cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
FASILITAS PELATIHAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI UNTUK ANAK-ANAK DI SURABAYA Jeanie Margaretha Margaretha
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan fasilitas yang mewadahi kebutuhan akan tempat pelatihan bencana untuk anak-anak khususnya bencana gempa bumi dan tsunami. Kedua topik bencana tersebut dipilih karena merupakan bencana yang paling banyak memakan jumlah korban di Indonesia. Untuk menekan jumlah korban, diperlukan pelatihan tentang cara menghadapi bencana. Pelatihan tersebut perlu diajarkan sejak dini agar dapat diingat hingga dewasa. Selain tempat pelatihan untuk anak-anak, juga terdapat ruang tunggu yang disediakan untuk guru dan orang tua yang mengantar anak-anaknya. Selain itu, guru dan orang tua juga dapat melihat-lihat informasi tentang gempa bumi dan tsunami yang terdapat di dalam museum.Fenomena munculnya sesar aktif di Surabaya baru-baru ini memunculkan kekhawatiran pada masyarakat Surabaya, khususnya di kalangan sekolah-sekolah karena belum mengetahui cara-cara mitigasi. Oleh karena itu, lokasi yang dipilih penulis adalah di kawasan MERR, Surabaya yang merupakan daerah berkembang yang banyak dikelilingi sekolah-sekolah. Tapak yang dipilih memiliki bentuk linear agar sesuai dengan konsep yang diharapkan.Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana merancang fasilitas pelatihan bencana gempa bumi dan tsunami yang eksploratif dan aman untuk anak-anak. Untuk menjawab permasalahan itu, penulis menggunakan pendekatan perilaku. Konsep yang ditawarkan adalah pelatihan beralur yang terbagi menjadi 4 zona, yaitu: zona sebelum gempa, zona saat gempa, zona tsunami, dan zona evakuasi. Keempat zona didesain dengan kontras agar anak-anak dapat memahami isi pelatihan dan juga sebagai elemen wayfinding yang menjadi topik pendalaman pada proyek ini.
Sekolah Tinggi Seni Pertunjukan di Surabaya Wenny Stefanie Stefanie
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek “Sekolah Tinggi Seni Pertunjukan di Surabaya” ini adalah perancangan fasilitas pendidikan yang berfokus pada bidang seni pertunjukan. Proyek ini dirancang untuk mewadahi kebutuhan para peminat kesenian pertunjukan asal Jawa Timur yang hingga saat ini belum memiliki fasilitas pendidikan formal untuk mengembangkan bakat mereka dalam bidang seni pertunjukan. Sekolah ini menyediakan 3 jurusan yaitu Jurusan Seni Musik, Jurusan Seni Tari, dan Jurusan Seni Teater. Permasalahan desain yang utama pada bangunan ini adalah permasalahan akustik, visual, dan spasial. Pendekatan yang dipilih untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah pendekatan sistem. Konsep yang diambil adalah integrasi antar sistem dengan tujuan agar sistem-sistem pada bangunan dapat saling terintegrasi sehingga dapat meningkatkan performa spasial, visual, dan akustik dalam bangunan. Untuk meningkatkan kualitas penyelesaian permasalahan desain, maka pendalaman yang dipilih adalah pendalaman visual dan akustik pada ruang pertunjukan dan ruang-ruang kelas.
Gereja Kristen Abdiel Gloria di Kuta Selatan, Bali Titus Tesa Katianda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas tempat ibadah umat Kristen Gereja Kristen Abdiel Gloria dengan fasilitas pendukung lainnya. Didukung dengan lokasi tapak yang berada di jalan utama di Kuta Selatan, Bali akses untuk menuju fasilitas ini mudah. Lokasi tapak juga dekat dengan area pemukiman. Proyek ini terdiri dari gedung gereja, fasilitas pembinaan iman, aula serbaguna, perpustakaan, poliklinik, fasilitas administrasi, dan tempat tingal. Rumusan masalah dalam proyek ini bagaimana mendesain gereja yang mencerminkan ciri khas dari pada Gereja Kristen Abdiel Gloria. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan bentuk secara simbolik dengan mengangkat referensi dari pada visi Gereja Kristen Abdiel Gloria. Untuk Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman karakter ruang yang mencerminkan ciri khas dari Gereja Kristen Abdiel Gloria sehingga ketika ditinjau kembali desain dapat menjawab rumusan masalah dari pada proyek ini.
Fasilitas Perawatan untuk Lansia Penderita Alzheimer di Surabaya Ady Putra Putra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Perawatan inididasari oleh pemikiran dan data jumlah lansiapenderita Alzheimer yang terus meningkat diIndonesia tiap tahunnya. Penyelesaian bagilansia penderita Alzheimer selama ini sangatbergantung pada sistem caregiving di rumahpasien masing-masing. Sehingga yangmenjadi masalah desain utama adalah belumadanya fasilitas yang menunjang perawatanlansia penderita Alzheimer di Indonesia,terutama di Surabaya dan sekitarnya.Fasilitas perawatan akan menjadi lingkunganyang aman dan nyaman bagi keseharianpasien, dengan menyediakan ruang luar yangterencana dan ruang dalam yang ramahlansia.Mengingat kebutuhan pasienpenderita Alzheimer yang bermacam-macam,maka pendekatan perilaku digunakan untukmenjadi pedoman dalam prosesperancangan. Kemudian tuntutan kebutuhanpasien tersebut diterjemahkan ke dalamdesain melalui pendalaman karakter ruang,dengan memfokuskan terhadap suasanaruang luar dan interior agar mudah diingat.
Kapel Pernikahan di Nusa Dua, Bali Natasha Natasha Natasha
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas pernikahanyang didukung oleh fasilitas-fasilitas untuk mendukungjalannya sesi pernikahan. Lokasi tapak berada 100mdari ujung tebing dengan ketinggian 12m diataspermukaan laut, sehingga hawa disekitar tapak yangsejuk dapat dimanfaatkan bagi fasilitas garden hall,dan didukung oleh view sekitar tapak yang dapatdinikmati. Proyek ini terdiri dari fasilitas retail yangmenunjang pernikahan, restaurant, cottagepenginapan, villa resepsi, garden hall, dan kapelpernikahan. Prosesi upacara pernikahan memerlukansuasana yang tenang dan penuh khidmat sehinggainti dari pernikahan itu sendiri menjadi sakral, karakterini yang akan digali untuk memberikan suasana yangtenang dan sakral bagi proyek ini. Rumusan masalahdalam proyek ini adalah bagaimana mendesainfasilitas pernikahan yang dapat mencerminkankarakter dari prosesi upacara pernikahan yang sakral.Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, makapendekatan yang digunakan adalah pendekatan sainsdan menggunakan pendalaman sains lighting,sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawabrumusan masalah dalam proyek ini.
FASILITAS PENELITIAN DAN BUDIDAYA TERUMBU KARANG DI TANJUNG, LOMBOK UTARA Allan Rubianto Rubianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas penelitian dan budidaya terumbu karang ini didasari oleh kondisi terumbu karang di Pulau Lombok yang semakin menurun akibat aktifitas pariwisata dan nelayan yang berlebihan. Selain itu, pemilihan lokasi tapak yang berada pada kawasan Gili Matra yang penuh dengan terumbu karang menjadi sangat strategis untuk melakukan kegiatan budidaya. Proyek ini juga mengangkat masalah desain khusus yakni bagaimana bangunan ini dapat memfasilitasi kegiatan budidaya, edukasi, dan penelitian serta mengusung konsep desain modern yang dapat menarik perhatian wisatawan lokal maupun asing. mengusung konsep desain modern yang dapat menarik perhatian wisatawan lokal maupun asing. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan Sustainable Architecture agar bangunan yang dibangun aman bagi lingkungan dan pengguna, selain itu juga diterapkan pendalaman energi agar dapat menghemat biaya penggunaan listrik pada bangunan.Keunikan dari proyek ini adalah lokasi site yang berada di pinggir pantai dan menghadap Gili Air sehingga menjadi Landmark bagi orang - orang yang berada di Gili Air dapat melihat fasilitas ini dari jauh. Bangunan ini menggunakan elemen atap dak beton, sun shading, skylight, solar panel, cross ventilation. Hal ini diharapkan dapat memberikan nuansa modern dan menghemat penggunaan energi pada bangunan.
GEDUNG TEATER DI SURABAYA Nicholas Nicholas Nicholas
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan seni teater di Indonesia,khususnya di kota Surabaya mulai berkembang.Namun, perkembangan ini tidak ditunjang denganadanya fasilitas yang memadai. Sekarang ini,banyak komunitas-komunitas seni teater yangkesulitan untuk mencari fasilitas teater yangmemadai dengan standard internasional. Olehkarena itu, diusulkan perancangan arsitekturGedung Teater di Surabaya, sebagai sebuah desainbaru, untuk menyediakan wadah bagi pecinta seniteater untuk berlatih dan melakukan pentas di ataspanggung dengan sisi akustik yang baik. Hal iniditunjang dengan menerapkan konsep desain yangmemperhatikan sisi akustik dari teater, denganmelakukan perhitungan reverberation time dansightline.
Galeri Perfilman Indonesia di Surabaya Lydia Dwianti Putri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri Perfilman Indonesia di Surabaya merupakan fasilitas publik yang memperkenalkan dan mendukung industri perfilman, dan merupakan wadah bagi para penggarap film di Surabaya untuk berkarya bersama. Film merupakan sebuah media yang selalu digemari oleh masyarakat, seiring dengan perkembangannya yang pesat, diharapkan penonton tidak hanya menjadi penikmat, namun dapat ikut berkarya membuat film yang memberi dampak. Galeri Perfilman Indonesia akan menjadi wadah aspirasi tersebut. Selain fungsi utama sebagai galeri, bangunan ini juga memiliki berbagai fasilitas multimedia (Virtual Reality rooms, mini theatres, dsb), bioskop film 2D, 3D dan 4D, café, co-working space, fasilitas edit film, dan studio. Suasana “real” yang ingin ditampilkan pada bangunan dicapai melalui pendekatan sains. Permainan antara teknologi, sound system, dan terutama artificial lighting dalam bangunan difokuskan agar pengunjung dapat merasa seolah berada dalam film ketika berada dalam bangunan. Melalui suasana pameran dalam galeri, kemudian disediakan fasilitas untuk menciptakan film, sehingga pengunjung yang tertarik dengan film di galeri dapat kemudian mendalami pembuatan film dan lanjut membuat karya film.
Arena dan Pelatihan Tinju Nasional di Surabaya Cindy Olivia Luwandi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini adalah suatu arena pertandingan tinju berskala nasional yang berkapasitas hingga 3000 orang penonton dan dilengkapi dengan fasilitas pelatihan tinju serta fasilitas penunjang lain seperti, restoran, cafe, toko sportwear, semi-outdoor area, jogging track, dan parkir untuk kendaraan bermotor. Selain untuk mewadahi pertandingan dan pelatihan tinju, proyek ini bertujuan menjadi salah satu tonggak kebangkitan olahraga tinju di Surabaya yang sekarang sudah mulai pudar dari kejayaannya dahulu. Lokasi site yang terletak di Benowo sangat cocok dengan tujuan proyek ini. Dimana lokasi ini merupakan lokasi berkembang yang belum banyak terbangun, serta jauh dari pusat keramaian kota. Rumusan masalah yang terdapat dalam proyek ini adalah bagaimana mengatur kenyamanan visual 3000 orang penonton agar dapat menyaksikan olahraga tinju tanpa terganggu garis pandangnya dan nyaman, selain itu dengan adanya fasilitas pendukung lainnya yang membutuhkan kejelasan alur sirkulasi sehingga tidak bercampur satu sama lain. Untuk menjawab permasalahan ini, digunakan konsep kenyamanan visual melalui studi kenyamanan jarak pandang manusia, dengan pendekatan sistem sirkulasi dan pendalaman struktur bentang lebar. Sehingga dari konsep, pendekatan dan pendalaman dapat bersinergi menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
GRHA PERSEBAYA DI SURABAYA Bagaskara Fajar Winarso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grha Persebaya di Surabaya merupakan fasilitas yang ditujukan untuk masyarakat, bonek, dan Persebaya. Fungsi utama bangunan dibagi menjadi 3 sesuai dengan tujuan masing-masing yaitu galeri, hall, dan markas. Galeri didesain agar masyarakat dapat merasakan perjuangan Persebaya dan Bonek, hall untuk tempat berkumpul bonek dan acara-acara besar, markas untuk tempat pemusatan latihan dan kegiatan klub Persebaya. Desain harus dapat mengakomodasi kegiatan masyarakat dan bonek tanpa mengganggu privasi klub Persebaya namun ketiganya tetap terbuka dan saling melihat satu sama lain seperti galeri hidup. Pendekatan yang digunakan adalah simbolik untuk menggambarkan peranan masyarakat, bonek, dan Persebaya. Pendalaman yang diambil adalah sekuen untuk pengalaman dan cerita yang berbeda disetiap ruang. Terdapat beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti cafe, toko retail, dan game room.

Page 94 of 155 | Total Record : 1542