cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
SEKOLAH MENENGAH KRISTEN DI JEMBER Debra Viorentina Viorentina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kristen di Jember merupakan sebuah fasilitas Pendidikan formal untuk mewadahi kebutuhan remaja dalam rentang usia 11-18 tahun yang tergolong siswa SMP dan SMA dengan memberikan kurikulum pendidikan akademik sesuai dengan ketetapan pemerintah.Pendekatan sistem digunakan agar fungsi bangunan dengan banyak masa dapat tertata pada zonanya masing-masing, serta mewujudkan suasana ruang yang dapat menunjang metode pembelajaran secara aktif, pasif, maupun interaktif. Terdapat beberapa pendekatan sistem yang menjadi focus dalam proyek ini, meliputi sistem struktur, sistem zoning, sistem spasial, sistem sirkulasi dan sistem utilitas.Fasilitas yang disediakan meliputi zona pembelajaran (ruang kelas, ruang diskusi, laboratorium, perpustakaan), zona administrasi (tata usaha, ruang rapat, ruang yayasan), dan fasilitas penunjang (amphitheater, lapangan olahraga, kafetaria, dan multifunction hall).Pendalaman shading dipilih untuk mewujudkan suasana ruang dalam yang nyaman sehingga dapat mendukung proses pembelajaran baik secara kognitif, afektif, motoric dan spiritual.
Fasilitas Perdagangan Kerajinan Lokal di Kota Blitar Yovita Hadi Hadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas perbelanjaankerajinan dengan fasilitas pendukung berupa areaworkshop dan galeri. Didukung dengan letak site yangberada tepat di seberang jalan menuju kampung kerajinan,diharapkan fasilitas ini mampu mengembangkan industrikerajinan Kota Blitar. Proyek ini terdiri dari fasilitas retail,galeri, area workshop untuk demo pengerajinan, studioworkshop untuk pelatihan kerajinan usia dewasa dan anakanak,serta foodcourt. Salah satu tujuan fasilitas ini untukmenarik minat masyarakat agar industri kerajinan lokal KotaBlitar bisa berkembang ini akan digali lebih dalam untukmemberikan keunikan bagi proyek ini. Rumusan masalahdalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitasperbelanjaan kerajinan yang dapat menarik minatpengunjung. Untuk dapat menjawab rumusan masalahtersebut maka penulis menggunakan pendekatan bentukandan struktur. Pendalaman yang digunakan yaitupendalaman struktur, sehingga ketika ditinjau kembali dapatmenjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
GEDUNG KONSER DAN PUSAT PELATIHAN MUSIK JAZZ DI SURABAYA Vinsensius Kevin Tjandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas kesenian berupa Gedung konser dan pelatihan musik jazz dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa café, retail musik, dan restaurant. Proyek ini didukung dengan lokasi tapak yang berada di jalan Mayjen Sungkono dan tapak bangunan tersebut dihimpit oleh 4 akses yang membuat sirkulasi ke dalam bangunan ini sangat mudah. Pada Jaman ini, terutama di Surabaya banyak sekali hiburan – hiburan yang di lengkapi dengan adanya musisi jazz terutama di kafe – kafe. Hampir setiap sudut kota menyediakan hiburan tersebut. Akan tetapi belum ada wadah yang baik dalam perkembangan musik Jazz di Surabaya sehingga Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas untuk mewadahi musisi – musisi jazz sehingga dapat mengembangkan bakat mereka dalam bidang musik Jazz tersebut dan menyiapkan wadah agar pecinta musik jazz dapat menikmati kualitas suara dan kemampuan musisi jazz dengan baik.
Fasilitas Terminal Antar Moda Transportasi Umum di Surabaya Joel Kurniawan Kurniawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain terminal kelas C di Joyoboyo ini adalah sebuah solusi untuk menjawab isu perkembangan system transportasi umum di Surabaya dan sebagai sebuah terminal transit intermoda yang menggabungkan 3 jenis moda transportasi. Proyek ini juga mendukung rencana pemkot Surabaya untuk mengembangkan layanan dan jangkauan fasilitas kendaraan umum untuk menjadikan Surabaya semakin layak-huni melalui pembangunan infrastruktur fisik. Kegiatan utama dalam terminal C ini adalah kegiatan transit intermoda yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal system dalam bangunan. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di Surabaya.Pendekatan arsitektur yang dipilih adalah pendekatan system untuk memecahkan masalah system sirkulasi. Selanjutnya dengan memperhatikan hubungan dan urutan kegiatan terminal, pendalaman sequence dipakai agar desain alur dan hubungan antar kegiatan dalam terminal bisa terdefinisi lebih baik.
Fasilitas Wisata Edukasi Budidaya Tanaman Obat dan Pengolahan Jamu Tradisional di Kota Malang Anthony Margono Margono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas wisata edukasi budidaya tanaman obat danpengolahan jamu tradisional di Kota Malang merupakanfasilitas yang mengakomodasi kegiatan wisata dan belajardalam satu waktu yang sama sehingga tidak membuatpengunjung jenuh dalam proses edukasi. Fasilitas ini terdiriatas 3 fasilitas utama yakni dari fasilitas pembibitan,penumbuhan, dan pengolahan tanaman. Selain itu fasilitasini juga akan dilengkapi oleh fasilitas penunjang sepertikafe, restoran, toko tanaman, toko souvenir, dan sebagainya.Pendekatan sistem digunakan untuk menguraikan tahapan –tahapan yang dilakukan sejak dari bibit tanaman hinggamenjadi minuman jamu tradisional yang siap dikonsumsi.Banyaknya tahapan yang dilalui didefinisikan dengan jelasdan sistematis sehingga tidak membuat pengunjung bingungdan salah menginterpretasikan informasi yang diberikan.Pada akhirnya pendekatan sistem yang digunakanberdampak pada pengelompokan zoning, pengelompokanmassa dan sirkulasi yang mengikat keselurahan massadengan urutan yang sudah didefinisikan sebelumnya.Pendalaman yang dipilih adalah karakter ruang karenamampu memberikan suasana yang berbeda pada masing –masing ruang, mengingat banyaknya ruang utama yangterbentuk.
TERMINAL BUS TAMBAK OSOWILANGUN BARU DI SURABAYA Ivanka Evangeline Evangeline
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya, tepatnya pada Kecamatan Benowo,Terminal Tambak Osowilangun (TOW) adalah terminal bustipe A yang mewadahi jaringan trayek bus antar kota yangmelayani sepanjang jalur Pantura hingga ke Semarang, busdalam kota dan angkutan umum. Berdasarkan Rencana TataWilayah Ruang, Kecamatan Benowo direncanakan beradadalam kawasan strategis ekonomi dimana area sekitar tapakTerminal TOW akan dikelilingi oleh fasilitas mixed usependukung pelabuhanMengacu pada RTRW Surabaya dan kondisi terminal TOWsaat ini maka rumusan masalah desain fasilitas ini adalah:1. Konektivitas fasilitas Terminal TOW dengan areamixed use disekitar;2. Hubungan yang berkesinambungan antar manusia,manusia-moda transportasi, dan antar moda transportasi;serta sebuah3. Wadah aktivitas di sekitar area mixed-use yangdapat ikut serta berperan dalam pemerataan pengembanganpotensi di kawasan.Proses desain fasilitas ini didasari pemahaman akan alurpergerakan yang terjadi di dalam terminal. ‘Urban LivingRoom’ diambil sebagai konsep perencanaan desain terminalbaru ini.
Klenteng Kwan Kong di Makassar Eky Kristanto Kristanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas sembahyang bagi para penganut agama Konghucu dan juga berfungsi sebagai kawasan wisata keagamaan bagi masyarakat. Berdekatan dengan laut yang berarti angin laut bertiup dengan kencang sehingga penghawaan alami dapat dimanfaatkan untuk meniup asap hio/dupa. Proyek ini terdiri dari fasilitas sembahyang, courtyard, pusat informasi & wisata, fasilitas pendidikan yang terdiri dari perpustakaan dan ruang kelas, fasilitas aula, fasilitas kantor untuk yayasan klenteng, dan fasilitas kesehatan bagi warga tidak mampu. Klenteng biasanya memiliki arsitektur tradisional tionghoa yang berasal dari beratus-ratus tahun lalu, sehingga pada proyek ini sang arsitek mencoba untuk menghadirkan sesuatu yang baru yaitu klenteng dengan nuansa modern tetapi tidak lari dari pakem pada klenteng-klenteng lainnya. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana menghadirkan klenteng yang sesuai dengan masa kini (modern). Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka arsitek menggunakan pendekatan simbolik. Pendalaman yang dipilih untuk menyelesaikan masalah yaitu karakter ruang, karena ruang utama sembahyang memerlukan karakter khusus agar pengunjung dapat merasa dekat dengan Tuhan.
Rumah Susun Modular di Surabaya Ivan Satria Satria
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas rumah susun yang menggunakan bahan utama peti kemas dan dilengkapi dengan ruang komunal yang lebih terdesain dengan baik dibandingkan dengan rumah susun di Surabaya pada umumnya. Lokasi tapak yang berada di jalan Nusa Indah, Surabaya bagian timur. Harga tanah pada area ini terbilang cukup murah (3 – 4 jt/m2) sehingga tidak terlalu memberatkan pada biaya awal. Didukung pula dengan bahan utama yaitu peti kemas yang tersedia cukup banyak di Surabaya dengan harga yang terjangkau. Fasilitas pendukung seperti sekolah, tempat ibadah, kantor polisi, dan pasar tersedia tidak jauh dari tapak, hal ini sangat mendukung kehidupan penghuni karena fasilitas tersebut merupakan hal pokok bagi kehidupan mereka. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas rumah susun secara efisien dengan bahan utama peti kemas. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan struktur bangunan. Dan pendalaman yang digunakan yaitu struktur, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Arena Bola Basket di Surabaya Chintya Haliem Haliem
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah suatu fasilitas yang dapat menjadi wadah kegiatan berolahraga basket. Menciptakan sarana dan pra sarana yang baik. Kota Surabaya sebagai kota pelajar memiliki potensi besar di bidang olahraga. Selain menempuh ilmu, para pelajar dan mahasiswa juga memerlukan rasa bangga terhadap prestasi diluar kegiatan akademik, termasuk dalam bidang olahraga, khususnya olahraga basket. Dengan seringnya diadakan kompetisi-kompetisi, menambah tingginya antusiasme masyarakat Surabaya terhadap olahraga basket. Maka rumusan masalah dari proyek ini adalah bagaimana merancang sebuah fasilitas gedung olahraga bola basket yang mampu membuat pengunjung merasa aman dan nyaman dan bagaimana merancang sebuah fasilitas gedung olahraga bola basket yang mampu menampung kapasitas jumlah 3000 penonton dan kendaraan yang melonjak saat diselenggarakannya event-event nasional. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan sirkulasi, dan pendalaman yang digunakan yaitu struktur bentang lebar, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Galeri Bunga Cempaka di Kota Semarang Adela Puspita Puspita
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri bunga cempaka di Kota Semarang merupakan fasilitas yang perancangannya didasari oleh kurangnya orang yang tahu mengenai bunga identitas suatu provinsi. Bunga identitas yang seharusnya menjadi mascot suatu provinsi, banyak dilupakan oleh masyarakat. Dari banyak bunga identitas provinsi, bunga cempaka putih bunga identitas Jawa Tengah dipilih karena keunikannya. Bunga yang biasa disebut bunga kantil memiliki keterkaitan dengan tradisi Jawa Tengah. Selain dipakai di ritual tradisional, bunga ini juga dimanfaatkan untuk parfum, obat, dan aromaterapi. Fasilitas galeri ini bersifat rekreasi dan edukasi, sehingga dapat menambah pengetahuan masyarakat akan bunga cempaka putih.Pendekatan desain yang diambil adalah pendekatan simbolik metaphor tangible yang mengambil dari morfologi bunga cempaka putih yang unik. Desain bangunan ini memiliki banyak massa berjumlah ganjil sesuai dengan kelopak bunga cempaka putih. Massa banyak tersebut dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok informasi umum, kelompok olah bahan, dan kelompok hasil olah bahan. Pendalaman yang dipakai adalah sequences untuk memudahkan pengunjung mengerti informasi mengenai bunga cempaka secara runut.

Page 92 of 155 | Total Record : 1542