Articles
1,542 Documents
Fasilitas Komunitas Gereja Mawar Sharon di Surabaya
Selvie Octavia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1138.878 KB)
Fasilitas Komunitas Pemuda Gereja Mawar Sharon merupakan fasilitas yang mewadahi kegiatan pemuda Gereja Mawar Sharon untuk berkumpul, berlatih dan mengembangkan potensi yang dimiliki bersama-sama. Komunitas pemuda Gereja Mawar Sharon, yang biasanya disebut Army of God (AOG), ini berjumlah sangat banyak, membentuk kelompok-kelompok kecil untuk beraktivitas, dan memiliki berbagai aktivitas pengembangan diri yang dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan rutin yang dilakukan adalah Persekutuan Doa atau Connect Group dan kegiatan insidentil yaitu pertunjukan musikal maupun tari dan drama.Fasilitas yang disediakan adalah auditorium multifungsi dan didukung dengan berbagai ruang untuk latihan tari, latihan drama, latihan musik, ruang Connect Group, perpustakaan kecil, ruang pengelola, ruang rapat dan ruang pendukung lainnya.Penyelesaian desain untuk fasilitas ini menggunakan pendekatan desain Sains Akustika yang berfokus pada desain dan perletakan ruang auditorium multifungsi berdasarkan kaidah – kaidah akustika bangunan.
Fasilitas Seni Wayang di Sriwedari, Surakarta
Marcellino Sebastian Sebastian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1014.205 KB)
Fasilitas Seni Wayang di Sriwedari, Surakarta yang dirancang dengan pendekatan arsitektur simbolik ini merupakan sebuah fasilitas publik yang bertujuan untuk memberikan segala infromasi mengenai wayang-wayang yang ada di Surakarta (wayang kulit dan wayang orang). Desain fasilitas ini dilakukan dengan mengangkat permasalahan desain bagaimana menyesuaikan dengan bentuk bangunan sekitar dan pengembalian konteks taman di Taman Sriwedari. Fasilitas ini memiliki fungsi utama sebagai museum, dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang pertunjukan wayang orang dan kulit, sanggar, tempat kumpul komunitas dan sebagainya. Konsep dasar dari perancangan ini adalah alur cerita pewayangan dan diterapkan pada penyusunan materi pamer yang mempengaruhi ruang di dalam bangunan. Pendalaman sequence dipakai untuk menghasilkan suasana ruang berbeda yang dapat dirasakan secara naratif oleh pengunjung.
Fasilitas Edukasi Wisata Tanaman Hias Di Surabaya
Max William Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1401.779 KB)
utama dalam latar belakang dilaksanakannya judul proyek ini, dimana Masyarakat perkotaan cenderung lebih mementingkan keuntungan semata sehingga kurang memerhatikan Ruang Terbuka Hijau. Padahal Ruang Terbuka Hijau memiliki banyak keuntungan sendiri, bukan hanya sebagai resapan ketika musim penghujan tetapi mampu sebagai filter udara perkotaan dan mengurangi masalah perkotaan.Fasilitas Edukasi Wisata Tanaman Hias ini bertujuan untuk memberikan wawasan terhadap masyarakat akan pentingnya Ruang Terbuka Hijau pada area perkotaan serta mengajak masyarakat agar berkeinginan memiliki Ruang Terbuka Hijau sendiri pada setiap kawasan hunian. Fasilitas ini juga mampu memberikan kontribusi Ruang Terbuka Hijau pada wilayah Surabaya dan sebagai salah satu wisata bagi masyarakat surabaya dan sekitarnya yang membantu dalam proses edukasi mengenai lingkungan sekitar.
Rumah Susun Ramah Lingkungan di Surabaya
William Putra Sidharta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2078.428 KB)
Proyek ini merupakan proyek rumah susun untuk kalanganmenengah kebawah. Melihat kebutuhan akan lahan diperkotaan semakin sempit, sehingga pembangunanmengarah pada hunian vertikal. Hunian vertikal ini lebihmengedepankan sisi ramah lingkungan, dengan materialutama yang digunakan berupa peti kemas bekas.Pengolahan peti kemas bekas menjadi sebuah hunian yanglayak untuk dihuni bagi manusia di dalamnya. Pemilihaninsulasi yang tepat sangat berpengaruh terhadapkenyamanan penghuni di dalamnya, karena pada dasarnyamaterial peti kemas sangat mudah menyerap panas. Selainitu penghijauan kota merupakan salah satu konsep yangingin diangkat dalam desain ini. Memberikan ruang terbukahijau untuk interaksi sosial penghuni di dalam hunianvertikal tersebut. Selain sebagai sarana untuk berinteraksisosial, ruang terbuka hijau ini berfungsi sebagai paru-parukota. Dengan memberikan ruang terbuka hijau yang cukupluas, diharapkan udara di dalam kompleks hunian tersebutdapat lancar.
Gedung Pertunjukan Musik Klasik di Surabaya
Gersom Albert Heriyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1889.774 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas pagelaran senimusik klasik di Surabaya yang menampung pertunjukanmusik klasik seperti paduan suara, orkestra, pertunjukanrecital, dan lain sebagainya. Gedung ini dilengkapi denganfasilitas kursus, restoran, galeri, retail, ampiteater terbukayang didesain untuk saling berkaitan dan mendukungberjalannya sebuah pertunjukan musik klasik. Rumusanmasalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesaingedung pertunjukan musik klasik, dimana dalam setiappertunjukan musik klasik, tidak menggunakan sound systemuntuk menyampaikan suara dari sumber menuju kepenonton, dengan kualitas suara yang sama di setiap titikpenonton yang ada. Pendekatan yang digunakan olehpenulis adalah pendekatan sistem sirkulasi untukmendapatkan zoning, bentukan dan sirkulasi penggunabangunan, dan menggunakan pendalaman akustikbangunan untuk menyelesaikan permasalahan akustik.
PANTI ASUHAN DI SURABAYA
Ilena Hadi Sutanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (951.66 KB)
Proyek panti asuhan di Surabaya ini adalah sebuah wadahyang dirancang untuk dapat menjadi tempat tinggal bagianak- anak jalanan, yatim piatu, anak terbuang,dan lainnya diarea kota Surabaya dan sekitarnya. Anak- anak cenderungmemiliki perilaku yang berbeda dengan orang dewasa sesuaidengan perkembangan umurnya sehingga perancanganbangunan ini menggunakan pendekatan perilaku dengankonsep open dan dynamic space dengan pendalamankarakter ruang. Berdasarkan pengguna dan stimulasi yangdibutuhkannya, pembagian zoning terbagi secara horizontalsepanjang tapak dimana zoning umum berada di palingdepan diikuti dengan hunian anak- anak umur 13 – 18 tahundan paling belakang anak – anak umur 0 – 1 tahun.Disediakan area terbuka untuk bermain dan berkumpul bagipenghuni panti berdasarkan umurnya. Banginan ini didesaindengan mengutamakan bentuk bangunan yang setipismungkin untuk memungkinkan terjadinya cross ventilasi.Tiap- tiap ruang didesain sesuai dengan kebutuhan dankarakter anak tiap umurnya dengan menggunakan materialyang sesederhana mungkin tetapi tetap memperhatikankebutuhan anak. Oleh karena itu fasilitas panti asuhan diSurabaya ini adalah bangunan yang sesuai dengankebutuhan anak- anak yang memperhatikan perkembangandan karakter anak.
AKADEMI FASHION DI JEMBER
P. Kurniawan Ongkohardjo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1587.357 KB)
Proyek tugas akhir ini merupakan suatu fasilitas pendidikan mengenai fashion di Jember Fasilitas ini ditujukan untuk mewadahi kegiatan edukasi tentang fashion dan mengembangkan minat masyarakat tentang fashion di kota Jember. Fasilitas ini didesain dengan mengutamakan fungsi baik sebagai fasilitas edukasi mengenai fashion dan sebagai tempat pertunjukkan fashion. Di sisi lain juga memasukkan ciri khas fashion yang ada di Jember. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan sistem edukasi dan sistem kurikulum yang digunakan oleh akademi. Pendalaman landscape dipilih untuk menyatukan beberapa fungsi yang ada dengan ruang luar serta sistem sirkulasi dalam akademi sehingga dapat menciptakan integrasi yang baik antara fungsi bangunan dan desain bangunan
Fasilitas Edukasi Wisata Pembuatan Batik Banyuwangi di Kelurahan Kabat Banyuwangi
Eko Sunjoyo Salim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.479 KB)
Batik Banyuwangi yang sedang berkembang pesat menjadikan batik sebagai icon yang khas dari Banyuwangi selain wisata alam yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi. Fasilitas Edukasi Wisata Pembuatan Batik Banyuwangi merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat; masyarakat lokal maupun masyarakat mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi. Fasilitas ini dirancang untuk menarik minat masyarakat mengetahui lebih jauh mengenai batik Banyuwangi. Dengan menggabungkan wisata dan pembelajaran membatik, maka disediakan fasilitas galeri sebagai tempat untuk mengeksplorasi sejarah batik Banyuwangi, tempat produksi batik Banyuwangi sebagai tempat memproduksi batik dan belajar mencoba membuat batik sendiri. Karena proses pembuatan batik perlu minimal satu malam untuk kering maka disediakan homestay sebagai tempat menginap. Suasana yang dirancang adalah suasana yang khas Banyuwangi sehingga orang bisa merasakan bahwa mereka sedang berada di Banyuwangi, yaitu melalui suasana alam, tanaman yang khas dari Banyuwangi, dan juga arsitektur khas suku Osing ( suku tertua di Banyuwangi). Ciri arsitektur Banyuwangi juga ditampilkan melalui material kayu dan batu yang digunakan, serta sirkulasi udara dan pencahayaan yang memanfaatkan seluruh potensi alam sekitar
FASILITAS EDUWISATA KOPI DI KINTAMANI
Stephanie Andriani Purnomo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1436.863 KB)
Fasilitas Eduwisata Kopi di Kintamani merupakan suatu fasilitas rekreasi dan edukasi mengenai kopi sebagai identitas dan kearifan lokal Kintamani. Proyek ini didasari pemikiran bahwa Bali merupakan daerah pariwisata yang sangat diminati di Indonesia. Berkembangnya wisata di Bali menjadi aspek penting dalam pertumbuhan ekomomi daerah di Bali. Namun sayangnya obyek dan fasilitas wisata masih belum merata. Kintamani termasuk daerah yang terkena dampak ketidak pemerataan obyek wisata. Padahan kecamatan Kintamani memiliki potensi yang luar biasa dari kekayaan alamnya, salah satunya dari sektor kopi.Masalah utama dalam desain adalah bagaimana suatu bangunan dapat merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal Bali namun tetap adaptasi kehidupan modern para wisatawan Bali dari dalam negeri maupun mancanegara. Dengan lokasinya yang berada di wilayah pariwisata alam diharapkan desain yang memaksimalkan potensi alam di sekitar, namun tetap memperhatikan keberlanjutan sentra perkebunan kintamani. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan sustainable desain dengan konsep desain “Back to Nature with Modern Living”. Pendalaman yang dipilih adalah “Architectural Passive Heating ” dengan pengaplikasian drum berisi air, mengingat potensi site yang ada di Kintamani memiliki suhu yang cukup nyaman sehingga tidak membutuhkan “Air Conditioner” di siang hari namun di malam hari memiliki suhu yang rendah (rata-rata 15°c) sehingga berada di luar batas nyaman manusia. Dengan pengaplikasian passive heating, drum air menyerap panas solar radiasi matahari pagi hingga sore hari, dan mengeluarkan panas di malam hari sehingga suhu ruang menjadi nyaman ( rata-rata 25°C).
Hunian Vertikal untuk Relokasi Warga Stren Kali Jagir di Surabaya
Ricky Kusnanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Surabaya merupakan ibukota dari Jawa Timur di mana merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta di Indonesia. Angka pertumbuhan penduduk di Surabaya cukup tinggi ditambah dengan arus urbanisasi yang jumlahnya cukup besar membuat kota Surabaya membutuhkan lahan untuk hunian dengan jumlah yang besar. Hunian vertikal merupakan sebuah alternatif penyelesaian untuk permasalahan pemukiman penduduk di Surabaya di mana tuntutan akan hunian sangat besar sedangkan jumlah lahan terbatas. " hunian vertikal untuk relokasi warga stren kali jagir di surabaya " adalah sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai sebuah hunian bagi warga stren kali jagir yang akan direlokasi dari tempat tinggal semulanya. Perencanaan dan perancangan ini diharapkan untuk dapat mengatasi permasalahan kota mengenai pemukiman kumuh (slums) dan pemukiman liar (squatters) di sepanjang bantaran kali Jagir. pada fasilitasi hunian vertikal ini selain hunian juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti taman bermain, taman flora dan area retail sebagai area untuk membuka peluang usaha baik oleh penghuni maupun orang dari luar. desain bangunan menggunakan pendekatan fungsi ruang menurut Markus Zahnd dan pendalaman struktur untuk menyelesaikan hunian vertikal yang berkapasitas 353 unit hunian. Kata Kunci:Hunian, Vertikal, Hunian Vertikal, Relokasi, Warga, Stren kali