cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Konservatorium Musik Jazz di Surabaya Fabiola Sutikno Sutikno
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1873.647 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan fasilitas pendidikan musik jazz tingkat perguruan tinggi. Materi yang diajarkan dalam fasilitas ini berdasarkan kurikulum California Jazz Conservatory, yaitu salah satu perguruan tinggi musik jazz di Kalifornia. Selain itu proyek ini juga dilengkapi dengan fasilitas gedung konser agar memudahkan mahasiswa menuangkan bakatnya, toko dan sewa alat musik agar memudahkan mahasiswa mendapatkan alat musik, serta komunitas dan festival jazz agar orang-orang yang menyukai jazz bisa saling bertemu dan bertukar pikiran. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana merancang bangunan ini agar bisa mencerminkan sifat jazz, bagaimana agar mahasiswa bisa belajar dengan aman , nyaman dan tenang, serta bagaimana agar ruang yang terasa memiliki suasana yang bebas seperti musik jazz. Dari masalah-masalah yang ada di atas maka timbul konsep desain yaitu fasilitas pembelajaran musik jazz tingkat perguruan tinggi dengan menyampaikan bagaimana sifat musik jazz itu yang membedakan musik jazz dari musik lainnya melalui bangunan, serta suasana ruang pembelajaran yang aman, nyaman dan tenang tetapi juga terasa suasana bebas seperti musik jazz. Untuk menjawab rumusan masalah dan konsep desain tersebut, penulis menggunakan pendekatan simbolik dan pendalaman akustik.
MUSEUM SEJARAH DAN TEKNOLOGI ANIMASI DI SURABAYA Thomas Julian Ongo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1562.675 KB)

Abstract

Museum Sejarah dan Teknologi Animasi di Surabaya” merupakan fasilitas umum milik swasta yang bukan hanya sebagai tempat menyimpan dan memaparkan bukti sejarah mengenai animasi di seluruh dunia, namun juga menjadi fasilitas untuk memberikan edukasi dan inspirasi tentang animasi untuk banyak kalangan. Indonesia memiliki sejarah animasi yang tidak banyak masyarakat Indonesia ketahui. Animasi telah tergolong sebagai salah satu bidang ekonomi kreatif yang sedang fokus dikembangkan oleh banyak lembaga. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan simbolik untuk menciptakan kesan animasi dalam arsitektur. Konsep perancangan menggunakan salah satu prinsip dasar animasi, “Timing and Spacing”. Zona museum dibagi menjadi 5 sesuai dengan eranya, yaitu The Origin of Animation, Film Animation: The Era of Experimentation, Film Animation: The Golden Age of Cartoon, The Television Age, dan The Digital Dawn. Museum ini dilengkapi dengan fasilitas publik, yaitu temporary exhibition yang dapat memberikan suasana baru dalam museum; ruang komunitas, perpustakaan, ruang kuliah untuk mewadahi aktivitas pengguna; restoran, dan merchandise store untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
Rumah Susun di Surabaya Yohan Surya Surya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.944 KB)

Abstract

Rumah Susun di Surabaya ini merupakan rumah susun dengankonsep kampung vertikal sehingga dapat diterapkan sebagai upayapembangunan Kota Surabaya dalam aspek peningkatan kualitaspermukiman dan perumahan dalam bentuk rumah susun. Rumahsusun ini mengambil citra kampung secara selektif agar tidakterjadi adanya lonjakan perubahan kebiasaan dari permukiman dikampung ke rumah susun. Dalam hal ini Rumah Susun diSurabaya memfasilitasi kegiatan sosial masyarakat yang biasadilakukan di ruang publik yang terdesain untuk pusat kegiatanwarga sekitar. Interaksi antar penghuni diwadahi dengan adanyaruang semi publik yang berada di setiap rumah susun, dan interaksipenghuni dan warga sekitar di wadahi dengan adanya plaza yangmenjadi tempat berkumpul, berjualan, nongkrong, dan bermainanak. Pendekatan perilaku digunakan untuk memetakan kebutuhanruang dan pendalaman karakter ruang untuk membentuk suasanadalam ruang yang terbentuk.
Kampung Nelayan Vertikal di Surabaya Nikolas Hosana Hosana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.431 KB)

Abstract

Kampung Nelayan Vertikal di Surabaya merupakan fasilitas tempat tinggal, tempat bekerja, dan sosialisasi yang diperuntukkan untuk masyarakat nelayan Bulak dengan tetap mempertahankan konteks kampung nelayan tradisional. Upaya pemerintah dalam mengembangkan kawasan Bulak menjadi kawasan pesisir yang memiliki keunikan seperti pembangunan Sentra Ikan Bulak (SIB) dan kegiatan mempercantik kawasan pemukiman nelayan, diharapkan dapat didukung oleh kampung nelayan vertikal ini. Lebih dari itu, kampung nelayan vertikal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan Wisata Kampung Nelayan di kawasan Bulak sebagai ikon kota Surabaya.Selain sebagai hunian, kampung nelayan vertikal di Surabaya ini dilengkapi dengan fasilitas publik dan sosial, berupa tempat pengolahan dan pengasapan ikan, balai pertemuan, area bermain anak, ruang terbuka hijau, serta tempat ibadah. Pendekatan sustainable architecture digunakan dalam perancangan untuk menghasilkan desain bangunan yang terintegrasi dengan lingkungannya. Pendalaman konstruksi bangunan dipilih untuk merancang unit hunian tumbuh yang dapat berkembang dan beradaptasi
TAMAN KANAK-KANAK BERBASIS MONTESSORI DI SURABAYA Cindy Natalia Natalia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1595.687 KB)

Abstract

Fasilitas Taman Kanak-kanak Berbasis Montessori di Surabaya merupakan fasilitas edukasi yang berfungsi sebagai wadah untuk mengolah potensi seorang anak, mendidik serta mengoptimalkan tumbuh kembang seorang anak baik secara fisik, kognitif, sosial dan emosi. Dengan adanya permasalahan pembelajaran PAUD yang seharusnya 80 persen membangun sikap, saat ini justru fokus pada pembelajaran baca-tulis-hitung yang bersifat akademik. Selain sebagai fasilitas edukasi, proyek ini juga berfungsi untuk memperkenalkan metode Montessori kepada masyarakat di Surabaya. Kelebihan metode Montessori yaitu menekankan pada kemandirian, anak bebas memilih aktivitas yang menarik minat mereka, dan mengikuti perkembangan anak sebagai individu yang unik.Ciri khas dari metode Montessori yaitu menggabungan anak-anak dengan usia yang berbeda-beda di kelas sehingga anak yang lebih muda dapat belajar dari anak yang lebih tua, dan anak yang lebih tua dapat memperkuat kemampuan yang telah mereka kuasai sebelumnya dengan mengajari anak yang lebih muda. Fasilitas ini terdiri dari fasilitas utama yaitu taman kanak-kanak untuk usia 18 bulan - 6 tahun dan fasilitas pendukung yaitu tempat penitipan anak untuk usia 6 bulan - 6 tahun. Pendekatan perilaku dipilih untuk membagi zoning ruang, menciptakan karakter ruang dan citra bangunan yang ramah akan anak-anak.
Rumah Kopi dan Teh di Surabaya Edrick Hernando Theno
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.394 KB)

Abstract

Pada rumah kopi dan teh di surabaya inimempunyai fungsi-fungsi yang sangat bergunauntuk memperkenalkan produk-produk berkualitasdari seluruh Indonesia. Ini bertujuan agar orangdapat mengerti tentang produk dari indonesiayang bisa bersaing dengan produk luar negri.Terdapat pula fasilitas-fasilitas pendukung dimanapara pecinta kopi dan teh dapat berkumpulbersama, serta terdapat juga tempat orang-orangdapat mempelejarai cara-cara menyeduh teh dankopi yang benar. Di samping itu terdapat tempatuntuk melakukan riset-riset terhadap kopi dan teh.Terdapat tempat menjual biji kopi dan daun tehyang lengkap dan berkualitas dari seluruhindonesia. Ini dapat menarik pengunjungwisatawan lokal dan mancan negara untuk dapatberkunjung di tempat ini yang satu-satunya diindonesia yang menawarkan seluruh produk kopidan teh dari Indonesia. Pemerintah jugamendapatkan keuntungan seperti, memberikansubsidi berupa penambahan pendapatan yangberasal wisatawan lokal maupun internasionalyang akan datang ke Surabaya untuk melihat Kopidan tea house yang merupakan satu-satunya diIndonesia
Perpustakaan Bernuansa Semi Terbuka di Surabaya Florencia Leonora Giovanni
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.25 KB)

Abstract

Arus informasi semakin berkembang khususnya informasi pada digital, sehingga minat baca masyarakat pada buku fisik menjadi menurun. Pada faktanya, kebenaran infomasi pada buku fisik lebih dapat dipertanggungjawabkan dibanding dengan informasi pada digital. Surabaya Barat adalah wilayah yang sedang berkembang dengan fasilitas pendidikan dan perumahan yang semakin meningkat. Dengan demikian, adanya rencana Pemerintah kota Surabaya dan Badan Perpustakaan & Kearsipan untuk membangun perpustakaan umum sebagai wadah sebuah pusat informasi dan pembelajaran.Perpustakaan secara umum terkesan kaku sehingga kenyamanan pengguna menurun. Untuk menjawab permasalahan ini desain Perpustakaan Bernuansa Semi Terbuka di Surabaya adalah sebuah pusat informasi dan pembelajaran yang memiliki konsep ‘blurring space’ dengan adanya metode penembusan ruang luar ke dalam bangunan.Untuk mengubah paradigma perpustakaan yang terkesan kaku, desain perpustakaan ini menghadirkan ruang luar ke dalam bangunan. Sedangkan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna desain perpustakaan ini menghadirkan penghawaan alami, pencahayaan alami, dan visual. Pendekatan sains arsitektur digunakan untuk memaksimalkan potensi tapak dari penghawaan, pencahayaan dan visual sekitar. Pendalaman pencahayaan digunakan untuk kebutuhan pencahayaan pada ruang utama perpustakaan yaitu ruang baca dan ruang buku.
GALERI DAN MUSEUM BATIK PEKALONGAN DI PEKALONGAN Meike Wenanda Wenanda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.823 KB)

Abstract

"Galeri dan Museum Batik Pekalongan" merupakan sebuah fasilitas yang berada di kawasan Budaya Jatayu kota Pekalongan yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat domestik dan internasional dan berfungsi sebagai sarana pengenalan budaya Indonesia. Fasilitas Galeri memamerkan kain batik khas Pekalongan yang menjadi ikon dari kota Pekalongan. Sedangkan fasilitas Museum memamerkan sejarah awal mula batik berkembang di kota Pekalongan. Fasilitas tambahan lainnya yang disediakan adalah fasilitas pelatihan (workshop) dimana pengunjung dapat melihat atau mencoba secara langsung membuat kain batik dari proses yang paling awal hingga keproses yang terahkir. Pendekatan yang dipakai dalam merancang adalah pendekatan simbolik untuk menghasilkan sebuah desain galeri yang dapat mencerminkan identitas kota Pekalongan yang terkenal dengan sebutan "Kota Batik". Sedangkan pendalaman desain difokuskan pada pencahayaan (lighting) untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna bangunan.
Fasilitas Resepsi dan Persiapan Pernikahan di Surabaya Vienna Puspadewi Anritan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.689 KB)

Abstract

Fasilitas Resepsi dan Persiapan Pernikahan di Surabayamerupakan fasilitas komersial dengan konsep one-stop yangmewadahi kegiatan seputar pernikahan, dari retail untukpersiapan pernikahan, hall upacara, hingga hall resepsipernikahan sebagai fasilitas utama bangunan. Fasilitaskomersial di kota-kota besar termasuk Surabayadiharapkan dapat beroperasi secara efisien dan dapatmendukung pluralisme budaya yang ada. Karena itu,fasilitas pernikahan ini mengangkat konsep fleksibilitassehingga dapat mewadahi berbagai macam rangkaianpernikahan dan juga kapasitas undangan. Namun, biasanyafasilitas dengan konsep fleksibilitas ruang mempunyaibentukan ruang yang kaku dan formal. Karena itu, fasilitasResepsi dan Persiapan Pernikahan di Surabaya inginmerubah hal tersebut dengan mewadahi kegiatan-kegiatanperihal pernikahan dalam bentuk ruang yang tidak kaku danformal, didukung dengan nuansa alam sesuai dengan trenoutdoor yang sedang marak sekarang ini.
Fasilitas Eduwisata Budidaya Bunga Hias di Batu Melita Andriani Andriani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1767.15 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Budidaya Bunga Hias di Batu merupakan fasilitas wisata dan edukasi yang bertujuan untuk memberi wawasan tentang pembudidayaan bunga hias dan menjadi salah satu sarana wisata untuk mengekspos potensi bunga hias di kota Batu. Kota Batu sendiri merupakan kota wisata dan wilayah agropolitan yang sering juga disebut sebagai kota Bunga, namun belum ada wisata bunga yang dapat mewadahi potensi ini. Oleh karena itu fasilitas ini didesain untuk mengembangkan potensi kota Batu sebagai kota bunga di bidang pariwisata dan perdagangan. Fasilitas ini merupakan satu pengelola dengan Kusuma Agrowisata Batu dan terletak tepat bersebelahan dengan wisata tersebut. Fasilitas Eduwisata Budidaya Bunga Hias ini akan menjadi fasilitas wisata yang rekreatif dan edukatif dimana di dalamnya terdapat berbagai zona dan ruang untuk memberi informasi dan pameran terkait wawasan tentang struktur bunga, aneka ragam jenis bunga, fase pertumbuhan bunga, pembudidayaan bunga, pemupukan dan sistem irigasi. Fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan area workshop, gallery, cinema, flower garden, rainwater tank tower, food stall, skywalk, skylounge, rotating skyterrace, rooftop garden dan shopping area. Pendekatan sains arsitektur digunakan untuk mengatasi masalah perancangan terkait intensitas dan waktu paparan sinar matahari langsung yang dibutuhkan tanaman bunga di dalam bangunan.

Page 31 of 155 | Total Record : 1542