cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI LUWUK Tatimu, Stephanie
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek merupakan fasilitas kesehatan khusus ibu hamil dan balita di Luwuk , SulawesiTengah. Pemunculan fasilitas ini dilatarbelakangi oleh kurangnya rumah sakit bersalin di Luwuk dantingginya angka kematian ibu hamil dan balita. Oleh karena itu diusulkan perancangan sebuah fasilitas yangdikhususkan untuk ibu hamil dan balita yang diharapkan menjadi jawaban akan kebutuhan masyarakatLuwuk ini. Proyek rumah sakit ibu dan anak ini didesain dengan memasukkan unsur-unsur lokal daerahLuwuk serta menyesuaikan dengan topografi wilayah daerah Luwuk yang berkontur. Fasilitas kesehatan initerbagi jadi dua fungsi utama yaitu rumah sakit bersalin (in-patien) dan klinik dokter (out-patien). 
GEREJA DAN FASILITAS RETREAT DI SAMPIT,KALIMANTAN TENGAH Wendy Amanda Siswoyo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarak gereja yang cukup berjauhan sekitar ± 15 km dengan site membuat letak gereja kedua ini terasa tepat untuk mewadahi kegiatan keagamaan untuk penduduk sekitar,meskipun kapasitasnya lebih kecil dari gereja di pusat kota. Dan tidak adanya fasilitas retreat yang memadai untuk komunitas Kristiani di Kota Sampit membuat para umat biasanya mengadakan acara retreat secara berkala ke luar kota atau penginapan yang tidak memadai.Fasilitas yang didesain disini adalah sebuah fasilitas yang  fungsinya ditujukan untuk mewadahi kegiatan retreat dan juga mewadahi kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar.Masalah desain yang ditemukan pada proses perancangan adalah mengintegrasikan fasilitas Retreat dengan gereja yang memiliki fungsi umum sebagai Gereja Katolik dan fungsi khusus sebagai fasilitas penunjang kegiatan Retreat menyesuaikan perancangan bangunan dengan gaya arsitektur setempat serta pemanfaatan potensi alam yang ada untuk di tuangkan ke dalam desain dan menjaga ketenangan yang merupakan faktor penting berkegiatan pada desain.Massa-massa ditata sedemikian rupa agar bisa memisahkan fungsi publik dan privat setiap bangunan. Bagian bawah rumah panggung dimanfaatkan semaksimal mungkin agar tidak menjadi ruang sisa.Dari masalah desain tersebut maka pendekatan desain yang dipilih adalah pendekatan arsitektur vernakular.Pendekatan vernakular dan pendalaman struktur kayu digunakan dalam perancangan bangunan. Bentukan rumah Betang/panggung diambil sebagai konsep dan disesuaikan dengan fungsi-fungsi massa yang ada.Karena spirit rumah betang dianggap bisa mewadahi kegiatan dalam bangunan yang berupa Gereja dan Fasilitas Retreat.Oleh karena itu fasilitas ini diharapkan dapat berguna sebagaimana mestinya untuk mendukung kegiatan kerohanian umat kristiani.
PUSAT PAGELARAAN PELATIHAN DAN GALERI SENI TARI TRADISIONAL DI BALI Putra, Andika
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Proyek tugas akhir ini merupakan suatu fasilitas pendidikan mengenai seni tari tradisional di Bali. Fasilitas ini ditujukan untuk mewadahi kegiatan pertunjukan, pelatihan mengenai seni tari tradisional dan mengembangkan minat masyarakat tentang tarian tradisional di Bali. Fasilitas ini didesain dengan mengutamakan fungsi baik sebagai fasilitas edukasi mengenai tari tradisional bali dan sebagai tempat pertunjukkan tarian tarian bali.. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan budaya dan sistem kurikulum yang digunakan oleh akademi. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk menyatukan beberapa fungsi yang ada dengan ruang luar serta sistem sirkulasi dalam pusat pelatihan sehingga dapat menciptakan integrasi yang baik antara fungsi bangunan dan desain bangunan.
HOTEL RESORT DI KOTA BATU, JAWA TIMUR Kevin Jonathan Jonathan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Hotel Resort di Kota Batu, Jawa Timur”merupakan Hotel dengan klasifikasi bintang 4yang menyediakan sarana akomodasi demimendukung berkembangnya pariwisata di kotaBatu . Hotel Resort ini ditunjukan bagi wisatawanmancanegara maupun wisatawan lokal . Adapunfasilitas publik yang terdapat dalam Hotel resortini adalah café & bar, gym & spa, retail, kolamrenang, galleri & greenhouse, lounge, restaurant,lapangan basket dan vila . Letak Hotel Resortyang cukup strategis ini juga menjadi salah satudaya tarik dari Hotel ini dimana keindahan alamyang didapatkan oleh penghuni hotel tersebut.Kota Batu identik dengan keindahan alamnya.Oleh karena itu di dalam mendesain hotel resortini yang perlu diperhatikan adalah masalahkenyamanan dari penghuni maupun pengunjunghotel dalam hal cahaya matahari, angin, danpemandangan yangdidapat oleh penghuni maupun pengunjung .Konsep yang dihadirkan didalam hotel resort iniadalah menyatu dengan alam denganmenggunakan material dominan kayu, batu, danjuga vegetasi . Pendalaman karakter ruangdilakukan untuk mendapatkan detail desainsuasana ruang yang sesuai dengan konsep.
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Mental Wanita Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo di Surabaya Saraswati Ayu Indhiraswari
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka pravelensi Gangguan Mental dan Emosional (GME) di Indonesia Timur tergolong tinggi. RSUD Dr Soetomo Surabaya merupakan tumah sakit pusat rujukan Indonesia Timur. Meski telah menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan mental, perbedaan zona pria dan wanita kurang jelas sehingga menimbulkan bias. Wanita lebih mudah terserang penyakit mental. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, wanita penderita GME dapat sembuh, memiliki kesempatan untuk memahami dirinya, dan mengembangkan diri sehingga wanita dengan GME dapat diterima kembali di masyarakat. Dengan harapan mengkaburkan stigma di masyarakat mengenai penderita GME. Fasilitas harus mampu memberikan rasa aman bagi penderita GME karena seringkali penderita GME di kucilkan dan dipandang sebelah mata.
Apartemen Hemat Energi di Pakuwon Indah Surabaya Andrew Andrew Andrew
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen Hemat Energi di Pakuwon Indah Surabaya didesain memperhatikan kondisi alam dan iklim di Surabaya, sehingga dapat memanfaatkan cahaya matahari, dan penghawaan pasif di sekitar site. Apartemen ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi listrik seperti AC (air conditioner) dan lampu.Apartemen ini didesain untuk kalangan ekonomi menengah keatas. Gaya hidup orang yang tinggal di Pakuwon Indah adalah gaya hidup mewah yang memiliki kebiasaan berolahraga pagi, dan bercengkrama dengan tetangganya. Oleh karena itu, apartemen ini memiliki fasilitas yang lengkap baik fasilitas indoor maupun outdoor untuk memenuhi aktivitas tersebut.Apartemen ini memiliki fasilitas outdoor berupa taman bermain, kolam renang, beberapa taman, dan juga jogging track. Selain itu, apartemen ini juga menyediakan fasilitas indoor berupa restoran, minimarket, laundry, dan fitness center. Dengan semua fasilitas tersebut diharapkan mampu memberi kenyamanan penuh kepada penghuni apartemen ini.
Grha Batik Gedhog di Desa Kedungrejo, Kerek Soebagio, Fanny Felina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Gedhog terdapat di Desa Kedungrejo, Kerek, 40 km sebelah timur kota Tuban. Selain, motifnya yang sangat menarik, proses pembuatan serta semua bahannya dibuat oleh penduduk setempat. Begitu kuatnya lingkungan desa terhadap pembuatan batik, sehingga sulit dibayangkan Desa Kedungrejo ini tanpa batik. Sayangnya, sarana dan prasarana yang ada di desa ini kurang mendukung. Grha Batik Gedhog di Desa Kedungrejo, Kerek, ini merupakan salah satu usaha untuk melengkapi sarana yang ada di desa Kedungrejo. Tanpa sarana dan prasarana yang baik, dikhawatirkan kehadiran batik Gedhog ini akan hilang. Jadi Grha Batik Gedhog ini merupakan usaha pelestarian kegiatan pembuatan batik itu sendiri. Perancangan Grha ini diharapakan dapat menjadi satu kesatuan dengan desa Kedungrejo. Dasar perancangan dibuat dengan cara menganalisis bagaimana ruang luar dan dalam di desa ini terbentuk yang kemudian diinterpretasikan kembali ke dalam perancangan melalui pendekatan neo vernakular re-interpreting. Pendalaman struktur dan konstruksi dipilih karena keberadaan elemen struktur ikut memberikan artikulasi ke dalam ruang luar dan ruang dalam desa dan selanjutnya pada komplek perancangan Grha Batik Gedhog ini.
Fasilitas Komunitas Motor Gede di Surabaya Noviana Fransiska Fransiska
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Komunitas Motor Gede di Surabaya merupakan fasilitas yang bertujuan utama untuk mewadahi kegiatan Komunitas Moge baik dari dalam kota maupun luar kota, kemudian juga terbuka untuk umum dari segala kalangan, tidak hanya para anggota komunitas saja. Selama ini tidak ada fasilitas khusus untuk pengguna moge di Surabaya, maka dari itu dirancang tempat fasilitas komunitas moge ini dengan masalah perancangan umum utama bagaimana mewadahi tempat berkumpulnya para anggota komunitas moge serta dapat menjadi tempat sharing baik para anggota maupun masyarakat awam dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar, serta masalah khusus bagaimana membuat pengguna yang berada didalam bangunan merasa nyaman dengan keadaan tapak ditengah kota yang padat penduduk.Pendekatan yang diambil pada proyek ini adalah pendekatan perilaku dimana perilaku anggota moge dianalisa dan dapat diterapkan kedalam bangunan sesuai dengan kebiasaan para pengguna. Pendalaman yang diambil adalah karakter ruang dari salah satu ruang berkumpul dan beraktivitas para anggota moge, dengan menciptakan suasana ruang yang santai dan klasik diharapkan dapat membawa kedamaian bagi penggunanya.
FASILITAS WISATA EDUKASI TANAMAN OBAT HERBAL DI SURABAYA Angelina Yulita Wagono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, jumlah penduduk sakit danpenggunaan pengobatan konvensional meningkat pesat.Indonesia merupakan negara yang kaya akan flora yangdapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat herbal tetapimasih terbatas. Tanaman obat herbal memiliki potensimenjanjikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,nilai ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan di Surabaya.Fasilitas yang dirancang ini adalah Fasilitas WisataEdukasi Tanaman Obat Herbal di Surabaya dengan tujuanmewadahi berbagai kegiatan terkait dengan tanaman obatherbal meliputi pengetahuan, penanaman, penjualan danpenelitian.Fasilitas ini secara lebih rinci memiliki fungsiutama berupa galeri, perpustakaan, ruang workshop,percontohan penanaman dan market, serta dilengkapidengan fasilitas pengolahan dan penelitian terbatas, kulinerdan health centre. Masalah perancangannya yaitu untukmendapatkan bangunan yang mampu mengekspresikanmengenai tanaman obat herbal jadi perlu adanya fasilitasyang dapat berintegrasi dengan alam. Untuk itu, dipilihpendekatan ekologis karena dapat memperhatikanhubungan dan interaksi antara manusia, alam, tanamanobat herbal dan bangunan. Selain itu, pemilihan materialdapat menjadi salah satu cara menerapkan pendekatanekologis yang kemudian didalami dengan pendalamanmaterial untuk mengetahui material apa yang palingekologis.
Fasilitas Wisata Edukasi Profesi untuk Anak di Surabaya Dewi Cindrawati Cindrawati
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan fasilitas wisata edukasiberupa replika bangunan untuk mengenalkanprofesi-profesi yang ada di masyarakat denganmetode experiental and fun learning untuk anakusia 4 – 14 tahun. Pada proyek ini, anak dapatmemainkan peran orang dewasa sambilmempelajari berbagai profesi. Masalah utamadalam proyek ini adalah bagaimana merancangsebuah fasilitas yang dapat mewadahi berbagaimacam aktivitas profesi yang diperankan sesuaidengan karakter dan perilaku anak. Pendekatanyang digunakan adalah pendekatan perilakudengan mengacu pada teori Concrete OperationalStage oleh Jean Piaget. Pendalaman karakter ruangdipilih untuk menghasilkan ruang yang tematik,sehingga anak dapat lebih mudah dalammemahami profesi yang dipelajari.

Page 89 of 155 | Total Record : 1542