cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,556 Documents
Fasilitas Tahap Pelepasan Rehabilitasi Mentaldi Surabaya Fay Wynneth Nathanielle
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya sebagai pusat aktivitas dan kota kerja memilikitingkat mobilitas serta tekanan kehidupan yang tinggi,sehingga berpotensi mempengaruhi kondisi kesehatanmental sebagian masyarakat. Peningkatan kebutuhan akanlayanan rehabilitasi mental tersebut belum diiringi olehketersediaan fasilitas yang memadai maupun kesadaranmasyarakat terhadap pentingnya proses rehabilitasi secaramenyeluruh. Salah satu tahap yang sering terabaikan adalahtahap pelepasan, sementara tahap ini memiliki peran pentingdalam mempersiapkan pasien pasca pemulihan agar mampuberadaptasi kembali dengan lingkungan sosial secaramandiri dan berkelanjutan. Tahap pelepasan berfungsisebagai fase transisi yang menekankan penguatankemandirian, kepercayaan diri, serta kesiapan pasien dalamberinteraksi kembali dengan lingkungan sosial. PerancanganFasilitas Tahap Pelepasan Rehabilitasi Mental di Surabayadihadirkan sebagai upaya menjawab permasalahan tersebutmelalui penyediaan ruang transisi yang aman dan terbukabagi pasien. Pendekatan arsitektur biophilic dan eksploratifditerapkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukungketenangan psikologis serta mendorong kemandirian daninteraksi sosial. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkanmampu menjawab keterbatasan sarana rehabilitasi yang adasekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnyatahap pelepasan dalam proses rehabilitasi mental.
Fasilitas Hunian Vertikal Keluarga di Gubeng, Surabaya Novela Cleine Tan
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Hunian Vertikal dikembangkan sebagai respons terhadap masalah kepadatan perkotaan yang tinggi dan fragmentasi ruang publik di Kawasan Gubeng, Surabaya. Perancangan ini bertujuan menyediakan vertical sanctuary yang berkelanjutan, aman, dan berorientasi keluarga untuk kebutuhan hunian jangka panjang. Metode perancangan menggunakan pendekatan pemisahan fungsi, di mana The Nest dikhususkan sebagai tempat perlindungan yang tenang dan stabil bagi keluarga, ditandai dengan bentuk yang dilunakkan dan membulat, membangkitkan rasa aman. Strategi utama yang diterapkan adalah zonasi vertikal yang jelas, termasuk Podium yang menyediakan fasilitas khusus keluarga seperti Daycare, Indoor Playground, dan Community Kitchen. Hasil perancangan berupa menara 26 lantai dengan unit premium 2-3 kamar tidur hingga penthouse keluarga mewah. Menara ini mengintegrasikan Refuge Floors yang dilengkapi dengan Safe Kids' Play Corner dan Sky Garden, serta terhubung dengan menara di sebelahnya melalui Skybridges untuk menciptakan konektivitas dan pengalaman bersama yang ditinggikan.
Fasilitas Rehabilitasi Medis Lansia di Surabaya Marsella Kristianti Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Rehabilitasi Medis Lansia merupakanrancangan yang berangkat dari permasalahan utamameningkatnya jumlah lansia di Kota Surabaya yangmengalami penurunan kemampuan InstrumentalActivities of Daily Living (IADL), serta keterbatasanfasilitas rehabilitasi yang mampu memberikanlayanan pemulihan secara menyeluruh. Kondisi inimenyebabkan lansia semakin bergantung padakeluarga dalam menjalankan aktivitas harian,sementara ketersediaan ruang latihan yang aman,mudah diakses, dan ramah terhadap kebutuhansensorik masih minim, khususnya di kawasanGubeng yang memiliki kepadatan bangunan dantingkat mobilitas tinggi. Perancangan ini mengusungpendekatan multisensori dan biophilic untukmenciptakan lingkungan rehabilitatif yang tidakhanya mendukung latihan fisik, tetapi jugamemberikan stimulus visual, auditori, dan kognitifsebagai bagian dari proses pemulihan. Metodeperancangan dilakukan melalui analisis tapak, studiliteratur, dan studi preseden untuk menyesuaikandesain dengan kebutuhan lansia dan kontekslingkungan. Hasil desain meliputi ruang terapi fisikdan IADL, area medis, zona aktivitas sosial, sertahunian lansia yang terintegrasi dalam sistemsirkulasi yang jelas dan mudah dipahami. Fasilitasini diharapkan mampu mewadahi proses rehabilitasisecara lebih manusiawi dan mendukung peningkatankemandirian lansia di kawasan perkotaan.
Fasilitas Rekreasi Dan Permainan di Surabaya Felicia Suryawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas rekreasi dan permainan di Surabaya dirancang sebagai respon arsitektural terhadap meningkatnya tekanan psikologis masyarakat perkotaan akibat kepadatan aktivitas, polusi, dan keterbatasan ruang rekreasi, khususnya di kawasan Gubeng. Permasalahan utama perancangan berfokus pada kebutuhan akan fasilitas hiburan perkotaan yang mampu berfungsi sebagai urban escapism sekaligus mendukung kesejahteraan mental pengguna dalam konteks kota padat. Metode perancangan dilakukan melalui pendekatan kesehatan urban dengan tahapan studi literatur, analisis tapak, analisis konteks kawasan, studi preseden, serta perumusan konsep desain. Konsep utama yang diterapkan adalah Fluidity of Experience, yaitu kesinambungan pengalaman ruang antar lantai dan fungsi melalui transisi suasana, cahaya, dan aktivitas tanpa ketergantungan pada konektivitas fisik semata. Hasil perancangan berupa bangunan hiburan bertingkat dengan sistem zoning vertikal dan horizontal yang mengakomodasi aktivitas sosial, permainan aktif, hiburan interaktif, serta ruang relaksasi indoor dan outdoor. Bangunan dirancang adaptif terhadap keterbatasan lahan perkotaan serta mampu melayani berbagai kelompok pengguna, termasuk masyarakat umum dan pengguna dengan kebutuhan pemulihan emosional. Perancangan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan urban yang lebih seimbang, manusiawi, dan berorientasi pada kesehatan mental dalam jangka panjang.
Apartemen berbasis Desain Biofilik di Bangkok, Thailand Louis Bernard Khuana
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan kawasan Wong Wian Yai yang disertai minimnya ruang terbuka hijau dan tingginya polusi suara menghadirkan tantangan dalam menciptakan hunian urban yang sehat dan nyaman. Proyek perancangan ini merespons isu tersebut melalui penerapan arsitektur biofilik dan strategi desain pasif untuk menghadirkan kualitas mikroklimat yang lebih baik dalam bangunan vertikal. Sistem grid modular 6×6 meter digunakan untuk meningkatkan efisiensi struktur dan parkir, sementara orientasi serta pembentukan massa bangunan dirancang untuk mengoptimalkan ventilasi alami berdasarkan arah angin selatan dan lintasan matahari. Hasil perancangan berupa bangunan apartemen yang memadukan unit hunian tipe studio dan dua kamar tidur dengan fasilitas publik seperti podium komersial, gym, dan area kerja bersama. Integrasi elemen hijau melalui Sky Garden Bridge, Pocket Garden, dan Roof Garden menjadi strategi utama dalam menghadirkan ekosistem “Vertical Green Living” yang tidak hanya menambah kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan memberikan ketenangan visual di tengah kepadatan perkotaan.
FASILITAS GEDUNG PARKIR DAN KOMERSIALTERPADU DI SURABAYA Ilham Bintang Akbar
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Gubeng di Surabaya merupakan simpulpergerakan kota dengan intensitas aktivitas tinggi,ditandai oleh keberadaan fungsi komersial,pelayanan kesehatan, serta aktivitas masyarakatyang berlangsung sepanjang hari. Kondisi inimenimbulkan permasalahan perkotaan berupakemacetan, parkir liar, dan keterputusan jalurpejalan kaki yang berdampak pada menurunnyakualitas mobilitas serta pengalaman ruang kota.Perancangan fasilitas gedung parkir dan komersialterpadu NEXA hadir sebagai respons melaluipendekatan sistemik yang memandang bangunansebagai bagian dari sistem kota yang salingterhubung antara ruang, sirkulasi, aktivitas, dankonteks lingkungan. Ruang lingkup perancanganmeliputi analisis tapak, pola pergerakan, elemenkota, serta penyusunan program ruang padakawasan berintensitas tinggi. Metode yangdigunakan adalah analisis–sintesis melaluipengamatan lapangan, studi morfologi kota, analisisaktivitas pengguna, hubungan massa dan ruang,serta perumusan konsep yang menekankanketerkaitan antara mobilitas, ruang publik, danpengaktifan tepi bangunan. Hasil rancanganmenghadirkan “NEXA” sebagai fasilitas parkir dankomersial terpadu dengan sistem parkir otomatis,ruang usaha, area publik semi-terbuka, serta jalurpejalan kaki terstruktur. Bangunan ini dirancangsebagai penghubung tiga kawasan utama(komersial, pelayanan kesehatan, dan night market)melalui sirkulasi horizontal dan vertikal yangefisien. Dengan demikian, NEXA mampumeningkatkan kualitas ruang pejalan kaki,memperbaiki keteraturan kota, serta membentukidentitas visual baru bagi kawasan Gubeng. KataKunci: Alam, Edukasi, Penelitian, Surabaya, Wisata