Articles
1,542 Documents
Fasilitas Edukasi dan Wisata Pemanasan Global di Surabaya
Darwin Sasmito
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Fasilitas Edukasi dan Wisata Pemanasan Global di Surabaya ini merupakan fasilitas umum yang memberikan edukasi sekaligus berwisata mengenai salah satu permasalahan lingkungan yang melanda bumi saat ini yaitu pemanasan global. Dilihat dari fakta yang telah terjadi, dapat dilihat bahwa masih banyak masyarakat yang belum tahu dan peduli akan bahaya yang mengancam lingkungan ini. Oleh karena itu proyek yang terletak di jalan Kedung Cowek yang menggunakan pendekatan arsitektur hijau berusaha mengajarkan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan baik. Pendalaman alur ruang dipilih untuk menampilkan suasana ruang dari suasana yang kurang nyaman apabila kita tidak menjaga lingkungan hingga suasana yang nyaman apabila kita menjaga lingkungan ini dengan baik.Kata Kunci: Edukasi, Wisata, Pemanasan Global
Museum Patung Batu di Desa Batubulan, Bali
Nicolas - Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2577.12 KB)
Museum Patung Batu di Desa Batubulan,Bali” ini merupakan wadah untuk memperkenalkankembali kebudayaan para pekerja seni dalam bidangseni pahat, khususnya dalam pembuatan patung batu.Fasilitas ini menyediakan ruang pamer tentang sejarahperadaban batu, indoor archeolog, workshoppembuatan batu, ruang pamer tetap, galeri dan restoranserta souvenir shop.Pendekatan perancnagan memakai metode segitigasemiotika, dengan referensi proses pembuatan batu,maka ditentukan konsep perancangannya ‘from nothingto something’. Aplikasi konsep pada zona dibagimenjadi 3 zona, yaitu zona awal yang mencerminkanbentukan batu yang belum diolah, zona keduamerupakan cerminan dari pembuatan siluet patung batudengan mulai munculnya lekukan atau siluet, dan zonaketiga merupakan cerminan proses akhir padapembuatan patung batu yang sudah detail. Museum inimemakai pendalaman karakter ruang, yang ditonjolkanpada ruang pamer tentang sejarah peradaban batu danruang workshop pembuatan patung batu
Pusat Penjualan Mobil Hybrid Toyota di Surabaya
Fanrensen, Gladwin Sogo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1235.509 KB)
 Pusat penjualan mobil hybrid di Surabaya merupakan proyek desain yang bertujuan untuk merancang sebuah showroom mobil hybrid Toyata yang komprehensif dan terpadu. Oleh karena itu, proyek ini akan mewakili identitas produk yang adalah mobil hybrid Toyota. Konsep desain berasal dari visi global Toyota. Visi tersebut dapat digambarkan sebagai kehidupan pohon yang terus tumbuh dan berkembang sepanjang tahun. Melalui pendekatan simbolik, konsep pohon ditampilkan dalam desain bangunan yang terangkat dan didukung oleh mega kolom. Lantai yang terangkat memberikan kesan kanopi dedaunan di sekelompok pohon sementara mega kolom digambarkan sebagai batang pohon. Pendalaman sistem struktur diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan struktur bangunan. Kombinasi mega kolom dan sistem panel lantai sandwich digunakan untuk mendapatkan ruang yang lebih luas untuk sirkulasi mobil dan area pameran.
Fasilitas Perbelanjaan dan Pusat Komunitas Sepeda di Surabaya
Rudi Cahyadi T
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbesar ke dua di Indonesia. Secara tidak langsung masalah polusi udara akibat kendaraan bermotor menjadi hal yang perlu di perhatikan. Fasilitas perbelanjaan dan pusat komunitas sepeda di Surabaya merupakan salah satu fasilitas yang menampung segala kegiatan bersepeda di Surabaya dan diharapkan masyarakat dapat tertarik terhadap sepeda dan menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi yang menguntungkan dan menjadikan sepeda sebagai gaya hidup baru bagi masyarakat Surabaya. Dengan melewatkan kendaraan bermotor melalui belakang bangunan diharapkan dapat mengurangi polusi pada jalan raya darmo. Selain itu dengan adanya taman bungkul fasilitas ini diharapkan dapat saling mendukung satu sama lain. Pendekatan perilaku dalam desain ini diterapkan untuk mengelompokan kegiatan didalam dan diluar bangunan sesuai keunikan kegiatan masing-masing. Pembentukan ruang-ruang diolah melalui transformasi bentuk massa. Zoning, tatanan massa, tatanan ruang terbuka didesain dengan merespon potensi lingkungan sekitar, sehingga tercipta ruang dan sirkulasi yang berkontinuitas
FASILITAS WISATA SIMULASI PROFESI DI SURABAYA
Aditya Eka Angga Widodo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (855.271 KB)
Fasilitas Wisata Simulasi Profesi di Surabaya ini merupakan fasilitas untuk anak-anak dapat bermain peran/ mensimulasikan profesi yang ada, khususnya di Indonesia. Proyek ini terletak di Surabaya yang merupakan kota berkembang, salah satunya dari segi pendidikan di Indonesia, tepatnya berada di jalan Lingkar Dalam Surabaya. Fasilitas yang disediakan antara lain Permainan Simulasi Profesi, Toko Souvenir, Cafe, Restoran, Ruang Multifungsi, dan Plaza & Taman. Perencanaan proyek ini secara umum bertujuan sebagai tempat untuk anak-anak belajar berbagai profesi yang ada di Indonesia dengan cara mensimulasikan profesi tersebut, sehingga anak-anak tersebut memperoleh pengertian secara langsung tentang profesi yang mereka perankan. Selain itu, fasilitas wisata ini juga dapat menjadi tempat tujuan anak-anak untuk mengembangkan bakat- minat, daya imajinasi, daya kreativitas, serta cita-cita mereka. Inti permasalahan dari proyek ini adalah bagaimana menciptakan tempat bagi anak-anak untuk bermain peran profesi secara menarik dan sederhana.
Fasilitas Pemulihan Pasca Operasi Jantung Koroner di Surabaya
Marsha C. S.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2363.792 KB)
”Fasilitas Pemulihan Pasca Operasi Jantung Koroner di Surabaya” ini merupakan sebuah sarana yang menyediakan segala kebutuhan proses pemeriksaan hingga pemulihan pasien penderita jantung koroner. Pola hidup modern yang rentan terhadap stress dan pola makan tidak sehat, menambah resiko penyakit jantung koroner, yang menyerang berbagai kalangan usia. Setelah mendapatkan pengobatan, pasien memerlukan proses pemulihan untuk kembali beraktivitas. Pasien yang berada di usia aktif, tidak memiliki banyak waktu, sehingga membutuhkan fasilitas pemulihan lengkap baik pemeriksaan hingga pemulihan secara fisik dan mental. Arsitektur berperan dalam mendukung proses pemulihan, melalui pengaturan sirkulasi, pemanfaatan potensi tapak, dan pengolahan ruang luar yang menunjang program pemulihan. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan tranformasi bentuk dari lemah ke kuat, seperti kondisi pasien yang lemah setelah pengobatan, melalui proses pemulihan untuk kuat beraktivitas. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk memperjelas pemanfaatan potensi tapak, pengolahan ruang luar yang mendukung proses pemulihan serta mempertegas konsep bangunan.
Agrowisata Dan Faslitas Kuliner di Lawang
Meita Ellisabeth Bunanta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "Agrowisata dan Fasilitas Kuliner di Lawang" ini merupakan fasilitas agrowisata yang mewadahi kegiatan wisatawan sehubungan dengan berkembangnya daerah peristirahatan dan transit di Lawang. Hal itu didukung dengan pesatnya perkembangan kota pariwisata Batu yang memiliki banyak destinasi wisata. Fasilitas Agrowisata ini selain bertujuan untuk tempat transit dan beristirahat namun juga sebagai salah satu destinasi wisata di kemudian harinya. Memiliki fasilitas utama restaurant, cottage, agrowisata. Didukung pula dengan lokasi yang dikelilingi oleh perkebunan dan persawahan yang semakin menunjang adanya fasilitas ini. Dikarenakan oleh fungsi bangunan yang merupakan agrowisata maka desain ini menggunakan pendekatan sirkulasi yang memperhatikan kebutuhan dari pengunjung yang masuk ke dalam agrowisata ini agar dapat menikmati alam sekitar dengan nyaman. Selain itu pemilihan material dan tanaman dapat mendukung terciptanya suasana pedesaan yang akan ditunjukkan ke dalam fungsi bangunan itu sendiri. Pendalaman lansekap dipilih untuk memaksimalkan potensi alam yang sudah ada di dalam site . Kata Kunci: Agrowisata, Perkebunan, Peristirahatan, Lawang.
FASILITAS RETREAT DI TAWANGMANGU JAWA TENGAH
Jeffry Chayadi Nakodamasda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.508 KB)
Fasilitas Retreat di Tawangmangu Jawa Tengah” ini merupakan fasilitas yang diharapkan mampu mewadahi aktivitas dalam kegiatan retreat bagi masyarakat perkotaan terutama warga kristiani yang berada di sekitar tawangmangu jawa tengah yang ingin berefreshing dari kegiatan sehari – hari. Di dukung dengan lokasi dari tawangmangu sendiri yang berada di kawasan wisata dataran tinggi sehingga jauh dari kehidupan perkotaan yang sangat ramai dan juga memiliki hawa yang sejuk. Ditambah lagi view dari gunung lawu dan alam sekitar yang masih asri. Berdasarkan data terakhir BPS (19/7/2012) propinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak pertama adalah jawa timur dan yang kedua jawa tengah. Oleh karena itu proyek ini menggunakan pendekatan sequences dan pendalamannya karakter ruang sehingga desain pada bangunan ini cenderung kearah mewah dan berskala gigantis di bandingkan dengan manusia sehingga manusia yang masuk dapat merasakan ruang-ruang didalamnya
TERMINAL KARGO SIDOTOPO
Wiristo, Wiristo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1319.533 KB)
 Terminal Kargo Sidotopo merupakan sebuah stasiun kereta api yang dikhususkan sebagai stasiun pengangkut barang dengan menggunakan kereta api yang berlokasi di stasiun Sidotopo kota Surabaya. Terminal kargo ini dipergunakan sebagai tempat untuk membongkar dan memuat barang dari/ke luar kota sebagai wadah pendistribusian kargo barang yang ada di dalam kota. Konsep dari bangunan ini adalah terminal kargo yang mendayagunakan sistem modernisasi dengan menggunakan peralatan pengangkutan barang dan mesin-mesin yang sudah mengikuti zaman sehingga dapat mempermudah pengangkutan barang di dalam stasiun serta menghadirkan oase baru di daerah kampung Sidotopo sehingga menghadirkan kesan bahwa daerah Sidotopo yang hanya berupa perkampungan juga mengikuti zaman.
PUSAT KOMUNITAS TUNANETRA DI SURABAYA
Michaela Tamara Setiawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pusat Komunitas Tunanetra di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi aktivitas bagi tunanetra. Aktivitas yang disediakan merupakan aktivitas yang sudah disesuaikan dengan tunanetra yaitu seperti memijat, bermusik, belajar, memasak, komputer, berolahraga, dan asrama. Tunanetra diajarkan untuk memiliki keterampilan dan belajar hal yang disukai. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran namun juga tempat beinteraksi satu sama lain karena dalam hal berkomunikasi tunanetra merasa menutup diri dalam bersosialisi. Fasilitas ini dapat menjadikan sifat tunanetra menjadi lebih percaya diri dan tidak menutup diri. Perancangan pada bangunan ini juga memperhatikan keamanan dan kemandirian bagi tunanetra sehingga tunanetra dapat mengakses secara mandiri dan aman bagi tunanetra. Bangunan didesain se-koumikatif mungkin untuk memberikan informasi bagi tunanetra dengan menggunakan indera-indera lain selain indera penglihatan karena tunanetra memiliki tingkat sensitif yang lebih tinggi pada indera lainnya selain penglihatan jika dibandingkan orang awas. Tidak hanya diberikan pembelajaran namun tunanetra dapat secara langsung mengaplikasikan keterampilannya dalam fasilitas ini. Fasilitas yang dimaksudkan seperti refleksi, auditorium dan café. Diharapkan fasilitas dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi tunanetra agar tunanetra lebih percaya diri di dalam masyarakat sehingga desain dibuat diharapkan dapat menjawab kebutuhan dari tunanetra.