Articles
1,542 Documents
Konservatori Kupu - Kupu di Yogyakarta
Michael Alessandro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konservatori Kupu - Kupu di Yogyakartamerupakan Fasilitas penelitian yang dibangunagar kupu kupu dapat terjaga populasinyadengan pangawasan dan perawatan di habitatyang dibuat seperti aslinya. Tujuanperancangan bangunan ini adalah agarmasyarakat umum bisa lebih mengertikeuntungan yang bisa didapat darimelestarikan kupu - kupu yang akhir akhir inilebih banyak dianggap sebagai hama, bahkanterkadang kurang dilirik manfaat positifnya.Fasilitas diharapkan dapat menarik perhatianmasyarakat umum khususnya pelajar danpetani agar dapat lebih memfungsikankeuntungan dari kupu- kupu. Pendekatan yangdipilih adalah pendekatan ekologi yangditerapkan dalam konsep pemeliharaan sertasequence untuk para pengunjung. Hasil dariperancangan ini adalah sebuah bangunan yangdapat berfungsi sebagai tempatpengembangbiakan kupu -kupu tanpa adanyagangguan dari luar sehingga kapasitas kupu -kupu yang dilepas di alam akan semakinbanyak
FASILITAS REHABILITASI PENDERITA GANGGUAN MAKAN BAGI REMAJA PUTRI DI PASURUAN
Eugenia Jessica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas rehabilitasi penderita gangguan makan merupakan fasilitas yang mewadahi fungsi rekrcatif dan rehabilimtif untuk mevAsjudkan pemulihan penderita gangguan makan, baik sccara fisik maupun psikologis. Fasilitas ini ditujukan bagi remaja putri di wilayah Jawa Timur yang memiliki kcbiasaan makan yang menyimpang sera yang terganggung kondisi fisik dan psikisnya. Dengan pendekatan biofilia yang berfokus pada sensori, diharap fasilitas rehabilitan yang dirancang mampu mendukung proses penyembuhan penderita gangguan makan seam lebih optimal. Adanya koneksi dengan alam mampu memhantu pengguna memperbaiki kesehatan mentalnya (Meredith et al_ 2019) Fasilitas rchabilitasi ini dilengkapi ruang-ruang luar yang mampu mengakomodasi aktivitas pemulihan penggunanya di alam terbuka smuai dengan pendekatan biofilia yang dipilih. Adanya fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pioneer bagi fasilitas-fasilitas setup di Jawa Timur schingga mampu mengurangi kccenderungan gangguan makan, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih terbuka terhadapisu psikologis scrupa
Apartemen Hibrid di Surabaya
Edwin Kenley Mihardjo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Surabaya dinyatakan oleh Badan Pusat Statistik (2021) merupakan kota penghasil GDP (Gross Domestic Product) tertinggi kedua di Indonesia menyebabkan perkembangan kota berpusat di daerah tertentu dan tidak merata. Oleh karena itu, Bappeko Surabaya (2021) mengeluarkan RPJMD 2021-2026, memprioritaskan daerah untuk hunian dan fasilitas yang memperbaiki kualitas hidup. Sejak pandemi, kondisi memaksa masyarakat bekerja dari rumah atau membuat usaha baru secara online sehingga perlu hunian dan tempat kerja. Oleh karena itu dibangun apartemen hibrid yang mengakomodasi hunian dan tempat kerja. Wirausahawan cenderung membesarkan usahanya sesuai lajur ekonominya (Universitas Binus, 2019) atau mempunyai keluarga yang memerlukan ruangan lebih besar. Oleh karena itu menerapkan “open building” yang menunjang adaptibilitas dengan pedekatan struktur bangunan serta pendalaman struktur dan variasi modul unit.
Fasilias Rekreasi Keluarga di Surabaya
Evelyn Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas rekreasi keluarga merupakan fasilitas yang menyediakan berbagai aktivitas sosial bagi keluarga di Surabaya. Fasilitas ini ditujukan bagi keluarga di Surabaya yang ingin melakukan bonding dengan keluarga tanpa terganggu oleh keinginan untuk menggunakan gadget. Adanya aktivitas yang mengedukasi seperti boardgame. menanam, memasak, yoga, melukis, dan membaea diharapkan dapat meminimalisir keluarga dalam menggunakan gadget ketika menghabiskan waktu bersama. Dengan penggunaan pendekatan psikologi spasial yang digabung dengan desain yang inklusifterhadap alam diharapkan keluarga dapat melakukan bonding seeara maksimal. Pendekatan psikologi spasial berperan dalam meneiptakan sebuah ruang yang dapat mempengaruhi psikologi keluarga. Interior didesain dengan adanya ruang mikro sebagai ruang intim keluarga dengan teori sentripetal sehingga mendorong adanya interaksi antar anggota keluarga. Adanya fasilitas ini mendorong keluarga di Surabaya untuk menghabiskan waktu bersama dengan aktivitas fisik agar tidak kecanduan oleh teknologi di masa modern ini. Selain itu, fasilitas ini juga mendorong adanya fasilitas serupa lainnya di seluruh Indonesia.
Fasilitas Wisata Edukasi Pengelolaan Sungai di Sunda Kelapa, Jakarta
Angel Gabriella Kusuma
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Wisata Edukasi Pengelolaan Sungai di Sunda Kelapa, Jakarta hadir untuk memberikan pembelajaran secara interaktif dan rekreatif kepada masyarakat mengenai sungai dan cara mengelolanya. Salah satu fasilitas pembelajaran di dalam bangunan adalah galeri interaktif dimana orang dapat berinteraksi dengan pameran atau model simulasi. Selain itu, terdapat juga workshop serta laboratorium yang dapat menghubungkan pengunjung dengan sungai melalui berbagai kegiatan. Adapun, fasilitas ini dirancang untuk menjadi nodes dan third place bagi masyarakat, sehingga dapat menghidupkan kembali kawasan wisata Sunda Kelapa dan menjadi penghubung masyarakat dengan Sungai Krukut di sebelah tapak. Berdasarkan masalah desain tersebut, pendekatan Place Making dipilih untuk meningkatkan nilai sungai dan tapak melalui penerapan linkage, visual permeability, continuous pedestrian path, dan ruang sosial pada desain yang kelak dapat menciptakan sense of belonging pengunjung. Pendalaman karakter ruang dalam skala makro, meso, dan mikro diperlukan untuk membentuk suasana ruang yang mendukung terciptanya suatu place atau “Oasis”. Dengan begitu, desain tidak hanya menjadi sarana pembelajaran masyarakat tetapi juga dapat mendukung terciptanya suatu komunitas masyarakat sungai dan Sunda Kelapa yang aktif.
FASILITAS GALERI DAN PELATIHAN KESENIAN MUSIK TRADISIONAL UNTUK TUNA DAKSA DI SURABAYA
Michael Marcho
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Galeri dan Pelatihan Seni Alat Musik Tradisonal untuk Disabilitas di Surabaya ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat sekaligus melestarikan kesenian musik tradsional. Karena semakin banyak musik-musik dari luar yang seiring berjalannya waktu memasuki Indonesia, membuat musik tradisional semakin pudar. Dengan adanya Fasilitas ini kesenian musik tradisional tidak terlupakan dan akan tetap terlestarikan. Dari fasilitas ini para disabilitas juga dapat sekedar belajar dan mengenal atau mempersiapkan diri untuk mengikuti festival kesenian musik tradisional yang sering diselenggarakan oleh pihak tertentu dan menjadi perwakilan kota Surabaya dan Jawa Timur. Hal ini juga menjadikan citra Surabaya semakin baik yang peduli terhadap para disabilitas dan melestarikan salah satu kebudayaan yang di miliki Indonesia yaitu Seni Musik Tradisional
Museum Kain Tenun Sumba Timur di Waingapu
Jessica Ndewahana Moekoe
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kain tenun Sumba adalah sebuah warisan kebudayaan yang telah turun-temurun selama ratusan tahun. Kain Tenun ini mulai mendunia dan menarik perhatian banyak orang, karena itu mulai muncul beberapa perubahan yang mengikuti alur modern. Terdapat banyak orang yang masih tidak mengenal kain Sumba dan/atau tidak bisa membedakan dengan kain nusantara lainnya. Fasilitas museum menjadi sebuah sarana untuk mengkomunikasikan kain tenun Sumba Timur yang perlu bisa menarik pengunjung, mempreservasi dan mengedukasi tentang kain sumba dan filosofi yang terkandung didalamnya. Maka dari itu digunakan pendekatan simbolik yang dibagi menjadi 3 tahap kehidupan yaitu; kelahiran, kehidupan, dan kematian. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan nilai dan peran kain tenun dalam tiap tahap kehidupan orang Sumba Timur. Desain juga mengadopsi nilai filosofi arsitektur rumah adat dari Sumba Timur untuk menyimbolkan nilai kebudayaannya. Pendalaman pada desain fasad menonjolkan motif dan makna simbolik per massa pameran. Keseluruhan bangunan menggunakan warna dari komposisi warna kain tenun Sumba Timur.
Fasilitas Wisata Edukasi Tambak Ramah Lingkungan di Kota Pasuruan
Christina Natalia Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Wisata Edukasi Tambak RamahLingkungan di Kota Pasuruan merupakanperancangan fasilitas rekreasi sekaligus pembelajaranbahwa ekosistem mangrove, tambak, dan bangunandapat berjalan bersamaan di lahan yang sama tanpasaling menggantikan. Sehingga fasilitas diharapkandapat menggugah kesadaran masyarakat melaluipengalaman interaktif dan langsung mengenaitahapan tambak ramah lingkungan menggunakanelemen desain yang ramah lingkungan. Selain itu,fasilitas ingin mempertahankan tambak eksistingpada site sehingga memerlukan sistem strukturbangunan yang khusus. Maka pendekatan strukturdan konstruksi material ramah lingkungan yaitubambu sehingga memperoleh bentuk danpengalaman ruang berkarakter tambak dan ramahlingkungan. Kemudian pendalaman strukturkombinasi apung dan panggung dipilih untukmemberi contoh penerapan struktur di kondisi tanahtambak yang dipengaruhi pasang surut air lautsehingga tidak mengganggu aktivitas pada bangunan.Desain struktur diwujudkan melalui strukturkombinasi apung dan panggung sehingga bangunandapat bergerak naik turun mengikuti kondisi pasangsurut air laut di Pesisir Utara Jawa. Dengandemikian, fasilitas diharapkan dapat menjadi peloporpengaplikasian tambak ramah lingkungan sertapengaplikasian struktur bangunan yang tidakmengganggu tambak dalam beroperasi.
Fasilitas Olahraga Basket Kursi Roda Bagi Tuna Daksa di Badung, Bali
Steven Joe Tanio
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas pelatihan olahraga bola basket kursi roda di Badung, dirancang dalam rangka menjawab kebutuhan pengguna difabel untuk berlatih pada lapangan olahraga yang mewadahi dan aman. Pengguna dan pengunjung fasilitas olahraga ini sebagian besar merupakan orang dengan alat bantu jalan, sehingga perancangan fasilitas olahraga bola basket kursi roda ini dirancang dengan sirkulasi dan penataan ruang yang sedikit berbeda dengan fasilitas olahraga biasa agar lebih efektif. Pengguna juga memiliki keterbatasan yang berbeda tiap orangnya sehingga menimbulkan kebutuhan yang beragam ketika menggunakan fasilitas olahraga. Oleh karena itu, eksklusivitas pada bangunan menjadi sangat penting agar dapat mengakomodasi pengguna bangunan. Selain itu, Fasilitas olahraga juga dapat diakses oleh komunitas tuna daksa yang ingin berlatih ataupun mencoba olahraga bola basket kursi roda untuk dapat mengembangkan potensi mereka karena bangunan dirancang dengan skala dan standar lapangan internasional.Dengan adanya fasilitas ini kualitas para calon atlet tuna daksa akan meningkat dan lebih mudah bersosialisasi sehingga tingkat kepercayaan diri serta kualitas kerjasama tim dapat terbentuk. Bagi para calon atlet tuna daksa yang mempunyai bakat dapat bergabung dengan tim profesional dan berlaga di kompetisi Paralympic nasional atau bahkan kompetisi Paralympic internasional untuk berlaga di luar negeri.
TAMAN OLAHRAGA CABANG BOLA BESAR DI SURABAYA
Gilbert Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan Taman Olahraga Cabang Bob Besar di Surabaya adalah sebuah fasilitas yang mewadahi sekelompok komunitas olahraga yang berada di Surabaya akan tetapi mengalarni kendala dalam menemukan fasilitas yang layak untuk dijadikan tempat berolahraga dengan baik. Desain ini dilatar belakangi oleh beberapa aspek, yang pertama adalah Kota Surabaya, taman, dan olahraga. Dirnana Kota Surabaya merupakan salah satu kota besar yang berada di Indonesia dan disebut sebagai kota metropolitan sehingga banyak komunitas olahraga yang berkembang didalamnya, akan tetapi sedikit taman yang memiliki ruang olahraga yang cukup layak dan terfasilitas dengan baik. Proses perancangan menggunakan metode pendekatan sequence, dimana sequence ini diharapkan dapat memberi pengalaman baru dalam ruang interaksi sosial dengan samba] berolahraga. Nantinya taman ini akan memiliki satu emphasis berupa sky bridge sehingga pengunjung dan pengguna dapat menciptakan ruang dengan pengalamn yang baru.merepresentasikan wama paling khas dari kain Sumba Timur.