Articles
1,542 Documents
Hotel Resor dan Wisata Budidaya Trumbu Karang di Pantai Pasir Putih Situbondo
Yusak Budianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (930.139 KB)
Proyek tugas akhir ini merupakan suatu proyek wisata alam komersil yang juga memiliki fasilitas peristirahatan dan edukasi bagi wisatawan dalam hal pengenalan ekosistem trumbu karang dan proses pelestariannya kepada wisatawan lokal derah Situbondo, maupun wisatawan mancanegara yang datang ke daerah Jawa Timur. Proyek ini juga digunakan sebagai tempat hunian yang dapat digunakan untuk tempat menginap bagi para wisatawan yang telah melakukan perjalanan jauh. Fasilitas yang disediakan dalam wisata alam antara lain, wisata budidaya trumbu karang, area hotel, fasilitas ruang serbaguna, galeri, restaurant, spa dan area bermain anak. Pendekatan yang digunakan dalam desain ini adalah fungsi ruang, dan konsep yang digunakan adalah natural dengan memanfaatkan potensi alam. Penggunaan konsep desain ini berpengaruh terhadap kesan ruang luar, bentuk bangunan, dan penggunaan material dalam bangunan. Dari penggunaan konsep ini, diharapkan desain mampu menyatu dengan lingkungan alam pantai sekitar.
Pengaruh Macam Aktivitas Nongkrong Terhadap Desain Kafe di Surabaya
Tan Michael Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Era Teknologi Informasi mempengaruhi perilaku dan tuntutan wajah arsitektur. Macam aktivitas manusia dalam rekreasi mengalami banyakperkembangan terutama di bidang desain kafe. Salah satu aktivitas yang kian populer di kalangan komunitas urban Indonesia adalah nongkrong. Dengan perkembangan aktivitas nongkrong di kafe-kafe tentunya membutuhkan perubahan dalam desain kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh jenis aktivitas nongkrong terhadap desain sebuah kafe. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan aktivitas nongkrong mempengaruhi desain kafe yaitu elemen-elemen arsitektur seperti karakteristik fasad, signage, dekorasi interior dan table layout. Melalui penelitian tersebut, maka ditemukan acuan-acuan desain kafe yang dapat digunakan oleh arsitek untuk mendesain sebuah kafe di era Teknologi Informasi ini.Kata Kunci: Komunitas Urban, Aktivitas Nongkrong, Desain Kafe
Fasilitas Rehabilitasi Psikotik di Surabaya
Helena Andreani Irfan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1145.764 KB)
Fasilitas Rehabilitasi Psikotik di Surabaya merupakan fasilitas yang bertujuan sebagai wadah tempat tinggal serta tempat perawatan yang benar-benar dikhususkan bagi penderita psikotik. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan penderita psikotik dapat mendapatkan perawatan secara total dan tertangani agar kondisi mereka dapat segera pulih, karena realita yang ada, para penderita psikotik semakin bertambah sementara tidak ada wadah yang dapat menanggulangi. Karya desain arsitektur dan pendalaman ruang yang didesain dengan memperhatikan perilaku penderita ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terutama pada aspek sosial, sehingga penderita psikotik tidak lagi terkucilkan. Konsep pada proyek ini adalah keteraturan,keamanan, dan kontrol. Perilaku penderita psikotik merupakan cara untuk mendalami bagaimana bangunan ini didesain. Bangunan ini sangat menitikberatkan pada hal-hal tersebut. Dengan adanya konsep tersebut, diharapkan bangunan akan membantu mempercepat penyembuhan penderita psikotik.
PUSAT EDUKASI EKOSISTEM HUTAN BAKAU DI SURABAYA
Yohana Natalia Cahyono Tjio
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2931.594 KB)
Pusat Edukasi Ekosistem Hutan Bakau di Surabaya ini merupakan fasilitas edukasi yang mewadahi kegiatan masyarakat sehubungan dengan pengenalan dan pembudidayaan ekosistem hutan bakau. Hal itu didukung dengan potensi hutan bakau di Surabaya yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di Pulau Jawa. Fasilitas edukasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai hutan bakau beserta ekosistemnya bukan hanya secara lisan namun dari segi arsitektural yaitu dari bangunan dan lingkungannya. Hutan bakau Wonorejo memiliki habitat yang unik, yaitu pada kawasan tambak dan aliran sungai. Oleh karena itu proyek yang terletak di Wonorejo ini menggunakan pendekatan ekologi arsitektur yang memperhatikan kondisi tapak agar dapat mewujudkan bangunan dan lansekap yangmampu beradaptasi terhadap habitat ekosistem hutan bakau. Ekologi arsitektur pada bangunan diwujudkan dengan pemilihan material lokal dan material yang terbarukan, sistem konstruksi yang sederhana, dan desain pasif untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan penghawaan pasif. Pendalaman pencahayaan alami dipilih untuk memaksimalkan potensi alam dan meminimalkan penggunaan energi pada bangunan.
PANTI WERDHA DI BATU, JAWA TIMUR
Hendrivino Boentoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1629.777 KB)
Proyek Panti Werdha di Batu, Jawa Timur ini merupakan sebuah fasilitas untuk mewadahi kebutuhan masyarakat kelompok lanjut usia yang secara mandiri ingin memiliki kebutuhan bertempat tingal, berkomunitas dan kegiatan yang menunjang kehidupannya. Proyek ini mewadahi lansia dalam memenuhi kebutuhan bertempat tinggal yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi lansia serta memenuhi kebutuhan bersosialiasi untuk para lansia.
Museum Peranakan Tionghoa di Surabaya
Ferry Feliando
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "Museum Peranakan Tionghoa di Surabaya" ini merupakan fasilitas edukasi dan rekreasi yang mewadahi berbagai kesenian dari bangsa peranakan, fasilitas ini juga menampilkan sejarah, kebudayaan, kesenian dan kehidupan dari peranakan tionghoa di Indonesia. Sehingga masyarakat dapat lebih mengenal berbagai kebudayaan peranakan tionghoa, fasilitas ini terletak pada Kompleks Pantai Ria Kenjeran yang merupakan daerah wisata dengan arsitektur bernuansa oriental. Dengan menggunakan pendekatan vernakular kontemporer, dan pendalaman struktur, desain bangunan mengingatkan pengunjung terhadap arsitektur tradisional peranakan tionghoa. Sehingga pengunjung dapat lebih mengerti kebudayaan peranakan tionghoa di Indonesia.Kata Kunci: Museum, Peranakan, Tionghoa, Surabaya
Gedung Sinepleks di Sidoarjo
Erika - Yudisia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1133.267 KB)
Gedung Sinepleks di Sidoarjo ini merupakan fasilitas publik yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan rekreasi pasif dan aktif masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya. Ide desain perancangan adalah menghadirkan sebuah gedung sinema atau bioskop yang mandiri atau dengan kata lain tidak bergabung dengan bangunan mall seperti yang ada pada umumnya. Penerapan ide desain ini dilakukan dengan mendesain gedung sinema mandiri yang difasilitasi beberapa fasilitas pendukung anatara lain; kuliner, open stage dan playground. Desain ini menggunakan pendekatan simbolik dan pendalaman akustik.
Museum Kereta Api Surabaya
Gerrird Mona Tilaar
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1017.122 KB)
Museum Kereta Api Surabaya merupakan salah satu fasilitas yang bergerak di bidang pendidikan dan pariwisata. Fasilitas bersifat rekreasi yang mengedukasi, berekreasi dengan belajar tentang transportasi khususnya perkereta apian. Fasilitas yang direncanakan meliputi fasilitas museum, restoran dan toko souvenir, dan fasilitas kantor. Dalam hal adanya isu bertambahnya kepadatan penduduk yang memenuhi Kota Surabaya dan sekitarnya setiap tahunnya sehingga membutuhkan transportasi yang mencukupi kebutuhan tiap penduduk. Untuk mengurangi frekuensi kendaraan pribadi yang semakin hari semakin banyak maka dibutuhkan sebuah fasilitas yang memberikan pengarahan terhadap masyarakat agar mau menggunakan fasilitas umum ( transportasi ). Fasilitas ini selain dapat memenuhi kebutuhan tersebut, juga memberikan edukasi tentang perkereta apian. Konsep perancangan didasarkan pada bentukan susunan stasiun di Indonesia yang merupakan tempat dimana masyarkat berkumpul untuk pergi atau kembali menggunakan trasnportasi umum (Kereta api). Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan sirkulasi, yaitu membuat sirkulasi yang sesuai dengan sifat stasiun, tercemin dengan bentuk dan sirkulasi bangunan yang ada. Pendalaman yang diambil berupa pendalaman struktur, sehingga pengunjung dapat merasakan konsep stasiun tersebut di dalam Museum kereta api ini.
Galeri Wine di Surabaya
Rhesaldi Hartono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wine mulai masuk di Indonesia sekitar abad ke – 16 dan popularitas wine di Indonesia mulai meningkat sejak tahun 2009. Galeri Wine di Surabaya merupakan fasilitas yang memperkenalkan wine kepada masyarakat. Galeri ini akan menjadi galeri pertama di indonesia yang menyajikan produk wine yang ada dari berbagai benua, beserta dengan informasi tentang sejarah, proses pembuatan, serta brand yang ada. Fasilitas yang terdapat galeri antara lain adalah restoran, bar, wine shop, ruang serba guna, dan perkantoran. Galeri ini memakai pendekatan simbolik yang mengangkat proses perubahan buah anggur menjadi wine, dari solid menuju liquid, agar masyarakat mengenal wine dari sisi simbolisasi arsitektur. Karakter dalam bangunan juga ditonjolkan sesuai dengan konsep bangunan.
Fasilitas Pelatihan dan Pergelaran Seni Tari Hip Hop di Surabaya
Sandy Yanuar
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.147 KB)
Fasilitas Pelatihan dan Pergelaran Seni Tari Hip Hop di Surabaya merupakan fasilitas yang disediakan bagi semua penari Hip Hop di Surabaya untuk berlatih menari dan mempertunjukan tarian Hip Hop. Fasilitas ini tersedia bagi semua penari Hip Hop termasuk penari difable, mengingat kaum difable juga dapat menari Hip Hop. Namun karena di Surabaya belum memiliki fasilitas yang memadai bagi semua penari Hip Hop termasuk penari difable untuk menari dan memiliki tempat pertunjukan yang berkarakter Hip Hop, maka dirancanglah fasilitas pelatihan dan pergelaran tari Hip Hop di Surabaya untuk mewadahi segala aktivitas yang di butuhkan untuk menari dan mempertunjukan tariannya bagi penari Hip Hop dengan memadai dan tentunya juga dapat di akses dengan aman dan mudah bagi penari difable. Pendekatan simbolik dipilih sehingga karakteristik tari Hip Hop dapat terintegrasi lewat desain bangunan.