cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Pelatihan Keterampilan Terpadu untuk Penyandang Autisme di Surabaya Angela Angela Angela
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.846 KB)

Abstract

Fasilitas Pelatihan Keterampilan Terpadu untuk Penyandang Autisme merupakan sebuah fasilitas pelatihan keterampilan bagi para penyandang autisme yang dirasa telah siap untuk terjun ke masyarakat, untuk melatih keterampilan berdasarkan bidang profesi yang diminati, sebagai bentuk simulasi dalam menjalani dunia pekerjaan di masa yang akan datang. Proyek ini dirancang dengan kesadaran bahwa ada kebutuhan akan tempat transisi bagi penyandang autisme yang telah selesai menjalani sekolah atau terapi, yang akan membantu mereka terjun ke dunia pekerjaan.Masalah desain yang diangkat dalam proyek ini adalah bagaimana merancang suatu kawasan arsitektur dengan ruang yang dapat mengakomodasi kebutuhan penyandang autisme saat terjadi overstimulasi ketika melakukan interaksi, serta mampu mewadahi berbagai macam aktivitas dengan kualitas sensorik yang berbeda-beda bagi penyandang autisme. Fasilitas ini terdiri dari 3 massa utama yaitu: fasilitas pelatihan keterampilan terkait masyarakat, fasilitas pelatihan keterampilan khusus, serta fasilitas pelatihan keterampilan olahraga. Pendekatan perilaku digunakan untuk membantu proses perancangan.
Hotel Bisnis Bintang Lima di Surabaya Eric Richardo Chowandy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.1 KB)

Abstract

Desain Hotel Bisnis Bintang Lima di Surabaya ini merupakanrespon desain untuk menjawab kebutuhan perkembangankepariwisataan Kota Surabaya. Dengan menciptakan sebuahtower Hotel berkonsep bisnis dengan kualitas bintang lima,muncul sebuah masalah desain yaitu bagaimana hoteltersebut dapat menampilkan kualitas bintang limanya secaratampilan arsitektur yang dipadukan dengan sistem bangunanyang baik seperti utilitas yang rapi dan sirkulasi penggunayang terasa privat. Ketinggian bangunan tersebutpun jugamenciptakan permasalah struktur untuk diselesaikan. Selainitu, desain hotel ini merespon lingkungan sekitarnya yangmerupakan salah satu kompleks bisnis dan retail terbesardan cepat berkembang di Surabaya, Sehingga bangunan inijuga semestinya dapat berfungsi sebagai pusat kegiatanbisnis. Pendekatan yang digunakan adalah simbolis denganteori metafora untuk menggambarkan kegiatan negosiasi.Sedangkan pendalaman struktur digunakan untukmenciptakan tampilan bangunan yang unik dan mewah sertamenyelesaikan masalah struktur pada bangunan tinggi.Yang menjadi keunikan bangunan ini merupakan sistemstrukturnya yang tidak dimiliki oleh bangunan lain diSurabaya, yaitu struktur diagrid. Selain itu, fasilitas yangdimiliki juga di desain agar mengungguli hotel bintang limalainnya secara kualitas. Desain hotel merupakan komposisidua bangunan bertingkat tinggi diatas dua massa podiumterpisah yang berfungsi untuk fasilitas hotel, retail dankonvensi.
Fasilitas Pendidikan dan Pengembangan Diri di Surabaya Dailywin Dailywin Dailywin
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2019.193 KB)

Abstract

Fasilitas Pendidikan dan Pengembangan Diri di Surabaya, merupakan fasilitas pendidikan yang bertujuan membantu individu menjadi pribadi yang lebih baik di area kepemimpinannya dan menjadi wadah bagi individu untuk dapat mengekspresikan dirinya. Fasilitas ini menggunakan kurikulum dari “John Robert Power’s” yang mengajarkan tentang pengembangan diri. Dimana murid dididik untuk mengenal pribadinya dan mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan materi-materi pengembangan diri dan komunikasi.Fasilitas ini juga akan di lengkapi dengan fasilitas penunjang, yaitu gym, kolam renang, beauty area, perpustakaan, dan auditorium.Pendekatan simbolik digunakan untuk mengekspresikan proses anak muda yang tidak tahu tujuan hidupnya menjadi seorang pemimpin yang memiliki visi yang jauh ke depan. Pendalaman karakter ruang pada beberapa ruangan digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
Rumah Susun di Jember Ishak Tedjowidjojo Tedjowidjojo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.369 KB)

Abstract

Rumah Susun di Jember merupakan fasilitas rumah susun bagi masyarakat Kota Jember yang memiliki tingkat pendapatan ekonomi rendah. Pemilihan site didasarkan pada luas kumuh terbesar yang terdapat di daerah Jember Kidul. Site yang dipilih terletak di samping Kali Jompo yang termasuk dalam kawasan Jember Kidul. Rumah Susun ini didesain dengan menggunakan pendekatan perilaku yang disesuaikan dengan kebiasaan dan prilaku warga kampung setempat. Hal ini didasarkan pada kebiasaan warga kampung yang tidak mudah untuk diubah, sehingga desain bangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan calon penghuni tersebut. Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada bangunan rumah susun ini juga didasarkan pada kebutuhan penghuni, serta memilliki fasilitas-fasilitas yang dapat memunculkan ciri khas tersendiri dari kampung tersebut, serta membedakan bangunan rumah susun ini dengan rumah susun yang lain. Ruang dalam didesain dengan konsep fleksibel, yang disesuaikan dengan sifat ruang di kampung yang berubah-ubah, disesuiakan dengan kebutuhan dan kegiatan warga saat itu. Di setiap lantai bangunan juga terdapat ruang komunal yang dapat dijadikan sebagai ruang untuk berkumpul, bersantai, dan kegiatan penghuni sehari-hari lainnya.
Studio Pembuatan Film di Surabaya Helena Felita Felita
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.408 KB)

Abstract

Studio Pembuatan Film di Surabaya merupakan fasilitas umum yang mengenalkan masyarakat umum terutama generasi muda mengenai film dan pembuatan film. Video sebagai salah satu bagian dari hiburan masyarakat sangatlah kurang didalami di Indonesia, baik di dalam dunia akademik maupun di mata masyarakat. Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya memiliki generasi muda yang gemar bereksplorasi hobi, salah satunya adalah membuat video dan film. Namun fasilitas yang bertemakan film dan video hampir tidak ada di Surabaya. Studio Pembuatan Film di Surabaya dirancang dengan maksud sebagai pusat fasilitas dan informasi yang dapat memadai kebutuhan ilmu maupun rekreasi yang bertemakan film dan video. Fasilitas-fasilitas yang ada antara lain adalah studio ruang hijau, studio latar belakang, ruang sunting, ruang rekam suara, ruang serba guna, perpustakaan, dan kantin.
Gereja Pantekosta Tabernakel di Surabaya Daniel Christ Hariyono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.112 KB)

Abstract

Desain Gereja Pantekosta Tabernakel di Surabaya ini didasari oleh pemikiran pada masa kini masih banyak gereja Protestan yang kurang memperhatikan elemen-elemen pembentuk fisik gereja yang dapat menunjukkan citra bangunan gereja, sehingga masalah desain utama adalah bagaimana menampilkan identitas gereja atau ciri khas gereja agar lebih ekspresif dan komunikatif dan juga menimbulkan suasana religius pengguna pada saat berada di dalam bangunan. Pendekatan desain yang digunakan adalah Simbolik dengan penekanan yaitu Simbolik Metafora. Kemudian, pendalaman struktur dipilih untuk mencermati penyelesaian struktur pada bentukan yang organik serta penyelesaian konstruksi bangunan secara keseluruhan.Keunikan proyek ini ada pada bentukan bangunannya, dimana konsep Tabernakel (rumah Allah) menjadi dasar dalam pembentukan bangunan ini, sesuai dengan denominasi Gereja Pantekosta Tabernakel. Dengan desain Simbolik Metafora, mengambil bentukan tangan Tuhan yang melindungi sehingga bentukan berbentuk oval dengan tutupan kubah. Sehingga muncul permasalahan dalam sistim strukturnya, diselesaikan dengan pendalaman struktur dengan struktur rangka atap space frame dan plat lantai waffle slab sebagai penyelesaian ruangan yang bebas kolom. Zonasi dibagi menjadi 2 zona, yaitu zona publik dan zona privat. Zona publik pada lantai 1 berisi fasilitas-fasilitas pendukung bangunan gereja, sedangkan zona privat pada lantai 2 dan lantai 3 berisi ruang gereja utama.
Fasilitas Eduwisata Pembudidayaan Ikan Kerapu di Pasir Putih, Situbondo Sieny Felicia Felicia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1841.572 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Pembudidayaan Ikan Kerapu di Pasir Putih, Situbondo merupakan fasilitas wisata yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya keberlanjutan ekosistem laut dan pembudidayaan ikan kerapu. Hal ini juga mendukung Visi Pemerintah Situbondo untuk mengembangkan sektor perikanan budidaya ikan kerapu dalam rangka untuk menjadikan Situbondo sebagai Kota Kerapu. Pembelajaran diutamakan pada bagian galeri yang berada dalam bangunan dan bak-bak pembudidayaan untuk aktivitas pembelajaran di luar ruangan. Dengan disediakannya fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan populasi kerapu yang menurun dan mengembangkan sektor pariwisata di Pasir Putih. Pendekatan arsitektur simbolik dipilih untuk menciptakan fasilitas yang mampu menampilkan ciri khas setempat. Pada fasilitas utama yaitu fasilitas eduwisata, didesain semenarik mungkin dengan alur untuk mengenalkan pentingnya pembudidayaan ikan kerapu sehingga digunakan pendalaman sequence.
Co Working Space di Malang Theodor Zerubabel Nawa Hoke
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1598.304 KB)

Abstract

“Co Working Space di Malang” merupakan fasilitas yangmenyediakan jasa untuk para wirausaha muda danmahasiswa yang tidak memiliki ruang kerja yang permanen,fasilitas ini menawarkan suasana dan konsep baru dalaminteraksi kegiatan bekerja. Fasilitas ini terbagi menjadibeberapa massa, fasilitas utama berupa 2 buah bangunan coworking space bersifat open plan yang menggabungkanunsur-unsur outdoor dan semi outdoor. Selain kegiatan cowork massa utama juga memiliki sarana kegiatan penunjangcafé dan perpustakaan. Melalui fasilitas ini diharapkanwirasusaha muda dan mahasiswa dapat salih berinteraksi,berkolaborasi dan membangun koneksi yang dapat berimbaskepada hasil kerja yang lebih baik dan suasana kerja yangmendukung dan mewadahi tipe-tipe kerja orang yangberbeda-beda. Diharapkan dengan dirancangnya konsepopen plan pada bangunan tujuan-tujuan diatas dapatterpenuhi dan terlaksana dengan baik. Konsep perancangansecara keseluruhan yang ingin menyajikan gaya lamamenjadi baru dirasa sesuai dengan pilihan pendekatanperancangan yaitu simbolik. Simbolik rancangan terinspirasidari gaya lama tatanan ruang perkantoran yang modular danterbagi-bagi menjadi cubicle. Pendalaman yang dipilih dalamperancangan adalah karakter ruang. Karakter ruang dipilihkarena sesuai dengan konsep dan pendekatan
Gereja Katolik Santo Yusup di Surabaya Maria Monica Sumoprayogo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2018.199 KB)

Abstract

Gereja Katolik Santo Yusup di Surabaya merupakan proyek perancangan rumah ibadah bagi umat Katolik yang berada dalam wilayah Paroki Santo Yusup Surabaya di bawah Keuskupan Surabaya. Gereja ini terletak di salah satu daerah padat permukiman dan industri di Kota Surabaya. Oleh karena itu, desain gereja diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan memperbanyak ruang terbuka hijau yang tidak hanya bermanfaat sebagai estetika namun juga berdaya guna bagi masyarakat sekitar. Fasilitas yang disediakan selain gereja, adalah Gua Maria, kapel Adorasi, wisma pastoran, balai paroki, sekolah minggu, tempat penitipan anak, perpustakaan, toko buku, kantin, dan ruang-ruang pertemuan.Dalam liturgi Gereja Katolik sangat banyak digunakan simbol-simbol yang memiliki arti penting, sehingga pendekatan simbolik dipilih untuk perancangan proyek ini. Konsep yang digunakan mengambil ide dari kitab suci, yaitu kisah hidup Santo Yusup yang merupakan suami dari Maria sekaligus ayah dari Yesus. Sifat Yusup yang pekerja keras, pelindung, dan tanggung jawab diaplikasikan pada desain proyek ini dalam berbagai aspeknya, yaitu fungsi, bentuk, serta hubungan antara ruang luar dan dalamnya. Pendalaman yang dipilih adalah pendalaman karakter ruang karena ruang dalam gereja merupakan fungsi utama sebagai tempat dilaksanakannya pusat kegiatan liturgi Gereja Katolik.
Fasilitas Pameran dan Penjualan Teknologi Digital di Surabaya Michael Billy Antonio
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.758 KB)

Abstract

Fasilitas Pameran dan Penjualan TeknologiDigital di Surabaya, berlokasi di Jalan Mayjend YonoSuwoyo, Dukuh Pakis. Surabaya merupakan kotadengan pasar penjualan terbesar di Indonesia dimanapenggunaan teknologi yang terus meningkat dandibutuhkan oleh seluruh kalangan masyarakat. Produkteknologi digital yang terus meningkat antara lainsmartphone, laptop, komputer serta berbagai mainankonsol. Bentuk dan merk dari berbagai teknologi digitalini pun bermacam-macam, dari yang mahal sampaiyang murah. Oleh sebab itu, masalah utama dariproyek ini adalah bagaimana bangunan ini dapatmenghidupkan merk kecil ataupun menengah agartetap bisa bersaing dengan merk besar. Masalahlainnya adalah sirkulasi barang dan konsumen.Pendekatan desainnya adalah pendekatansistem, dengan sirkulasi sebagai sub-sistem yangpaling berpengaruh terhadap desain proyek ini.Pendalaman yang dipilih adalah desain fasad yangdapat membentuk luar bangunan dalammengekspresikan bahwa bangunan ini sebagai fasilitaspameran dan penjualan teknologi digital.

Page 39 of 155 | Total Record : 1542