cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Terminal Penumpang Pelabuhan Palaran, Kota Samarinda Djuan Tri Putra Hartanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.104 KB)

Abstract

“Terminal Penumpang Pelabuhan Palaran, KotaSamarinda” ini merupakan sebuah gedung transisibagi masyarakat yang ingin menggunakantransportasi laut, dimana mereka harus melewatibeberapa prosedur sebelum dapat naik keatas kapal.Fasilitas utama yang disediakan yaitu terminalkeberangkatan dan terminal kedatangan, selain ituterdapat fasilitas pendukung didalamnya yaitu galeri,café dan restaurant. Pendekatan yang digunakandalam perancangan adalah pendekatan sistem, yangmencangkup sistem struktur, sistem sirkulasi, sistemutilitas dan seterusnya. Pendalaman yang ditonjolkandalam perancangan yaitu pendalaman sequence,dimana urutan tiap sirkulasi pengunjung didalambangunan tersusun dengan jelas. Dengan demikian,Terminal Penumpang Pelabuhan Palaran, KotaSamarinda ini diharapkan dapat meningkatkan minatbagi seluruh masyarakat di Indonesia, khususnyaSamarinda untuk dapat menggunakan transportasilaut dan juga dapat menjadi landmark bagi kotaSamarinda.
Galeri Street Art di Surabaya Rezon Kevin Tandean
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.095 KB)

Abstract

Fasilitas Galeri Street Art di Surabaya merupakan fasilitasyang memperkenalkan karya – karya street art dalam aspekpositif dimana dapat bermanfaat bagi kota. Street art diSurabaya terkenal akan nilai negatif dari masyarakatdikarenakan street art dulu masih dilalkukan secara liar danmemperburuk lingkungan sekitar. Fasilitas ini akanmewadahi para seniman – seniman terkenal dalammemamerkan karya milik mereka dan sebagai tempatedukasi bagi yang ingin meningkatkan serta mempelajaristreet art. Fasilitas Galeri Street Art di Surabaya akanmenjadi salah satu wadah yang akan meningkatkankemampuan seni masyarakat yang bersifat edukasi danperdagangan. Terdapat beberapa fasilitas yang dapatmendukung aktivitas dari bagnunan, yaitu retail penjualanperlengkapan kegiatan, foodcourt, lounge, perpustakaan,dan auditorium. Pendekatan yang digunakan merupakansimbolik dimana bentuk bangunan secara visual akan dapatmeningkatkan kualitas dan nilai dari street art. Interiorbangunan diberikan suasana yang menyesuaikan dengankarakter dari street art sehingga menggunakan pendalamankarakter ruang dimana ruang dapat menampilkan identitasbangunan.
Fasilitas Eduwisata Sejarah dan Perdagangan Hasil Bumi di Surabaya Tammy Lithania Lithania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.175 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Sejarah dan Perdagangan Hasil Bumi diSurabaya merupakan fasilitas yang memberi wawasan akan sejarahperdagangan hasil bumi pada abad 18-19 di Surabaya kepadamasyarakat secara umum. Kota Surabaya terbentuk denganidentitas kota pelabuhan dan perdagangan akibat letakgeografisnya yang menguntungkan. Namun seiring perkembangankota ke arah modern, identitas tersebut mulai pudar di matamasyarakat. Fasilitas Eduwisata Sejarah dan Perdagangan HasilBumi di Surabaya ini akan membangkitkan kembali nilai sejarahyang mulai pudar dan menjadi destinasi wisata edukatif yang turutmendukung program revitalisasi Kalimas oleh pemerintah kotaSurabaya dalam Surabaya Vision Plan 2005-2025. Fasilitas iniakan dilengkapi fasilitas publik, yaitu galeri sejarah dan komoditashasil bumi dimana produk olahannya diperjualbelikan sebagaisouvenir serta fasilitas pendukung lainnya (food center,multifunction hall, rooftop restaurant dan ruang terbuka hijauuntuk publik). Pendekatan sirkulasi digunakan sebagai responterhadap site serta kebutuhan program ruang yang ada. Suasanainterior bangunan yang berurutan pun digunakan sebagai mediauntuk menceritakan sejarah melalui pendalaman sequence dankarakter ruang sehingga pengunjung dapat memahami sejarahyang hendak disampaikan.
Fasilitas Taman Edukasi Sains di Kediri Nicholas Putra Mahendra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.624 KB)

Abstract

Fasilitas Taman Edukasi Sains di Kediri ini didasari oleh pemikiran kondisi pembelajaran anak SD dan SMP yang tidak seimbang antara teori dan praktik terutama pembelajaran "sains", serta fasilitas yang kurang memadai. Sehingga masalah desain utama adalah bagaimana menciptakan sistem sirkulasi dan alur yang jelas dan terarahkan untuk membuat pengujung melihat, bermain, dan sekaligus belajar. Selain itu, untuk merespon kebutuhan skitar tapak, proyek ini juga mengangkat masalah desain khusus yaitu bagaimana membentuk ruang sosial serta membentuk ruang void dan hijau. Fasilitas ini terdiri dari Rumah Biologi, Rumah Fisika, Rumah Kimia, Lobby, Komersial, dan Servis. Pendekatan desain yang digunakan adalah sistem sirkulasi dengan pendalaman sequence dipilih untuk menciptakan sirkulasi yang berbeda-beda sesuai dengan alur utama yang dituju. Proyek ini memiliki keunikan pada sistem sirkulasinya. Tidak seperti tempat edukasi lain, sirkulasi pada taman edukasi sains ini memperhatikan keinginan anak yang menjadi solusi utama pada masalah yang ada pada pembelajaran. Taman Edukasi Sains didesain dengan alur dan lantai-lantai split level yang dihubungkan edngan ramp, dengan alur linear dari awal sampai akhir site. Selain itu, kebutuhan akan kapasitas parkir juga diwadahi dengan parkir mobil, motor, dan bus.
Hotel Bintang 5 di Surabaya Monica Gotama Gotama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2980.925 KB)

Abstract

Bangunan hotel bintang 5 di Surabayamerupakan fasilitas dalam bidang jasa danperdagangan untuk menunjang perekonomian kotaSurabaya. Dewasa ini kota Surabaya mengalamiperkembangan dalam hal bisnis perhotelan. Hoteltidak lagi menjadi tempat untuk sekedar menginapdan berwisata, namun juga tempat untukmelangsungkan kegiatan bisnis. Diharapkan hotel inimampu memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya,domestik dan mancanegara dalam hal wisata danbisnis ( MICE ).Dengan adanya hotel bintang 5 ini diharapkanmampu mewadahi aktivitas pebisnis dan turis yangsinggah ke Surabaya. Hotel ini dirancang dengantujuan memfasilitasi pada pebisnis yang ada di dalammaupun diluar kota Surabaya, dan mampu menjadidestinasi berlibur, baik wisatawan domestik maupunmancanegara. Selain itu diharapkan mampu menjadidestinasi industri MICE dilengkapi dengan meetingroom, conference hall, ballroom, dan exhibition hall.Hotel bintang 5 di Surabaya ini juga membantumembangun dan menjadi penggerak industripariwisata yang terjadi di kota Surabaya.
Fasilitas Pagelaran Sendratasik di Surabaya Arnet Fercia Leonard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.584 KB)

Abstract

Perancangan fasilitas pagelaran sendratasik inididasari dengan pemikiran kurangnya wadah untukmemfasilitasi kegiatan seni drama, seni tari, dan senimusik, yang ketiga seni itu merupakan tiga kesenianyang diminati di Surabaya. Selain itu, era globalisasimempengaruhi kehidupan kesenian masyarakat,dengan adanya bangunan ini diharapkan masyarakatdapat menikmati dan menghidupkan kesenian melaluiruang – ruang concert hall baik indoor maupunoutdoor. Pendekatan desain yang digunakan adalahsimbolik intangible metaphor, guna mengundangminat masyarakat akan kesenian. Kemudian,pendalaman akustik dipilih untuk melengkapi ruang –ruang concert hall.Keunikan proyek ini ada pada desain bangunan.Seni drama, seni tari, dan seni musik biladigabungkan menghasilkan seni opera. Desainbangunan terwujud karena mengaplikasikan darikarakter The Phantom yang berada pada film operaThe Phantom of the Opera. The Phantom memilikikarakter “bersembunyi”, karakter tersebut diterapkanpada bangunan dengan cara façade menyembunyikanbentuk dari bangunan. Selain itu, terdapat outdoorconcert hall yang diterapkan menjadi amphitheatre.
Akademi Olahraga Basket di Surabaya Fernando David David
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.099 KB)

Abstract

Latar belakang perancangan Akademi Olahraga Basket ini adalah kurangnya tempat di Surabaya untuk mendidik anak-anak dalam teknik bermain bola basket yang baik dan benar. Masalah desain utama proyek ini adalah menciptakan sebuah tempat untuk mendidik anak-anak dari usia muda agar dapat bermain bola basket dengan benar. Selain kemampuan teknik bermain bola juga perlu diperhatikan pendidikan dari segi psikologi setiap anak. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan perilaku. Pendalaman karakter ruang dirancang sesuai kebutuhan dari karakter pengguna yang berbeda-beda sesuai tingkat umurnya.Desain akademi olahraga basket ini adalah memperhatikan karakter perilaku penggunanya masing-masing. Massa bangunan di Akademi Olahraga Basket ini terdiri atas tiga area yaitu area umum (area penerima / area masuk), area anak usia 6-9 tahun, dan area anak usia 10-16 tahun. Ketiga area ini dihubungkan satu sama lain dengan masing-masing penghubung yang juga menjadi area penghubung antar penggunanya.
Hotel Bintang 4 di Banjarmasin Adhelia Apriani Halimdan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2815.076 KB)

Abstract

Hotel Bintang 4 di Banjarmasin merupakan fasilitas penginapan yang terletak di pusat kota Banjarmasin dimana dikawasan tersebut sangat banyak potensi wisatanya. Fasilitas ini merupakan fasilitas yang mewadahi kegiatan para wisatawan yang datang dari dan luar dari Banjarmasin. Fasilitas yang disediakan berupa hotel, standard room, superior room, family room, pool, fitness, restoran, serta dua ruang multifungsi yang disewakan untuk mengadakan berbagai acara seperti business meeting atau pesta pernikahan dan acara lainnya. Sehingga fasilitas ini mengutamakan kenyamanan untuk para pengunjung yang datang dengan mengetahui kekhasan daerah setempat. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan vernakular yang mengangkat kebudayaan setempat seperti Rumah Bubungan Tinggi. Yang diambil dari Rumah Bubungan Tinggi adalah zoning tiap ruang yang ditransformasikan dalam zoning site serta bentukan bangunannya seperti atap dari Rumah Bubungan Tinggi. Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman karakter ruang untuk menunjukkan suasana integrasi hotel sehingga pengunjung yang datang dapat merasakan kekhasan daerah setempat.
Fasilitas Pelatihan Industri Kreatif di Surabaya Nugraha Adhi Nurtama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1596.167 KB)

Abstract

Fasilitas Pelatihan Industri Kreatif di Surabayamerupakan fasilitas yang ditujukan kepada masyarakat kotaSurabaya untuk untuk melatih diri sebelum terjun ke dalamdunia industri Kreatif. Di Indonesia sendiri, Industri kreatifcukup diperhitungkan karena kontribusinya terhadappeningkatan pendapatan daerah maupun negara, sertaperannya dalam menyerap banyak tenaga kerja, sehinggaikut meringankan tugas negara dalam menyelesaikanpermasalahan kurangnya lapangan pekerjaan, yang selamaini penerapannya hanya mengandalkan dari sektor industriformal dan informal.Pendekatan sistem organisasi ruang dipilih untukmenciptakan jumlah dan kebutuhan ruangan yang sesuaidan optimal untuk melakukan kegiatan pelatihandidalamnya, sehingga aktivitas pelatihan antar sub-sektorindustri kreatif, tidak saling mengganggu satu sama lain.Pendalaman karakter ruang dirancang agar suasana ruangyang terjadi dapat mendukung aktivitas pelatihandidalamnya, sehingga proses pelatihan dapat berjalandengan baik dan optimal
FASILITAS OLAH RAGA SEPEDA DI SURABAYA Priscila Haryono Haryono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.071 KB)

Abstract

Fasilitas Olah Raga Sepeda ini di dasari oleh meningkatnya minat masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Surabaya akan olah raga sepeda. Hingga saat ini, para komunitas sepeda masih tidak memiliki wadah yang tepat bagi mereka. Sehingga masalah desain utama pada proyek perancangan ini adalah sebagai wadah penampung para komunitas yang dapat menampung dimana komunitas dapat berkegiatan dengan sepedanya baik di dalam ataupun luar ruangan. Sedangkan untuk masalah desain khususnya adalah bagaimana desain dapat menjawab masalah utama yang ada, dengan memberi sirkulasi yang lebar dalam bangunan dan juga menyediakan ruang-ruang komunal dalam ataupun luar ruangan bagi para komunitas sepeda. Pendekatan desain adalah pendekatan sistem yang difokuskan pada sistem sirkulasi, sistem struktur dan sistem pencahayaan dan penghawaan.Keunikan pada proyek perancangan ini adalah pada penonjolan sistem struktur dimana dapat menjadi salah satu poin estetika eksterior bangunan. Sehingga pendalaman yang digunakan adalah pendalaman struktur yaitu bagaimana penyelesaian struktur bentang lebar dengan bahan baja dan menonjolkan bentuk kolom penopang velodrome.

Page 33 of 155 | Total Record : 1542