Articles
32 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016"
:
32 Documents
clear
PERENCANAAN PENGATUR KETINGGIAN LAMPU OTOMATIS BERDASARKAN BEBAN KENDARAAN
Dharma Kusuma
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.701 KB)
Pengatur ketinggian lampu otomatis adalah sebuah sistem yang didesain dengan tujuan mengaturarah sinar pancar lampu kendaraan ketika diberi beban muatan. Tugas akhir ini berfokus padaperencanaan pembuatan pengatur ketinggian lampu otomatis pada kendaraan Isuzu Panther pickup. Parameter pengujian yang digunakan dalam perancangan alat pengatur ketinggian otomatisadalah aturan dari dinas perhubungan mengenai batasan spesifikasi ketinggian lampu dandidukung dari data spesifikasi kendaraan dari Isuzu Astra. Untuk batas ketinggian lampukendaraan berdasarkan spesifikasi yang berlaku adalah 70,6 cm dan batas bawah ketinggianlampu 65,6 cm diukur pada jarak 3 meter dari kendaraan.Pada data pengujian diketahui ketinggian bagian belakang kendaraan turun sebanyak 12 cmketika diberikan beban seberat 650 kg, ketinggian sinar lampu naik sebesar 12 cm dan untukmengembalikan ketinggian lampu sesuai spesifikasi kendaraan dibutuhkan empat kali putaranmotor. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan penggunaan pengatur ketinggian lampuotomatis dapat meningkatkan efektifitas pencahayaan pada malam hari dan mengurangi silaupada pengemudi pada arah berlawanan.
PENURUNAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN PELANGGAN PADA DIVISI AFTERSALES SERVICE HONDA SURABAYA CENTER
Luvian Krisantono;
Fandi D. Suprianto;
Philbertho Eka Sanchia
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (571.039 KB)
Di era mobilitas seperti sekarang ini, kebutuhan akan kendaraan bermotor merupakan kebutuhanutama bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah juga sudah mencanangkan mobil rendah emisidengan harga yang tergolong murah beberapa waktu lalu. Maka dari itu masyarakat lebih memilihuntuk membeli mobil daripada membeli motor. Dengan semakin banyaknya jumlah mobil yang adadi Indonesia maka bengkel servis mobil pun semakin banyak dikunjungi. Seperti contohnya bengkelresmi merek Honda tepatnya Honda Surabaya Center yang sudah dikenal masyarakat Surabayasebagai bengkel pusat Honda. Semakin bertambahnya mobil Honda yang ada maka HondaSurabaya Center juga semakin ramai dikunjungi pelanggan yang masuk untuk servis. Dengankapasitas yang ada, Honda Surabaya Center memiliki permasalahan dalam hal waktu tunggupelayanan pelanggan serta lahan parkir yang terbatas.Maka diperlukan tanggapan yang lebih serius dikarenakan hal ini dapat mengganggu jalannyaaktifitas di bengkel Honda Surabaya Center serta bisa menurunkan tingkat kepuasan pelanggandalam hal waktu tunggu servis. Melalui perancangan ini maka akan dilakukan perancanganstandar waktu acuan proses kerja serta perancangan papan kontrol kendaraan beserta atributpelengkapnya. Dengan adanya perancangan ini maka diharapakan terjadi perubahan yaitupenurunan waktu tunggu pelayanan pelanggan pada divisi aftersales service Honda SurabayaCenter.
PERANCANGAN ELECTRONIC WEDGE BRAKE
Anthony Sugianto;
Ian Hardianto Siahaan
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.457 KB)
Saat ini sebagian besar kendaraan menggunakan sistem hidrolik sebagai sistem pengeremannya.Bila di tinjau dari perawatan dan jumlah komponen,sistem hidrolik memiliki banyak komponen danmemiliki perawatan berkala yang banyak dan mahal selain itu sistem hidrolik adalah sistem yangkotor jika terjadi kerusakan. Oleh karenanya skripsi ini digagas untuk membuat sistem rem yanglebih praktis dan lebih mudah perawatannya. Sistem electronic wedge brake ini bekerja sesuaidengan prinsip kerja jarum keras. Rancangan sistem electronic wedge brake ini menggunakanmotor power window sebagai penggerak utama. Dengan torsi sebesar 3 Nm motor ini dapatmenghasilkan gaya sebesar 154,36 lbf dan dapat menghentikan putaran roda dari kecepatan 80km/jam hingga berhenti total dalam waktu 2,74 detik
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN FOOTSTEP OTOMATIS UNTUK MOBIL JEEP
Indra Sugiharto;
Joni Dewanto;
Yopi Yusuf Tanoto
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.297 KB)
Footstep standart pada umumnya digunakan untuk membantu penumpang masuk kedalam kabinmobil. Footstep standart memiliki kelemahan yaitu dapat membuat mobil menjadi lebih melebardan membuat footstep ini rawan rusak dikarenakan mudah tertabrak dengan trotoar dan separatorbusway. Maka dari itu dibuat footstep otomatis untuk mengatasi hal tersebut.Footstep otomatis memiliki prinsip kerja tertekuk dan terbuka. Tertekuk ketika pintu mobil tertutupdan footstep terbuka ketika pintu mobil terbuka. Torsi yang dibutuhkan untuk menggerakanfootstep ini sebesar 1,3 Nm. Maka dari itu penggerak dari footstep otomatis ini menggunakanmotor DC 12v milik power window dengan torsi sebesar 2,9 Nm. Kecepatan buka tutup footstep iniselama 3 detik. Komponen daripada footstep ini menggunakan berbagai macam dari material yaituASTM A36 stainless steel untuk poros dan ASTM A48 iron untuk plat. Desain dari footstep otomatisini dirancang menyesuaikan dari ruang sisa pada side bumper mobil dan selera desainmenggunakan software solidwork. Footstep ini dapat menahan beban hingga 120kg.Hasil dari perancangan ini didapat footstep otomatis sebagai pengganti footstep standart padaumumnya. Footstep otomatis yang dapat membantu penumpang naik kedalam mobil tanpa merusaknilai desain suatu mobil dan memaksimalkan ground clearance pada mobil.
PEMANFAATAN PANAS GAS BUANG SEPEDA MOTOR UNTUK PENGISIAN BATERAI HANDPHONE DENGAN GENERATOR TERMOELEKTRIK
Yafet Pribadi Saputro;
Fandi D. Suprianto
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.783 KB)
Saat ini transportasi dan handphone menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi untuk membantumempermudah hidup manusia. Fenomena Go-jek di Indonesia merupakan salah satu tanda bahwatransportasi sangat membantu kehidupan manusia. Penggunaan handphone untuk mencaripengemudi Go-jek terdekat dari lokasi merupakan kemudahan yang ditawarkan kepada pelanggan.Pengemudi Go-jek akan mendapatkan lokasi pelanggan melalui handphone yang dimilikinya.Penggunaan handphone terus menerus oleh pengemudi Go-jek akan menyebabkan baterai darihandphone tersebut cepat habis. Oleh karena itu, Tugas Akhir ini akan merancang sistempemanfaatan panas gas buang sepeda motor untuk pengisian baterai handphone. Pemanfaatanpanas gas buang menggunakan modul Thermoelectric Generator. Pada penelitian inimenggunakan 2 jenis thermoelectric yaitu SP1848-27145 SA dan TEG126-40A, dimanaTEG126-40A mempunyai spesifikasi yang lebih tinggi daripada SP1848-27145 SA. Penelitian iniakan meneliti jumlah thermoelectric yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan pengisianbaterai handphone. Hasil pengujian dengan penggunaan 5 modul Thermoelectric SP1848-27145SA dan 5 modul Thermoelectric TEG126-40A yang dirangkai seri didapatkan tegangan sebesar11,2 volt dan arus yang masuk ke baterai sebesar 122,1 mA pada kondisi kecepatan 40 km/h.
PERANCANGAN FLEXIBLE BLAST CHILLER UNTUK BAHAN MAKANAN KAPASITAS 10 KG ATAU 10 LITER BERSUHU 70oC
Ellihu Yona Kurniawan
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.745 KB)
Pendinginan yang higienis adalah ketika dapat menurunkan temperatur makanan dari 70oC ke 3oCdalam waktu kurang dari 90 menit. Hal ini bertujuan untuk menghindari pertumbuhan bakteri padabahan makanan. Bakteri dapat berkembang dengan signifikan pada rentang suhu 3oC hingga 68oC,maka dari itu diperlukan alat untuk mendinginkan dengan laju pendinginan yang cepat. FlexibleBlast Chiller dengan kapasitas 10 liter untuk bahan makanan cair (kuah), chiller dilengkapidengan pengaduk untuk mempercepat laju perpindahan panas secara konveksi. Flexible BlastChiller diuji dengan mendinginkan kuah bersuhu 70oC. Hasil uji coba Flexible Blast Chillermampu mendinginkan kuah hingga 3oC dalam waktu 49 menit dengan pengaduk dan 60,5 menittanpa pengaduk.
PERANCANGAN SISTEM PENCEGAH DAMPAK PENINGKATAN KADAR CARBON MONOXIDE DI DALAM KABIN KENDARAAN RODA EMPAT. STUDI KASUS PADA MOBIL DAIHATSU AYLA
Theodosius, Sia Jeffrey Siaga
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1282.187 KB)
Era globalisasi modern seperti sekarang ini, kebutuhan primer manusia sudah bukan lagi sekedarsandang pangan dan papan, namun juga komunikasi dan transportasi. Kebutuhan primer akantransportasi berkembang pesat di setiap negara demi menunjang perekonomian negara tersebut,kendaraan tersebut bermacam ada yang bermesin motor bakar yang memanfaatkan minyak fosilsebagai sumber energinya, ada juga yang memanfaatkan energy dari manusia itu sendiri sepertisepeda. Seiring meningkatnya kebutuhan manusia terhadap transportasi, terjadi juga peningkatanpolusi dari hasil mesin motor bakar kendaraan bermotor karena sebagian besar kendaraan masihbergantung pada minyak fosil sebagai sumber energinya. Namun sebagian besar dari kendaraanyang ada hingga sekarang ini masih menimbulkan emisi gas buang terlebih jika gas buang tidaktersalurkan baik melewati catalytic converter. Emisi gas buang yang tidak melewati catalyticconverter, menimbulkan banyak efek yang buruk salah satunya adalah carbon monoxide poisoning,dan tidak sedikit memakan korban kematian dalam kabin kendaraan yang tertutup di karenakankeracunan gas karbon monoksida tidak dapat terdeteksi.. Sistem pencegah peningkatan kadarcarbon monoxide didalam kabin kendaraan roda empat ini di tujukan agar manusia yang masihmenggunakan kendaraan beremisi gas buang tinggi, agar lebih mudah terhindar dari bahayakeracunan gas karbon monoksida yang bocor dari saluran gas buang dan terperangkap dalamkabin kendaraan.
EXPERIMENTAL STUDY ON THE INFLUENCE OF RIBLETS ON BUS BODY TOWARDS DRAG COEFFICIENT
Matthew Sebastian;
Fandi D. Suprianto;
Teng Sutrisno
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (813.998 KB)
Heavy vehicles such as buses and trucks, generally have a form that is not very aerodynamic, usuallyvery long and boxy. Aerodynamics can be very influential on the use of fuel when the coefficient ofdrag is reduced, the vehicle can be more efficient in their use of fuel because the force that inhibitswill be reduced. One way to reduce this drag force is with riblets. Riblets is a structure shaped like abunch of lined trenches. The results of the study on flat plate showed that with the riblets, up to 10%drag reduction can be achieved with the blade structure compared with only a flat surface under thesame conditions.Methods to validate the experiments were performed using simulation results with experimentalresults from the wind tunnel at a speed of 16-27 m/s. Bus model created by CAD software accordingto its original shape to be tested in the wind tunnel and then compare it with the results of theANSYS Fluent simulation. Riblets geometry studied using ANSYS Fluent simulation and theresults of the Boundary Layer will be observed as the riblets geometry changes. From the research, itis known that the best riblets geometry is 1% of the overall length of the bus and with the applicationof said geometry, 1.46% drag reduction can be obtained, from Cd 0.548 to 0.54. The model with thebest drag reduction uses riblets on the front roof of the bus.
OPTIMASI SISTEM PENDINGIN WIRE DRAWING DIES PADA PROSES PRODUKSI KAWAT DI PT SURABAYA WIRE
Antonio Hazman;
Ekadewi Handoyo
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (634.424 KB)
Keausan dies penarikan kawat dilihat berdasarkan pelebaran diegap yang terjadi. Banyak halyang mempengaruhi keausan dies salah satunya adalah faktor suhu. Oleh karena itu sistempendinginan dies merupakan hal yang krusial untuk memperlambat keausan dies.PT Surabaya Wire menggunakan air yang didinginkan oleh cooling tower untuk mendinginkandies. Cooling tower yang ada sekarang diketahui mampu mendinginkan air hingga suhu 350Cdengan efektifitas 33.8% pada putaran pompa 900 RPM, selain itu diketahui juga debit air yangmasuk ke diebox adalah 0.125 L/s dengan suhu air 350C. Suhu diegap dapat dicari melalui simulasiANSYS Workbench dan ANSYS Fluent, setelah dibuat mesh dan ditentukan domain serta melakukanmesh test, simulasi dijalankan dan divalidasi dengan suhu permukaan die yang diukur dengantermokopel. Diketahui suhu diegap saat ini adalah 159.30C, nilai ini masih jauh dari rekomendasiASM International yaitu 1370C, sehingga perlu dilakukan optimasi. Optimasi dilakukan melaluibantuan simulasi ANSYS Fluent dengan mengubah besaran suhu dan/atau debit air yang masuk kediebox. Berdasarkan penelitian ini, direkomendasikan agar geometri diebox diubah menjadi bentuksilindris agar perpindahan panasnya lebih baik kemudian dilakukan juga instalasi cooling towerbaru karena harganya lebih murah daripada chiller namun dapat memenuhi kriteria pendinginanyang diminta.
PERANCANGAN MESIN PEMOTONG KAWAT BENDRAT DI PT. SURABAYA WIRE
Jason Nathaniel;
Joni Dewanto;
Dharma Dharma
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.201 KB)
Persaingan ketat di dunia industri seringkali menuntut pengusaha untuk menggunakan prosesotomasi agar dapat meningkatkan kinerja mereka. Proses penimbangan dan pemotongan yang adapada PT. Surabaya Wire masih manual dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga dibutuhkansebuah alat yang dapat memisahkan 1 kg kawat bendrat dan memotongnya secara otomatis. Prosesini dibagi menjadi dua bagian besar yaitu bagian pemisahan 1 kg kawat bendrat dan bagianpemotongan. Konsep dasar untuk memisahkan 1 kg kawat bendrat adalah dengan menggunakanpanjangnya sebagai acuan. Ketika panjang kawat bendrat sudah sama dengan 1 kg, makagulungan kawat akan dipisahkan dan dilanjutkan ke proses pemotongan. Bagian pemotonganmenggunakan konsep sebuah tang potong namun lengan pemotong dimodifikasi agar dapatdilewati oleh gulungan kawat yang jatuh dari mesin coiler dan akhirnya dapat dipotong. Simulasiakan dilakukan terlebih dahulu sebelum proses fabrikasi.. Simulasi hanya dilakukan pada bagianpengambilan 1 kg. Simulasi yang dilakukan gagal karena pengambilan kawat tersebut ketikaditimbang terbaca 1.57 kg. Sehingga dibutuhkan penyesuaian lebih lanjut agar rancangan dapatberhasil.