cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Perdagangan dan Perawatan Hewan Peliharaan di Surabaya Melita Darmanto Darmanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.165 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas perdagangan hewan peliharaan dan fasilitas perawatan hewan yang berupa fasilitas penitipan hewan, klinik hewan, dan fasilitas grooming hewan. Di samping itu, dengan lokasi tapak yang berada di depan jalan raya Prapen yang berada di tengah kota sehingga dapat dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai sudut kota. Fasilitas perdagangan hewan yang dimaksud dalam proyek ini adalah perdagangan hewan mamalia yaitu anjing, kucing, kelinci, dan hewan pengerat seperti hamster dan marmut. Pemilihan hewan yang diperdagangkan tersebut karena hewan – hewan tersebut merupakan hewan yang paling diminati oleh masyarakat luas. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah mengatasi bau dan bulu yang tersebar dalam ruangan supaya pengunjung yang ada di dalamnya merasa nyaman dan bagi para penderita asma dapat juga dapat berada di dalam bangunan tersebut tanpa kawatir akan penyakitnya. Selain itu karena fasilitas perdagangan dan perawatan hewan ini merupakan bangunan komersial maka diperlukan sirkulasi yang mengalir dan simple supaya pengunjung tidak mudah tersesat. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan sistem sirkulasi dan pendalaman sistem tata udara yaitu dengan memakai filter udara, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Fasilitas Pernikahan Terpadu di Menganti, Gresik Naomi Pratiwi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK“Fasilitas Pernikahan Terpadu di Menganti, Gresik” inimerupakan fasilitas yang mewadahi kegiatan persiapanpernikahan dan ritual pernikahan di Gresik. Gresik memilikiritual pernikahan yang khas yang disebut dengan“Kemanten Jadur”. Saat ini karena perubahan jaman jugaberkurangnya ruang publik, tradisi “Kemanten Jadur” mulaiditinggalkan. Fasilitas yang dibangun, mengangkat tradisisetempat juga dilengkapi dengan fasilitas pernikahan yangpraktis mengingat akan kebutuhan masyarakat modern.Bangunan ini memiliki bentuk yang mengadaptasiarsitektural Jawa, sehingga selaras dengan fungsi didalamnya juga dengan bangunan sekitarnya. Urutan dariprosesi “Kemanten Jadur” yang diangkat ke dalambangunan menjadi ciri khas dari fasilitas pernikahan ini.Kata kunci:Pernikahan, Terpadu, Menganti, Gresik
Fasilitas Eduwisata Budidaya Kelapa di Jembrana, Bali Juniar Yusani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2181.948 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Budidaya Kelapa di Jembrana, Bali merupakan fasilitas rekreasi yang mampu mengedukasi dan memperkenalkan lebih dalam mengenai kelapa, mulai dari teknik penanaman, pembersihan dan pengolahan kelapa yang akan diolah menjadi produk – produk bernilai jual tinggi, karena kelapa merupakan tanaman komersil yang hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan kembali.Fasilitas ini juga memanfaatkan kebun disekitar sebagai pemasok bahan baku, mendukung keberlangsungan petani – petani kelapa yang sudah ada dan menjadi sarana tour agar pengunjung dapat belajar diperkebunan kelapa secara langsung.Kurangnya pengelolaan mengenai informasi kelapa secara runtut, oleh sebab itu pendekatan yang digunakan dalam fasilitas ini adalah pendekatan sistem karena adanya proses – proses yang berkesinambungan, mulai dari masa panen sampai pada tahap pengolahan kelapanya. Sehingga menggunakan sirkulasi linear dan multi mass untuk membawa pengunjung dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Selain itu dengan mendesain multi mass fasilitas ini dapat memaksimalkan potensi wisata disekitarnya dan pengolahan ruang luar bersama.Material pada bangunan juga menggunakan material dari pohon kelapa, mulai dari atap, dinding, dan lantai, sehingga bangunan terkesan menyatu dengan sekitar dan menginformasikan kepada pengunjung bahwa bagian – bagian dari pohon kelapa juga dapat diaplikasikan sebagai material pada bangunan.
Studi Efektivitas Pencahayaan Atrium Lenmarc Mall di Surabaya Therecia Chany Hartono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.869 KB)

Abstract

Atrium mal merupakan pusat dari sebuah mal dan memiliki fungsi sebagai tempat pameran, tempat berjalan, juga sebagai tempat berkumpul. Elemen arsitektur yang sangat sering digunakan pada masa ini ialah skylight yang berada di atas void pada atrium. Di Surabaya, salah satu Mal yang memiliki skylight pada atriumnya adalah Lenmarc Mal. Lenmarc Mal memiliki masalah dalam pencahayaan atriumnya, yakni dirasa gelap sehingga kurang efektif mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut, namun belum ada penelitian yang membuktikannya. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas pencahayaan atrium Lenmarc Mal dengan menggunakan daylight factor. Hasilnya, pencahayaan pada Lenmarc Mal tidak memenuhi standar DF dan berada jauh di bawahnya. Untuk mengatasi masalah ini, maka penelitian ini mengusulkan perbaikan desain skylight dengan 3 usulan, yaitu pemberian kaca film 20%, kaca film 40% dan saringan matahari. Supaya hasil desain lebih valid, maka dilakukan simulasi dengan model maket 1:20. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa penambahan kaca film 40% adalah perbaikan paling efektif untuk atrium Lenmarc Mal Surabaya.
Fasilitas Pelatihan dan Pengembangan Seni Visual untuk Anak di Surabaya Josephine Hardjawikarta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.325 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas rekreasi edukasi di mana melatih dan mengembangkan kemampuan dan minat anak terhadap kesenian visual di Surabaya. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh realita bahwa walupun anak-anak memiliki otak kanan dan kiri yang perlu berjalan ssecara seimbang, namun pada kenyataannya di sekolah-sekolah saat ini lebih menekankan kepada ilmu-ilmu eksak yang cenderung menekankan kepada perkembangan otak kiri, sedangkan pelajaran sekolah seperti kesenian yang mengembangkan otak kanan anak memiliki porsi yang jauh lebih sedikit dibandingkan mata pelajaran lainnya. Fasilitas ini bersifat edukatif, informatif, dan rekreasional, dengan mengajak anak untuk bermain, bereksplorasi, dan menciptakan sesuatu sesuai imajinasi mereka. Pembagian zona pada fasilitas ini sendiri selain dibagi berdasarkan jenis aktifitasnya, juga menggolongkan ruang sesuai dengan kebutuhan anak pada jenjang usia tertentu, di mana terdiri dari area ekplorasi, kelas, maupun zona fasilitas umum (untuk semua kalangan). Untuk itu digunakan pendekatan perilaku anak, yang akan berpengaruh terhadap penataan ruang, zoning, dan sirkulasi pada fasilitas, sesuai dengan kebutuhan ruang yang ada.
Gelanggang Berenang Di Surabaya Yonta Perkasa Perkasa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.391 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas Gedung OlahragaBerenang dengan beberapa fasilitas pendukung yaitu Streetfood, Retail, Tribun, area berenang serta taman sebagaiarea public outdoor. Olahraga merupakan kegiatanjasamani yang dilakukan dengan maksud untuk memeliharakesehatan serta dan memperkuat otot-otot tubuh. Kegiatanini dalam perkembangannya dapat dilakukan sebagaikegiatan yang menghibur dan juga dilakukan dengan tujuanmeningkatkan prestasi. Berenang merupakan salah satuolahraga yang digemari di Surabaya, Hampir di seluruh klubhouse pada perumahan di surabaya mempunyai kolamrenang. Tidak hanya untuk olahraga namun di surabayajuga terdapat wisata bermain air sepert water park. KotaSurabaya sebagai ibu kota jawa timur yang berkembangpesat memiliki masyaratk yang berapreasiasi tinggiterhadap perkembangan olahraga berenang. Diiringidengan perkembangan pesat minat masyarakat dalamolahraga renang ini menjadi sebuah alasan dibangunnyabangunan olahraga berenang yang digunakan sebagaipertandingan maupun hanya untuk berolahraga. Didukungdengan site yang dekat dengan pantai yang identik denganair menyebabkan hawa yang nyaman disekitar are eksistingserta di bagian luar bangunan. Rumusan masalah padabangunan ini adalah bagai mana menciptakan sebuahbangunan yang tampak dan bentuknya dapat mencritakansebagai bangunan gedung olahraga berenang serta dapatmenjadi icon di daerah Kenjeran Surabaya. Pendekatanyang digunakan simbolik serta pendalaman struktur untukmendukung bentukan post modern.
Fasilitas Wisata Dunia Laut dan Pelatihan Olahraga Air di Pecatu, Bali Yunita Puspasari Harianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.669 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas wisata bertema dunia laut dan dilengkapi dengan fasilitas pelatihan olahraga air. Didukung dengan lokasi yang berada di kawasan rekreasi, proyek dapat memberikan manfaat bagi pengunjung dan juga kawasan Pecatu Indah Resort yang ingin mengenal dunia laut maupun berlatih olah raga air. Pantai New Kuta (Dreamland) yang berada dalam kawasan ini merupakan daya tarik terbesar bagi wisatawan lokal maupun asing. Keindahan pantai dan ombak yang cukup tinggi ini biasa dimanfaatkan untuk olahraga air, misalnya selancar. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah mendesain fasilitas wisata untuk anak-anak hingga dewasa yang mengenalkan dunia laut Indonesia sekaligus dapat memberikan pelatihan olahraga air bagi remaja hingga dewasa. Pendekatan desain yang digunakan adalah bentuk yang berbasiskan fungsi yang beragam dan kebutuhan pengguna yang berbeda.
PASAR DAN FASILITIAS WISATA BAHARI DI KAKI JEMBATAN SURAMADU,SURABAYA Keshia Hanna Kumala
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.188 KB)

Abstract

Sebuah wadah interaksi sosial sekaligus wadah pengenalan akan budaya masyarakat pesisir jembatan Suramadu. Melalui perancangan ini di harapkan masyarakat surabaya dan sekitarnya dapat mengenal budaya lokal di kawasan pesisir jembatan Suramadu. Pendekatan yang diambil untuk menjawab desain adalah pendekatan vernakular dengan mengusung konsep Adapting the Enviroment. Konsep mempengaruhi pembagian zoning keseluruhan bangunan yaitu: area pasar wisata, area interaksi sosial dengan masyrakat yang di wujudkan dalam ruang-ruang komunal seperti ruang multifungsi, ruang bermain dan taman komunal outdoor, area galeri pamer dan area pujasera. Penggunaan material lokal seperti batu bata, genteng tanah liat, kayu merbau merupakan salah satu upaya untuk mengangkat karakter khas arsitektur di kawasan pesisir jembatan Suramadu. Selain itu, bentukan-bentukan massa juga mengadapatasi dari bentukan khas arsitektur rumah nelayan di pesisir jembatan Suramadu. Bukaan-bukaan pada beberapa sisi massa serta ketinggian bangunan yang cukup tinggi  juga merupakan salah satu upaya cross ventilation udara alami semaksimal mungkin. Lokasi site yang berada tepat di tepi kaki jembatan Suramadu juga menambah nilai kelokalitas yang ada sehingga pengunjung dapat merasa langsung ambience dari daerah lokal. Oleh karena itu, Pasar dan Fasilitas Wisata Bahari di Kaki jembatan Suramadu, Surabaya ini adalah bangunan yang mencerminkan karakter khas kawasan pesisir kaki Jembatan Suramadu. 
Fasilitas Eduwisata Seni Batik di Yogyakarta Johan Alan Darmasaputra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.408 KB)

Abstract

 Proyek ini merupakan fasilitas yang dapat memberikan pendidikan atau pengetahuan dan bersenang-senang mengenai budaya seni batik Yogyakarta. Latar belakang lahirnya gagasan proyek ini adalah kurangnya generasi muda belajar membatik sehingga ketinggalan mengikuti kebudayaan tersebut. Oleh karena itu, sebagai sebuah fasilitas eduwisata, proyek ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk melestarikan dan mencintai kebudayaan seni batik.Pendekatan yang diambil adalah segitiga semiotika dimana perancangan yang saling berhubungan dengan konsep dan mempunyai arti atau makna tentang batik pada bangunan tersebut. Konsep desain yang digunakan adalah ―Proses membatik‖ dimana ada keluwesan dan mengartikan masing-masing lalu mengaplikasikan ke dalam rancangan desainnya. Pendalaman desain difokuskan pada karakter ruang museum. 
¬¬Fasilitas Pertanian Vertikal dan Pasar Organik di Surabaya Marcelina Lupita Surjanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.576 KB)

Abstract

Fasilitas Pertanian Vertikal dan Pasar Organik di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi kegiatan pertanian di lahan vertikal dengan teknik pertanian modern akuaponik, dilengkapi dengan pasar yang menjual peralatan pertanian dan hasil pertanian organik kepada masyarakat serta menampung hasil pertanian organik lainnya. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah produksi dan pembelajaran pertanian akuaponik serta menjadi salah satu contoh yang mampu menggemakan urban farming di kota Surabaya dan sekitarnya. Fasilitas ini dilengkapi juga dengan fasilitas publik berupa multi-function hall dan foodcourt. Agar tanaman akuaponik dapat memberikan hasil yang optimal maka “maximum growing with low energy” dipilih sebagai konsep perancangan.  Salah satu kebutuhan utama tanaman yaitu sinar matahari. Setiap tanaman memerlukan waktu penyinaran matahari yang berbeda. Pendekatan sistem pergerakan matahari digunakan agar kebutuhan setiap tanaman akan cahaya matahari terpenuhi  dengan baik. Selain faktor matahari, sistem akuaponik juga memainkan peranan yang penting dalam keberhasilan pertumbuhan tanaman, sehingga dilakukan pendalaman water management aquaponic. 

Page 79 of 155 | Total Record : 1542