cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas wisata Edukasi Pengolahan Kakao di Madiun Merry Suharto Suharto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2026.445 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas wisata yang mengangkat aspek pembelajaran mengenai kakao mulai dari cara pengolahannya hingga hasil produk olahan dan manfaatnya .Fasilitas pada proyek ini terdiri dari fasilitas pengolahan kakao yaitu pembelahan buah, pemerasan, fermentasi, pengeringan, sortasi, pasta coklat, dan bubuk coklat serta fasilitas non-pengolahan seperti serbaguna, galeri, taman kakao, kreasi coklat, kuliner coklat, kesehatan & kecantikan, area piknik, dan toko oleh-oleh.Pemilihan lokasi tapak di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, karena Madiun merupakan kota dengan kebun kakao terluas di Jawa Timur. Lokasi tapak berada di lereng gunung Wilis yang di sekitarnya terdapat berbagai fasilitas wisata serta terdapat kebun kakao di sekeliling tapak sehingga dapat menjadi elemen pendukung bagi proyek wisata yang direncanakan.Rumusan masalah dalam proyek ini adalah menyajikan proses pengolahan kakao yang kaku menjadi sebuah pengalaman rekreasi yang tidak kaku dan tidak membosankan. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka digunakan pendekatan bentuk dengan alir spasial yang berbasiskan karakter ruang.
Fasilitas Pelayanan Kematian di Batu Dea Giovani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dea Giovani, dan Handinoto Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail: deagiovani92@gmail.com; handinot@petra.ac.id ABSTRAK - "Fasilitas Pelayanan Kematian di Kota Batu" ialah sebuah fasilitas umum yang multifungsi. Proyek ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk menyemayamkan jenazah orang yang sudah meninggal, selain itu terdapat pula fasilitas untuk mengkremasikan jenazah dan yang terakhir proyek ini memiliki fungsi berupa kolumbarium yang merupakan tempat untuk menitipkan abu jenazah. Terdapat juga fungsi pendukung yaitu rumah inap dan retail-retail.Di Kota Batu tidak terdapat fasilitas pelayanan kematian yang lengkap, maka dari itu proyek ini berlokasi di kota Batu. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan sirkulasi. Pendekatan ini dipilih karena kebanyakan dari fasilitas pelayanan kematian yang terdapat di kota Malang dan Surabaya tidak memiliki ruang kontemplasi yang cukup. Maka dari itu pendekatan perancangan ini dapat membantu proses perancangan agar tidak terjadi cros sirkulasi sehingga para pengunjung dan keluarga dapat berkontemplasi.Untuk mendukung suasana kontemplasi yang diinginkan maka pendalaman desain yang dipilih adalah pendalaman "sequance". Pendalaman ini dapat mempertegas suasana yang ingin dicapai, sehingga perasaan berduka dari keluarga yang ditinggalkan dapat pulih.Kata Kunci: persemayaman, kolumbarium, krematorium, duka, sedih.PENDAHULUANA. Latar BelakangKematian merupakan salah satu fase yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang. Hal ini disebabkan kematian merupakan pemisah antar dua dunia. Arti kematian mengandung makna bahwa hal tersebut akan memisahkan manusia terhadap segala sesuatu yang dicintainya dalam kehidupan dunia ini. Berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Memisahkan dengan anak dan isteri serta berpisah dengan bapak atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya. Kematian akan menjadi pemisah dari kesemuanya itu. (Taman Ibran & Ibnu Siswoyo, 2011, para. 1). Rasa duka yang dimiliki oleh setiap anggota keluarga berbeda-beda. Rasa duka yang berlarut-larut akan membuat orang tersebut memiliki gangguan dalam hidupnya. Rasa duka ini akan menjadi sangat berbahaya jika dibiarkan terlalu berlarut-larut, sehingga dibutuhkan bantuan psikolog untuk memulihkannya.Selain latar belakang psikologi terdapat pula latar belakang umum yaitu berkurangnya lahan membuat semakin meningkatnya harga tanah.Fasilitas Pelayanan Kematian di Kota BatuGambar. 1.Perspektif bird eye view proyek fasilitas pelayanan kematian di kota Batu Sumber : Penulis
Fasilitas Kesehatan dan Kebugaran di Surabaya Wahyu Ciptarani Pranoto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.615 KB)

Abstract

Fasilitas Kesehatan dan Kebugaran di Surabaya menanggapi permasalahan kesehatan dan kebugaran khususnya masyarakat kota Surabaya. Surabaya merupakan kota metropolis dimana kebutuhan akan kesehatan dan kebugaran menjadi hal yang penting dalam memenuhi kebutuhan sumber daya masyarakatnya. Fasilitas ini tidak berkatian dengan orang sakit, keduanya merupakan fasilitas yang saling melengkapi; fasilitas ini mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan bugar. Dengan konsep desain aktif maka desain arsitekturalnya menawarkan tidak hanya desain eksterior dan interior yang dapat berperan sebagai fasilitas kesehatan dan kebugaran, namun juga program-program khusus yang memiliki fungsi sebagai terapi yang dapat mendorong seluruh anggotanya untuk bergerak dengan lebih aktif dan nyaman. Fasilitas kesehatan dilengkapi untuk kegiatan edukasi, yaitu perpustaan, ruang seminar, dan juga terdapat fasilitas restoran sesuai kebutuhan gizi tiap anggota. Fasilitas kebugaran dibagi menjadi dua, yaitu berkaitan dengan motorik dan kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan, meliputi obstacle, gym, yoga, dan kolam renang. Untuk mendukung konsep desain aktif maka jalur sirkulasi berperan pada penataan obstacle yang juga difungsikan sebagai area pemanasan serta way finding. Karakter ruang menunjukkan desain aktif yang membuat orang terus bergerak dan beraktifitas dengan nyaman melalui olahraga di dalam bangunan (indoor).
FASILITAS WISATA EDUKASI BAHARI di SURABAYA Christian Tandiono Tandiono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.303 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Wisata Edukasi Bahari di Surabaya merupakan sebuah desain fasilitas yang berbasis oceanarium. Latar belakang yang mendasari lahirnya gagasan proyek ini adalah potensi kekayaan yang dimiliki oleh negara Indonesia sangat indah dan beragam yang belum terekspose seluruhnya kepada masyarakat terutama pada keindahan kekayaan laut Indonesia. Oleh karena itu fasilitas ini didesain untuk dapat menjawab kebutuhan perkembangan edukasi masyarakat agar dapat memberikan informasi yang mengembangkan pengetahuan masyarakat. Selain itu diharapkan fasilitas ini dapat menjadi alternatif hiburan masyarakat baik dari dalam maupun luar kota Surabaya. Permasalahan yang muncul dalam perancangan adalah bagaimana menciptakan desain yang informatif, nyaman dan menarik bagi pengunjung. Fasilitas ini didesain dengan konsep mengikuti alur cerita yang dibuat oleh perencana, sehingga pengunjung yang datang diharapkan dapat merasakan suasana dan memudahkan untuk memahami informasi yang disampaikan. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan simbolik. Pendekatan ini digunakan untuk memberikan citra bangunan seperti pusaran air yang terdapat berbagai macam biota laut didalamnya dengan didukung oleh pendalaman desain yang memperhatikan sekuens yang akan dilalui pengunjung.
Hotel Resor Tanaman Hias di Batu Nadia Suryani D.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.185 KB)

Abstract

Fasilitas        “Hotel Resor Tanaman Hias Di Batu” merupakan sebuah fasilitas akomodasi yang memiliki ciri khas berupa wisata tanaman hias, hal ini bertujuan untuk mewadahi pertumbuhan angka wisatawan Kota Batu yang meningkat setiap tahunnya, selain itu meberikan pilihan bagi wisatawan fasilitas akomodasi dan fasilitas wisata.Kondisi suasana yang alami dan jauh dari keramaian kota sehingga kondisi udara dan view sangat mendukung untuk hadirnya sebuah tempat akomodasi, maka dipilihlah Kota Wisata batu yang memiliki kondisi tanah yang berkontur sehingga mendukung desain multimassa dan pemandangan yang indah serta natural.Proyek ini menggunakan pendekatan ekologi, dimana pendekatan ini menunjang tercapainya konsep yang diharapkan, yaitu mempertahankan kondisi asli site dan memperhatikan kondisi lingkungan maupun yang berada di sekitar lingkungan. Pendalaman yang dipilih adalah karakter ruang dimana diharapkan penginap dapat merasakan suasana ruang yang berbeda dan sesuai dengan konsep. Diharapkan hotel resor tanaman hias ini memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda dengan hotel resor lainnya
Fasilitas Olahraga Balap di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya Stephen Harijanto Harijanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.318 KB)

Abstract

Fasilitas Olahraga Balap ini merupakan fasilitas umum untuk mewadahi penggemar olahraga balap di Kota Surabaya. Berkembangnya kebudayaan otomotif di Kota Surabaya ini diikuti dengan semakin digemarinya olahraga balap oleh masyarakat. Kegemaran akan olahraga balap yang tidak diwadahi akan menyebabkan terjadinya kegiatan balap liar yang relatif mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surabaya membangun sebuah sirkuit balap dan lintasan drag race di Kompleks Olahraga Bung Tomo untuk mewadahi para penggemar olahraga balap di Kota Surabaya. Sirkuit berlabel internasional ini belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti tribun penonton, pit area, serta kantor untuk ofisial. Lingkup dari perancangan arsitektur ini adalah melengkapi fasilitas olahraga balap yang masih dibutuhkan di Sirkuit Gelora Bung Tomo tanpa mengubah layout sirkuit yang sudah ada. Dengan demikian, diharapkan para penggemar olahraga balap bisa memiliki fasilitas yang layak untuk menyalurkan hobinya.
Hotel Resor di Gili Trawangan Terry Christianto Suroso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.395 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas Hotel Resor dengan beberapa fasilitas pendukung yaitu konservatori penyu, mini bar, persewaan perlaatan olahraga air seperti diving snorkeling, area kolam renang. Hotel Resor merupakan suatu fasilitas yang di perlukan dengan maksud untuk memenuhi kapasitas penginapan dan menunjang keberlangsungan pariwisata. Fasilitas ini dalam perkembangannya dapat difungsikan sebagai suatu area peristirahatan wisatawan lokal dan internasional. Wisata bahari merupakan salah satu wisata yang diminati wisatawan khususnya daerah Lombok Gili Trawangan. Gili Trawangan merupakan salah satu bagian dari Gili Matra yang terletak pada kawasan pariwisata bahari . Gili Trawangan merupakan objek wisata yang memiliki peningkatan wisatawan terbanyak di bandingkan dengan gili meno dan gili air. Didukung dengan site yang dekat dengan pantai yang identik dengan air menyebabkan hawa yang nyaman disekitar are eksisting serta di bagian luar bangunan. Rumusan masalah pada bangunan ini adalah Bagaimana mendesain suatu tempat yang dapat memenuhi kebutuhan dan menarik bagi masyarakat umum melalui jalur pariwisata yaitu perkenalan akan keindahan wisata alam bahari di Gili Trawangan.
Fasilitas Rekreasi di Surabaya Timur. Raymond Adipradja
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.668 KB)

Abstract

 Surabaya merupakan kota ter padat ke-2 di Indonesia yang menjadi pusat bisnis, perdagangan industri, dan pendidikan. Tingkat mobilitas, tekanan dari dunia kerja , dan kepadatan yang terjadi membawa dampak kejenuhan dan kelelahan bagi warga Surabaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan yang adalah mengunjungi pusat perbelanjaan. Sebagian besar fasilitas perbelanjaan yang ada di Surabaya lebih berfokus pada perbelanjaan dan minim ruang terbuka. Di Surabaya baru ada 1 pusat perbelanjaan yang berfokus pada entertain dan tenant makanan, dan minuman yaitu SUTOS yang berada di Surabaya Barat. Sedangakan pada Surabaya Timur masih minim dengan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu dibutuhkan fasiltas yang dapat menampung kebutuhan warga akan hiburan dengan fokus entertain, makanan, dan minuman di Surabaya Timur. Konsep bangunan yang direncanakan memiliki interaksi dengan ruang luar.  
Penerapan Konsep Fleksibilitas Dalam Fasilitas Seni Pertunjukan Kontenporer John Kenley Sugianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.338 KB)

Abstract

Fasilitas Seni Pertunjukan Kontemporer di Surabaya merupakan sebuah sarana yang memenuhi kebutuhan penggemar seni pertunjukan akan suatu wadah yang dapat menampung kegiatan mereka. Fasilitas ini memiliki tiga bangunan utama yang dibagi sesuai dengan fungsinya, theater indoor, theater outdoor dan studio sewa. Selain itu, juga terdapat beberapa area pendukung seperti café, dan area terbuka yang didesain sebagai area beraktivitas, serta adanya fasilitas pendukung seperti area kantor pengelola dan ruang utilitas. Terletak di daerah Surabaya barat yang cenderung berkembang serta berdekatan dengan area penunjang seperti perumahan, dan pusat keramaian. Rumusan masalah dari fasilitas ini terletak dari jenis pertunjukan yang dipilih, yaitu kontemporer. Dimana seni kontemporer berarti jenis seni yang sedang terjadi dan digemari saat ini, sehingga permasalahan yang timbul adalah bagaimana dapat membuat sebuah wadah yang bisa mengakomodasi kebutuhan yang terus berubah sesuai kegemaran masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan teknologi yaitu struktur, dan pendalaman struktur, yang bisa menjawab kebutuhan suatu tempat yang bersifat fleksibel.
Hotel Resor Agrowisata Buah Naga di Jember Sheilla Clan Chiu
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Hotel Resor Agrowisata Buah Naga di Rembangan, Jember" ini merupakan fasilitas akomodasi bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan dari lereng gunung Argopuro ke arah kota Jember, menikmati hawa segar yang bebas polusi,dan memberikan pengetahuan lebih banyak tentang buah naga, seperti olahan dan manfaat buah naga. Akomodasi ini juga mempunyai fasilitas agrowisata yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berkeliling dan memetik buah naga secara langsung dari pohonnya. Dan juga terlibat langsung dengan kegiatan yang ada, misalnya kegiatan praproduksi atau pembibitan, produksi, dan pascaproduksi yaitu pengolahan dan pemasaran. Tujuan dari hotel resor agrowisata ini adalah memberi wadah bagi masyarakat untuk menikmati suasana alam, memberi pengetahuan tentang buah naga, dan juga memajukan potensi agrowisata di Jember. Oleh karena itu konsep memadukan interaksi antara hotel resor dan agrowisata dan juga harmoni dengan alam didekati dengan pendekatan sistem sirkulasi pedestrian agar pengunjung bisa menikmati alam lebih dekat. Pendalaman way finding dipilih agar pencapaian sirkulasi pedestrian lebih mudah Kata Kunci:Hotel, Resor, Agrowisata, Buah naga, Rembangan

Page 66 of 155 | Total Record : 1542