cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Pelatihan Sepak Bola di Makassar Frans Thesman
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola adalah salah satu olahraga dengan angka penggemar terbanyak di Indonesia yakni sebanyak 68 persen yang menempatkannya di posisi kedua, di bawah olahraga Badminton yang berada di peringkat pertama(Nielsen,2020), tetapi survei yang baru saja dibuat oleh PSSI(Persatuan Sepak Bola Seluruh Indoncsia) mcnyatakan bahwa terdapat 77 persen penduduk yang menyukai sepak bola tetapi tidak berbanding lurus dengan angka orang yang bermain sepak bola, yang dimana hanya terdapat 17 persen penduduk Indonesia yang rutin bermain sepak bola sekurang kurangnya satu kali dalam seminggu(Prasetya,2021) PSSI yang melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 menyatakan bahwa diperlukan percepatan Olahraga sepak hola di Indonesia, yang dimana salah satu bentuk yang disebutkan dalam Instruksi Presiden adalah pembangunan infrastruktur dacrah untuk mendukung dacrah yang membutuhkan percepatan bila diperlukan. Makassar adalah salah satu kota yang tidak memihki stadion kota yang dapat digunakan olch klub tuan rumah mereka yakni PSM Makassar, dikarenakan stadion lama mereka yang tidak sesuai standar AFC(Asian Foothall Confedennion), sehingga mengharuskan klub ini untuk bermain jauh diluar kota tanpa dukungan szipporter. Dalam mendukung Instruksi Presiden yang telah ada, maka dibutuhkan ohjek perancangan dakim bentuk fasilitas pelatihan sepak hola yang terletak di kota Makassar, yang mengutamakan keamanan dan juga kenyamanan, serta memberikan nilai dari PSM Makassar, dan juga kota Makassar. Pendekatan simbolis dan Pcndalaman struktur diharapapkan dapat memenuhi kebut uhan dan manfaat yang diharapkan
Panti Jompo di Surabaya Illona Nathania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti Jompo untuk Lansia di Surabaya dapat memenuhi kebutuhan para lansia dengan mengayomi dan menjaga kesejahteraan sosial hidup lansia, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan interaksi sosial antar generasi yang dominan dengan sifat individualisme. Tempat untuk para lansia dapat menjaga kesejahteraan hidup mereka disaat keluarga mereka memiliki kesibukan sehingga tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk menghabiskan waktu bersama dengan mereka, dengan perancangan “Panti Jompo” ini diharapkan lansia bisa hidup bersama dengan lansia lain sehingga dapat menjaga kualitas kesejahteraan sosial hidup mereka. Para lansia dapat saling berbagi dan saling support untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Perancangan yang berada di Jl. Citra Utama Lidah Kulon, Lidah Kulon, Kec. Lakarsantri, diharapkan dapat berdampak positif bagi sekitarnya dimana tapak perancangan berada di area Perumahan Kepadatan Sedang sehingga dapat meningkatkan rasa homey di panti. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan perancangan menggunakan metode pengumpulan data dari studi literatur, studi preseden, survey bangunan dengan fungsi yang sama, dan data lahan yang terpilih. Dengan menggunakan pendekatan dan pendalaman spasial dimana perancangan Panti Jompo di Surabaya dapat menjawab kebutuhan perancanngan.
Fasilitas Rehabilitasi Bagi Korban Kekerasan pada Anak- Anak dan Remaja Wanita di Surabaya Vincentia Maria Stephany Angelena
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan merupakan fenomena yang cukup sering tcrjadi di kalangan masyarakat. Jenis kekerasan yang palinu scring terjadi yaitu Kekcrasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang secara otomatis juga memicu tingginya jumlah korban KDRT, khususnya di Surabaya Korban kekerasan rata-rata berjenis kelamin wanita dan jika digolongkan berdasarkan usia, korban rata-rata anak-anak usia 6-12 tahun serta rema)a usia 13-18 tahun Namun fasilitas yang dapat mewadahi korban kckerasan di Surabaya masih cukup scdikit Oleh karcna itu dibuiuhkan fasilitas yang mampu menjadi aadalt bagi korban kekcrasan ini untuk mendapatkan pelayanan rchabilitasi sosial Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan heafing architecture dengan tujuan melalui desain arsitektural, proses penycmbuhan psikologis pasicn dapat berjalan Iebih efektif sehingga pasien rehabilitasi lebih ccpat pulih karena dukungan dari pendckatan desain Untuk menerapkan pcndekatan terscbut, pcndalaman desain yang dipilih adalah pendalaman karaktcr ruang Dengan penerapan pendalarnan karakter niang dalam desain dapat memberikan kesan ruang yang berbeda-beda sehingga persguna fasilitas iidak merasa 'terkurung' di satu tempat dan tetap merasa nyaman
Fasilitas Edukasi dan Pagelaran Budaya Tradisional NTT Ryann Modestus Leong
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NTT atau Nusa Tenggara Timur adalah bagian dari salah satu provinsi lndonesia yang terletak di kepulauan sunda kecil Indonesia. Dengan ibukotanya terletak di Kupang, Timor Barat. Provinsi ini terkenal sebagai daerah kepulauan yang mempunyai ratusan pulau dan mempunyai beragam kebudayaan yang khas. Dari banyaknya pulau ini di NTT terdapat beragam budaya sendiri, mulai dari pulau Flores, Timor, dan Pulau Sumba. Budaya di NTT sekarang tidak terlalu digemari oleh anak muda karena perkembangan zaman dan masyarakat yang lebih sibuk dengan bekerja. Sehingga dibutuhkan sebuah fasilitas edukasi budaya yang khusus untuk menunjukan berbagai budaya-budaya NTT yang mulai dilupakan oleh masyarakat, khususnya pada anak muda. Desain bangunan akan menggunakan pendekatan desain Neo- Vernakular dengan memasukan unsur budaya tradisional NTT pada bangunan. Aplikasi desain Neo-vernakular ini untuk menampilkan budaya tradisional NTT pada desain bangunan dengan cara aplikasi motif pada fasad bangunan dan penggunaan atap tradisional arsitektur NTT sebagai atap pada bangunan, hal ini untuk menarik pengunjung untuk datang dan belajar budaya NTT.
Fasilitas Janapada di Surabaya Juan Matthew Manuel Prayogo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi dan fenomena individualisme di Indonesia bagi masyarakat menyebabkan beberapa dampak negatif, salah satunya adalah peningkatan tingkat stres khususnya pada kalangan remaja di kota-kota besar, salah satunya Surabaya. Perancangan fasilitas janapada adalah salah satu cara merespon kebutuhan rekreasi masyarakat, yang mewadahi kegiatan umum berupa olahraga, seni, gather space, co-work space, dan nature. Pendekatan perancangan menggunakan teori arsitektur dari Tadao Ando, yaitu “Self Enclosed Modernity”, dimana menurut Tadao Ando, sebuah karya bangunan arsitektur yang baik harus memiliki 9 poin dasar yang juga merespon kebutuhan penghuni dan pengguna. Dalam perancangan fasilitas ini, teori Tadao Ando berperan dalam membantu menentukan elemen-elemen design yang digunakan untuk merespon kebutuhan akan ruang yang berbeda-beda di tiap aktivitasnya, juga hubungan pengguna dan bangunan, serta faktor alam dan lingkungan pada bangunan.membuka diri dan saling bersosialisasi.
Hotel Resort dan Cottage Pantai di Uluwatu Eka Saputra Wibisono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan resort tipe cottage yang lokasinya berada di Bali adalah perancangan fasilitas yang saya akan desain. Fasilitas ini bertujuan untuk mewadahi para turis wisatawan yang datang untuk berwisata serta menikmati liburan sambil menikmati fasilitas penginapan resort tipe cottage. Sclain itu fasilitas ini untuk meningkatan potensi para wisatawan yang berkunjung ke indonesia, terutama pada kaum masa remaja. Diharapkan agar dengan adanya fasilitas ini, maka para wisatawan yang berkunjung dapat mendapatkan sesuatu yang ada di Bali sebagai area rekrta.si, hiburan alam yang menyajikan berbagai keindahan alam, suasana dan fasilitas yang memadai. Para wisatawan juga bisa mengenal tentang budaya setempat yang ada di Bali dan dengan letak yang strategis maka mudah diakses dari daerdh lain. Lalu untuk metode pendekatan yang saya pilih adalah peendekatan spasial. Dimana metode ini tcrdapat hubungan antara manusia dan alam sehingga bisa menghadirkan suasana alam di dalam bangunan agar menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi pengguna bangunan.
Pasar Ikan dan Pelelangan Ikan di Manado Gillberd Gerard Shevchensky Wongkar
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan merupakan salah satu sumber mata pencaharian maupun pendapazan terbesar pacts dacrah khususnya manado. Pcmerintah membust. Pclabuhan yang khusus untuk &an, dimana disana terdapat b.sngunan pelelang.an d?n >ang bcrtujuan agar rnas>arakat bisa mendapa:lan d.an dengan kualitas yang baik dengan harga yang relatif murah, akan tetapi cLaLim pelaksanaanya, banzunan pelelangan yang berada di Pelabuhan Ikars, masth kurang diperhatikan, dimana disana terctipat sampah berserakan dimana-maru sirkulasi anur pengguna tidak terstur, banguan terlalu rudat akan pengunjung, Desain bangunan akan berfolus men>elcsaikan hal tersebut, denpn mela.kukan pendekatan sistem, rnengzunakan tiga sissern utarna, yaitu struktur, unlitss, dan sirkulasi. Limbah yang tercipta pada banzunan juga mcrupakan suatu pertimbangan dalarn rnendesain. limbah Skan akan merruhki ruangan khusus untuk bisa dikelola kembah sepeerti juga limbah lain > ang terripti Material yang akan ditcrapkan pada bangunan menggunakan beton Pre-cuf t mernpermuclah dalain proses pengerjaan maupun maintenance pada bangunan. Buaan pada bangsman dibuat cukup banyak. dikarenakan bangunan hanya menggunakan ppenghawaan pasif
Fasilitas Rehabilitasi Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah Vigilio Manek Junior
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas rehabilitasi orangutan merupakan fasilitas yang berfungsi untuk menyelamatkan serta membantu keberlangsungan hidup orangutan di masa mendatang. Tujuan rehabilitasi ini adalah untuk meneliti dan menjaga spesies, habitat, hingga interaksi orangutan dan habitatnya berkaitan dengan dampak perubahan iklim, perburuan liar maupun tekanan manusia, penebangan hutan serta degradasi hutan yang semakin memburuk. Lokasi site di Taman Nasional Orangutan mempermudah proses kontrol orangutan pada habitat aslinya.Proses perancangan menggunakan pendekatan struktur sebagai acuan dalam mendesain. Pendekatan ini dipilih sebagai upaya untuk memberikan identitas pada bangunan sekaligus memasukkan lingkungan alam sekitar dimana tempat orangutan sendiri itu tinggal.
Taman Edukasi Islami di Kampung Arab Jakarta Barat Joscelind Vallen Kawengian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara denganpopulasi umat muslim terbanyak di dunia yang jugamemiliki ragam agama lain yang diakui. Meskibegitu, kemampuan & kemandirian masyarakatnyadalam memahami dan menghayati toleransi antarperbedaan agama (mayoritas dan minoritas) masihtergolong rendah. Terlihat dari bagaimanamasyarakat masih memberikan stigma negatifterhadap agama Islam ketika terjadi peristiwa terkaitterorisme. Melihat isu tersebut, Taman EdukasiIslami di Kampung Arab, Jakarta Barat ini hadiruntuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakattentang nilai-nilai agama Islam secara general,bahwa Islam merupakan agama yang bersahabatdengan masyarakat dan cinta damai. Denganmenggunakan pendekatan simbolik yang intangible,harapannya penngunjung yang berasal dari ragamlatar belakang dapat teredukasi tanpa ada perasaan‘digurui’ atau ‘islamisasi’. Selain itu, perancangandesain menggunakan pendalaman sekuens untukmemperkuat pengalaman ruang baik di dalammaupun luar bangunan agar dapat secara runtutmengikuti cerita yang dibuat secara simbolik tadidari awal sampai klimaks. Adapun, fasilitas ini jugadirancang untuk menjadi destinasi wisata tambahansekaligus menjadi pnghubung masyarakat denganKampung Arab sebagai lokasi penyebaran Islampertama di Indonesia.Kata Kunci : arsitektur
Hunian Komunitas Lansia dan Biara Bruder Kongregasi CSA di Pontianak Abdiel Marvega Shindutirta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey menyebutkan, pada tahun 2050jumlah lansia di Indonesia akan meningkat pesat.Mencapai 23 juta orang atau lebih dari dua kali lipatjumlah lansia saat ini. Meningkatnya jumlahpenduduk lansia harus disertai dengan fasilitas yangmemadai di setiap daerah. Sedangkan di Pontianak,hanya terdapat 2 fasilitas panti jompo. Total keduapanti jompo tersebut hanya mampu menampung 100orang, berbanding jauh dengan jumlah lansia diPontianak yang mencapai 50.000 orang.Kesempatan untuk mendampingi lansia diPontianak, telah masuk dalam rencanapengembangan Kongregasi CSA. Hal itu didukungoleh jumlah umat Katolik yang besar di KalimantanBarat, sehingga menjadi peluang untuk lebihmengenalkan karya Kongregasi CSA. Tetapiterdapat stigma negatif terhadap fasilitas sepertipanti jompo, yang kerap kali dianggap tempatbuangan, tempat orang sakit, dsb. Sehinggadiperlukan hunian yang dapat mengakomodirkebutuhan tempat tinggal lansia di Pontianak, namuntidak menjadikan lansia sebagai pasien, melainkanmahluk sosial yang masih memiliki peran dalammasyarakat.Strategi yang diambil adalah menjadikan hunian danbiara ini inklusif, terbuka untuk publik, danberkelanjutan. Menyediakan ruang untuk berbagaiaktifitas masyarakat, guna memungkinkan interaksiantara penghuni (lansia dan bruder) denganmasyarakat terjadi. Hunian lansia juga dirancangagar dapat mewadahi berbagai fungsi, agar lansiadapat selalu aktif serta produktif. Sesuai anjuranKemensos, hunian juga menjawab 7 hak lansia,termasuk fasilitas kesehatan. Biara Bruder jugadirancang mengedepankan interaksi dengan paralansia, namun tetap memastikan kehidupan privasibruder sebagai biarawan tetap terjaga. Bangunanjuga dirancang dapat tanggap bencana seperti banjirdan asap kebakaran hutan yang kerap kalimeneylimuti kota Pontianak.