cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mechanova
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017" : 39 Documents clear
MODIFIKASI SABUK PENGAMAN OTOMATIS PADA TOYOTA KIJANG TAHUN 1976 Yulius Bekti Ariberto; Joni Dewanto
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.136 KB)

Abstract

Medesain rangkaian sabuk pengaman otomatis, dengan tujuan mempermudah penggunaan sabukpengaman . Penggunaan sabuk pengaman otomatis, hanya dengan memutak kunci kontak dari posisi ON keposisi OFF. Sehingga perubahan desain dari standart harus dibuat secara presisi dan dengan ukuran sesuaidengan keadaan kendaraan. Dalam mendisain rangakaian sabuk pengaman otomatis, terjadi perubahan yangtidak merusak fungsi dari sabuk pengaman sebenarnya. Hal ini dikarenakan komponen yang digunakan dalamdesain sabuk pengaman otomatis menggunankan komponen sabuk pengaman pada umumnya.Dari pengujianalat, dapat diketahui bahwa menggunakan sabuk pengaman, tidak perlu menarik sabuk pengamanmenggunakan tangan. Melainkan hanya dengan memutar kontak.
PERANCANGAN ALAT PERAGA LIFT SUSPENSION PADA CHASSIS MONOCOQUE theo Lombogia; Ian Hardianto Siahaan
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.866 KB)

Abstract

Pada zaman modern ini, kendaraan menjadi sebuah sarana transportasi yang sangat penting bagisebagian orang. Tentunya setiap orang menginginkan kendaraan-nya bebas dari hambatan yangseringkali menjadi kendala bagi para pengemudi untuk berpergian. Kendaraan dengan groundclearance rendah seringkali mengalami kondisi kandas pada bagian bumper depan, bumperbelakang maupun posisi bagian tengah dibawah kendaraan pada waktu melewati gundukan, jalantidak rata dan tanjakan yang terlalu curam, seperti halnya ketika di parkiran basement sebuahmall atau pertokoan. Jika masalah ini terjadi tentunya mengakibatkan rusaknya bagian komponenpada mobil tersebut. Pada perancangan alat peraga ini digunakan lift suspension yang berfungsiuntuk menaikkan chassis monocoque beserta body agar supaya ground clearance-nya semakintinggi.Dari hasil pembuatan dan percobaan mekanisme alat peraga yang telah dilakukanmenunjukkan model chassis monocoque dapat mengatasi kondisi tersebut, hal ini dikarenakkanada kenaikkan chassis beserta body yang dibantu dengan lift suspension agar supaya groundclearance-nya semakin tinggi.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN AIR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK 750 WATT PADA SUNGAI HIDROKINETIK Januard Brian; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.455 KB)

Abstract

Sungai hidrokinetik merupakan sungai dengan head yang rendah atau mendekati nol, sehinggamemiliki energi kinetik yang lebih besar dibandingkan dengan energi potensialnya. Air memilikimassa jenis 1000 kali lebih besar dibandingkan dengan massa jenis yang dimiliki oleh udara,sehingga turbin udara VAWT dapat diterapkan pada sungai hidrokinetik. Pada penelitian inisungai-sungai hidrokinetik yang ditinjau memiliki beberapa kendala, sehingga digunakanprototipe untuk melakukan eksperimen. Jenis turbin yang digunakan adalah turbin straightdarrieus 4 bilah. Airfoil yang digunakan adalah NACA 2418, dengan chord length 15 mm.Turbin yang digunakan memiliki dimensi radius 20.5 mm dan tinggi 51 mm. Setelah mendesainturbin dilakukan simulasi CFD. Simulasi bertujuan untuk membuktikan bahwa sistem prototipedapat beroperasi. Setelah mendapatkan hasil simulasi, dilakukan eksperimen melalui prototipe.Hasil yang didapat pada eksperimen dibandingkan dengan hasil perhitungan. Hasil padapenelitian ini didapatkan bahwa dengan kecepatan aliran fluida yang didapatkan dari prototipesebesar 2.8563 m/s, dan dengan generator DC 12 volt dan diberi beban lampu 5 watt, dapatmenghasilkan daya sebesar 5.625 watt. Nilai Cp dari turbin yang telah dirancang adalahsebesar 0.23. Dimensi turbin yang diperlukan untuk menghasilkan daya sebesar 750 wattadalah 0.475 meter untuk diameter, 0.59 meter untuk tinggi turbin, serta 0.174 meter untukchord length
STUDI FISIBILITAS PEMANFAATAN EVAPORATOR UNTUK PENDINGIN INTERCOOLER MESIN 2KD-FTV Ferry Widjaja; Fandi Dwiputra Suprianto
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.327 KB)

Abstract

Dewasa ini peranti turbocharger selalu ditambahkan pada mesin diesel. Pada penggunaanturbocharger, udara yang akan masuk kedalam ruang bakar dikompresikan sehingga tekanan dantemperatur udara naik . Udara yang panas menyebabkan molekul O2 semakin sedikit sehinggapembakaran yang terjadi kurang sempurna. Oleh karena itu ditambahkan intercooler untukmendinginkan udara yang masuk ke ruang bakar. Intercooler yang ada saat ini pendinginannyahanya bergantung dengan suhu udara lingkungan yang semakin hari semakin panas akibat adanyaglobal warming. Sedangkan pada kendaraan yang kita gunakan sehari-hari masih ada sumberdingin dari refrigerant keluaran evaporator yang dapat dimanfaatkan untuk mendinginkanintercooler. Studi ini bertujuan untuk menemukan suhu pendinginan yang paling optimal padaintercooler aftermarket mesin 2KD-FTV dan menganalisa fisibilitas pemanfaatan evaporator untukpendingin intercooler mesin 2KD-FTV. Dalam penelitian ini dirancang alat uji dengan sistemrefrigerasi ac untuk mendinginkan air sebagai pengganti ambient temperatur intercooler padarentan suhu 10oC, 15oC, 20oC, 25oC kemudian dilakukan pengujian menggunakan chassisdynamometer pada masing-masing suhu air pendinginan intercooler dan pada pendinginanintercooler pada suhu ruang.Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa suhupendinginan intercooler 25oC menghasilkan daya yang paling tinggi sebesar 111.7 Hp meningkat1.8 Hp dan torsi menjadi 325.2 Nm meningkat 5 Nm dibandingkan pendinginan intercooler dengansuhu ruang 30oC. Pemanfaatan evaporator untuk mendinginkan intercooler berdasarkan hasilperhitungan siklus air conditioner pada mobil innova bermesin 2KD-FTV menggunakan p-hdiagram dinyatakan visible.
STUDI PENGARUH KAPASITANSI DAN INDUKTANSI CROSSOVER BUTTERWORTH PADA CUTTING FREKUENSI Michael Sunarto Gordon; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.736 KB)

Abstract

Pada masa sekarang ini sebagian besar orang Indonesia akan mengganti perangkat audio standar (OEM) darimobilnya, karena kualitas audio yang kurang baik, sehingga dapat diganti dengan speaker jenis 2-way system atau 3-way system. Dengan adanya berbagai macam speaker, maka diperlukan passive crossover yang berisi komponenkapasitor dan induktor, berfungsi sebagai pembagi suara berdasarkan range frekuensi.Studi tentang pengaruh kapasitor,induktor, dan resitor dapat dilakukan terhadap cutting frekuensi yangdihasilkan pada rangkaian crossover butterworth. Passive crossover ini dibuat untuk speaker berjenis 2-way systemdengan orde dua. Untuk mengetahui hasil cutting frekuensi, maka dilakukan pengujian menggunakan bantuan alat ukurRTA (Real Time Analyzer) dan software ARTA. Pada software ARTA akan didapatkan pembacaan respon suara yangdihasilkan speaker. Dari data respon suara yang dihasilkan speaker, maka dapat diketahui cutting frekuensi yangdihasilkan rangkaian passive crossover.Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan hasil cutting frekuensi high pass dan lowpass antara realita dengan rumus. Perbedaan hasil cutting frekuensi high pass terjadi pada rentang frekuensi 1,4-3,5KHz. Sedangkan pada low pass perbedaan cutting frekuensi terjadi pada rentang frekuensi 1,9-8,5 KHz. Konfigurasirangkaian high pass dan low pass yang menghasilkan cutt point pada frekuensi 3 KHZ, 2,7 KHz, 1,7KHz, 1,1KHz,500Hz dapat digunakan pada sistem 2-way. Penambahan resistor yang dirangkai secara L-pad lebih efektif karenadapat menurunkan gain hingga 10 dB. Namun resistor yang digunakan pada rangkaian L-pad nilainya tidak bolehmelebihi 4 Ohm.
PERANCANGAN ALAT TRAINING SISTEM PEMULIHAN ENERGI KINETIK PADA PROSES PENGEREMAN MENJADI ENERGI LISTRIK Alvin Febrianto; Joni Dewanto
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.21 KB)

Abstract

 Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk, jumlah permintaan energi semakin meningkat. Hal ini menimbulkan masalah energi berupa penggunaan bahan bakar fosil berlebih. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka salah satu teknologi yang telah dikembangkan oleh para ahli adalah teknologi KERS (Kinetik Energy Recovery System). Saat ini, perkembangan KERS semakin pesat dan sudah mulai diterapkan. Namun mahasiswa Program Studi Teknik Mesin – Program Otomotif masih belum mengetahui secara mendalam mengenai teknologi KERS.  Karena ini perlu dibuat alat training agar mahasiswa dapat mengikuti perkembangannya melalui pembelajaran teoritis maupun praktikum.Setelah dibuat, alat training mampu menghasilkan efisiensi sebesar 7,66%. Praktikum yang dilakukan adalah mengamati Pengaruh Kecepatan Sudut Flywheel pada KERS, Pengaruh Momen Inersia Flywheel pada KERS, dan Pengaruh Beban Kelistrikan Terhadap Pengisian Energi Listrik.
RESEARCH ON BIOMASS BRIQUETTE AS AN ALTERNATIVE ENERGY FROM PTEROCARPUS INDICUS LEAVES AND TWIGS WASTE Jovian Evander; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.27 KB)

Abstract

Indonesia has a variety of plant species which are very useful for life. Plants that have a lot ofbenefits that include Pterocarpus indicus. This plant is commonly used as greening because of thecharacteristics that have dense leaves and rapid growth. During the rainy season, the leaves andtwigs of this plant will often fall fallen because with the wind and rain. In the summer, the leaveswill fall due to dry. The actual leaves and twigs can be used as an alternative fuel in a way that isgood and correct processing. Alternative fuels is that biomass briquettes. This research wasconducted with the aim of knowing the potential of the plant Pterocarpus indicus for biomassbriquettes made with raw materials leaves and twigs Pterocarpus indicus and tapioca starchadhesive material. This research will be tested to determine whether the calorific value of the leavesand twigs Pterocarpus indicus can be used as biomass briquettes. The composition ratio of rawmaterials and adhesives as follows: 100%, 90%, 80%, 70%, 60%, 50%. Tests using a bombcalorimeter calorific value. From the experimental results show that the best composition is 90%raw materials and 10% adhesives
PERANCANGAN PEMASANGAN TENDA ELEKTRIK PADA MOBIL DAIHATSU GRANMAX Yulius Prayogo Yusuf; Joni Dewanto
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.885 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya zaman sekarang ini, kebutuhan akan transportasi baik transportasi pribadi maupuntransportasi umum semakin pesat. Alat transportasi kendaraan roda empat sekarang cukup banyak dan tidak hanyadigunakan sebagai kendaraan untuk berpergian sekarang juga digunakan untuk berbagai macam seperti berkemah,rekreasi, berjualan, dan untuk komersial yang lainnya. Tak heran sering sekali kita terjebak hujan dan tidak dapatturun karena air hujan akan membasahin pakaian atau barang yang tidak kita inginkan untuk terkena air.Sebagaimana semestinya kendaraan diciptakan untuk kita nyaman dan aman ketika kondisi cuaca apapun, tetapi seringkali kita tidak dapat turun ketika kondisi hujan karena tidak mendapatkan tempat berteduh di lobby mall ataupun hotel,yang pada akhirnya cukup membuat pakaian yang kita persiapkan dengan baik kacau saat kondisi hujan turun, makaperlu perangkat baru untuk mempermudah akses keluar atau masuk kedaraan dalam kondisi hujan selain payung, alattenda elektrik ini dapat mempermudah akses keluar masuk kendaraan pada kondisi hujan.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PRE-AMPLIFIER AUXILIARY UNTUK SMARTPHONE PADA SISTEM AUDIO MOBIL Hans Christian; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.147 KB)

Abstract

Headunit pada mobil dapat mengolah suara melalui beberapa sumber input. Sumber input yang dapatdiolah oleh headunit meliputi CD, USB, dan Aux. Project yang dilakukan adalah pembuatan alatbernama preamplifier auxiliary. Alat yang dibuat memiliki kemampuan untuk meningkatkan signalinput dari smartphone sebagai pemutar lagu.Pembuatan preamplifier menggunakan berbagai macam komponen elektronika. Komponen yangdigunakan antara lain IC op-amp, resistor, kapasitor, potensiometer, dan PCB. Preamplifier dibuatdengan menggunakan rangkaian op-amp berjenis inverting amplifier. IC yang digunakan memilikitipe 5532 dengan kualitas suara vokal yang jernih. Resistor yang digunakan adalah jenis carbon film.Kapasitor yang digunakan berjenis MKP dan keramik. Jenis komponen dipilih berdasarkan sumber-sumber yang didapatkan agar suara yang dihasilkan dapat memenuhi target awal.Hasil pembuatan preamplifier auxiliary menunjukkan adanya peningkatan daya keluaran. Dayakeluaran yang dihasilkan mencapai 0.61mW. Sebelum dilakukan penguatan dengan preamplifier,daya keluaran dari smartphone hanya sebesar 0.0479W. Peningkatan gain yang dihasilkan mencapai45,7%
STUDI PENGARUH TEMPERATUR BAHAN BAKAR PADA PERFORMA MESIN HR15DE Jeremy Luglio Hartono; Fandi Dwiputra Suprianto
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.961 KB)

Abstract

Bahan bakar yang tidak terbakar sempurna pada proses pembakaran merupakan sebuah kerugianbagi pengguna kendaraan bermotor dan juga bagi lingkungan. Hal tersebut dikarenakan emisi gasbuang yang buruk dan konsumsi kendaraan yang boros. Permasalahannya adalah belumdiketahuinya temperatur bahan bakar bensin yang menghasilkan performa mesin secara optimal.Oleh karena itu didapati cara dengan merancang jalur bahan bakar melalui media pendingin ataupemanas yang bertujuan merubah temperatur bahan bakar. Dari perubahan temperatur tersebutakan mendapat pengaruh terhadap performa mesin, emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar.Perubahan suhu bahan bakar dilakukan menggunakan media pendingin atau pemanas denganmemanfaatkan thermoelectric sebagai perpindahan panas. Pada pengujian ini, saluran bahanbakar dimasukan ke dalam kabin kendaraan dengan menggunakan selang tambahan dari pompabahan bakar menuju fuel rail. Temperatur bahan bakar yang akan diuji adalah dalam rentang suhu20oC hingga 45oC dengan step kenaikan suhu 5oC. Dalam studi ini terdapat beberapa rangkaianpengujian, yaitu pengujian chassis dynamometer, pengujian emisi dan konsumsi bahan bakar. Dariproses pengujian yang telah dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan, bahwa pada pangujianchassis dynamometer, suhu bahan bakar paling optimal untuk melakukan pembakaran adalah suhu30oC. Sedangkan untuk pengujian emisi dan pengujian konsumsi bahan bakar, suhu bahan bakaryang paling optimal masuk kedalam mesin adalah suhu 45oC.

Page 3 of 4 | Total Record : 39