cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Konsep Perancangan Museum Gula di Surabaya Serafin Kartika Harsono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.77 KB)

Abstract

 Indonesia telah dikenal sebagai produsen gula semenjak era penjajahan Belanda dan sempat menduduki peringkat kedua di dunia. Akan tetapi, setelah kemerdekaan, produktivitas gula justru mengalami penurunan bahkan pada masa kini Indonesia menjadi negara yang mengimpor gula dari luar negeri. Kebutuhan untuk mengenang sejarah dan masa kejayaan gula di Indonesia menjadi latar belakang dari proyek ini. Proyek museum gula di Surabaya ini dirancang memberikan informasi dan edukasi kepada pengujung mengenai sejarah perkembangan gula dari masa keemasan pada era penjajahan Belanda hingga masa kini. Sejarah dihadirkan dalam desain museum melalui tata ruang yang kronologis dan sirkulasi ruang yang berurutan. Untuk mendukung kesan kronologis, maka digunakan pendalaman karakter ruang. Ruang-ruang dalam museum dirancang tidak hanya sebagai diorama pameran perkembangan gula, namun juga menampilkan suasana dan karakter ruang yang sesuai dengan kronologis sejarah gula
FASILITAS SENI BONSAI DI SAMARINDA Keyne Ho
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.509 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan suatu wadah baik bagi petani dan peminat bonsai untuk membagi ilmu tentang tanaman bonsai kepada satu sama lain ataupun masyarakat umum dalam rangka budidaya tanaman daerah. Sebuah tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda dengan manusia, di mana cahaya merupakan aspek terpenting dalam perbedaan tersebut. Sistem pencahayaannya pun memerlukan kualitas yang berbeda antara tanaman di dalam dan di luar bangunan, sehingga untuk mengatasi berbagai perbedaan tersebut diatasi dengan pendalaman karakter ruang dengan penekanan pada pencahayaan artificial. Kota Samarinda dipilih sebagai lokasi proyek karena masih belum memiliki fasilitas untuk tanaman bonsai yang layak meskipun jumlah peminatnya terus bertambah.Karena belum tersedianya fasilitas sejenis ini di Samarinda, maka proyek ini diharapkan dapat memrepresentasikan tanaman bonsai dengan menggunakan pendekatan simbolik. Fasilitas ini terdiri dari massa penerima, massa penunjang yang mewadahi semua aktivitas yang dilakukan oleh dan untuk manusia, ruang terbuka berupa meeting point, serta massa utama yang menampung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan bonsai. Massa utama ini dilengkapi dengan discussion pit dan area workshop untuk sharing, area kontes bonsai, galeri bonsai indoor, bengkel bonsai, serta greenhouse bonsai. Konsep pengudaraan alami digunakan dengan memanfaatkan lokasi tapak yang berada di daerah perbukitan yang sejuk, di mana inlet diatur lebih kecil dan letak yang lebih rendah daripada outlet, menggunakan sistem cross ventilation, dan memakai kisi-kisi sebagai bukaan.
Resort Keluarga di Uluwatu, Bali Yulius Robert Prathama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1871.622 KB)

Abstract

Resort Keluarga di Uluwatu, Bali merupakan sebuah fasilitas penginapan sebagai salah satu penunjang objek wisata setempat yang ingin diangkat ke permukaan. Resort ini dirancang dengan konsep berbasis keluarga, yang dikemas dengan gaya khas arsitektur Bali. Resort ini dirancang dengan standar bintang 4, dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan berlibur keluarga. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain multifunction-hall, kids club, sunken aquarium, infinity pool, pony-ride, playground, dan basketball court. Fasilitas-fasilitas tersebut dipilih untuk mewujudkan suatu kegiatan yang menyenangkan untuk berlibur keluarga di resort ini. Perancangan massa bangunan juga dirancang agar potensi tapak dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Implementasi di dalam desainnya dapat dilihat dari penataan massa yang ideal, sehingga segala aspek fasilitas yang tersedia di dalam resort ini dapat menikmati best-view Pantai Melasti yang indah. Hal tersebut nampak dari pembagian zoning dari penataan massa, yaitu massa yang terletak di bagian depan didesain sedemikian rupa agar tidak menghalangi massa-massa lainnya.Permasalahan desain yang diangkat adalah kondisi keluarga di daerah perkotaan yang padat dan penat, sehingga dapat mengakibatkan kurangnya kebersamaan keluarga. Oleh karena itu, dipilih konsep utama kebersamaan keluarga, sehingga konsep tersebut dapat menyelesaikan masalah desain yang diambil. Sehingga konsep tersebut dapat menjadi keunikan pada proyek ini. Tidak seperti kebanyakan penginapan lainnya, perancangan Resort Keluarga di Uluwatu, Bali ini didesain berdasarkan analisis-analisis pendekatan perilaku, sehingga segala sesuatu yang didesain dapat mendukung kegiatan berlibur bersama keluarga.
Grha Kuliner Khas Surabaya di Surabaya Danny Anggianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.727 KB)

Abstract

Proyek “Grha Kuliner Khas Surabaya di Surabaya” merupakan tempat yang menyediakan berbagai macam fungsi dan kegiatan sebagai penunjang bagi masyarakat kota Surabaya dan luar kota Surabaya dalam memenuhi kebutuhannya tentang dunia kuliner, karena dunia kuliner saat ini bukan hanya menyangkut bagaimana masyarakat memenuhi rasa lapar mereka, tetapi juga berhubungan dengan bagaimana proses pengolahan bahan mentah yang ada menjadi makanan yang dapat dinikmati, sejarah dan asal mula makanan, kandungan gizi yang tersimpan di dalam makanan dan lain sebagainya.Proyek ini tidak hanya menyediakan fasilitas yang bersifat rekreatif, tetapi juga fasilitas yang bersifat edukatif serta fasilitas lain yang menunjang kegiatan kuliner. Bersifat rekreatif dan edukatif, karena pengunjung dapat menikmati aneka hidangan khas kota Surabaya, memenuhi rasa ingin tahu mereka terhadap warisan kekayaan kuliner khas Surabaya yang sangat diminati oleh banyak orang, termasuk masyarakat dari luar kota Surabaya, pengunjung juga dapat belajar langsung bagaimana mengolah, memasak dan mengkreasikan makanan khas Surabaya sebagai sebuah seni dalam dunia kuliner, serta mempelajari seluk – beluk maupun manfaat dan hal – hal apa saja yang terkandung dalam berbagai jenis makanan sebagai tambahan wawasan bagi masyarakat yang melihat. Oleh karena itu, karena banyaknya fasilitas yang disediakan proyek ini, maka digunakanlah pendekatan sirkulasi yang membantu pengunjung dalam mengatasi disorientasi yang mungkin terjadi. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mendapatkan kesan tradisional dan kekhasan Surabaya di dalam proyek.
Gedung Pertunjukan Musik Jazz di Surabaya Steven Steven Steven
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.354 KB)

Abstract

Gedung Pertunjukan Musik Jazz di Surabaya bertujuan untuk mewadahi kegiatan pertunjukan musik jazz yang ada di Surabaya yang selama ini diadakan di gedung serbaguna seperti Grand City Convention Hall, dimana tempat tersebut tidak didesain khusus untuk pertunjukan musik, sehingga pengalaman musik yang diterima oleh penonton tidak maksimal. Pendekatan desain yang dipilih adalah pendekatan akustik sebagai respon terhadap kondisi site yang dikelilingi oleh sumber kebisingan (belakang site adalah rel kereta api dan depan site adalah jalan kelas II). Keunikan dari proyek ini terletak pada bagaimana desain menerapkan perlakuan akustik dari hall yang diterapkan dalam desain secara keseluruhan sehingga menunjukkan bahwa gedung ini didesain dengan memperhatikan kenyamanan akustik bagi penonton. Pendalaman akustik dipilih untuk memberikan pengalaman akustik yang baik bagi penonton dan menjadi faktor pembeda antara gedung pertunjukan musik ini dengan tempat biasa diadakannya pertunjukan musik jazz di Surabaya, dimana gedung tersebut tidak memperhatikan kenyamanan akustik bagi pendengar.
Fasilitas Rekreasi dan Edukasi Anime di Surabaya Samuel Anggono Anggono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1883.873 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas rekreasi dengan fasilitas pendukung berupa area shopping outdoor. Didukung dengan lokasi dengan akses antar pulau yang mudah karena berada di kaki Suramadu, memudahkan akses kedua pulau, lokasi kenjeran yang kaya akan varian area rekreasi menjadi suatu daya tarik untuk mengunjungi fasilitas tersebut. Proyek ini terdiri dari beberapa fasilitas seperti wahana 4d Movie dan 4D Ride, Cafe dan Merchandise shop, Theater stageplay, dan festival ground. Remaja dan penggemar anime memiliki kecenderungan imajinasi yang tinggi, menginginkan untuk menjadi bagian dalam film anime favorit mereka dan seakan-akan lepas dari tekanan dunia nyata sehari-hari, dan cenderung suka berbelanja merchandise anime. Hal tersebut tampak jelas dalam bentuk kegiatan cosplay dan stageplay, dimana para penggemar anime memakai kostum yang menyerupai karakter dalam anime favorit mereka dan memperagakan adegan-adegan didalamnya. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas rekreasi yang dapat merepresentasikan kebutuhan penggemar anime untuk lepas dari dunia nyata dan mengalami langsung dunia anime tersebut dalam format fasilitas taman bermain. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan perilaku, baik perilaku penggemar anime, perilaku dan karakteristik anime tersebut. Dan pendalaman yang digunakan yaitu arsitektur tradisional Jepang, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Fasilitas Komunitas Cosplay di Surabaya Hans Hans Hans
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1873.599 KB)

Abstract

Desain dari Fasilitas Komunitas Cosplay di Surabaya ini didasari oleh pengamatan terhadap perkembangan cosplay di Surabaya. Akhir-akhir ini semakin banyak acara yang jejepangan bermunculan di Surabaya. Cosplay Surabaya berkembang cukup pesat, dan setiap tahunnya banyak bermunculan cosplayer. Dengan bermunculanya banyak cosplayer baru maka terciptalah berbagai komunitas. Banyak dari cosplayer tersebut yang sering kali ingin belajar membuat kostumnya sendiri, namun akan cukup sulit jika cosplayer hanya belajar dari tutorial buku atau video. Dari fenomena tersebut, muncullah ide untuk menciptakan Fasilitas Komunitas Cosplay yang dapat mewadahi kegiatan pelatihan dan workshop.Proyek ini dapat mewadahi kegiatan cosplayer, baik komunitas maupun individu. Fasilitas ini berisi kelas-kelas untuk pelatihan workshop, ruang workshop dan ruang sewa komunitas. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan para cosplayer dapat dengan mudah mempelajari cara pembuatan kostum dan akhirnya dapat memembuat kostum mereka sendiri. Selain itu fasilitas ini juga memiliki fasilitas Multifunction Hall yang dapat disewakan untuk berbaga kegiatan acara, baik acara yang berhubungan dengan cosplay maupun tidak. Fasilitas ini juga tidak hanya ditujukan bagi cosplayer, penggemar anime dan manga pun juga dapat menggunakan fasilitas otaku hall yang berisi manga & net café dan meyediakan berbagai tabletop games. Desain dari bangunan ini juga dirancang hemat energi dengan mengoptimalkan daylighting pada banyak bagian bangunan.
PASAR MODERN DAN TERMINAL (typeC), BRATANG Stephanie Tantiono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2124.716 KB)

Abstract

Pasar dan Terminal (tipe C) Bratangadalah bangunan yang akan mendukung kawasanBratang semakin maju dan menarik perhatian.Kawasan dengan blok pasar bunga, pasar burungdan pasar Bratang merupakan kawasan penuhpotensi yang dapat berkembang jika didukungdengan baik. Adanya terminal merupakan salah satudukungan dalam segi transportasi. Untukmewujudkan perkembangan didaerah ini dibutuhkanhubungan antara pasar dan terminal sehingga dapatmenarik pengunjung dan saling dukung antarakawasan pasar dan terminal.
Apartemen di Segi Delapan Surabaya William Yuwono Yuwono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.13 KB)

Abstract

Apartemen di Segi Delapan Surabaya merupakan sebuah sarana atau wadah yang memfasilitasi kebutuhan – kebutuhan akan hunian keluarga yang memberikan kenyamanan dan kemananan terlebih bagi anak serta sarana yang memberikan kebutuhan pokok maupun yang bersifat rekreatif bagi anak, seperti wadah untuk menyalurkan hobby. Fasilitas ini memiliki beberapa fasilitas pendukung diantaranya fasilitas playground, kolam renang, jogging track, serta ruang day care. Terletak dikawasan segi delapan di Surabaya barat serta berdekatan dengan fasilitas – fasilitas penunjang seperti sekolah dan pasar moderen menjadikan nilai tambah pada proyek ini. Proyek ini terdiri dari fasilitas hunian, kolam renang, ruang bermain, ruang kesehatan, ruang day care dan lain – lain. Karakteristik anak tentu berbeda dengan kelompok usia lainya. Karakter ini yang akan diulas lebih dalam untuk menjadi standar dalam desain proyek ini. Rumusan masalah proyek ini adalah bagaimana merancang fasilitas yang nyaman dan sesuai dengan karakteristik anak tanpa mengurangi unsur keamanan pada hunian vertikal. Untuk mejawab masalah tersebut, penulis menggunakan pendekatan perilaku, serta pendalaman yang digunakan yaitu pendalaman karakter ruang, sehingga dapat menjawab rumusan masalah tersebut.
Akademi Akupuntur di Surabaya Evelyne Wongkar
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Proyek ini merupakan perancangan tugas akhir yang berjudul "Akademi Akupuntur di Surabaya". Proyek ini terdiri dari fasilitas pendidikan formal jenjang diploma III dengan bidang studi akupuntur dan fasilitas pelayanan terapi untuk masyarakat umum.Pada suasana kelas yang formal, sebagian besar siswa akan merasa bosan dan jenuh; Begitupula dengan masyarakat yang melakukan terapi akupuntur, seringkali merasa takut terhadap jarum. Oleh karena itu, proyek ini dirancang untuk memperoleh kelas dan bilik terapi yang nyaman, serta mengurangi kesan formal sebuah sekolah. Pendalaman yang dilakukan adalah hubungan antara ruang dalam dan ruang luar, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara solid-void, serta penggunaan lima unsur alam di keseluruhan desain proyek.Kata kunci :Akademi, Akupuntur,Unsur Alam

Page 52 of 155 | Total Record : 1542