cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Bali Fashion Hotel Janetta Esther Kritza
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah tempat tinggalsementara, dengan “Fashion” sebagai konsep dasarpendesainan, yang menyediakan jasa penginapan,penyedia makanan dan minuman, pelayanan sertafasilitas jasa-jasa lainnya untuk mendukung kegiatanpariwisata dengan konsep “Fashion” pada area yangbersangkutan. Selain itu, Bali Fashion Hotel ini tidakhanya ditujukan untuk kondisi berlibur. Sebaliknya, BaliFashion Hotel ini memang dirancang untuk memenuhikebutuhan aktivitas fashion yag seringkali tidakmenjadi prioritas bagi perancangan arsitektur padamasa sekarang ini. Rumusan masalah dalam proyekini adalah bagaimana menghadirkan suasana hotelfashion yang nyaman dan memenuhi kebutuhanaktivitas pengunjung di dalamnya. Berkaitan denganrumusan masalah yang ingin dijawab & diselesaikanmelalui desain, maka perancangan akanmenggunakan pendekatan simbolik. Sedangkan,pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang,sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawabrumusan masalah dalam proyek ini.
Fasilitas Budidaya dan Edukasi Pertanian Vertikal di Surabaya Catherine Meilia Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Budidaya dan Edukasi Pertanian Vertikal di Surabaya yang dirancang dengan pendekatan sains arsitektur ini merupakan sebuah fasilitas publik yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai macam- macam pertanian vertikal beserta tanaman yang sesuai dengan pencahayaan alami di Surabaya. Fasilitas ini memiliki fungsi utama sebagai tempat bertanam secara vertikultur, hidroponik dan akuaponik, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang serbaguna, food court, area komersil, communal space dan farming outdoor. Bangunan 5 lantai dan kebutuhan sinar matahari pada jam – jam tertentu mempengaruhi jenis tanaman yang ditanam sehingga pendalaman daylighting diperlukan agar hasil tanaman menjadi tidak layu dan produktif.
Stadion Sepak Bola di Kupang Denny Hartanto Hartanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Sepak Bola di Kupang merupakan sebuah gedung olahraga sepak bola yang mewadahi aktivitas bertanding dan berlatih di kota Kupang dengan standar nasional. Fasilitas yang terdapat dalam stadion meliputi : lapangan sepak bola dengan standar yang telah ditentukan oleh FIFA serta dilengkapi dengan fasilitas lain seperti area fitnes, galeri piala, team shop, retail, kantor pengurus, dan tribun penonton dengan kapasitas 3700 orang. Pendekatan perancangan ini mengunakan pendekatan arsitektur hijau yang diterapkan melalui penghijauan pada bangunan, dan memaksimalkan energi alami seperti cahaya matahari dan angin untuk mengurangi penggunaan listrik. Agar pendekatan dapat diterapkan secara maksimal pada stadion maka diperlukan pendalaman struktur untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi seperti atap bangunan yang memiliki bentang lebar, struktur tibun untuk memasukan angin ke dalam stadion, dan struktur dinding agar cahaya dapat masuk ke dalam bangunan
Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya Tiffany Kusuma Kusuma
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi aktivitas anak jalanan berbasis informal. Fasilitas ini memberikan wadah bagi setiap individu mampu untuk mendapatkan skill yang berbasis kreativitas dan difasilitatori oleh komunitas pemerhati anak jalanan. Fasilitas ini hanya sebagai tempat aktivitas bagi mereka agar setiap individu mampu mengaktualisasikan dirinya, bukan sebagai tempat tinggal. Fasilitas ini diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk masa depannya, sehingga dikemudian hari mereka mampu mendapatkan penghasilan berdasarkan pelatihan yang sudah diajarkan.Keunikan proyek ini ada pada karakter ruang yang disesuaikan dengan perilaku anak jalanan. Desain mampu menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak jalanan, sehingga fasilitas ini mampu dibuat sefamiliar mungkin dengan perilaku mereka. Oleh karena itu, pendekatan perilaku disesuaikan dengan kebutuhan perilaku anak jalanan yang berkaitan dengan ruang, zoning, sirkulasi, bentuk bangunan, skala, material, dan suasana ruang.
TERMINAL PENUMPANG BANDARA EL TARI DI KOTA KUPANG Ian Audrey Tanoni
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak--Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pulau dan potensi pariwisata. Pada jaman modern ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang memilih pesawat terbang sebagai alternatif transportasi yang cepat. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah pengguna transportasi pesawat terbang di Indonesia. Perkembangan fasilitas bandar udara diperlukan untuk mendukung transportasi pulau antar pulau dan mendukung perkembangan kepariwisataan Indonesia.
Gelanggang Bulutangkis di Surabaya Meidiana Rosebella Rosebella
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelanggang Bulutangkis di Surabaya merupakan sebuah fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan pertandingan dan pelatihan bulutangkis bagi para calon atlit serta dapat berlatih secara profesional untuk menghadapi even-even tertentu baik di daerah maupun nasional. Dilengkapi dengan fasilitas asrama, diharapkan dapat lebih memfasilitasi bagi para calon atlit yang benar-benar serius untuk menekuni bidang olahraga bulutangkis ini.Didukung dengan kondisi lingkungan sekitar tapak yang merupakan kawasan perumahan penduduk, gelanggang ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung seperti food court dan retail area di mana fasilitas ini juga dapat turut serta menjadi fasilitas yang memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan gelanggang.Rumusan masalah dalam gelanggang ini adalah bagaimana mengatur alur sirkulasi yang teratur dalam kompleks indoor maupun outdoor gelanggang dengan kapasitas 3000 orang penonton. Oleh karenanya, maka digunakalah pendekatan sistem sirkulasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan untuk pendalaman, penulis menggunakan pendalaman struktur untuk menyelesaikan masalah bentang lebar dalam arena lapangan.
Fasilitas Videografi di Surabaya Jimmy Kristanto Kristanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan lembaga penelitian Hootsuite dan We are Social, menyatakan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat drastis dari tahun 2015 yang berjumlah 55 juta orang, pada tahun 2018 meningkat pesat menjadi 132 juta orang. Dengan durasi waktu rata – rata yang dihabiskan oleh warga Indonesia di internet adalah 9 jam 29 menit, YouTube menjadi platform mayoritas kedua yang paling banyak dikunjungi setelah Facebook. Hal ini menjadikan format video menjadi konten internet yang banyak dilihat publik. Melihat fakta ini, Google telah membangun Youtube Space di berbagai negara seperti Jepang, Amerika, dan Inggris dan India yang berfungsi sebagai tempat pelatuhan video dengan konten kreatif. Kota Surabaya adalah kota besar di Indonesia dan merupakan salah satu kota potensial untuk dibangunnya fasilitas ini. Fasilitas yang disediakan diantaranya : kantor agensi, studio motion capture, studio green screen, studio AR & VR, area retail, studio musik & dance, ruang editing, exhibition space, dan workshop class. Masalah desain utama adalah menyediakan fasilitas videografi yang lengkap, berteknologi tinggi dan mempunyai sistem yang terintegrasi dengan alur produksi video. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas ruang publik, proyek ini juga mengangkat masalah desain khusus yakni membentuk ruang sosial bagi masyarakat sekitar, dan menjawab kebutuhan sarana publik. Pendekatan Desain yang dipilih adalah pendekatan sistem, guna menjabarkan alur video yang kreatif, dan rumit. Kemudian, pendalaman karakter ruang dipilih untuk mencermati kebutuhan ruang yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi ruang.
Fasilitas Pembinaan dan Penanganan Kenakalan Remaja di Surabaya Melisawati Susetyo Susetyo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya perhatian terhadap para remaja zaman sekarang ini membuat remaja menjadi berperilaku semena-mena. Dalam konotasi negatif, hal itu disebut sebagai “kenakalan remaja”. Tentu saja, kenakalan remaja harus dibina dan ditangani lebih lanjut agar tidak terbawa sampai mereka beranjak dewasa. Dengan demikian, perancang mengusulkan suatu fasilitas di Surabaya yang dapat memfasilitasi pembinaan dan penanganan kenakalan remaja di Surabaya dengan Batasan umur 11 – 21 tahun. Fasilitas ini dirancang berdasarkan kategori tingkatan kenakalan remaja yang berbeda-beda. Tingkatan satu adalah kenakalan yang bersifat ringan seperti membolos sekolah, melawan, dan tidak mau taat aturan. Tingkatan dua merupakan kenakalan yang bersifat lebih berat seperti membawa senjata tajam, memfitnah, dan juga bullying. Tingkatan terakhir, yaitu tingkatan tiga merupakan tingkatan dengan kenakalan yang paling berat seperti menggunakan NAPZA, miras, dan juga seks bebas.Ketiga tingkatan tersebut akan dibina di fasilitas ini dengan cara mengasah kemampuan masing-masing remaja lebih dalam lagi, dan akan ditangani melalui proses terapi perilaku yang dapat memperbaiki pola pikir dan tingkah laku remaja lebih baik lagi.
Butik Resort Hotel & Spa Di Kabupaten Banyuwangi Asa Safirian S
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Proyek Osing Resort Banyuwangimerupakan penginapan resort yang terletak dikabupaten Banyuwangi. Proyek rancangan Resortditujukan sebagai akomodasi penginapan bagiWisatawan Asing maupupun Lokal yang sedangberwisata ke Banyuwangi. Selain bertujuan untukmemberi akomodasi penginapan, rancangan inibertujuan untuk melestarikan Budaya rumah adatOsing agar dikenal oleh Wisatawan asing maupunwisatawan domestik. Dengan keterpaduan antarafasilitas penginapan dan eduwisata rancangan inidapat menjadi ivestasi yang baik bagi pemilik sertasecara efektif mengenalkan identitas budayaBanyuwangi serta alam yang dimilikiya.Keunikan proyek ini terdapat pada sequenceatau proses perjalanan yang di desain dari suatutempat ke tempat lain. Desain sequence dirancangsecara dramatis sehingga mampu memberipengalaman yang mengesankan untuk dapat diingatoleh wisatawan. Oleh karena itu, pendekatansequence disesuaikan dengan fungsi tiap ruang sertakondisi alam pada site agar dapat memberi pesandan sesuai dengan fungsi dan konsep perancangan.
Fasilitas Pelatihan dan Pertandingan Bulutangkis di Surabaya Fransiskus Grant H.S Grant H.S
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas pelatihan atlit sertapertandingan bulutangkis dengan fasilitas utama berupa arenapertandingan dengan tribun untuk 1440 penonton dan fasilitaspendukung berupa asrama tempat tinggal atlit serta fasilitas umumsebagai public space untuk menunjang fasilitas utama sepertiretailshop olahraga, restaurant, cafe, multifunction room,danmedical treatment untuk para pemain yang mengalami cidera saatpertandingan serta digunakan untuk kontrol fisik para atlit. Banyakmasyarakat di Surabaya yang gemar dengan olahraga bulutangkistetapi karena kurangnya fasilitas menjadi kendala untuk mewadahikegiatan olahraga ini. Maka fasilitas ini diharapkan bisa menjadipotensi untuk meningkatkan minat serta kualitas cabang olahragabulutangkis di Surabaya. Masalah desain dalam proyek ini adalahmendesain fasilitas pertandingan dan pelatihan yang nyaman danhemat energi salah satunya adalah dengan pencahayaan alami.Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulismenggunakan pendekatan daylighting dan pendalaman strukturuntuk menjawab masalah bentang lebar.

Page 91 of 155 | Total Record : 1542