cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Rumah Susun Henok Wicaksono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Bandan terletak di Jakarta Utara yangmerupakan daerah yang di latarbelakangi olehhunian illegal di bantaran rel kereta api danketidaksesuaian hunian oleh kondisi RTRW(Rencana Tata Guna Lahan). Permasalahan lainyang timbul di masyarakat juga kondisi fasilitasdan sarana prasarananya (Kesehatan danPendidikan) yang tidak memada. Kondisipemukimannya yang juga terdampak dari segialam dimana terjadi kekurangan air bersih dankurangnya lahan hijau di area pemukimansehingga terlihat gersang. Akibat dari latarbelakang itu didirikan fasilitas Rumah Susunmenggunakan pendekatan system dan perilakuterhadap penghuninya. Dimana pendekatanperilaku berfokus pada kegiatan masyarakat sehari– hari dan bersosialisasi antar warganya, sehinggatimbul ruangan ruangan yang mencakup kegiatanekonomi dan kegiatan sosialisasi antar wargarumah susun sehingga dapat tumbuh danberkembang, sehingga kemiskinan dapatdiminimalisir dan ciri khas perkampungan dapattetap dilestarikan. Penerapan pendekatan systempada bangunan juga diperuntukan untukmengatasi masalah alam yang terjadi di dalam siteyaitu pengolahan air hujan yang diatasimenggunakan system WTP dan pengolahanlimbah sampah organic dan anorganic yang dapatdigunakan untuk menghasilkan nilai uang yangdapat berdampak untuk penghuni rumah susun.Penerapan 2 pendekatan ini diharpkan dapatmenjadi
Hunian Pengungsi dan Pencari Suaka di Batam Tasha Isabella
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas hunian pengungsi dan pencari suaka merupakan rumah yang memiliki program kegiatan bagi pengungsi dan pencari suaka yang ada di Indonesia. Hunian ini terdiri dari sembilan bangunan yang merupakan 1 bangunan utama dan 8 bangunan pendukung, dengan 2 akses masuk kendaraan, 2 akses parkir, 4 akses pejalan kaki yang terjabar pada dua Fasilkas in.i juga didukung akses masuk disaabilitas, taman komunal serta area berjualan indoor maupun outdoor. Program ruangnya menjadi 4 target pengunjung, yaitu petugas, pengungsi, pencari suaka dan pendatang. Masing-masing kategori memiliki akses yang mudah dipahami serta program kegiatan yang tersusun dengan baik Fasilitas ini juga memiliki keamanan yang tinggi untuk target pengunjung pencari suaka. Dengan pengawasan dan juga akses terbatas, perumahan pencari suaka memillki tingkat keberhasilan yang baik. Proyek ini berspekulasi pada perumahan bantuan dan ruang berkonsep arsitektur di dalam kota Batam. Proyek ini menafskkan ulang kamp pengungsi dengan menata ulang perumahan murah dengan konsep ( pencegahan kejahatan melalui desain lingkungan) ke ruang hidup. Tujuannya adalah untuk menciptakm strategi jangka panjang bagi pencari suaka dan pengungsi di Indonesia pada masa depan. Dengan adanya sistem relief dan proses rehabilitasi di fasilitas ini, dibarapkan mereka dapat memenuhil waktu dan tujuan yang mereka butuhkan untuk pindah dari Indonesia. Jika berhasil, program bangunan ini akan membantu pengungsi dan pencari suaka untuk (l) memperoleh kewarganegaraan barti di suatu tempat, (2) bermukim kembali ke negara lain, (3) dipulangkan ke negara asalnya.
Fasilitas Pemandian Air Panas Alami Malanage di Flores Adam Christian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pemandian air panas alami Malanage di Flores memiliki potensi alam yang unik dengan adanya pertemuan 2 aliran sungai yang menghasilkan 3 temperatur air; panas-hangat-dan dingin, yang mengalir di antara pepohonan dan batuan. Minimnya fasilitas penunjang dalam eksisting site membuat kawasan pemandian tersebut memiliki potensi pengembangan dalam masa mendatang. Pendekatan ekosistem dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai salah satu elemen dalam desain untuk menciptakan ruang-ruang interaksi antar manusia dengan alam sekitarnya. Intensi desain perancangan diutamakan sebagai fasilitas relaksasi dengan aktivitas Balneoterapi untuk pengunjung yang dapat dilakukan pada sungai dan kolam buatan yang didukung oleh jumlah area terbuka yang luas pada bangunan.
Fasilitas Pelatihan dan Gelanggang Olahraga E-Sport di Surabaya James Sterling Sanjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbanyak di dunia, salah satunya adalah game E-Sport. Teknologi E-Sport yang telah berkembang pesat sudah menjadi gaya hidup masyarakat di Indonesia. Olahraga elektronik yang sifatnya kompetitif ini sangat diminati oleh banyak orang sehingga dapat dijadikan peluang dalam pencari penghasilan bagi para atlet profesional maupun penggemar game online. Fasilitas E-Sport yang ada di Indonesia sendiri masih minim dan jarang, salah satunya Kota Surabaya. Oleh karena itu, perlu diadakannya sebuah fasilitas yang dapat mewadahi pelatihan dan pertandingan E-Sport berupa gelanggang olahraga untuk dapat mengimbangi aktivitas antara dunia virtual dengan dunia realitas.
Gereja dan Fasilitas Pembelajaran Reformed Injili di Balikpapan Thio Kris Patrio
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Reformed Injili merupakan salah satu Gerakan Keagamaan yang telah berkembang di Indonesia. Gerakan ini telah tersebar di kota-kota di Indonesia, salah satunya kota Balikpapan. Di Balikpapan, Gerakan ini masih berbentuk Mimbar (MRII) yang masih menggunakan ruko sebagai basis tempat melakukan aktivitas gerejawi dan juga masih minimnya fasilitas kerohanian dari Gerakan ini di Balikpapan. Seiring berjalannya waktu tentu Status ‘Mimbar’ akan berubah menjadi ‘Gereja’ yang tentunya aktivitas gerejawi semakin kompleks dan memerlukan sebuah Gedung gereja yang independen.Fasilitas yang akan diwadahi dalam perancangan ini ditujukan untuk Aktivitas Gerejawi yang ada serta juga menangapi akan kebutuhan Fasilitas pembelajaran dari denominasi Gerakan ini yaitu STRI Balikpapan (STRIPAN). Selain itu, juga terdapat fasilitas-fasilitas pendukung lainnya baik yang bersifat komersial seperti Perpustakaan, pusat literatur, Studio Radio, Toko buku Momentum, Area pameran, musical center, guesthouse, dan lain sebagainya.Sehingga melalui perancangan ini diharapkan dapat menjadi pusat komplek fasilitas kerohanian dari Gerakan Reformed Injili di Balikpapan. Gedung yang hadir selain mendukung fungsi didalamnya juga diharapkan dapat mencerminkan nilai identitas dari Gerakan Reformed dalam bangunan, oleh karena itu pendekatan simbolik diangkat ke dalam perancangan. Serta untuk mendukung simbolik yang diangkat, kualitas ruang yang baik, faktor suasana, dan akustika ruangan menjadi penekanan yang perlu diperhatikan juga nantinya.
Mal Dengan Konsep Terbuka di Kenjeran Vanessa Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia menjadi kota yang padat dan merupakan salah satu kota terpanas di Indonesia. Selain itu, adanya pandemic Covid-19 membuat masyarakat tidak berani beraktivitas di luar rumah. Melihat kondisi ini, maka tema mal terbuka sesuai untuk dijadikan tempat hiburan yang juga bisa menoleransi suhu pangs di kota Surabaya. Mal dengan konsep terbuka juga akan menjadi daya tank tersendiri bagi masyarakat kota Surabaya, mengingat di Surabaya belum banyak mal dengan konsep terbuka. Berdasarkan tema tersebut, pendekatan perancangan yang dipilih adalah pendekatan sirkulasi. Melalui pendekatan ini, perancangan mat dapat disesuaikan dengan kriteria-kriteria dan aspek-aspek dari pendekatan sirkulasi ini sendiri, sehingga masyarakat dapat berkegiatan di dalam bangunan dengan nyaman. !Criteria dan aspek ini akan menjadi tuntunan dalam proses perancangan mal dengan konsep terbuka ini sendiri. Bangunan yang terbuka dapat membantu memperlancar sirkulasi udara dalam bangunan, sehingga sesuai dengan ketentuan berkegiatan semasa pandemic, yaitu lebih banyak beraktivitas di ruang terbuka.
Fasilitas Wisata Edukasi Kain Tenun Khas Lombok di Lombok Tengah Almira Wirawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain Tenun kbas Lornbok rnerupakan salah satu budaya yang menjadi khas dari masyarakat suku sasak. Seiring dengan perkernbangan jaman, budaya tersebut sernakin pudar dan ter1upakan. O1eh karena itu, budaya kain tenun khas Lornbok perlu diupayakan untuk dapat di1estarikan dengan mengernbangkan poten.sinya yaitu terkait dalam dunia fadzion. Dalarn usaha pelestariannya, dibutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan para pengrajin kain tcnun. Fasilitas ini juga dijadikm sebagai salah satu area dimana masyarakat dapat belajar dan bermain sehingga tidak hanya melestarikan tetapi juga rnenambah wawasan terkait kain tenun khas Lornbok. Pengenalan budaya kain tenun dimulai dari pendekatan neo-vemakular dirnana rnenghadirkan arsitektur tradisional sasak dengan desain yang modern ia.npa menghilangkan prinsip bentukan. Selain itu, fasilitas ini juga menghadirkan interaksi antara pengunjung dengan kain tenun khas Lornbok melalui kegiatan workshop pcmibuatan kain tenun tersebut.
Fasilitas Retret Meditasi Buddhis di Berastagi Wynne Chrysilla Sutjiadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Fasilitas Retret Meditasi Buddhis di Berastagi ditujukan kepada pengguna sebagai salah satu wadah pcngcnalan lcbih tcrhadap diri scndiri melalui pcngembangan batin yang dapat mcnjadi jawaban dan sumber kedamaian di tengah kesibukan manusia. Mcditasi mcrupakan salah satu sarana dalam upaya mengembangkan batin mclalui pemusatan pikiran pada satu objek sehingga sangat perlu memperhatikan sarana-sarana yang menjadi objek untuk membantu penggunanya berkonsentrasi untuk mencapai ketenangan batin yang didukung juga dengan situasi lingkungan sekitarnya. Pendekatan perancangan merupakan pendekatan sikuens dengan pendalaman karakter ruang yang bcrfokus pada indra manusia dengan harapan ingin memberikan kesan dan pcsan pada setiap bagian fasilitas agar pengguna lebih mampu merasalcan maksud dari meditasi itu sendiri bcrupa pcncapaian kctenangan dan kedamaian dari kehidupan ramai dan kesibukan sehari-hari yang didapatkan melalui pengalaman ruang yang dinnplementasikan berupa permainan dimensi dan skala ruang, penggunaan material, pencahayaan, dan pemilihan warna yang dirasakan selama berada di fasilitas tersebut.
Sekolah Bagi Anak Penyandang Autisme di Surabaya Richard Richard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak autisme di Indonesia terus meningkat dan perlu mendapadtan jcnjang pendidikan yang sesuai dengan karaktcr serta kriteria yang sudah diatur dalam kurimilum Indunesia. Faktanya di Indonesta khususnya di Surabaya, sekolah bagi anak pt:nyandang autisme ini sangat ininim dan juga jauh dari kriicria yang sudab ditentukan. Untuk memaksiinall•m kriteria yang diperlukan teutunya akan inemedukaa lahau yang bcsar. dan di lal:an yang bar unineulah permasalanar, dari karakteristik anak amisme dengan susalutya navigasi dan onentasi bangunan. Proses peranzangan sckolah ini meng,gunakan metode pendekatan arsitektur perilaku dan menekankan pada sirkulasi bangunan. Pendeltatan ini akan sangat inemaksimalkan kebutuhan anak penyandang autisme dalam menjalani seenua rtingkaian kegiattut belajar mengajar, schingga menghasilkan keterhubungan ant•r ruang seeara sirkular.
Galeri Pertunjukan dan Instalasi Seni Media di Surabaya Marcellino Leopatria
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat perkembangan zaman dan kreativitasseniman Indonesia dalam berkarya menggunakanmedia dan teknologi baru, menumbuhkan kebutuhanakan adanya ruang sebagai wadah menampilkan danberkumpul bagi para seniman di Indonesiakhususnya di Surabaya. Seniman Indonesia setiaptahunnya mengikuti pameran seni ‘Media ArtGlobale’ juga menjadi salah satu acuan rencanarancangan galeri ini. Tujuan dari galeri adalahmengedukasi masyarakat akan kemajuan karya senirupa di Indonesia, tempat untuk berkumpul danberkarya bagi para seniman-seniman media baruserta mengedukasi masyarakat umum.