cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Liponsos Anak di Surabaya Tamara Ayu Gunawan Ng.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.104 KB)

Abstract

Fasilitas Liponsos Anak di Surabaya merupakan sebuah hunian binaan bagi anak-anak jalanan dan terlantar. Fasilitas yang tersedia didasarkan pada Teori Treatment oleh Albert Camus, yang menyatakan bahwa pembinaan yang bersifat treatment sesuai untuk mendidik para penyandang masalah kesejahteraan sosial, dalam kasus ini adalah para anak jalanan dan terlantar. Karenanya, dibutuhkan tiga fase pembinaan utama yaitu fase prevensi, rehabilitasi, dan resosialisasi. Dengan memperhatikan perilaku anak jalanan dan terlantar tersebut, maka bangunan didesain menjadi tiga zona utama yaitu zona prevensi, rehabilitasi, dan resosialisasi. Pada ketiga zona tersebut, karakter ruang utaman diperdalam agar dapat menciptakan hunian binaan yang sesuai dengan karakter aktif, kreatif, dan memiliki kebiasaan berkumpul bersama dengan teman-temannya.
Fasilitas Eduwisata Permainan Rakyat di Surabaya Cindy Alianto Alianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.27 KB)

Abstract

Perencanaan fasilitas Eduwisata Permainan Rakyat diSurabaya ini didasari dengan pemikiran mengenai kondisipermainan rakyat yang mulai dilupakan dan digantikandengan permainan elektronik, peristiwa ini sangat terasaterutama di kota-kota besar, salah satunya kota Surabaya.Tujuan utama fasilitas ini untuk terciptanya sarana edukasidan rekreasi permainan rakyat yang interaktif dan menarikbagi anak-anak usia 6-12 tahun dan juga masyarakatSurabaya. Di dalam fasilitas ini terdapat mini galeri mengenaisejarah permainan rakyat, area bermain indoor yangdipadukan dengan media elektronik dan interactive displayserta area bermain outdoor, kelas workshop untuk diajarkanmembuat alat permainan dari berbagai material. Terdapatpula fasilitas pendukung seperti kafetaria, toko suvenir, areaduduk, dan kantor pengelola. Pendekatan desain yangdigunakan adalah vernakular kontemporer. Konsep desainperancangan ini diambil dari perkampungan Indonesia,karena permainan rakyat sendiri banyak dimainkan di areaperkampungan. Fasilitas ini juga menciptakan karakter ruangyang berbeda di setiap area bermain dan dipadukan denganteknologi untuk dapat menarik minat anak untuk bermain.
Sekolah Musik di Manokwari Arswendi Fernando Irsiandi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.247 KB)

Abstract

Sekolah Musik di Manokwari merupakan sebuah fasilitas pendidikan yang berfungsi sebagai wadah bagi putra-putri daerah Manokwari untuk mengembangkan bakat dan talenta di bidang musik dan juga sekolah musik formal pertama di Papua Barat yang mengikuti kurikulum dari sekolah musik Yamaha. Proyek ini adalah sekolah music dimana peserta didik harus mengikuti ujian berjenjang dan modul teori.Sekolah Musik di Manokwari ini di rancang khusus menyesuaikan dengan kebiasaan anak-anak di Manokwari yaitu menggunakan konsep “Freedom of Expression”. Anak-anak di Manokwari pada umumnya lebih senang belajar di tempat terbuka dibandingkan diruang tertutup. Selain lebih mudah mendapatlkan inspirasi, mereka juga dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Karena itu, Sekolah Musik di Manokwari didesain dengan menciptakan banyak ruang luar, seperti taman, gazebo, outdoor seating spot, dan juga amphitheatre.
Rusun Nelayan di Tarakan Siendy Wijaya Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.51 KB)

Abstract

Desain Rusun Nelayan di Tarakan ini didasari oleh pemikiran akan kondisi perkampungan nelayan yang mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat. Peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat ini tidak diiringi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat nelayan dan infrastruktur yang buruk, sehingga mengakibatkan kekumuhan yang dianggap sebagai bagian kota yang perlu disingkirkan. Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah kepadatan penduduk nelayan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan agar memiliki rumah tinggal yang layak. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan perilaku karena menyadari bahwa ada karakteristik tersendiri dari masyarakat nelayan dibandingkan masyarakat yang bukan berprofesi sebagai nelayan. Kemudian, pendalaman karakter ruang dipilih untuk mencermati penyelesaian kebutuhan ruang kegiatan nelayan agar dapat mengakomodasi segala kegiatan nelayan, seperti : ruang mengolah ikan, ruang penjemuran ikan, dan lain-lain.Keunikan proyek ini ada pada sistem organisasi ruang yang berfokus pada aktivitas nelayan. Desain rusun ini juga memperhatikan kebudayaan masyarakat nelayan yang memperhatikan interaksi sosial antar penghuni sehingga disediakan ruang-ruang bersama dengan akses yang mudah. Pada lantai dasar rusun difungsikan sebagai area aktivitas nelayan, hal ini bertujuan agar aktivitas nelayan dengan aktivitas dalam rumah tangga tidak saling menggangu. Parkir perahu nelayan dapat parkir pada dermaga yang dekat dan terhubung dengan tempat mengolah ikan.
Fasilitas Terapi dan Pengembangan Bakat Penderita Down Syndrome di Surabaya Daniel Kristianto Kristianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.633 KB)

Abstract

Fasilitas Terapi dan Pengembangan Bakat PenderitaDown Syndrome di Surabaya merupakan sebuah fasilitasyang bertujuan untuk mempersiapkan, melatih, dan merawatpenderita Down Syndrome, sehingga saat dewasa merekamampu terjun ke dalam masyarakat dan dunia kerja. Padafasilitas ini akan dilakukan berbagai jenis terapi dan kegiatanpengembangan bakat untuk melatih para penderita DownSyndrome agar dapat mengatasi hambatan fisik, mental,maupun intelektual yang mereka miliki. Fasilitas ini tidakhanya akan berguna bagi penderita Down Syndrome, namunjuga bagi para orang tua penderita, terlerbih lagi masyarakat,bahkan kepada pemerintah, sehingga kepedulian terhadapanak dengan keterbelakangan mental terutama DownSyndrome semakin meningkat.Pendekatan perilaku digunakan untuk menganalisakebutuhan khusus dan kebiasaan / perilaku penderita DownSyndrome sehingga mampu didukung dengan desainaristektur, baik pada ruang dalam maupun ruang luar.Dengan konsep Multi Sensory Architecture dan AdaptiveDesign, fasilitas didesain tidak hanya untuk kenyamananpengguna, namun juga untuk memberi stimulasi yangberguna bagi perkembangan penderita Down Syndome.Fasilitas ini akan dibagi menjadi beberapa area, yaitu lobby,area terapi dan pengembangan bakat, area pengajar, areaperawatan, area penunjang, dan area servis. Pendalamankarakter ruang digunakan untuk mendesain secara khususruang dalam dan ruang luar sesuai dengan konsep desain.
Fasilitas Olahraga Bodyweight di Surabaya Maria Ellenore Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2795.483 KB)

Abstract

Fasilitas Olahraga Bodyweight di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi dan memperkenalkan salah satu jenis olahraga yang baru berkembang di Surabaya, khususnya 4 tahun terakhir. Bodyweight sendiri merupakan latihan yang tidak menggunakan beban atau mesin tertentu. Olahraga bodyweight terbagi menjadi beberapa jenis olahraga yang berbeda beda, seperti : olahraga lari, olahraga senam, panjat tebing, yoga, pilates, olahraga renang, TRX, olahraga parkour, dan calisthenic. Fasilitas ini akan dilengkapi fasilitas publik, seperti cafe dan pertokoan retail. Masalah desain utama adalah mengolah berbagai zona dan aktivitas yang ada khususnya secara visual untuk beberapa jenis olahraga dan penggunaan penghawaan dan pencahayaan alami. Pendekatan perilaku digunakan untuk penempatan berbagai perilaku yang berbeda dari olahraga – olahraga yang ada. Suasana interior bangunan juga mengespreksikan karakter dari masing masing olahraga yang ada melalui pendalaman karakter ruang.
Fasilitas Rekreasi di Danau Matano, Sulawesi Selatan Jeane Chrestella Chrestella
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.771 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Rekreasi di Danau Matano, Sulawesi Selatan ini didasari oleh pemikiran akan kebutuhan fasilitas rekreasi yang layak dengan akses yang mudah bagi pengunjung danau Matano, sehingga masalah desain utama adalah bagaimana menciptakan jenis fasilitas rekreasi yang sesuai dan fasilitas rekreasi dengan akses yang mudah yang bisa berhubungan langsung dengan danau Matano itu sendiri. Selain itu, untuk merespon gaya arsitektur lokal, maka proyek ini mengangkat masalah desain khusus yakni bagaimana bangunan bisa selaras dengan gaya arsitektur lokal yang ada di wilayah Sulawesi Selatan. Pendekatan desain yang digunakan kemudian adalah vernakular yang kemudian mengadaptasi sistem rumah panggung dari bangunan tradisional Sulawesi Selatan kedalam desain bangunan. Kemudian, pendalaman karakter yang dipilih adalah pendalaman fasad untuk menjelaskan fungsi dan makna desain fasad yang memiliki hubungan dengan bentuk vernakular yang telah diadaptasi kedalam bangunan.Kelebihan dari proyek massa banyak ini tidak hanya terletak pada objeknya yaitu danau Matano sebagai objek utama yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatwan baik dalam segi view maupun sejarah tetapi juga bisa menjadi salah satu wadah untuk wisatawan melakukan rekreasi air dengan fasilitas yang memadai dan akses yang mudah.
Fasilitas Pengolahan Minuman Berfermentasi di Batu Alexandro Vincentio Gorenza
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.156 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Pengolahan MinumanBerfermentasi di Batu ini merupakan fasilitas yangmenggunakan buah hasil alam di Batu seperti apel,strawberry dan jeruk, untuk diolah dengan carafermentasi Wine, sehingga produk dari fasilitas inidapat disebut dengan Fruit Wine, karena winetersebut dibuat dari buah selain anggur.Desain Fasilitas pengolahan MinumanBerfermentasi di Batu ini terbentuk dari paradigmamasyarakat yang beranggapan bahwa Winemerupakan minuman yang hanya dapat dinikmati olehmasyarakat kalangan atas saja, hal ini menyebabkanrendahnya konsumsi dan pengetahuan masyarakatmengenai Wine. Oleh karena itu, Masalah utama daridesain ini adalah bagaimana mendesain bangunanyang dapat mengakomodasi proses fermentasi secaraefektif dan efisienKeunikan dari Fasilitas ini terletak dari efektifitasdan juga efisiensi desain yang dapat membantumengoptimalkan proses fermentasi yang terjadidengan memanfaatkan lahan serta iklim lingkungansekitar, sehingga dapat menekan harga produksi.Pendekatan yang digunakan dalam mendesainbangunan ini adalah pendekatan utilitas danpendalaman yang dipilih adalah pendalaman sistemutilitas dalam proses fermentasi. Pendekatan ini dipilihagar dapat mengoptimalkan kondisi lahan yangberkontur. sehingga meng efisienkan prosesfermentasi
HOTEL RESOR DI PANTAI TANJUNG AAN, LOMBOK Ivan Renaldy Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3086.807 KB)

Abstract

“Hotel Resor di Pantai Tanjung Aan, Lombok”merupakan Hotel bintang 4 dengan fasilitasberbintang 5 yang menyediakan fasilitasakomodasi dan sarana penunjang bagi parawi s a t awa n loka l maupun wi s a t awa nmancanegara yang datang berlibur sertamenikmati keindahan pantai dan laut di pantaiTanjung Aan. Dengan adanya proyek ini dapatmengangkat nama dari Pulau Lombok dandapat mendukung pariwisata di Propinsi NTBkhususnya di Pulau Lombok bagian LombokTengah. Letak proyek Hotel Resor ini jugaberada dekat kawasan proyek pemerintah yaituKawasan Ekonomi Khusus Mandalika yangdapat menjadi salah satu faktor penunjang dariHotel Resor ini. Pendekatan yang dipakaidalam desain ini yaitu menggunakanpendekatan vernakular sehingga dapatmemunculkan unsur – unsur lokal darimasyarakat suku Sasak yaitu suku aslipenghuni Pulau Lombok. Tata letak bangunanpada Hotel Resor ini juga didesain denganorientasi yang memaksimalkan pada viewdaerah seki tar dengan tujuan untukmemaksimalkan kepuasan para wisatawanyang berkunjung dan berlibur di PantaiTanjung Aan.
Sanggar Kreativitas Anak berbasis Kristiani Marceanno Julio Makanoneng
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1841.235 KB)

Abstract

Desain Sanggar Kreativitas Anak ini didasari oleh kurangnya kesadaraan dari orangtua terhadap pengembangan bakat dan minat anak. Dengan tingginya tuntuan ekonomi membuat orangtua kurang memiliki waktu berkualitas untuk mengembangkan bakat dan kreativitas anak mereka, Anak-anak yang cenderung hanya dibiarkan dirumah tanpa melakukan kegiatan yang membangun kreativitasan dan kepribadian mereka akan kurang dapat bersosialisasi sehingga masalah desain utama adalah bagaimana desain mampu menyediakan sarana bagi anak yang aman dan nyaman dengan pembagian zoning dan pengaturan pola sirkulasi yang jelas. Sedangkan untuk masalah desain khusus adalah bagaimana desain dapat ramah terhadap anak dengan menerapkan nilai-nilai kristiani pada program kegiatan maupun desain bangunan. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan metaphor dengan meminjam cerita Alkitab yaitu cerita penciptaan (Kejadian 1).Keunikan dari proyek ini ada pada penerapan konsep cerita penciptaan (Kejadian 1) terhadap bangunan. Dalam tapak terdapat 6 massa utama yang dimana menggambarkan 6 hari penciptaan Allah, Setiap massa bangunan tersebut memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing dengan program kegiatan yang berbeda-beda. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mengekspresikan keunikan desain dari setiap massa sesuai tema penciptaan dari “Kejadian” untuk mendukung pengembangan bakat dan minat anak secara krsitiani.

Page 41 of 155 | Total Record : 1542