Articles
1,542 Documents
Fasilitas Pengembangan dan Kolaborasi Kecerdasan Buatan di Surabaya
Evan Januar
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecerdasan Buatan merupakan sebuahinovasi yang beberapa tahun terakhir menjadibahan perbincangan dan memiliki dampak yangsignifikan terhadap peradaban manusia. Olehkarena itu diperlukan sebuah fasilitas yang berisiinfrastruktur untuk pengembangan kecerdasanbuatan. Untuk dapat menarik sumber dayamanusia, maka fasilitas dibuat menjadi fasilitaspublik yang terbuka untuk umum denganpenggunaan penghawaan alami sebanyakmungkin. Bertujuan untuk menghemat konsumsienergi, karena pengembangan kecerdasan buatansendiri mengonsumsi energi dalam jumlah banyakuntuk komputasi. Sehingga dipilih pendekatantermal yang menjadi pertimbangan utama untukstrategi penghawaan alami di iklim tropisSurabaya. Penerapannya ada pada bentukbangunan yang di studi untuk menemukan bentukyang paling efisien secara radiasi termal, danpenggunaan kembali panas yang dihasilkan dariproses komputasi kecerdasan buatan dan sinarmatahari tropis yang melimpah untuk kebutuhanpendinginan elemen bangunan.
Asrama Mahasiswa Universitas Kristen Petra di Surabaya
Kevin Mahendra Lesmana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Asrama mahasiswa Universitas Kristen Petramerupakan rencana pembangunan yang diusulkansebagai fasilitas penunjang akomodasi mahasiswaselama masa perkuliahan. Meskipun sudah banyakfasilitas akomodasi mahasiswa berupa rumah kosyang ada di sekitar area Siwalankerto, sebagianbesar akomodasi mahasiswa tersebut tidak terawatdan tidak layak untuk dijadikan tempat tinggalmahasiswa. Kurangnya kualitas akomodasitersebut meningkatkan resiko terjadinya sickbuilding syndrome dan berdampak negatif bagiproduktivitas mahasiswa dalam belajar. Visi daridibangunya asrama mahasiswa oleh UniversitasKristen Petra adalah sebagai ruang bertumbuhbelajar bersama mahasiswa yang memperhatikankenyamanan dan kesehatan mental serta fisikmahasiswa. Untuk memenuhi visi asrama,diterapkan pendekatan biofilik dan 5 ways ofwellness kedalam bentuk sirkulasi, sekuens, danrancangan bangunan. Pendekatan Biofilikdigunakan dalam memberikan nuansa sekuensruang , vista dan desain sistem sirkulasi udara sertapencahayaan alami dalam bangunan. Pendekatan 5ways of wellness digunakan dalam bentukpengaturan zoning dan sirkulasi yang terdesainuntuk meningkatkan interaksi sosial antarmahasiswa dan meningkatkan sifat kebersamaandalam asrama. Kedua penerapan pendekatan inikedalam desain arsitektur berfungsi sebagai sistemakomodasi berkualitas bagi mahasiswaUniversitas Kristen Petra.
Fasilitas Terapi untuk Orang dengan Gangguan Jiwa di Kota Probolinggo
Stephanie Grace Leksono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jumlah orang dengan gangguan jiwa di KotaProbolinggo cukup banyak dan meningkat daritahun ke tahun. Sayangnya, sampai sekarang belumterdapat fasilitas yang layak bagi para orang dengangangguan jiwa. Selain itu, minimnya pemahamanmasyarakat tentang kesehatan mental membuatkorban dan keluarga sering mendapatkan stigmaburuk. Oleh karena itu, fasilitas ini hadir untukmembantu pasien ODGJ sembuh melalui penataanruang dan hubungan antara ruang dalam denganalam lingkungan sekitar. Di fasilitas ini prosespenyembuhan dilakukan secara medis(farmakoterapi) dan non medis (terapi). Selainsebagai tempat penyembuhan, fasilitas ini jugadapat menjadi tempat psikoedukasi mengenaikesehatan mental misalnya dengan diadakannyaseminar kesehatan. Fasilitas ini juga menyediakanzona residensial bagi pasien dengan tingkatkeparahan sedang untuk menginap dalam masapenyembuhannya. Masalah utama dari desain iniadalah bagaimana merancang fasilitas yang mampumembantu penyembuhan ODGJ. Untuk itu, fasilitasini didesain dengan menggunakan pendekatanarsitektur perilaku dan menggunakan kriteria desainhealing architecture.
FASILITAS PERTANIAN PERKOTAAN DI MALANG
Evelyn Tania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Krisis pangan menjadi suatu bencana yangmulai mengancam Indonesia. Pertumbuhanpenduduk yang tidak sebanding dengan produksibahan pangan menjadi isu yang harus segera diatasinegara. Faktor eksternal seperti iklim dan kebutuhanpokok lain dari penduduk turut mendukung semakinberkurangnya jumlah bahan baku pangan diIndonesia. Melihat kondisi ini, dicetuskan rencanaperancangan fasilitas pertanian perkotaan untuktanaman pangan. Fasilitas ini diharapkan mampumenunjang produksi bahan baku pangan diIndonesia. Fungsi ini juga menarik dijadikanfasilitas edukasi bagi generasi muda dan mahasiswayang berminat pada bidang pertanian. Dalam prosesperancangan fasilitas ini digunakan pendekatanbioklimatik. Pendekatan bioklimatik yang berfokuspada desain yang responsif terhadap iklim.Pengaturan elemen alami seperti radiasi, cahayamatahari, dan pergerakan angin diharapkan mampumengatur temperatur dan tingkat kelembaban sesuaiyang dibutuhkan tanaman. Hal ini diwujudkandengan bentukan bangunan yang didesain agarmampu meneruskan cahaya matahari semaksimalmungkin. Upaya ini dicapai melalui aksis bangunan,pemecahan massa, bentukan berundak, sertakemiringan fasad dan material fasad yang transparandilengkapi celah agar sirkulasi udara tetap berjalanoptimal. Penataan peletakkan tanaman dan sirkulasipengunjung didesain agar kedua subjek bangunanmencapai kenyamanan.
Fasilitas Pusat Budaya K-Pop di Surabaya
Sylvester Vincenzo Kandou
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data dari twitter tahun 2021Indonesia merupakan negara dengan fans K-Popterbanyak di dunia. Fans K-Pop ini biasanya disebutHallyu ( Korean Wave). Para fans ini banyakmengikuti budaya K-Pop mulai dari dance cover,song cover, music cover. Namun, Indonesia masihkekurangan fasilitas bagi fans K-Pop tersebut. Olehkarena itu, ada suatu kebutuhan untuk membangunfasilitas yang mampu mengakomodasi mereka.Pendekatan perilaku dipilih sebagai metodependekatan. Teori perilaku yang digunakan adalahteori Konformitas. Teori ini menjelaskan bagaimanaperilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh oranglain. Dengan penggunaan teori ini diperolehbeberapa solusi desain yang dijadikan acuan dalammendesain sebuah bangunan. Solusi desainnyaadalah pembuatan banyak communal area yangdapat digunakan untuk beraktivitas seperti dancecover dan song cover. Ruangan penting diarahkanke entrance agar orang tertarik untuk mendekat danmenonton. Ruangan-ruangan yang dihadapkan kearah publik ini adalah studio-studio dance karenaaktivitas budaya K-Pop paling banyak terlihat distudio dance.
Fasilitas Pagelaran Musik Klasik di Kabupaten Badung, Bali
Angelina Cathleen Hendrata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Musik klasik masuk ke Indonesia pada abad ke-18 dan termasuk jenis musik yang eksklusif karenahanya didengarkan oleh para bangsawan dankumpulan elit Belanda. Seiring berjalannya waktu,musik klasik mulai dinikmati oleh seluruhmasyarakat Indonesia. Pulau Bali merupakandestinasi wisata yang paling dikenal di Indonesia,serta kaya akan kesenian dan budaya. Adanyaprogram kompetisi dan pertunjukan musik klasikskala nasional maupun internasional dapatmenjadikan Bali sebagai gerbang perkembanganmusik klasik di Indonesia. Perkembangan musikklasik perlu diimbangi dengan adanya fasilitaspagelaran yang sesuai dengan standar internasional,sehingga Bali membutuhkan fasilitas sebagai tempatpertunjukan yang sesuai dengan standarinternasional untuk mewadahi pengembangan minatdan bakat para musisi, baik dalam skala nasionalmaupun internasional. Perancangan inimenggunakan pendekatan akustika, denganmenerapkan teori Aural Architecture, dimana systemakustik tidak hanya fokus menciptakan suara musikyang optimal, namun juga bagaimana elemen sistemakustik dapat memberikan pengalaman spasial yangberbeda. Fasilitas pagelaran ini terdiri atas areakonser, ruang latihan musik, area komunal, dan areapendukung lainnya sebagai wadah untukberaktivitas, berinteraksi, berkumpul, danberpartisipasi terhadap perkembangan musik klasikdi Bali.
Terminal Kendaraan Umum Di Makassar
Howard Febian Darsono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia sebagai negara kepulauanmemiliki tantangan yang berbeda-beda tiapdaerahnya dari masalah besar hingga kecil.Namun masalah kecil ini harus diawasi dandicari solusinya.Seperti kota Makassar, sebagai ibukotaprovinsi Sulawesi Selatan dan salah satu kotaperdagangan di Indonesia, Makassar memilikimasalah dalam sistem lalu lintas. Pertumbuhanjumlah kendaraan pribadi yang terusmeningkat tiap tahunnya menjadi penyebabutama dari masalah tersebut. Kota Makassarmemiliki potensi yang besar namun masalahini membuat mereka dipandang sebelah mata.Selain itu masalah ini juga berdampak kepadapembangunan infrastruktur yang hanya jalan0,001 persen tiap tahunnya.Maka dari itu dibentuknya sebuahterminal kendaraan umum yang dapat menjadipusat kendaraan umum dalam kota diMakassar. Diharapkan dengan adanya terminalini bisa mengurangi pemakaian kendaraanpribadi penduduk kota Makassar sertakepadatan lalu lintas juga. Terminal nantinyajuga terdiri dari fasilitas tambahan sepertipertokoan dan tempat makan
Fasilitas Komunitas Busana di Jalan Tunjungan Surabaya
Kezia Clarisa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fenomena Tunjungan Fashion Week menjadi isubagi pengguna jalan, namun keberadaannyadidukung oleh Pemerintah Surabaya. Denganadanya arahan dari pemerintah untukmemindahkan aktivitas fashion show kepedestrian, para pejalan kaki kehilangan ruangsirkulasi. Fenomena ini juga menunjukkanbanyaknya jumlah penghobi busana yang ada diSurabaya dan perlu ruang untuk beraktivitas.Penghobi busana meliputi perancang busana yangmemiliki alur kerja khusus dan membutuhkanruang-ruang yang spesifik. Dengan melihatkebutuhan yang ada, diperlukan sebuah ruangkhusus bagi para penghobi busana, termasukperancang busana, untuk mewadahi aktivitas,serta untuk mengedukasi masyarakat dengan caramemamerkan hasil karya mereka.Fasilitas Komunitas Busana di Jalan TunjunganSurabaya bertujuan untuk mengakomodasikebutuhan penghobi busana dan perancangbusana. Masalah utama yang dihadapi dalamperancangan ini adalah konteks tapak yang beradadi tengah kota dan kompleksnya sirkulasi antarkelompok pengguna, sehingga diperlukanpendekatan urban dan sistem sirkulasi untukmenyelesaikannya. Dalam penyelesaian masalahyang ada, pendekatan desain yang akan dilakukanadalah pendekatan urban dan sistem sirkulasimenggunakan teori dari Kevin Lynch dan teoridari Francis D.K. Ching.
FASILITAS KONSERVASI DAN WISATA TERUMBU KARANG DI KETAPANG, BANYUWANGI
Veronika Febry Siswanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terumbu karang merupakan ekosistem bawah lautyang terdiri dari beberapa tumbuhan laut, yangmenempel di karang. Ekosistem terumbu karangdi Indonesia sendiri sudah mulai berkurang. Halini disebabkan oleh beberapa faktor, terutamaaktivitas manusia seperti kegiatan perdaganganterumbu karang secara ilegal. Kegiatanperdagangan terumbu karang sudah menjadi salahsatu mata pencaharian yang menjanjikan bagipengusaha, namun mereka harus tahu caramembudidayakan terumbu karang tersebutdengan metode transplantasi untuk dijual.Fasilitas ini tersedia sebagai wadah bagi orangyang ingin mempelajari kondisi eksisting terumbukarang dan cara membudidayakannya. Letaklahan desain yang dekat dengan laut membuatfasilitas ini akan lebih efektif saat dimanfaatkanuntuk belajar mengenal eksisting terumbu karangdan cara membudidayakannya. Oleh karena letaksite berada di pesisir, maka kenyamananpengunjung saat berada di dalam site perludipertimbangkan. Pendekatan Bioklimatik akandigunakan dalam desain ini, denganpengaplikasian pada fasad hingga bentukanbangunan. Alur dari desain dibuat linear untukmenyesuaikan kebutuhan dan tahapanpembelajaran dari budidaya terumbu karang itusendiri. Fasad sendiri diambil dari bentukanrumah Osing untuk mengambil lokalitas dari sitedesain. Material yang umum digunakan adalahgenteng sebagai atap dan sebagian rangka atapmenggunakan kayu jati untuk menunjukkankelokalan materialnya.
Fasilitas Wisata Pembuatan Kain Tenun di Atambua, NTT
Catherine Leonora Tjandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia terkenal memiliki banyak budaya dankaya akan keberagaman. Keberagamanditunjukkan dengan banyaknya suku, Bahasa, danberbagai jenis pakaian adat berdasarkandaerahnya. Bahan dalam pembuatan pakaian adatyang cukup terkenal adalah kain batik dan kaintenun. Motif dari kain tenun memiliki makna yangcukup kuat dan sangat mempengaruhi kehidupanadat dan diwariskan secara turun temurun, salahsatunya adalah moif kain tenun Atambua yangdikenal dengan sebutan Tais Belu. Dalamperkembangannya, motif dari Tais Belu mulaimengalami perubahan dan penggunaan lambangatau unsur spritual mulai tidak sesuai sebagaimanafungsi aslinya. Selain itu, generasi muda mulaiberpikir hal yang lebih praktis dan modern tanpamemikirkan fungsi dan nilai sebenarnya yangterkandung didalam sehelai kain tenun. Bagimereka kain tenun hanya sebatas kain biasa yangdiwariskan turun temurun oleh nenek moyangmereka. Generasi muda juga menilai bahwa kaintenun ini hanya digunakan sebagai pakaian khasketika menghadiri acara-acara adat dan jugasebagai ungkapan belasungkawa saat adakematian. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitasyang dapat mengakomodasi kegiatan menenunsehingga dapat menarik generasi muda untuk maubelajar dan meneruskan budaya tenun agar tidakpunah. Selain itu, diharapkan dengan adanyafasilitas ini dapat menjadi wadah untukmengenalkan kepada wisatawan luar mengenaisalah satu kearifan lokal kota Atambua yaitu kaintenun. Untuk menambah pengalaman wisatawan,fasilitas dibangun dengan mengadaptasi rumahadat daerah setempat dan juga menciptakanbangunan hematan energi dengan menerapkanpencahayaan dan penghawaan alami.