cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Museum Perjuangan Rakyat Surabaya Jovita Winata Winata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Perjuangan Rakyat Surabaya merupakan sebuahfasilitas yang didesain untuk menjawab krisis identitas kotaSurabaya yang mulai bergeser dari kota Pahlawan menjadikota Perdagangan serta sebagai alternatif hiburan bagipenduduk kota Surabaya. Faslitias museum ini memberikaninformasi sejarah perjuangan kota Surabaya sejak kota inidilahirkan pada tanggal 31 Mei 1293 hingga mencapaipuncak pertempurannya pada peristiwa 10 November 1945dan memperoleh identitas Surabaya sebagai kotaPahlawan. Pemilihan lokasi di Jl.Jendral Sudirmandiharapkan mampu mendukung visi misi Monumen BambuRuncing yang berada di tengah kota dalam mengingatkanidentitas kota pahlawan. Fasilitas ini didesain berdasarkanalur cerita perjuangan rakyat Surabaya dengan konsep lebihinteraktif dimana pengunjung berperan sebagai pejuangSurabaya dan museum sebagai medan perangnya.Pendekatan simbolik digunakan untuk mencerminkanperjuangan rakyat Surabaya ke dalam desain arsitektur dandidukung pendalaman karakter ruang untuk memberisuasana saat kejadian berlangsung. Museum ini jugadilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti retail,photography spot, foodcourt, dan cafe outdoor.
Hotel Resor di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung Ellena Monica Monica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah hotel resor di salah satu pantai terkenal di Pulau Belitung yaitu Pantai Tanjung Kelayang. Proyek ini dilengkapi dengan fasilitas wisata kuliner melihat ribuan potensi hewan laut yang diproduksi oleh masyarakat. Terletak di sepanjang garis pantai yang indah, lokasi ini memberikan pemandangan pantai yang tidak perlu diragukan lagi keelokannya. Anginnya tidak terlalu keras, dan hawanya yang sejuk membuat pengunjung semakin merasa nyaman berada di resor ini. Masyarakat Belitung memiliki beberapa tradisi, salah satunya yaitu Tradisi Makan Bedulang yang akan digali lebih dalam untuk mengembangkan proyek ini. Selain itu, ditambahkan potensi alam Batu Burung Garuda untuk memberikan kesan unik pada proyek ini pula. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana menghadirkan sebuah hotel yang memadukan antara kenyamanan, keamanan menginap dengan memperhatikan kebudayaan lokal Belitung. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan simbolik dengan mengambil pendalaman karakter ruang, sehingga dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini ketika ditinjau kembali.
Sanggar Mitigasi di Lombok Gregorius Christian Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Mitigasi di Lombok adalah sebuah sanggar edukasi bencana sekaligus sanggar edukasi untuk memberdayakan penduduk sekitar yang tinggal di daerah rawan bencana dikarenakan selama ini pedoman dan perhatian pemerintah terhadap mitigasi di daerah rawan bencana sangat kurang. Dasar pemikiran ini muncul dari pengalaman live-in penulis selama satu minggu dan merasakan bagaimana kondisi di Lombok Utara tepatnya di Dusun Lenek setelah 1 bulan terkena bencana gempa bumi. Pendekatan disain yang dipilih adalah pendekatan perilaku dengan berdasar atas perilaku bencana maupun perilaku penduduk sekitar yang mayoritas adalah penduduk dusun, hal ini dikarenakan adanya hubungan timbal balik antara bencana dengan budaya lokal penduduk sekitar. Keunikan dari proyek ini adalah adanya fungsi edukasi bencana bagi penduduk sekitar dan masyarakat umum, tetapi di sisi lain proyek ini dibuat agar penduduk sekitar mampu diberdayakan dalam setiap kondisi bencana yang terjadi dengan tujuan agar saat bencana tiba, perilaku penduduk sekitar tidak menjadi anarkis untuk menjarah dan mengandalkan bantuan pemerintah yang cenderung lambat melainkan mampu menggunakan sumber daya yang telah diolah dan ditabung dalam kesehariannya di Sanggar Mitigasi ini dengan nilai-nilai komunitas yang muncul melalui studi ruang di setiap ruangnya. (Lumbung). Pendalaman Karakter Ruang dipilih dengan tujuan untuk meningkatkan nilai komunitas di setiap ruangnya terutama Lumbung agar dalam hal edukasi dan mitigasi dapat dikerjakan secara bersama-sama, bertanggung jawab, dan toleransi. Di sisi lain karakter ruang dipilih agar permainan material pembentuk ruang dapat dirancang untuk peka terhadap fenomena bencana yang ada.
EVALUASI PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP ELEMEN ARSITEKTUR PADA MUSEUM PERJUANGAN SEPULUH NOPEMBER Stephani Deby Suharto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Perjuangan Sepuluh Nopember memiliki konsep perancangan yang mengharapkan pengunjung secara umum memperoleh suatu persepsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah persepsi anak-anak, remaja, dan dewasa sama atau berbeda terhadap elemen arsitektur. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan cara memperoleh data dengan menggunakan kuesioner secara random sampling kepada 100 pengunjung mulai dari anak-anak (10-12 tahun), remaja (13-20 tahun), hingga dewasa (21-40 tahun) serta wawancara. Pengolahan data menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Elemen arsitektur yang diuji sebanyak lima spot yaitu spot 1 (massa yang ditenggelamkan), spot 2 (massa yang sebagian muncul), spot 3 (desain jalan masuk yang menurun), spot 4 (lorong dengan pencahayaan glass-block), spot 5 (skylight). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun karakteristik pemikiran antara anak-anak, remaja, dan dewasa berbeda, belum tentu persepsi yang diterima juga berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak, remaja, dan dewasa memperoleh persepsi yang sama pada empat spot dalam museum yaitu spot 1, 3, 4, dan 5. Hanya di spot 2 terdapat perbedaan persepsi antara anak-anak dengan remaja dan dewasa. Melalui penelitian tersebut, maka ditemukan acuan-acuan elemen arsitektur yang membentuk persepsi sesuai kategori usia sehingga dapat dijadikan rekomendasi desain bagi arsitek
Fasilitas Penyelamatan, Penitipan, dan Pelatihan Anjing di Bali Felix Jonathan Soenarto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas ini terletak di jalan Uluwatu yang menuju kearah pantai Melasti. Selain berfungsi sebagai penyelamatan anjing, juga berfungsi sebagai tempat rekreasi dan liburan wisatawan yang mencintai anjing karena memiliki tempat yang luas seperti taman outdoor dimana pengunjung bisa bermain dengan anjing dan bertemu pengunjung lainnya, cafe untuk bersantai dan makan, tempat pelatihan anjing dan tempat kontes untuk anjing, seperti dog show dan kontes ketangkasan anjing. Fasilitas ini terdiri dari 3 fungsi, yaitu penyelamatan, penitipan dan pelatihan, namun dari ketiga fungsi tersebut tetap menjadi satukesatuan, dimana letak penempatan massa harus efektif, sehingga anjing yang diselamatkan tidak bercampur dengan anjing pengunjung maupun anjing penitipan. Masalah utama dalam desain ini adalah bau, suara, dan kebutuhan cahaya matahari untuk anjing.Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, banyak anjing terlantar di Bali yang diselamatkan dan komunitas pecinta anjing bisa menyalurkan hobinya disini.
Fasilitas Wisata Edukasi Pesisir di Kenjeran, Surabaya Ericko S. Limartha Limartha
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki keunikan dengan wilayah pesisir yang mendominasi sebagian besar pulau di Indonesia. Wilayah pesisir ini memiliki keanekaragaman hayati yang unik dan bermanfaat pada ekosistemnya. Potensi dan keindahan ekosistem di pesisir ini belum banyak dikenal orang. Proyek fasilitas wisata edukasi ini dirancang untuk mengajak masyarakat bermain dan belajar tentang dunia pesisir serta ikut membantu menjaga lingkungan alam pesisir dengan baik. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah menciptakan dinamika spasial yang menyenangkan bagi pengunjung. Fasilitas yang dirancang adalah ruang diorama indoor dan outdoor, ruang simulasi, ruang workshop, ruang outdoor playground, galeri dan ruang makan outdoor. Keanekaragaman ekosistem pesisir dihadirkan dalam setiap pengalaman spasial pengunjung yang menikmati dan berekreasi di fasilitas ini. Pendekatan desain didasarkan pada pengolahan bentuk yang mampu menghadirkan pengalaman spasial pada setiap ruang wisata dan edukasi yang ada dalam proyek ini.
Fasilitas Pelatihan Fotografi di Uluwatu, Bali Joshua Antonio Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Pelatihan Fotografi di Uluwatu, Bali merupakan suatu fasilitas yang berfungsi sebagai sarana pendidikan fotografi dan wadah bagi komunitas fotografi di Bali. Fasilitas ini dimaksudkan untuk mengasah kemampuan fotografer di Bali baik amatir maupun profesional. Latar berlakang proyek ini adalah adanya peningkatan baik dari segi peminat maupun segi lapangan pekerjaan. Namun, fasilitas pelatihan fotografi di Bali masih kurang memadai dibandingkan dengan kebutuhan fotografi yang ada. Maka dari itu, sebuah fasilitas pelatihan fotografi diperlukan untuk mendukung potensi fotografi di Bali. Fasilitas ini terdiri dari bangunan pendidikan fotografi seperti kelas dan studio fotografi serta fasilitas publik seperti ruang komunal, galeri, ruang serbaguna.
Fasilitas Wisata Edukasi Pendidikan Seks untuk Anak di Surabaya Jessica Kristiani Kristiani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Wisata Edukasi Pendidikan Seks untuk Anak di Surabaya bertujuan sebagai tempat pendidikan seks untuk anak yang interaktif dan dapat membuka wawasan baru dalam pembelajaran mengenai seks dan bagian private tubuhnya. Pendekatan desain yang dipilih adalah pendekatan perilaku yaitu menganalisa kebutuhan dan perilaku anak dengan target dari umur 5-16 tahun. Desain ruang dibagi dalam 3 bagian yang didalamnya terdapat lima tahapan yaitu bagaimana bayi dapat terbentuk, proses kelahiran bayi (Ruang janin-bayi), Area private part, pendidikan seks sesuai gender (Pendidikan Seks Anak), dan ruang Eksplorasi Dirimu. Ruang tersebut disesuaikan dengan materi pendidikan seks yang sesuai untuk anak-anak.. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk menunjukkan media interaksi dari berbagai macam elemen desain sesuai karakter dan gender anak. Bentuk dan karakter pada bangunan mencerminkan karakter anak yang aktif maka dibuat playful dan tidak dibuat bersudut (smooth) agar ramah anak.
Hotel Bisnis di Kawasan Tanjung Bunga Makassar Theresia Lauwrence Lauwrence
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah sarana tempat tinggalsementara dengan fasilitas pendukung berupa ruangkonvensi, café sebagai tempat pertemuan para pebisnis,gym & fitness center, spa, sauna, kolam renang, danrestoran. Sarana dan fasilitas pendukung ini akanmelengkapi Kawasan Tanjung Bunga yang akan menjadisebuah kawasan kota mandiri dan juga kawasan CentralBussiness District (CBD). Kawasan ini berada di pinggirKota Makassar yang berdekatan dengan salah satukawasan wisata yang terkenal yaitu Anjungan Pantai Losarisehingga kawasan ini akan sangat ramai dikunjungi olehmasyarakat dan juga para wisatawan. Rumusan masalahdalam proyek ini adalah bagaimana mendesain hotelsebagai sarana tempat tinggal sementara yang dapatmembuat penggunanya terutama para pebisnis untukmengenal budaya atau ikon dari Kota Makassar tanpa haruske tempat wisata. Untuk menjawab rumusan masalahtersebut maka penulis menggunakan pendekatan simbolikdan pendalaman karakter ruang, sehingga ketika ditinjaukembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyekini.
Fasilitas Perbelanjaan di Semarang Anneke Clauvinia Patriajaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena modernisasi dan globalisasi terjadi di semua perkotaan di Indonesia, diantaranya Kota Semarang. Fenomena ini mengakibatkan gaya hidup masyarakat di kota ini berkembang dengan pesat. Para pengembang berusaha memanfaatkan lahan untuk kegiatan yang menguntungkan, seperti jual-beli (komersil). Keberadaan fasilitas perbelanjaan menjadi tuntutan dan konsekuensi dari fenomena tersebut. Fasilitas perbelanjaan juga dianggap mampu menjadi tonggak perekonomian kota guna menaikkan taraf hidup masyarakat.Fasilitas perbelanjaan tersebut sedianya juga mampu menstimulasi tingkatan emosional individu dan mempengaruhi perilaku positif mereka. Bagi konsumen, belanja bukan hanya tentang memperoleh produk, tetapi juga pengalaman dan kegembiraan yang didapatkan di dalam fasilitas perbelanjaan tersebut. Fasilitas perbelanjaan yang tematik menjadi masalah desain khusus yang harus diciptakan di perancangan proyek ini. Mengingat kurangnya ketersediaan lahan hijau (taman) di area ini, sasaran rancangan adalah menciptakan suasana belanja yang terbuka namun ternaungi.

Page 95 of 155 | Total Record : 1542