Articles
1,542 Documents
Fasilitas Pengolahan Air dan Wisata Air Bozem Morokrembangan di Surabaya
Laurencia Yosephin Anggraeni
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bozem Morokrembangan merupakan kolampenampung air hujan dan air sungai paling besar diyang memiliki banyak potensi yang belum digali.Pemerintah Kota Surabaya telah menyatakanbeberapa wacana untuk menjadikan bozem sebagaiobjek wisata lokal, namun belum dapatdiwujudkan karena permasalahan sampah yangterbawa dari sungai yang berdekatan denganpemukiman kumuh dan perumahan liar, danendapan bahan kimia yang belum terselesaikan.Fasilitas didesain untuk membantu kinerja BozemMorokrembangan dengan melakukan pengolahanair secara berkala. Pengolahan air dilakukan dalamskala kecil, sekaligus digunakan untuk saranapembelajaran untuk memberikan pemahamanpentingnya menjaga kebersihan kepada parapenduduk sekitar. Sejalan dengan rencanapemerintah, bozem yang airnya diolah secara terusmenerus akan dijadikan objek wisata. Objek wisatapada fasilitas yang terdesain difokuskan pada areapinggir bozem. Pengunjung yang datang harusmengikuti rangkaian proses dalam beberapa massauntuk melengkapi pemahaman penduduk. Darisitu, solusi yang telah direncanakan, digunakanpendekatan sirkulasi linear yang dapatmengarahkan pengunjung dari satu titik ke titiklain untuk memaksimalkan pemahaman secararuntut tentang proses pengolahan air bozem.Penerapan sirikulasi linear pada desain adalahpembatasan alur pengunjung. Mulai dari awalmasuk, pengunjung akan diarahkan denganpembatasan ruang gerak. Pintu masuk dan keluarpengunjung memiliki arah yang berbeda dandiberikan pembatas untuk menunjukkan arah yangpasti dituju secara berurutan.
Kompleks Rumah Lansia Penderita Demensia di Kabupaten Gianyar, Bali
David Yudibrata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Demensia adalah penyakit yang terjadiakibat penurunan fungsi kognitif pada otak, yangsering ditemukan pada lansia dan menunjukkangejala seperti kehilangan ingatan, berkurangnyakemampuan berpikir, orientasi, dan pengendalianemosi. Di Indonesia, khususnya di Pulau Bali,terdapat tingkat prevalensi tertinggi penderitademensia pada lansia, mencapai 32%. Fasilitas yangdirencanakan akan didedikasikan khusus untukperawatan demensia yang memenuhi standar desainyang sesuai untuk penderita demensia. Dalamperancangan ini, digunakan konsep familiaritasruang sebagai landasan utama. Pendekatan neovernakular diterapkan untuk menciptakan bangunanyang ramah demensia dengan tujuan menghadirkanruang-ruang yang mengingatkan mereka pada masalalu. Hunian dan ruang komunal didesain denganmengambil dan mengadaptasi karakteristik arsitekturBali agar menciptakan suasana ruang yang familiarbagi lansia penderita demensia. Dengan demikian,tercipta kesan familiaritas yang mampu memberikanstimulasi positif bagi mereka dan menjadikankompleks rumah lansia sebagai tempat tinggal yangnyaman. Melalui tugas akhir ini, diharapkan dapatmenjadi panduan untuk menciptakan kompleksrumah lansia yang inovatif bagi penderita demensiadi Indonesia.
FASILITAS SENI PERTUNJUKAN MUSIK MODERN DI SURABAYA
Natalicia Iandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Musik adalah suara dari berbagai ritme,nada, dan harmoni dalam satu kesatuan menjadisebuah karya yang mampu menjadi wadah untukmenyalurkan emosi. Adanya fasilitas senipertunjukan musik modern diharapkan mampumewadahi kebutuhan konser musik di Surabaya.Fasilitas utama yang ada di bangunan ini adalahauditorium sebagai tempat konser. Fasilitaspendukungnya antara lain: ruang latihan, ruangrekaman musik, kafe, ruang baca, dan kantorpengelolanya. Fasilitas seni pertunjukan musikmodern ini menggunakan pendekatan perilakupada penerapan desainnya. Perilaku yang diamatiadalah perilaku yang terjadi antara performer danpenonton. Musik modern ini diklasifikasikanmenjadi tiga genre saja. Ketiga genre ini mewakiliperilaku yang terjadi pada performer dan penontongenre musik modern yang berbeda-beda. Tiga genremusik dari musik modern yaitu musik jazz, musikpop, dan musik rock. Desain auditorium yanginteraktif dan atraktif diaplikasikan melalui tatanandan posisi kursi-kursi yang bisa berubah-ubahdengan cepat. Harapannya, fasilitas ini bisamenjadi wadah bagi penikmat seni pertunjukanmusik modern. Fasilitas ini tidak hanya mampudinikmati oleh masyarakat Surabaya saja, tapidiharapkan juga bisa dinikmati oleh masyarakatIndonesia.
PASAR MODERN DI KOTA BANJARMASIN
Daniel Erico Wenas
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Banjarmasin merupakan salah satuibukota di Indonesia yang perekonomiannya masihkurang berkembang. Perkembangan aktivitasperekonomiannya dibuat dengan munculnyaberagam jenis perdagangan dan jasa. Salah satujenis fasilitas yang mendukung perdagangan danjasa adalah pasar modern dan pasar tradisional.Karena di Banjarmasin pasar tradisional yangmasih kurang bersih yang membuat tidak nyamandan pasar modern yang tidak terawat sehinggaperancangan pasar modern dapat menjadipenyelesaian dari permasalahan pasar yang kurangmemadai dan menjadi pasar yang modern dansehat di Banjarmasin. Dengan adanya pasarmodern ini akan membuat peningkatan ekonomikota Banjarmasin, yang akan berdampak padapeningkatan peluang usaha, ekonomi warga kotaBanjarmasin, dan nilai pendapatan. Untukmembantu pengunjung dan pengelola dapatberbelanja dan mengatur barang dengan nyamandan efisien maka digunakan pendekatan sistemsirkulasi. Penerapan sistem sirkulasi pada desainadalah grid sirkulasi yang berasal dari grid rak didalam pasar yang mengoptimalkan pemanfaatanruang dan kemudahan akses pengunjung.
Fasilitas Terapi Anak Penderita Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) di Surabaya
Amelia Amelia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Surabaya merupakan kota kedua terbesardi Indonesia sehingga memiliki jumlah anak yangbanyak. Terdapat 8,3 juta anak yang memiliki gangguanpemusatan perhatian dan hiperaktivitas di Indonesia. Halini berdampak atas pemenuhan penyediaan fasilitas yangcukup dan memadai bagi anak-anak berkebutuhankhusus, khususnya disini yaitu anak GPPH di Surabaya.Kurangnya pengetahuan akan GPPH di Indonesia jugamenjadi permasalahan sehingga anak-anak dengan GPPHseringkali tidak mendapatkan penanganan yang baik.Selain itu, diperlukan fasilitas layak yang dapatmembantu pengguna baik secara perawatan maupundengan desain lingkungan yang menenangkanmenggunakan elemen-elemen arsitektur. Karenakarakteristik anak GPPH, maka juga diperlukan adanyapemisahan antara area dengan fungsi untuk pengeluaranenergi dan area yang lebih privat. Untuk menjawabpermasalahan tersebut, digunakan pendekatan Healingarchitecture. Hal ini dikarenakan pendekatan iniberhubungan erat dengan kebutuhan karakteristik anakGPPH serta dengan fokus fasilitas sebagai fasilitaskesehatan dan penyembuhan. Fasilitas ini didesaindengan intensi pemberian suasana yang menenangkan,pemberian view ke alam, penggunaan pencahayaan alamiserta material yang alami. Karakteristik anak GPPHserta pemisahan zona antara zona tenang dan zona yanglebih ramai.
HOTEL RESOR dengan FASILITAS PENGOLAHAN HASIL PINUS di KABUPATEN KEDIRI
Albert Adriel Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Besuki merupakan salah satu daerahwisata di Kabupaten Kediri yang menyajikankeindahan lereng Gunung Wilis. Daerahwisata besuki memiliki banyak objek wisataalami, seperti air terjun Dolo, air terjunIrenggolo, air terjun Kedung klewer. Selainitu daerah wisata Besuki juga memilikibanyak hutan pinus. Besuki juga banyakdikunjungi wisatawan dalam kota maupunluar kota, pembangunan jalan tol dan bandaradi Kediri nantinya juga akan menambahjumlah wisatawan yang berkunjung.Sayangnya potensi-potensi yang adaini masih kurang dimanfaatkan dengan baik.Meskipun memiliki banyak objek wisata,daerah wisata Besuki masih minimpenginapan. Adapun penginapan yang adakurang terkelola dengan baik. Sehinggadengan dibangunnya resor di Besuki akanmenambah daya tarik wisata dan dapatmemajukan perekonomian masyarakat.Masyarakat sudah memanfaatkan hutan pinusuntuk diambil getahnya, Sehingga denganadanya fasilitas pengolahan hasil pinussebagai fasilitas penunjang di resor akanbermanfaat bagi masyarakat setempat danpengunjung yang ingin belajar.
Fasilitas Gedung Parkir Dan Pujasera Pada Kawasan Tunjungan Surabaya
Jeannie Claudia Diyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Gedung Parkir yang terletak di KawasanTunjungan khususnya di Jalan utama Tunjunganmerupakan salah satu solusi pemecahan masalah padakondisi lalu lintas padat. Kawasan Tunjunganmerupakan kawasan perdagangan namun tidakadanya area parkir khusus yang disediakan untuk parapengunjung khususnya pengunjung TunjunganRomansa. Hal tersebut menyebabkan banyakkendaraan bermotor yang parkir di bahu jalan danmengakibatkan turunnya kapasitas jalan raya utama.sehingga menyebabkan lalu lintas tidak efektif.Upaya penyediaan gedung parkir khusus pengunjungTunjungan Romansa ini dibutuhkan berbagai faktorpendukung supaya dapat mengurangi kepadatan JalanTunjungan tanpa harus mengurangi daya tarik minatatau kuantitas pengunjung. Faktor tersebut antaralain; jumlah bangunan dan luas, pola tatanan parkirandan alur sirkulasi, kenyamanan pengunjung, dan polaperilaku pengguna Jalan Tunjungan. Fasilitas GedungParkir di Kawasan Tunjungan Surabaya ini memilikidua fungsi dengan fungsi utama yaitu sebagai areaparkir dengan pendukung yaitu area publik. Fasilitasini dibagi menjadi 2 zona utama, meliputi areaparkiran (berupa gedung parkir indoor dengan sistemoff street), pujasera (bersifat indoor dan outdoor),Fasilitas ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitaspendukung lainnya seperti area servis, toilet, tamankomunal terbuka dsb. Dalam penyelesaian FasilitasGedung Parkiran dan Pujasera ini digunakan konsepsimpul dengan pendekatan sirkulasi. PendekatanSirkulasi ditekankan pada kenyamanan sirkulasi tidakhanya pengunjung yang beraktifitas di sekitarTunjungan Romansa tetapi sirkulasi kenyamananpada area parkir juga.
Fasilitas Kebugaran di Surabaya
Richie Alexander Wuwungan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Meningkatnya kasus kesehatanmental yang terjadi di Kota Surabayamenjadi sebuah perhatian utama dalam duniabisnis. Kesehatan mental yang tidaktertangani dengan baik akan berdampak padamenurunnya produktifitas kerja. Oleh sebabitu para pelaku bisnis sekiranyamembutuhkan fasilitas yang dapatmembantu mereka mendapatkan kesehatantotal yang dibutuhkan untuk melakukanbisnisnya. Kesehatan mental dan kesehatanfisik merupakan dua sisi yang saling terkait.Kesehatan mental yang buruk akanberdampak terhadap kesehatan fisik.Sebaliknya Kesehatan fisik yang buruk bisajadi penyebab terjadinya masalah Kesehatanmental. Fasilitas Kebugaran di Surabaya inimerupakan fasilitas bagi kaum pebisnisdengan melatih mereka agar mempunyaifisik yang bugar dan mental yang sehat.Fasilitas Kebugaran di Surabaya inidirancang dengan pendekatan sistem,dimana memperhatikan integrasi ruang dansirkulasi, baik ruang di dalam bangunanmaupun ruang di luar bangunan.Berdasarkan fungsinya, Fasilitas Kebugarandikelompokkan menjadi 4 zona, yaitu zonapenerima dan administrasi, zona kebugaranfisik, zona Kesehatan mental dan zona servis.Desain tatatan massa memperlihatkan bahwamassa kebugaran fisik di pisahkan dengan massaKesehatan mental dengan membentuk ruangdiantara kedua massa yang dipakai untukmelakukan kegiatan yang terjadi di ruang luarsekaligus memasukan unsur alam kedalamfasilitas ini. Hasil perancangan arsitekturFasilitas Kebugaran di Surabaya ini diharapkandapat mendukung fungsinya untuk mendapatkankebugaran baik fisik maupun mental bagi parapebisnis di Surabaya.
Fasilitas Wisata Edukasi Cokelat di Surabaya
Josephine Nathania Handoko
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Cokelat merupakan makanan yang seringdijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Cokelatberasal dari biji kakao yang dipanen lalu diproseshingga menjadi cokelat batang. Indonesiamerupakan negara penghasil kakao terbesar ketigadi dunia. Namun, tingkat konsumsi cokelat diIndonesia masih sangat rendah jika dibandingkandengan negara - negara Eropa, yang memilikitingkat produksi kakao yang lebih rendah daripadaIndonesia. Salah satu penyebab dari terjadinya halini yaitu adanya stereotip dan pandangan burukterhadap konsumsi cokelat. Banyak orangmemiliki asumsi bahwa mengkonsumsi cokelatakan memberi dampak buruk kepada kesehatan.Perancangan Fasilitas Wisata Edukasi Cokelat diSurabaya hadir sebagai solusi, yaitu untukmemberikan edukasi secara masif mengenai prosespembuatan cokelat serta manfaatnya. Fasilitas inimemiliki tujuan akhir meningkatkan potensipemanfaatan dan tingkat konsumsi cokelat didalam negeri. Permasalahan yang diangkat adalahkeinginan untuk menciptakan sebuah fasilitaswisata edukasi yang mengutamakan pengalamanpengunjung. Oleh karena itu, perancangan fasilitasini menggunakan pendekatan spasial dansekuensial, yang mana karakter ruang serta alurpengunjung diperhatikan untuk memberikanpengalaman edukasi yang interaktif. Untukmewujudkan pengalaman tersebut, maka konsep“multisensory architecture” diterapkan padasetiap ruang, diantaranya yaitu exhibition, danworkshop sebagai fungsi utama dan dining sebagaifungsi pendukung.
Galeri Kopi Excelsa Anjasmoro di Wonosalam Kabupaten Jombang
Aprila Pallas
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kopi excelsa / Liberica var Dewerveimerupakan salah satu spesies kopi yang cukupjarang ditemui jika dibandingkan dengan spesiesspesieskopi lainnya. Pemerintah dan pengembangkopi excelsa di Wonosalam juga memiliki visiuntuk memperkenalkan kopi excelsa ke pasar kopiIndonesia terlebih dahulu karena kurangnyapaparan public dari kopi excelsa anjasmoro.Kecamatan Wonosalam juga sedang melakukanpengembangan wisatanya, sehingga berkaitandengan kebutuhan kopi excelsa saat ini yaitumemaparkan kopi excelsa anjasmoro melalui dayatarik wisata. Berangkat dari dari situasi ini, munculgagasan untuk membuat sebuat tempat untukmemaparkan dan juga menjual kopi excelsaanjasmoro yang sekaligus juga menjadi daya tarikwisata yaitu Galeri Kopi Excelsa Anjasmoro diWonosalam, Kabupaten Jombang. Tujuan GaleriKopi Excelsa Anjasmoro di Wonosalam adalahuntuk mengenalkan serta menjual kopi excelsaanjasmoro kepada wisatawan yang mengunjungigaleri ini, sehingga dapat memperluas jangkauaneksposur pasar kopi Indonesia. Metode yangditerapkan dalam perancangan galeri ini adalahpendekatan sensorik. Aplikasi dari metode inibertujuan untuk dapat membantu pengunjungsecara pribadi dapat memahami karakter dari kopiexcelsa anjasmoro yang akan dijual kepadamereka. Hasil yang diperoleh kemudianmerupakan desain dengan pendalaman sekuenssensorik yang membentuk desain susunan tahapanruang demi ruang dengan kualitas sensorik ruangspesifik yang dilalui pengunjung sehingga dapatmembantu pemahaman sensorik dan apresiasipengunjung terhadap kopi excelsa anjasmorobeserta dengan pengalamannya dalam galeri.