Articles
1,542 Documents
FASILITAS AGROWISATA BUAH DURIAN DI WONOSALAM, JOMBANG
Gunawan -
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.908 KB)
Fasilitas Agrowisata Buah Durian di Wonosalam, Jombang ini merupakan proyek fasilitas rekreasi bagi para penggemar buah durian, pengunjung dapat menikmati buah durian langsung didalam kebun. Terletak di lereng Gunung Anjsasmoro, Kabupaten Jombang, sekitar 1.5 jam perjalanan dari kota Surabaya. Terdapat gazebo - gazebo yang dapat digunakan oleh keluarga yang ingin menikmati suasana kebun durian maupun alam pegunungan Anjasmoro yang masih alami. Jauh dari penatnya hiruk pikuk perkotaan. Terdapat pelbagai fasilitas seperti Durian House yang menyajikan camilan hasil olahan buah durian mupun biji durian (baca: keripik durian, jus Durian, ketan Durian, dll). Selain itu terdapat juga Resto, Galery, Perpustakaan, Cottage, dan Ruang serbaguna. Proyek ini bertujuan untuk memfasilitasi para pengunjung yang ingin merasakan suasana tinggal didalam Kebun Durian.
Fasilitas Permainan Replika Kota bagi Anak-anak di Surabaya
Stephanie Seaver Wiarta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1645.35 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas rekreasi berupa tempat bermain bagi anak-anak yang bertemakan kota. Berada di lokasi yang berdekatan dengan Ciputra Waterpark yang merupakan salah satu fasilitas rekreasi yang terkenal di Surabaya. Selain itu, adanya beberapa sekolah bertaraf internasional di Surabaya Barat seperti Sekolah Ciputra, Surabaya Intercultural School, dan SNA Montessori dapat mendukung keberlangsungan fasilitas ini. Jenis permainan yang terdapat di fasilitas ini menggambarkan bereberapa fasilitas utama yang ada di dalam sebuah kota, seperti balai kota, stasiun kereta, airport, kantor polisi, fasilitas kesehatan, kantor pemadam kebakaran, pusat media, theater, dan pusat penelitian. Semua fasilitas yang disebutkan di atas dibuat dalam skala-anak-anak dan dibuat dengan cara pandang anak-anak mengenai kota. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas permainan yang menyenangkan bagi anak-anak dengan konsep kota yang dimengerti oleh anak-anak. Untuk dapat menjawab masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan perilaku anak-anak dalam memahami konsep kota. Sedangkan pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang kota yang dimengerti oleh anak-anak, sehingga ketika ditilik kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam fasilitas ini.
Fasilitas Doa dan Penyegaran Rohani Gua Maria di Malang
Liliani Liliani Liliani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1959.51 KB)
Fasilitas ini merupakan fasilitas doa dan penyegaranrohani Gua Maria yang didasarkan pada kehidupan SantaPerawan Maria yang selalu berserah diri dan apa adanya dihadapan Allah serta hati Santa Perawan Maria yang sucidan tak bercela. Fasilitas ini dibangun di kota Malang bagianTenggara di Jalan Raya Tlogowaru yang mempunyaikesejukan sehingga para peziarah bisa merasakankesegaran ketika berdevosi, berdoa Rosario dan JalanSalib. Fasilitas ini terdiri dari Gua Maria, Jalan Salib, kapel,ruang adorasi, ruang diorama, ruang kelas rekoleksi, foodcourt, kantor, penginapan dan gazebo.Adanya Gua Maria ini supaya para peziarah yang beradadi dalam maupun di luar kota Malang mendapatkankemudahan akses untuk menyegarkan pikiran secara rohanidan jasmani. Konsep desain yang digunakan sebagai acuandalam mendesain adalah menampilkan Gua Maria sebagaipusat dengan menampilkan kesederhanaan kehidpuanSanta Perawan Maria. Rumusan masalah dalam proyek iniadalah bagaimana menyediakan rancangan ruang yangsakral agar pengunjung dapat fokus ketika berziarah danbagaimana fasilitas ini memberikan pengalaman yangberbeda diantara tempat perziarahan lainnya. Untukmenjawab rumusan masalah tersebut maka penulismenggunakan pendekatan intangible metaphor. Pendekatanini juga dipakai untuk mempertajam konsep yang ingindicapai. Sedangkan pendalaman yang digunakan olehpenulis adalah karakter ruang untuk mendapatkan desainyang menciptakan pengalaman ruang dan sequence ketikaberada di dalam fasilitas ini.
Fasilitas Eduwisata Pelestarian Terumbu Karang di Pasir Putih, Situbondo
Elvina Oktavia Siswanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1933.484 KB)
Fasilitas Eduwisata Pelestarian Terumbu Karang di Pasir Putih, Situbondo, merupakan fasilitas wisata yang bertujuan untuk mengedukasi pengunjung akan kelestarian terumbu karang, dan turut berperan dalam perlindungan dan pembudidayaan terumbu karang maupun mangrove setempat. Fasilitas ini secara garis besar menyediakan area retail, wisata bahari, eduwisata, penelitian, restaurant, dan hotel bagi pengunjung. Area ini telah dikenal dengan daya tarik lokalnya yaitu pantai Pasir Putih dimana pemerintah terus meningkatkan kegiatan kepariwisataan setempat. Dengan disediakannya fasilitas ini, diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan dengan lebih lengkap dan nyaman, serta meningkatkan minat pengunjung berwisata ke daerah ini yang sejalan dengan pengembangan pemerintah setempat.Pendekatan arsitektur berkelanjutan dipilih untuk menciptakan fasilitas yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran pengunjung akan kelestarian terumbu karang, mangrove, dan ekosistem sekitar. Selain itu, fasilitas utamanya yaitu eduwisata juga didesain semenarik mungkin dengan alur untuk mengenalkan pentingnya terumbu karang dan cara-cara pelestariannya, sehingga digunakan pendalaman sequence.
Sekolah Tinggi Musik Klasik di Surabaya
Lim Eunike Olivia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (699.155 KB)
Proyek Sekolah Tinggi Musik Klasik di Surabaya ini adalah sekolah tinggi yang khusus mengajarkan musik klasik, mulai dari teori, teknik bermain musik baik secara individu maupun berkelompok, serta pelajaran literatur yang diperlukan dalam pemahaman mahasiswa mengenai musik tertentu yang sedang dipelajari. Latar belakang lahirnya gagasan proyek ini adalah langkanya pemain musik klasik yang berkualitas, serta menurunnya peminat musik klasik di Indonesia. Oleh karena itu, melalui proyek ini, diharapkan akan lahir pemain musik yang lebih berkualitas dan mampu bersaing dengan dunia internasional, serta menumbuhkan minat masyarakat terhadap musik klasik. Konsep yang digunakan dalam proyek ini adalah "perform", dimana tujuan utama dari seorang pemain musik klasik adalah untuk tampil dalam suatu pertunjukan orchestra. Dalam penampilan sebuah orkestra yang baik, dibutuhkan kesatuan dari banyak alat musik serta kesatuan pemahaman akan musik yang sedang dimainkan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa inti dari sebuah musik klasik adalah sebuah pertunjukan.
GEDUNG OPERA DI SURABAYA
Dio Reynaldo Purwanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1771.328 KB)
Gedung Opera sebagai sebuah tempat untuk menyajikan karya seni opera yang merupakan perpaduan seni drama dan musik, semestinya harus memenuhi persyaratan sebagai gedung pertunjukkan dan akustik yang memadai. Gedung opera di Surabaya ini berada di komplek Delta Plaza atau sekarang disebut Surabaya Plaza dimana tapak ini berada di tepi sungai kalimas dengan 2 objek yang sudah ada dan menjadi landmark daerah tersebut, yaitu Monkasel dan Patung Surabaya. Selain merupakan pagelaran pentas seni opera yang berskala internasional, gedung ini sekaligus akan menjadi ikon kota Surabaya. Dengan konsep “real but not real“ ruang-ruang fungsional di dalam gedung opera ini dikemas dengan selubung bidang lipat yang megah, mewah hingga berkesan prestige.
Museum Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Jonathan Jonathan Jonathan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1622.441 KB)
Trowulan merupakan properti cagar budaya yang berasal dari Majapahit. Akan tetapi, stagnasi dalam perkembangan terjadi pada kawasan cagar budaya. Desain Museum Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto merupakan fasilitas untuk mempresentasikan kembali kota Majapahit yang berintegrasi dengan budaya setempat dan benda cagar budaya yang ada. Dari hal tersebut maka masalah desain utama adalah bagaimana menciptakan kualitas ruang yang mempresentasikan suasana Kota Majapahit di masanya. Selain itu, untuk merespon kebutuhan lingkungan sekitar, bagaimana membentuk ruang sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar dan pengunjung.Desain museum ini berusaha untuk mengintegrasikan antara presentasi informasi dari objek dan budaya Trowulan. Relief-relief dan benda cagar budaya yang ada dalam penataan Kota Majapahit dan bentuk bangunan menjadi pola penataan massa bangunan dengan disesuaikan dengan fungsinya. Fasilitas berupa ruang museum dan ruang Budaya Trowulan. dengan membentuk plaza (alun-alun pada masa Majapahit) sebagai ruang titik temu dari ruang museum (bangunan inti) dan Budaya Trowulan.
Fasilitas Wisata Bahari dan Budidaya
Marianus Ferdinan Rayon
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "Fasilitas Wisata Bahari dan Budidaya Terumbu Karang di Pantai Koka, Flores, NTT" ini merupakan fasilitas wisata sekaligus budidaya terumbu karang yang di desain untuk menjawab kebutuhan wisatawan akan fasilitas yang masih kurang pada kawasan ini serta upaya untuk memberi kontribusi bagi pelestarian terumbu karang di kabupaten Sikka. Proyek ini mengacu pada kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupten Sikka, yang diharapkan dapat memajukan sektor kepariwisataan daerah di Kabupaten Sikka, khususnya pada desa Wolowiro yang merupakanA. Latar BelakangPENDAHULUANsalah satu desa tujuan wisata di kabupaten Sikka, dengan menarik para pengusaha pariwisata ke kawasan ini danmelalui penyediaan fasilitas yang mewadahi kegiatan usaha masyarakat sekitar sehingga diharapakan terjalin interaksi antara wisatawan konsumen, warga lokal, dan pengusaha pariwisata.Pendekatan perancangan memakai pendekatan arsitektur organik, bertujuan untuk menampilkan karakter unik dari kawasan ini. Pendekatan ini menyesuaikan permasalahan kontekstual lokasi yang berkontur yang berpengaruh padalayout bangunan serta karakter unik – tradisional dari tipikal penggunaan material alam yang ditunjukan secara "jujur" dari bangunan tradisional pada kawasan ini.Kata kunci:Fasilitas, Bahari, Budidaya, Terumbu Karang, Pantai Koka, Wolowiro
Pasar Burung dan Pasar Inpres di Bratang Surabaya
Lisiandra Anbielica Anbielica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1937.244 KB)
Pasar Burung dan Pasar Inpres di Bratang Surabaya merupakan sebuah fasilitas publik yang bertujuan untuk dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pasar tradisional/pasar rakyat yang terkesan buruk dan dilengkapi dengan ruang-ruang yang dapat digunakan sebagai wadah untuk komunitas terutama komunitas penggemar burung, komunitas penggemar ikan hias dan komunitas penggemar barang antik. Setiap pasar memiliki kebutuhan dan cara menunjukkan barang yang berbeda, jadi rumusan masalah dalam bangunan ini adalah bagaimana menciptakan sebuah bangunan yang berbeda namun saling mendukung satu dengan yang lain. Selain itu, konsep dimana bangunan saling mendukung satu dengan yang lain (sinergi) diterapkan juga terhadap lingkungan sekitar sehingga bangunan ini dapat menjadi fasilitas publik yang terbuka bagi semua kalangan. Pasar mencakup area untuk jual beli, area untuk makan, area komunal untuk komunitas dan berbagai acaranya hingga kantor untuk pengelola. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sistem memfokuskan perancangan kepada pembagian zoning yang jelas berdasarkan sistem utilitas dan sirkulasi pada bangunan.
Fasilitas Rumah Duka di Surabaya
Nadya - Hartono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1291.85 KB)
Proyek rumah duka ini mencakup fasilitas persemayaman, kremasi, dan kolumbarium. Proyek ini dibuat karena tingginya kebutuhan akan fasilitas persemayaman jenazah yang belum terwadahi sepenuhnya. Fasilitas ini didesain dengan mengutamakan sistem sirkulasi yang beragam di dalam fasilitas ini dengan memperhatikan tingkat kebisingan sehingga diperoleh fasilitas rumah duka yang lengkap, memiliki sirkulasi yang baik, serta nyaman dalam proses persemayaman (penghormatan terakhir).