lahan untukpertanian terus berlanjut maka hal tersebut akanberakibat pada pertanian manusia yangbergantung pada kestabilan ekosistem. Fasilitasedukasi pertanian perkotaan ini merupakankegiatan pembelajaran mengenai pertanianperkotaan pertumbuhan, pengolahan, dandistribusi pangan serta produk lainnya melaluibudidaya tanaman yang intensif di perkotaan dandaerah sekitarnya. Melalui adanya edukasipertanian ini diharapkan masyarakat dapatbelajar dan mengetahui bagaimana cara merekamemproduksi bahan pangan mereka sendiri ditengahlahan yang semakin menipis
Gedung Sekolah Menengah Atas Kristen Kanaan 2 di Banjarmasin
Ferrencia Theodore
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Sekolah Menengah Atas Kristen Kanaan 2 di Banjarmasin merupakan wadah untuk mengenyam pendidikan menengah atas berbasis nilai Kristiani. Gedung SMA Kristen Kanaan 2 ini merupakan cabang dari Gedung Sekolah Kristen Kanaan yang dibangun oleh Yayasan Kanaan di bawah Gereja Yesus Sejati. Gedung sekolah pertama terletak di Banjarmasin Tengah, sedangkan untuk perancangan gedung sekolah kedua ini adalah di Banjarmasin Timur sesuai dengan peraturan tata guna lahan yang merupakan kawasan strategis yang dekat dengan area kuliner sehingga berpotensi untuk menarik pengunjung. Gedung sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa gedung asrama yang memisahkan hunian antar siswa pria dan wanita untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sedangkan gedung sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas belajar terbuka, auditorium untuk kebaktian pagi ataupun pentas seni, perpustakaan, kantin sekolah, ruang guru, ruang kelas, lapangan olahraga dan lainnya. Desain menggunakan pendekatan perilaku sehingga interior bangunan mengekspresikan karakter ruang yang sesuai dengan generasi para pelajar masa kini.
Fasilitas Pelestarian Sastra Lisan di Ternate
Fellicia Milleani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pergeseran budaya akibat globalisasi pada generasi muda membuat penggunaan sastra lisan sebagai budaya, pedoman, dan hiburan dalam masyarakat semakin terlupakan. Fasilitas Pelestarian Sastra Lisan di Ternate ditujukan untuk melestarikan Sastra Lisan Ternate dengan menerapkan tahapan pelestarian sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (tahap Konservasi dan Revitalisasi) yang menargetkan masyarakat khususnya generasi muda serta komunitas Sastra Lisan di Ternate. Masalah perancangan yang diangkat adalah bagaimana arsitektur dapat memberikan informasi, yang dapat membuat pengunjung merasakan, dan mengalami Sastra Lisan Ternate. Maka perancangan menerapkan pendekatan simbolik dengan studi nilai intangible yaitu nilai alam, sosial, dan agama sebagai representasi konsep dasar Sastra Lisan Ternate. Dengan pendalaman karakter ruang yang memanfaatkan koneksi antara alam-bangunan, budaya-teknologi, fasilitas dirancang untuk menciptakan suasana simbolik dan pengalaman ruang yang mendukung pengalaman belajar dan mengalami Sastra Lisan Ternate. Fasilitas akan terbagi menjadi tiga zona simbolis dan memiliki tiga tahapan kegiatan utama yaitu pengenalan (massa penerima), informasi-edukasi (massa pameran), dan edukasi-praktek (massa edukasi), dan terdapat area baca, pujasera, kios dagang, dan area pementasan sebagai kegiatan pendukung.
Fasilitas Wisata Edukasi Biota Laut di Surabaya
Nelson Jonathan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Surabaya adalah salah satu kota besar di Indonesia yang berada di pesisir pantai. Namun sektor kelautan di Kota Surabaya ini masih belum dioptimalkan, padahal terdapat banyak peluang yang dapat dikembangkan salah satunya adalah pariwisata. Isu tersebut yang menjadi latar belakang dari perancangan Fasilitas Wisata Edukasi Biota Laut di Surabaya. Tujuannya adalah dapat memberi nilai bagi sektor kepariwisataan Kota Surabaya dan juga dapat menyediakan fasilitasi edukasi biota laut untuk masyarakat. Fasilitas ini sekaligus diharapkan menjadi salah satu ikon di Kota Surabaya. Dalam rangka tujuan tersebut maka arsitektur metafora/ikonik dipakai sebagai pendekatan dalam merancang Fasilitas Wisata Edukasi Biota Laut di Surabaya ini. Pendekatan arsitektur metafora dari ikan paus biru diterapkan pada bangunan fasilitas wisata edukasi biota laut ini diharapkan dapat menjadi ikon Kota Surabaya dan mengundang wisatawan. Fungsi bangunan sebagai fasilitas wisata dan edukasi dengan obyek utama biota laut memerlukan penyelesaian sistem pengelolaan biota laut beserta air laut sebagai habitatnya terkait dengan mekanisme pengadaan dan pemeliharaan yang berpengaruh pada desain sirkulasi, spasial, sistem utilitas (instalasi). Pengkatagorian jenis-jenis biota laut yang dipamerkan menjadi dasar desain fasilitas dan aquarium serta tata letaknya. Sistem struktur space frame sebagai penyelesaian untuk mendapatkan bentuk selubung bangunan yang diharapkan, serta struktur lantai dengan rib segi enam menjadi penyelesaian untuk bentang struktur lantai yang lebar. Demikian integrasi desain untuk mewujudkan Fasilitas Wisata Edukasi Biota Laut di Surabaya.
Hotel Resor di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur
Shanly Khalim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hotel Resor di Penajam Paser Utara adalahsebuah fasilitas penginapan dan rekreasi yangdibangun dengan mempertimbangkan potensiperkembangan sosial ekonomi di wilayah PenajamPaser Utara yang relatif dekat dengan wilayahIbukota baru Nusantara. Wilayah Penajam PaserUtara, terutama kawasan sekitar rencana bangunan,memiliki banyak potensi alam yang belumdikembangkan. Apabila potensi alam inidikembangkan maka akan lebih banyak wisatawanlokal maupun mancanegara yang akan mengenalpotensi-potensi alam ini di wilayah sekitar Ibukotabaru. Fasilitas ini memanfaatkan potensi alamkawasan menjadi daya tarik fasilitas sebagai tempatrekreasi dan relaksasi dari padatnya kegiatan diibukota baru Indonesia sekaligus dapatmemperkenalkan dua potensi wisata pada wilayahKalimantan yaitu hutan tropis dan pantai. Penerapandari potensi wisata ini tampak dari desain fasilitasyang mengutamakan perpaduan antara hutan tropisdan pantai di kawasan sekitar, dan perpaduan antaralingkungan itu dengan manusia yang berwisata dikawasan.
Museum Teknologi dan Energi Terbarukan di Jakarta Utara
Vivian Vivian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Museum Teknologi dan Energi Terbarukan di Jakarta Utara adalah sebuah tempat edukatif rekreatif yang kontekstual bagi anak-anak sekolah untuk mempelajari mengenai pentingnya pemanfaatan energi terbarukan untuk masa yang akan datang. Masalah desain utama museum adalah untuk menampilkan berbagai inovasi energi terbarukan secara aktif dan interaktif bagi siswa sehingga museum dapat menjadi sebuah laboratorium pembelajaran terutama dalam pengolahan energi listrik. Masalah ini kemudian diselesaikan dengan pendekatan sistem sains yang fokus pada pengolahan energi. Keunikan proyek ini adalah pada integrasi elemen sains yang berbeda-beda dalam bangunan sehingga bangunan dapat memenuhi kebutuhan energi listriknya secara mandiri, serta bagaimana adanya interaksi antara wahana museum energi terbarukan dengan siswa hingga akhirnya menciptakan sebuah proses edukasi yang menjelaskan prinsip masing-masing elemen energi terbarukan. Energi terbarukan yang dihadirkan terdiri dari museum energi terbarukan air, museum energi terbarukan matahari, museum energi terbarukan bioenergi, museum energi terbarukan angin dan museum energi terbarukan kinetik. Dilengkapi juga dengan pameran informal sebagai penjelasan latar belakang pentingnya penggunaan energi
Studio Pelatihan Sinematografi di Surabaya
Clara Clara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Studio Pelatihan Sinematografi di Surabaya merupakan fasilitas studio produksi film untuk memperkenalkan dan mengajarkan proses produksi film mulai dari tahap pra produksi, tahap produksi hingga tahap pasca produksi yang ditujukan untuk masyarakat di Surabaya, khususnya sekitar kawasan Mayjend Sungkono. Latar belakang yang melandasi perancangan studio ini yaitu kurangnya ketersediaan fasilitas, sarana, dan prasarana dari pelatihan sinematografi. Masalah utama desain adalah bagaimana pengguna atau pelajar dapat menangkap momen atau pesan serta alur dalam pembelajaran tahap produksi film agar dapat menghasilkan suatu karya film yang kreatif dan berkualitas. Konsep utama studio pelatihan ini adalah movement through space dimana aktivitas dan proses belajar dari ruang 1 ke ruang lainnya menciptakan suatu pengalaman yang memorable. Fasilitas ini di desain menggunakan pendekatan spasial yang mementingkan hubungan antara pengguna dengan ruang. Pendalaman desain yang diambil adalah karakter ruang dimana memperhatikan suasana tiap tahapan produksi film sehingga ekspresi karakter ruang di tiap tahapan film yang berbeda dapat terwujud.
Fasilitas Edukasi Wisata dan Laboratorium Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Patrick Abraham
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKLumpur Lapindo merupakan bencana yang sudah terjadi sejak lama dan juga mendapatkan perhatian dari pemerintah kota Sidoarjo dari sejak peristiwa ini terjadi. Perhatian dari pemerintah Sidoarjo ini berupa adanya visi untuk menjadikan area sekitar Lumpur Lapindo sebagai tempat wisata. Lumpur Lapindo juga membutuhkan tempat penelitian yang memiliki letak cukup dekat sehingga dapat meningkatkan keefektifan penelitian. Visi akan pengolahan area Lumpur Lapindo sudah ada, akan tetapi masyarakat Indonesia belum mengenal bencana ini dengan baik sehingga diperlukan sebuah sarana pengenalan arsitektur. Pengenalan Lumpur Lapindo akan menjadi lebih baik dengan adanya fleksibilitas dan integrasi antara sirkulasi, ruang dan massa sehingga digunakan pendekatan ruang berupa sekuens. Pendekatan tersebut diaplikasikan dalam bentuk alur sekuens yang linear. Pendekatan sekuens ini juga digunakan untuk mengarahkan pengunjung sehingga fungsi wisata tidak mengganggu fungsi laboratorium. Penerapanpendalaman dari sekuens ini diterapkan dalam bentuk transisi yang berupa permainan gelap terang antar ruang ke ruang sehingga pengunjung akan diberikan perspektif yang berbeda beda ketika memasuki ruang yang satu dan lainnya. Material yang diterapkan pada bangunan ini hanya menggunakan beton, dimana beton digunakan karena dapat memaksimalkan penerangan dan juga kegelapan yang ada sehingga dapat mencapai suasana ruang yang diinginkan.
Apartemen New-Normal di Surabaya
Benyamin Ignatius Canong
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apartemen New-Normal di Surabaya merupakan apartemen yang didesain agar memiliki sistcm yang dapat menghadapi pandemi, agar apartemen dapat mengurangi dan bahkan menghentikan transmisi pandemi yang terjadi dalam bangunan. Selain dapat menghentikan transmisi pandemi Apartemen juga dapat memfasilitasi kegiatan sehari had penghuninya jika penghuninya tidak di perbolehkan untuk keluar dan apartemennya. Desain sangat mempertimbangkan 3 aspek yaitu penghawaan, pencahayaan, dan tata ruang schingga dipilih metode pendekatan sistcm dan pendalaman rains arsitektur dan tata ruang.