cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mechanova
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018" : 24 Documents clear
PEMBUATAN MODUL PELATIHAN SERTA PERANCANGAN TRAINING WITHIN INDUSTRY UNTUK DIVISI PRINTING PROCESSING DI PT. X Hansel Buddie Soepriyanto; Shu-San Gan
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.869 KB)

Abstract

Jurnal ini dibuat untuk membahas pembuatan modul pelatihan pengoperasian mesin yang belum memiliki modul. Modul yang telah dibuat akan digunakan untuk proses pelatihan operator yang akan menjalankan mesin. Selain itu, juga dibahas perancangan program training “Training Within Industry” untuk mesin Auto Bending. Metode yang digunakan untuk pembuatan modul yaitu dengan melihat manual book, serta melakukan interview terhadap operator senior. Metode yang digunakan untuk perancangan program training “Training Within Industry” ialah melakukan pencarian data melalui studi literatur, kemudian pengumpulan data aktivitas On  the Job Training untuk pedoman pembuatan Job Instruction Card yang akan digunakan pada program training “Training Within Industry”. Tujuan dari perancangan program training “Training Within Industry” ini ialah untuk menggantikan proses training konvensional saat proses training perlu berlangsung, bersamaan dengan proses produksi yang tetap harus berjalan, sehingga overtime cost dapat diminimalkan.
The Influence of Flux Types and Cuts Dimension of Aluminum Recycling Cans Kristoforus, Alexander; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor Yuardi
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.039 KB)

Abstract

The consumption of drink cans worldwide reaches 6700 cans every second. Recycling of beverage cans is done to overcome the amount of garbage cans. There are two problems that arise in the process of recycling cans, namely the number of slag produced and the presence of a number of aluminum trapped in the slag. Both of these lead to low amount of product (yield recycling) and aluminum obtained (aluminum yield). In the previous study reported recycled yields for canned bodies of 59.5%, while for can cover 57.5%.In this study, the yield of recycled and aluminum yields were attempted to be increased by reducing the size of the can and using 2 drossing flux and 1 cover flux. In the cans body increased by 1.8-2.2% from 51,4% to 53,6%, while for cans lid increased by 1.1-2.2% from 66,4% to 68,6% by using different flux types. Reducing the cut dimension of the aluminium can, increase the yield of recycling by 2.9% from 51,4% to 54,3% for cans body and for canned lids increase by 4,3% from 66,4% to 70,7%.
Hot showcase design with utilization of waste heat from Cold Showcase’s Condenser Christopher Pratama Djaya
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.634 KB)

Abstract

The need of warm showcase is on the rise, but warm showcase uses a lot of energy. Most user of warm showcase also have cold showcase. One component of cold showcase produces high enough heat and did not utilized. Therfore in this thesis, condenser designed to be utilizes for warm showcase (waste recovery). In this study, the condenser is designed to meet the heat energy need of warm showcase without using heater. This system is using automation.The design of condenser has a length of pipe of 5,3 m with a capacity of 0,4m3 reach temperature 45oC at 20 minutes. In the utilization of the condenser as a heater on warm showcase, the performance of cool showcase is not disturbed. 
STUDI PROFIL FOREBODY PADA BUS ALL NEW LEGACY (STUDI KASUS KAROSERI LAKSANA) Daniel Wibisono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.628 KB)

Abstract

Bus merupakan transportasi publik yang memberi kontribusi penting pada kemajuan industri otomotif. Hal ini terlihat dari peningkatan populasi pengguna bus sebagai alat transportasi baik antar kota maupun antar propinsi. Namun dengan bentuk bodi bus yang masih datar atau mengotak, memberikan nilai koefisien drag yang besar. Oleh karena, itu penelitian ini membandingkan 3 konsep forebody bus dengan bus model standart untuk dilihat hasil pengurangan nilai koefisien drag-nya.Metode penelitian yang dilakukan simulasi 2 dimensi, untuk pengambilan model terbaik dan simulasi 3 dimensi untuk validasi uji wind tunnel menggunakan model skala 1:32 dan variabel kecepatan antara 15 m/s hingga 29 m/s. Selanjutnya optimasi model forebody menggunakan simulasi 2 dimensi dengan variable forebody symmetry, forebody up dan forebody down. Hasil penelitian menunjukan bahwa model 2  atau model forebody up memberikan hasil koefisien drag terbaik dengan penambahan panjang forebody 1m dengan nilai Cd = 0.53
Effect of Addition of Spent Coffee Grounds Oil On the Performance of Diesel Engine Richard Anthonius Wongso Santoso; Fandi Dwiputra Suprianto; Willyanto Anggono
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.09 KB)

Abstract

Energy demand has continued to rise since the industrial revolution and continues to increase as industry develops and population growth. About 80% of the world's energy is supplied by fossil fuels, which will be exhausted by the years to come. To solve this problem, the industries use waste vegetable oils and animal fats to produce biodiesel. Some also use non-edible waste as a biodiesel producer. Biodiesel can be produced from spent coffee grounds. The oil extracting is carried out using soxhlet and n-hexane which is purified using a rotary evaporator in the next move. Methyl esters are taken through the transesterification process. Methyl esters are mixed with diesel fuel. Then a characteristic test was conducted at Pertamina's Laboratory and performance test on ISUZU 4JA-1 OHV diesel engine using water brake dynamometer. The results of characteristics test of B10, B15, and B20 meet the requirements of the Directorate General of Oil and Gas Indonesia Number 28K/10/DJM.T/2016. The results of the sequential performance test for B10, B15, B20 produce peak power at 2000 RPM with values of 38.74 Hp, 40.35 Hp, 39.14 Hp, peak torque at 1800 RPM of 146.56 Nm, 153.37 Nm, 150.94 Nm, sfc 0.20 kg/Hp.h, 0.21 kg/Hp.h, 0.21 kg/Hp.h, and thermal efficiency 32.60%, 29.91%, 30.87%.
Flexural Strength Enhancement in Sugarcane Bagasse-Polypropylene Biocomposite through Maleic Anhydride Grafted Polypropylene (MAPP) Addition andre kurniawan yusuf; Juliana Anggono; Suwandi Sugondo
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.541 KB)

Abstract

Sugarcane bagasse has been investigated as reinforcement fiber for polypropylene matrix. Based on previous research, there should be advanced research to produce composite with mechanical characteristic (flexural strength) based on industrial needs. In this research, MAPP is in varied amounts, i.e. 0,5%, 1%, and 1,5%. Then, MAPP addition to composite is evaluated by measuring the flexural strength based on ASTM D790-12. These results were compared to the current products from the automotive industry which are made from black woodboard and brown woodboard.The result of  flexural strength testing of sugarcane bagasse composite without MAPP addition has average 15,31 MPa. MAPP addition increases the flexural strength up to 17,74 MPa at 0,5% MAPP concentration. An addition of MAPP more than 0,5% percent the flexural strength strength decreases. The flexural strength obtained is 50,1%-56,9% and 52,8%-59,9% lower than black woodboard and brown woodboard respectively.
Pembuatan Sistem Penghitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE), Pendataan Downtime dan Penerapan Quick Changeover untuk Meningkatkan Produktifitas di PT. Z RIO GRAFIKA
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.901 KB)

Abstract

PT.Z merupakan suatu perusahaan yang memproduksi filter rokok. OEE merupakan indikator guna mengetahui performa dari proses produksi. Pada PT.Z penghitungan OEE dan pengolahan data downtime masih dilakukan secara manual sehingga akan dilakukan pembuatan sistem dengan excel yang akan secara otomatis melakukan penghitungan OEE dan mengolah data downtime di PT.Z supaya dapat dilakukan pemantauan terhadap tren dari OEEnya. Suatu perusahaan memiliki produktifitas yang tinggi apabila mesin yang digunakan memiliki downtime yang rendah. Salah satu penyebab downtime adalah proses set-up yang sering dilakukan karena perubahan spesifikasi pada produk. Terdapat dua macam mesin yang digunakan di PT.Z yaitu mesin Maker dan mesin Kombiner. Pada mesin Maker set-up dilakukan ketika terjadi changelength dan change diameter/convertion. Untuk mesin Kombiner set-up dilakukan ketika ada permintaan untuk change diameter/convertion. Sebuah metode yang berguna untuk mengurangi waktu set-up yaitu quick changeover dengan menerapkan metode Single Minute Exchange of Die (SMED). Tahap awal SMED dilakukan pengambilan data di lapangan lalu data diolah dengan metode SMED. Pengolahan data dimulai dari indentifikasi faktor Internal dan Eksternal step pada proses set-up dilanjutkan melakukan pemisahan kedua step tersebut. Dari Internal step dianalisis proses yang dapat dilakukan secara parallel untuk parallel set-up. Setelah itu dilakukan standarisasi terhadap proses set-up yang telah dibuat.
Perencanaan Sistem Perpipaan Suction Line Pada Well Test Station Berdasarkan ASME B31.4 Rizky Parlindungan Hutagalung; Ninuk Jonoadji
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.739 KB)

Abstract

Well test station merupakan tempat untuk melakukan pengujian terhadap kualitas dan kapasitas minyak mentah pada suatu sumur minyak. Salah satu bagian penting dari well test station adalah sistem perpipaan yang menghubungkan gauging separator tank dan pompa. Karena debit pompa dan tekanan tangki mempengaruhi besarnya tekanan yang timbul pada pipa maka tebal dan diameter pipa perlu dihitung sesuai standard ASME B31,4 agar dapat mengalirkan fluida dengan baik dan lancar. Pemilihan komponen lainnya seperti valve dan strainer juga harus disesuaikan dengan diameter pipa dan standard ASME B31.4Pada studi leteratur diketahui bahwa tekanan dan komponen pada sistem perpipaan dapat menimbulkan 3 tegangan yang berbeda yaitu tegangan karena tekanan dalam pipa, tegangan karena ekspansi termal dan tegangan longitudinal. Besarnya ketiga tegangan tersebut tidak boleh melebihi tegangan maksimal yang diijinkan yaitu 122,4 MPa. Sehingga pemilihan pipa dengan tipe API 5L grade A25 ukuran DN 80 yang menggunakan bahan steel grade L175 dengan minimum yield strength sebesar 170 MPa akan mampu menanggung semua tegangan yang timbul tanpa melebihi tegangan maksimum yang diijinkan. 
PERANCANGAN MESIN PRODUKSI GENTENG KACA OTOMATIS Michael Enriko Wijaya; Roche Alimin; Fandi Dwiputra Suprianto
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.296 KB)

Abstract

Di tahun 2017 ini, ternyata tingkat kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia dinilai masih cukup tinggi. Salah satu produk yang banyak digunakan sebagai bahan material pembangunan rumah adalah genteng kaca. Produsen genteng kaca di Indonesia, kebanyakan masih mengandalkan metode manual dalam proses produksi. Studi ini bertujuan untuk merancang mesin produksi genteng kaca dengan metode material handling, dengan menggunakan konveyor dan sistem pneumatik, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menghemat biaya produksi. Dari hasil studi literatur kaca yang digunakan berjenis soda lime, memiliki nilai softening point sebesar 650 °C. Jenis furnace yang digunakan adalah Infrared burner yang memiliki efisiensi yang tinggi dibanding furnace tradisional. Jenis conveyor yang digunakan adalah roller chain, mempertimbangkan faktor biaya dan kapasitas pemanasan bila dibandingkan dengan menggunakan wire mesh belt conveyor, yang membutuhkan jumlah idler yang banyak.Dari hasil perancangan, mesin produksi ini memiliki kapasitas pemanasan sebesar 299 Kw. Panjang konveyor yang dibutuhkan untuk melakukan pemanasan adalah 6825 mm dengan kecepatan konstan 1,75 cm/s. Mesin press yang digunakan adalah jenis pneumatik, dengan gaya tekan sebesar 434 N, dan diameter silinder sebesar 32 mm. Daya motor yang digunakan sebesar ½ Hp, dengan putaran output 1,57 Rpm dengan rasio perbandingan roda gigi 1117:1.
Aplikasi Secondary Injector pada Sepeda Motor YZF-R15 menggunakan ECU Stand Alone Aldo Frandinata; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.216 KB)

Abstract

Kendaraan bermotor umumnya telah menggunakan sistem bahan bakar injeksi. Demi melakukan peningkatan performa, sistem bahan bakar injeksi diperlukan penggantian pada bagian ECU agar dapat dilakukan pengaturan parameter. Terdapat teknologi baru pada bidang teknologi bahan bakar injeksi  sepeda motor yaitu Turbo Injection. Teknologi ini menggunakan dua buah injektor untuk memberikan bahan bakar kepada satu buah silinder. Pada penelitian ini akan dijelaskan modifikasi untuk melakukan perubahan parameter ECU serta aplikasi Turbo Injection. Terdapat dua hal yang akan diteliti, yaitu peningkatan performa setelah melakukan pengaturan parameter ECU, dan peningkatan performa setelah aplikasi teknologi Turbo Injection. Pengujian dilakukan menggunakan alat bernama On-Wheel Dynamometer untuk mengetahui Daya dan Torsi yang dihasilkan pada suatu kendaraan bermotor. Pada aplikasi Turbo Injection akan terdapat peningkatan performa dari kondisi normal (satu injektor). Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan daya sebesar 12% dan torsi sebesar 16% setelah pengaturan parameter pada ECU. Peningkatan daya sebesar 13% dan torsi sebesar 18% juga terjadi ketika dilakukan aplikasi Turbo Injection.

Page 1 of 3 | Total Record : 24