cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Pagelaran dan Pelatihan Seni Ketoprak di Yogyakarta Lidwina Subiantono Subiantono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1816.579 KB)

Abstract

Menurunnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisional ketoprak pada saat ini diakibatkan oleh pengaruh budaya asing yang lebih diminati serta gedung pertunjukan yang tidak memadai. Oleh karena itu, Fasilitas Pagelaran dan Pelatihan dirancang untuk memberikan tempat yang memadai, terintegrasi dan nyaman. Fasilitas Pagelaran dan Pelatihan ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan seniman ketoprak untuk melestarikan, berlatih dan belajar seni ketoprak. Mereka juga dapat mengenalkan seni ketoprak terhadap pengunjung atau orang-orang yang bersedia untuk dilatih di fasilitas ini. Oleh karena itu, masalah desain yang ditimbulkan adalah bagaimana merancang sebuah fasilitas pagelaran dan pelatihan yang menampung kebutuhan para seniman ketoprak dan bagaimana menciptakan sebuah ruang dan tempat yang dapat mengembangkan interaksi antara seniman dan pengunjung. Masalah desain lainnya timbul dari tapak yang dipilih, yang terletak di Kotagede. Untuk mengatasi masalah desain, fasilitas ini menggunakan vernakular sebagai pendekaan desain dan kompleks bangunan dirancang untuk merangkul suasana Kotagede melalui desain ruang luar, ruang sirkulasi dan tampak bangunan. Pada akhirnya, fasilitas ini menjadi interpretasi kreatif dari ruang Kotagede dan mampu menampung pelestarian dan kinerja seni ketoprak dengan cara interaktif.
Sekolah Tinggi Musik di Surabaya Novita Arisandra Christanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.341 KB)

Abstract

 Sekolah Tinggi Musik di Surabaya merupakan proyek yang berfokus pada pendidikan terutama pada bidang musik. Proyek berlokasi di salah satu kota di Indonesia yakni Surabaya, dimana banyak terdapat peminat musik. Permasalahan dalam proyek ini adalah tentang ruang kelas, karena kebutuhan kelas untuk sekolah tinggi musik berbeda dari sekolah biasa. Desain ini menggunakan pendekatan sistem penataan massa dan ruang, dengan menggunakan konsep "privat yang inspiratf". Fasilitas utama dalam Sekolah Tinggi Musik di Surabaya ini adalah area belajar mengajar yang meliputi ruang-ruang kelas, ruang guru, dan perpustakaan. Serta didukung dengan fasilitas lain, seperti ruang konser, amphitheatre, dan café. Pendalaman akustik dipilih untuk menunjang kenyamanan dalam bangunan ini. Sekolah Tinggi Musik di Surabaya ini diharapkan mampu menjadi wadah dalam pembelajaran musik di Surabaya.
Akademi Tata Busana di Malang Angelina Y Shelly
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1679.519 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas pendidikan tata busana formal dan informal di Malang. Dalam fasilitas ini terdapat galeri, ruang auditorium, studio, perpustakaan, kantor, kantin, dsb. Rumusan masalah dalam tugas akhir ini adalah mendesain fasilitas pendidikan yang membuat proses belajar lebih kreatif. Karena itu pendekatan sains arsitektur dipilih. Dan pendalaman yang digunakan yaitu pencahayaan alami, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban Albert Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1964.882 KB)

Abstract

Abstrak—Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban ini merupakan gabungan fasilitas hotel resor dan fasilitas wisata mangrove. Fasilitas ini ditujukan untuk mewadahi kegiatan para wisatawan dari dalam dan luar Kabupaten Tuban serta mengangkat potensi wisata baru yaitu hutan mangrove. Fasilitas ini didesain dengan mengutamakan fungsi hotel resor, bagaimana agar pengunjung dapat mendapatkan view pantai yang maksimal dan menikmati berbagai fasilitas yang disediakan. Di sisi lain juga memperhatikan kenyamanan dan privasi pengunjung yang menginap. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan simbolik yang berdasarkan bentuk fisik akar mangrove yang diterapkan pada bentukan bangunan dan elemen arsitekturalnya. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk memberikan suasana yang berbeda kepada pengunjung hotel resor yang menginap dan pengunjung fasilitas yang lain.
Pusat Sains Penciptaan Alam Semensta di Surabaya Devina Benlin Oswan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Pusat Sains Penciptaan Alam Semesta di Surabaya" merupakan sebuah pusat pembelajaran yang melihat bukti-bukti eksistensi Sang Pencipta alam semesta melalui sains. Proyek ini didesain untuk mewadahi aktivitas belajar ilmu pengetahuan bagi para kaum akademisi khususnya di bidang sains penciptaan. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kaum akademisi Indonesia dapat memperluas wawasannya, belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan, dan khususnya agar masyarakat dapat mengetahui serta merefleksikan kebesaran Sang Pencipta yang tampak melalui karya ciptaan-Nya yang dipelajari dalam sains.Desain ini menggunakan pendekatan metafora, yaitu memproses sebuah bahasa verbal menjadi bahasa arsitektural. Teks yang dipakai adalah Kitab Kejadian 1, dengan konsep desain yaitu ‘Penciptaan’ atau ‘Creation’ untuk menceritakan proses pencptaan secara runtun melalui lima zona yang ada. Sesuai dengan bidang-bidang sains yang ada, dipilih lima zona sesuai bidang sains tersebut antara lain Zona Kosmologi, Zona Fisika, Zona Astronomi, Zona Biologi, dan Zona Genetika. Pendalaman yang dipilih adalah pendalaman sirkulasi karena total petualangan sejauh 884 meter membutuhkan pengolahan material yang juga mampu mendukung karakter setiap zona.Kata Kunci: Pusat Sains Penciptaan, Pendekatan Metafora, Pendalaman Sirkulasi
Grha Mercedes-Benz Hartono Raya Motor Surabaya R.Eno Sefiro Febrian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.772 KB)

Abstract

 Grha Mercedes-Benz Hartono Raya Motor Surabaya ini merupakan sebuah fasilitas perdagangan dan jasa sekaligus sarana bagi keberadaan kendaraan Mercedes-Benz yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan akan keberlangsungan keberadaan kendaraan Mercedes-Benz di Surabaya dan sekitarnya. Ide desain pada perancangan kali ini adalah keinginan untuk menghadirkan suatu wadah bagi konsumen dan pelanggan Mercedes-Benz serta masyarakat umum dalam memenuhi kebutuhan akan pelayanan perbaikan, perawatan, pembelian dan fasilitas informasi dan edukasi yang terintegrasi dalam satu tempat atau yang umum dikenal dengan istilah:
FASILITAS PENDIDIKAN BOTANI DI SURABAYA Gregorius Stephen Husada
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.186 KB)

Abstract

Fasilitas Pendidikan Botani di Surabaya ini didesain untuk menunjang visi dan misi Kota Surabaya “green and clean”, yaitu dengan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan menyediakan ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota, karena kurangnya taman wisata pendidikan keluarga di Surabaya dan untuk meningkatkan estetika sekitar Sungai Kalimas yang berperan penting pada sejarah perkembangan Kota Surabaya. Fasilitas ini merupakan sarana pendidikan informal botani, sekaligus tempat rekreasi dan wisata terbuka keluarga. Fasilitas-fasilitas utamanya adalah taman terbuka, taman tertutup, panggung terbuka, taman bermain, study tour untuk belajar tumbuhan, perpustakaan botani, kelas dan workshop,  museum, laboratorium, pasar bunga, ruang serba guna, toko souvenir, pusat kuliner. Proyek ini menggunakan pendekatan simbolik dengan konsep eco green architecture.Bahan dan sistem struktur yang dipakai untuk rumah kaca adalah struktur bentang lebar dengan bahan atap kaca.
SEKOLAH DASAR INKLUSI DI MAKASSAR Feby Adriana Honsujaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1393.281 KB)

Abstract

Sekolah Dasar Inklusi di Makassar ini merupakan fasilitas pendidikan yang didesain untuk anak-anak usia 6-12 tahun, terutama yang mempunyai keterbatasan fisik (disabilitas). Hal ini dilatarbelakangi kurangnya fasilitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak, khususnya yang penyandang disabilitas di kota Makassar. Bangunan ini didesain untuk memfasilitasi 3 spektrum ketunaan yaitu, tunanetra, tunarungu dan tundaksa. Pendekatan Inklusi digunakan sebagai pedoman dalam mendesain sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang sesuai bagi pengguna. Sedangkan untuk pendalaman desainnya adalah pendalaman karakter ruang yang diharapkan dapat membantu memperoleh desain ruang kelas yang nyaman dan sesuai untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Galeri Kebudayaan Lombok di Kuta, Lombok Stefani Hardjosinggih
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.709 KB)

Abstract

Galeri Kebudayaan Lombok di kuta, Lombok ini merupakan sebuah tempat wisata lengkap, dimana wisatawan yang berkunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan pantai kuta saja tetapi juga dapat melihat macam-macam kebudayaan Lombok seperti kesenian, kerajinan tangan, tarian-tarian dan juga tradisi. Dimana pada bangunan ini dibagi menjadi 5 zona besar yaitu, zona foto dimana pada zona ini pengunjung dapat melihat seluruh kebudayaan Lombok dalam bentuk foto, kemudian zona kerajinan dan zona tarian dimana pada zona ini pengunjung dapat melihat secara langsung kerajinan dan perlengkapan tari-tarian khas Lombok, selanjutanya terdapat zona makan dan zona pendukung seperti toko cinderamata. Pada galeri ini juga terdapat taman-taman yang dilengkapi dengan gazebo, dimana dengan adanya gazebo ini pengunjung dapat beristirahat sejenak sambil merasakan suasana alam Lombok. Pendekatan simbolik dipilih sebagai dasar dalam perancangan desain fasilitas ini. Simbolik dipilih agar pengunjung yang datang juga dapat merasakan kebudayaan Lombok melalui arsitekturnya.  
Museum Pendidikan Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta Stephen Yona L.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.844 KB)

Abstract

Museum pendidikan Nasional di di Daerah Istimewa Yogyakarta” merupakan sebuah fasilitas pendukung dari dunia pendidikan. Dewasa ini pendidikan Indonesia sudah mulai melupakan nilai-nilai dan dasar filosofisnya. Sehingga perlu adanya sebuah fasilitas pengingat serta menjadi sarana pengumpulan kritik dan  saran terhadap dunia pendidikan secara inklusif. Hal ini didukung juga dengan perkembangan pariwisata kota Yogyakarta yang mulai mencanangkan wisata pendidikan. Jadi pemenuhan kebutuhan kota akan sebuah fasilitas umum wisata pendidikan serta adanya konteks kota Yogyakarta sebagai kota pelajar, maka dilakukan pemilihan site di seberang taman siswa yang memiliki hubungan sejarah dari pendidikan itu sendiri.             Sebuah fasilitas peningat tersebut mengacu kepada sejarah dunia pendidikan Indonesia. Sehingga perlu dilakukan pendekatan simbolik. Pendekatan simbolik tersebut mengambil konsep berupa prinsip pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, dalam bukunya berjudul pendidikan Ki Hadjar Dewantara menuliskan, “sebuah pendidikan seharusnya merupakan pernikahan / penggabungan nilai-nilai tradisional dan lokalitas dengan nilai- nilai modern yang baru.”  Hal ini menyebabkan sebuah konsep untuk menghadirkan kembali dasar filosofis pendidikan Indonesia yaitu ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani  yang tradisional ke dalam sebuah bentuk arsitektural yang baru sesuai dengan konteks zaman. Adanya konteks ke daerahan, lokalitas, dan standar kebudayaan yang tinggi menyebabkan tuntutan hubungan yang baik dengan sekitarnya. Jadi bangunan ini memperdalam dan mentransformasi bentuk pendapa, dan menghadirkan pendapa yang ada di masa kini tapi tetap menggunakan aturan-aturan ke daerahan.

Page 81 of 155 | Total Record : 1542